Print Sermon

Tujuan dari situs ini adalah untuk menyediakan manuskrip dan video khotbah gratis kepada para pendeta dan misionaris di seluruh dunia, terutama Dunia Ketiga, di mana hanya ada sedikit sekolah seminari teologi atau sekolah Alkitab.

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 46 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net. .




PENGHARAPAN DI HARI-HARI YANG GELAP INI –
KHOTBAH HARI IBU

HOPE IN THESE DARK DAYS –
A MOTHER’S DAY SