Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




PASUKAN GIDEON!

GIDEON’S ARMY!
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 24 Juni 2018
A sermon preached at the Baptist Tabernacle of Los Angeles
Lord’s Day Evening, June 24, 2018

“Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku” (Hakim-Hakim 7:2).


Itu cerita yang sederhana. Tetapi ini adalah kisah yang sangat penting. Gideon adalah seorang pemuda yang hidup di masa kemurtadan besar. Itu seharusnya menarik perhatian kita segera karena kita hidup saat ini dalam penyesatan akhir zaman yang luar biasa.

I. Pertama, kemurtadan.

Orang-orang Israel melakukan kejahatan di hadapan Tuhan. Dan Tuhan menghukum mereka dengan membiarkan mereka menjadi budak orang Midian. Mereka adalah musuh Israel. Orang-orang Israel mundur dari orang Midian yang buas ini. Mereka menyembunyikan diri di gua-gua dari orang Midian yang tidak bertuhan itu. Orang Midian begitu kuat sehingga mereka menghancurkan tanaman pertanian orang Israel. Mereka merampas domba dan lembu serta keledai mereka. Israel hancur dan putus asa. Kemudian mereka berseru kepada Tuhan

Kemudian Tuhan datang kepada Gideon. Tuhan datang kepadanya ketika dia sedang bersembunyi dari orang Midian. Dan Tuhan berkata kepada Gideon, “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani” (Hakim-Hakim 6:12).

Saya bukan orang yang gagah berani ketika saya pergi ke sebuah seminari liberal dan menolak Alkitab di utara San Francisco. Saya adalah seorang pengkhotbah Baptis yang lemah lembut dan halus. Tetapi apa yang saya lihat di seminari itu membuat saya menjadi sangat marah dengan evangelikalisme modern. Mereka tidak percaya kepada Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab. Mereka dikendalikan oleh orang-orang Midian - orang-orang yang ingin mengikat Tuhan - mereka yang tidak ingin Tuhan mengendalikan pikiran mereka atau hidup mereka.

Dr. David F. Wells telah menulis sebuah buku penting tentang kebobrokan evangelikalisme di zaman kita. Buku itu berjudul, No Place for Truth: or Whatever Happened to Evangelical Theology? (Eerdmans, 1993). Wells adalah seorang yang sedang marah. Dia mengatakan, “Dunia evangelikal telah kehilangan radikalismenya” (hal. 295). Gereja-gereja evangelikal tidak mengilhami kaum muda untuk menjadi orang Kristen radikal. Mereka lembut, lemah, dan egois - takut untuk berbicara karena takut apa yang orang akan pikirkan tentang mereka. Lembaga evangelikal akan memerangi siapa saja yang ingin melihat gereja-gereja direformasi dan hidup hari ini. Dr. Wells berkata, “Kesesuaian adalah kekuatan yang kuat di dunia evangelikal, dan dengan cepat menghambat orang yang tidak menyetujuinya” (hlm. 295).

Mereka berusaha keras untuk membuat saya menyesuaikan diri dengan ketidakpercayaan mereka di seminari di mana saya kuliah itu. Mereka memberi tahu saya bahwa saya tidak akan pernah mendapatkan gereja Baptis Selatan jika saya terus membela Alkitab. Saya memberi tahu mereka, “Jika itu harga yang harus saya bayar, saya tidak menginginkan gereja itu.”

Saya kehilangan segalanya untuk mengambil posisi itu. Apakah saya harus kalah? Saya telah kehilangan segalanya yang penting bagi saya. Gereja Baptis Selatan tidak lagi memiliki apa pun yang saya inginkan. Saya membenci denominasi itu. Saya membenci seminari itu. Saya membenci gereja saya karena tidak mendukung saya. Saya membenci hidup saya. Saya membenci segalanya kecuali Yesus dan Alkitab. Saya berjalan sendirian di malam hari. Saya harus terus berjalan atau saya merasa seperti kehilangan akal sehat

Suatu malam saya akhirnya tertidur di kamar asrama saya. Tuhan sendiri yang membangunkan saya. Asrama itu sepi. Bukan sebuah suara. Saya berjalan keluar sampai malam. Ketika saya berdiri di sebuah bukit di samping seminari, saya dapat melihat lampu-lampu San Francisco di seberang teluk itu. Angin bertiup menerpa rambut saya dan pakaian saya. Saya kedinginan sampai ke tulang. Dan dalam angin, Tuhan berkata kepada saya, “Kamu tidak akan pernah melupakan malam ini. Sekarang kamu akan berkhotbah hanya untuk menyenangkan Aku. Sekarang kamu akan belajar untuk tidak takut. Sekarang kamu akan berbicara untuk Ku sendiri. Aku akan bersamamu.”

Sekarang saya tahu itu adalah panggilan saya untuk berkhotbah. Sebelum itu saya adalah seorang sukarelawan. Sekarang saya adalah seorang pengkhotbah yang dipanggil Tuhan. Saya percaya bahwa setiap pengkhotbah yang tak kenal takut harus mengalami krisis serupa sebelum Allah dapat memercayainya untuk mengatakan kebenaran. Tidak ada emosi. Hanya ini, “Jika Anda tidak mengatakan itu tidak seorangpun akan melakukannya, dan sangat perlu untuk dikatakan - dan yang lain takut untuk mengatakannya, jadi jika Anda tidak mengatakannya, tidak akan ada yang mengatakannya, atau setidaknya mereka tidak akan mengatakannya dengan sangat baik.” Saya pergi dengan pikiran-pikiran yang telah dimeteraikan di dalam pikiran saya selamanya. Dr. A. W. Tozer, dalam sebuah esai yang berjudul “The Gift of Prophetic Insight,” mengatakan ini: “Dia akan menentang, menegur dan memprotes dalam nama Tuhan dan akan mendapatkan kebencian dan pertentangan dari sebagian besar dunia Kristen... Tetapi dia tidak akan takut apapun terhadap manusia yang fana.” Mungkin itu sebabnya Dr. Bob Jones III berkata bahwa saya “seperti nabi Perjanjian Lama dalam cara dan semangatnya.” Untuk penjelasan lebih lanjut tentang semua ini, bacalah otobiografi saya, “Against All Fears.”

Pengalaman tengah malam dengan Tuhan membuat saya mengerti seorang pria seperti Gideon. Tuhan berkata kepadanya, “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” Meskipun saya jelas bukan Gideon, setidaknya saya memahaminya sekarang. Gideon berkata, “TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian” (Hakim-hakim 6:13).

Gideon merasa tidak layak dan tidak mampu melakukan ini. Seperti Musa, Gideon membuat alasan. Di sini kita, teman-teman saya, di tengah-tengah kemurtadan besar pada hari-hari terakhir. Kita merasa tidak layak dan tidak mampu melawan agama palsu dari orang-orang Midian injili baru. Kemurtadan sudah terlalu dalam. Kekuatan orang Midian injili terlalu besar. Kita tidak dapat melakukan apa pun untuk menyelamatkan Alkitab dan Tuhan dari Alkitab dari orang-orang murtad ini.

II. Kedua, Tuhan dari Alkitab masih hidup!

Tuhan berkata, “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah”! (Maleakhi 3:6). Kemudian Roh Allah turun ke atas Gideon. Dia mengirim utusan untuk mengumpulkan kerumunan orang Israel untuk berperang melawan orang Midian

“Adapun Yerubaal--itulah Gideon--bangun pagi-pagi dengan segala rakyat yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka berkemah dekat mata air Harod; perkemahan orang Midian itu ada di sebelah utaranya, dekat bukit More, di lembah. Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku. Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead." Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang” (Hakim-hakim 7:1-3).

Tuhan berkata kepada Gideon, “Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu.” Pergi dan katakan, “Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang” (Hakim-hakim 7: 3).

Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang. Sepuluh ribu tetap bersama Gideon. Itulah yang terjadi pada kita. Gereja kami bertambah hingga 1.100 orang ketika kami mengadakan kebaktian di Le Conte Junior High School. Tetapi kebanyakan dari mereka takut mempertaruhkan hidup mereka untuk Yesus. Yang lain meninggalkan gereja kami untuk mengejar “kesenangan” - atau seks - atau obat-obatan. Mereka yang tinggal dijelaskan oleh Yesus dalam Perumpamaan tentang Penabur. Dalam Lukas 8: 10-15 perumpamaan itu dijelaskan. Jenis orang pertama adalah mereka yang mendengar firman Allah, dan Setan datang dan mengambil firman itu dari hati mereka “supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan” (Lukas 8:12). Kami melihat itu hampir setiap minggu. Mereka masuk ke ruang kebaktian dan sambil sebentar-bentar mereka melihat iPad mereka sambil mendengarkan khotbah. Atau mereka menutup mata mereka dan memikirkan hal lain. Firman Allah tidak ada gunanya bagi mereka, karena mereka membiarkan Iblis mencabut kata itu dari hati mereka

Jenis kedua adalah mereka yang mendengar firman itu dengan sukacita. Tetapi mereka tidak memiliki akar di dalam Kristus. Jadi mereka tampaknya percaya untuk sementara waktu. Tetapi ketika mereka menghadapi pencobaan, mereka jatuh

Jenis orang ketiga adalah mereka yang mendengar firman itu dan masih belum meninggalkan cara hidup mereka. Kemudian mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, “sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.” Dr. J. Vernon McGee benar ketika dia mengatakan ketiga jenis orang ini tidak pernah dipertobatkan. Mereka menggambarkan semua orang yang meninggalkan gereja kita di masa lalu. Kehidupan mereka menunjukkan bahwa tidak ada yang benar-benar bertobat. Mereka hanya datang untuk persekutuan dan kesenangan yang kita miliki di gereja. Tetapi ketika mereka diuji, mereka pergi karena mereka tidak pernah bertobat dan mereka tidak pernah dilahirkan kembali. Mereka adalah gambaran dari dua puluh dua ribu orang yang datang untuk membantu Gideon tetapi terlalu takut untuk bertahan dan menjadi tentara Allah! Dan tentara salib!

“Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku” (Hakim-Hakim 7:2).

Tetapi masih ada terlalu banyak orang. Tuhan berkata kepada Gideon, “Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana” (Hakim-hakim 7:4). Di sana sangat panas “dekat bukit More, di lembah” (Hakim-hakim 7: 1). Orang Israel itu sangat kehausan. Sebagian besar anak buah Gideon berlari ke arah air, membungkuk dan memasukkan tangan ke dalam air, saat mereka meneguknya. “Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang” (Hakim-hakim 7:6). Sebagian besar dari mereka berlutut minum air karena mereka sangat haus. Tetapi hanya tiga ratus yang mengambil air di tangan mereka dan minum dari tangan mereka. Mereka tahu mereka harus menjaga kepala mereka, waspada terhadap kedatangan orang Midian.

“Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya” (Hakim-Hakim 7:7).

Itu sejauh yang akan kita perhatikan dengan jumlah tiga ratus orang yang bertempur bersama Gideon malam ini. Orang Midian ada di sana di lembah, “seperti belalang banyaknya, dan unta mereka tidak terhitung, seperti pasir di tepi laut banyaknya” (Hakim-Hakim 7:12). Malam itu Allah menyerahkan tentara kuat orang Midian itu ke dalam tangan tiga ratus prajurit Gideon. Orang Midian lari untuk menyelamatkan hidup mereka. Dan orang Israel menangkap para pangeran dari orang Midian, Oreb dan Zeeb, dan memenggal kepala mereka dan membawa kepala mereka ke hadapan Gideon (lihat Hakim-Hakim 7:25). Kemenangan dimenangkan oleh Tuhan dengan sekelompok kecil orang, hanya tiga ratus tentara!

Inilah pelajaran bagi kita malam ini. Kebanyakan gereja saat ini dipimpin oleh orang yang hanya tertarik dengan angka. Mereka adalah orang Midian evangelikal. Mereka pikir perlu ratusan orang yang hadir. Namun mereka tidak berdaya. Akan sangat bermanfaat bagi pengkhotbah seperti itu untuk memikirkan Gideon dan sekelompok kecil prajuritnya yang setia.

Jonathan S. Dickerson telah menulis sebuah buku hebat berjudul The Great Evangelical Recession (Baker Books). Dia memberikan data statistik. Saat ini hanya 7% dari kaum muda kita yang mengaku sebagai orang Kristen evangelikal. Empat puluh lima persen orang Kristen evangelikal akan mati dalam dua puluh tahun ke depan. Itu berarti jumlah orang Kristen evangelikal muda akan segera turun dari 7% menjadi hanya sekitar “4 persen atau kurang - kecuali pemuridan baru dihasilkan” (ibid., p. 144).

Mengapa ada penurunan jumlah anak muda di gereja-gereja ini? Saya yakin itu karena mereka tidak ditantang oleh Kekristenan yang hidup. Apa tujuan kita? Tujuan kita di gereja ini adalah untuk membantu orang muda mencapai potensi tertinggi mereka di dalam Kristus. Kami di sini untuk membangkitkan sekelompok anak muda seperti Pasukan Gideon. Kami di sini untuk membantu orang muda datang ke gereja kami dan menjadi murid Yesus Kristus. Orang-orang yang ingin kita daftarkan dalam pasukan Kristus adalah orang-orang muda. Mereka adalah orang-orang muda yang siap melakukan sesuatu yang baru dan menantang. Yesus berkata,

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Markus 8:34).

Mereka yang tidak tertarik untuk mengikuti Yesus, tidak peduli berapa pun harganya, harus disingkirkan. Mereka yang ingin dijaga seperti bayi adalah apa yang saya sebut “simpatisan.” Mereka yang “simpatisan” tidak ingin menyangkal diri. Mereka tidak ingin memberikan apa pun kepada Yesus. Jika Anda ingin dijaga selamanya, ini bukan gereja untuk Anda.

Istri saya Ileana datang ke gereja kami ketika dia baru berusia enam belas tahun. Dalam waktu tiga minggu dia mendapatkan jalannya sendiri ke gereja. Dia tidak perlu “dijemput” setelah hanya tiga minggu. Segera dia menjadi pekerja di gereja kami. Dia menjadi pelaku ketika dia baru berumur 17 tahun. Dia menikahi saya ketika dia baru berusia 19 tahun. Ketika anak kembar kami dilahirkan dia membawa mereka ke gereja pada hari Minggu pertama. Putra saya Leslie tidak pernah melewatkan pergi ke gereja untuk kebaktian Minggu sejak hari ia dilahirkan. Wesley hanya melewatkan satu hari Minggu karena sakit di sepanjang hidupnya. Beberapa wanita lain mengatakan itu terlalu banyak. Mereka menjaga anak-anak mereka di rumah setiap kali mereka sedikit rewel. Tetapi istri saya benar dan yang lainnya salah. Hampir semua anak-anak mereka meninggalkan gereja untuk menjalani kehidupan yang mementingkan diri. Dua anak laki-laki saya ada di sini di setiap kebaktian hingga hari ini. Mereka ada di sini karena istri saya adalah murid Kristus. Dr. Kreighton L. Chan, yang akan kami rayakan ulang tahunnya yang keenam puluh beberapa menit lagi, mengatakan tentang Nyonya Hymers, “Saya mengenalnya ketika dia pertama kali datang ke gereja kami. Dia kemudian, dan terus memiliki, cinta yang besar untuk Kristus dan hasrat untuk jiwa-jiwa yang terhilang. Sebagai seorang [remaja] dia melemparkan hidupnya ke dalam pelayanan gereja kami dan tidak menahan apapun... Kaum muda, biarkan Ny. Hymers menjadi teladan bagi Anda. Jika Anda mengikuti teladannya, gereja kita akan memiliki masa depan yang cerah dan gemilang

Karena kita akan merayakan ulang tahun keenam puluh Dr. Chan malam ini saya harus mengatakan bahwa dia juga adalah teladan cemerlang dari seorang murid Kristus. Dia adalah pendeta yang ditahbiskan di gereja kami. Dia sering sakit sejak kecil. Dia sering sekali sakit sehingga mereka menempatkannya di ruang kaca di rumah sakit sepanjang masa kecilnya. Dia datang ke gereja kami sebagai pemuda yang sedang kuliah untuk menjadi seorang dokter medis. Dokter lain mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan hidup sampai usia tiga puluh tahun. Dia bisa menjadi pria kecil yang lemah yang menginginkan gereja untuk merawatnya. Tetapi tidak! Dia melemparkan dirinya ke dalam pekerjaan gereja dan menjadi murid Kristus. Mereka menyuruhnya untuk tidak memaksakan diri atau dia akan mati sebelum usia tiga puluh tahun. Tetapi karya Kristus sebenarnya memperkuat Dr. Chan. Dia telah menjalani kehidupan yang baik dan kuat selama tiga puluh tahun lebih lama dari yang diperkirakan. Dia memikul salibnya dan mengikuti Yesus. Dan sekarang dia duduk di platform ini sebagai laki-laki perkasa Allah pada usia enam puluh tahun!

Saya bisa terus bercerita tentang Bpk. Mencia, dan Nyonya Salazar, dan Bpk. Ben Griffith, yang sedang berlibur bersama istrinya pada malam ini. Saya dapat memberi tahu Anda tentang Bpk. dan Ny. Virgel Nickell, yang meminjamkan sebagian besar uang untuk membeli gedung ini. Bpk. Nickell berusia 75 tahun dengan diabetes - namun ia menyetir mobilnya lebih dari satu jam untuk berada di gereja kami setiap Rabu malam, setiap Minggu pagi, dan setiap Minggu malam. Atau saya dapat memberi tahu Anda tentang pemuda yang luar biasa ini, Pendeta John Samuel Cagan yang akan segera menggantikan saya sebagai pendeta di gereja ini. Semua orang ini telah menjadi murid Yesus, dan tentara salib.

Pendeta saya Dr. Timothy Lin berkata, “Kurang lebih baik daripada lebih... Kursi di setiap bangku dapat terisi pada hari Minggu, tetapi kenyataannya tetap hanya ada segelintir orang dalam kebaktian doa... Kami tidak dapat mengatakan itu adalah sehat” (The Secret of Church Growth, p. 39).

Lihatlah seluruh Alkitab. Anda akan melihat lagi dan lagi bahwa “Kurang lebih baik daripada lebih.” Yesus mengambil 11 pria dan mengubah dunia karena orang-orang itu rela mati demi Dia dan untuk tujuan-Nya. Dalam sejarah gereja kita melihat pelajaran yang sama. Hanya 120 orang hadir di hari Pentakosta. Hanya beberapa orang Kristen Moravia yang memicu gerakan misi modern. Hanya beberapa orang Methodis, segelintir saja, yang menyalakan Kebangunan Besar. Hanya beberapa orang yang mengikuti James Hudson Taylor untuk menginjil di pedalaman Cina.

Mereka yang tidak mau memberikan yang terbaik bagi Kristus harus disingkirkan. Mereka yang ingin diperlakukan seperti bayi selamanya harus disingkirkan. Mereka yang tidak pernah ingin keluar dari zona nyaman mereka harus disingkirkan. Mereka adalah “simpatisan” abadi yang tidak pernah memberikan apa pun untuk Kristus. Jika kita ingin memiliki jemaat yang terdiri dari para murid, kita harus membiarkan “simpatisan” pergi, sehingga kita mungkin memiliki orang-orang muda yang ingin menantang orang-orang Midian dari injili baru yang lemah, dan mengubahnya. Kita harus mendorong mereka yang ingin membuat hidup mereka diperhitungkan untuk Yesus Kristus. Dan kita tidak harus selalu memperhatikan mereka yang ingin kita perlakukan mereka seperti bayi yang tidak pernah tumbuh dewasa! Kita harus mendorong mereka yang ingin menjadi murid-murid Yesus, dan kita harus membiarkan yang lain pulang seperti yang dilakukan oleh Gideon!

Silakan berdiri dan nyanyikan himne nomor 1 di lembaran lagu Anda, “Maju, Laskar Kristen.” Nyanyikan ini!

Maju laskar Kristus, Lawan kuasa g'lap!
   Ikut salib Yesus, Sungguh dan tetap.
Kristus yang memimpin waktu berperang;
   Maju dan iringi panji cemerlang!
Maju, laskar Kristus, Lawan kuasa g'lap!
   Ikut salib Yesus, sungguh dan tetap.

Bagai laskar ampuh, G'reja maju t'rus,
   Ikut pada jalan Saksi yang kudus.
Kita satu tubuh, Satu harapan,
   Satu dalam kasih, Satu pun iman.
Maju, laskar Kristus, Lawan kuasa g'lap!
   Ikut salib Yesus, sungguh dan tetap.

Mari laskar Kristus, B'rani menyerang!
   Laskar Iblis mundur; Kristus yang menang,
Guncanglah neraka, Takut dan gembar;
   Sorak laskar Kristus nyaring bergemar.
Maju, laskar Kristus, Lawan kuasa g'lap!
   Ikut salib Yesus, sungguh dan tetap.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Onward, Christian Soldiers” (oleh Sabine Baring-Gould, 1834-1924).


GARIS BESAR KHOTBAH

PASUKAN GIDEON!

GIDEON’S ARMY!

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku” (Hakim-Hakim 7:2).

I.    Pertama, kemurtadan, Hakim-Hakim 6:12, 13.

II.   Kedua, Tuhan dari Alkitab masih hidup! Maleakhi 3:6;
Hakim-Hakim 7:1-3; Lukas 8:12; Hakim-Hakim 7:4, 1, 6, 7, 12;
Markus 8:34.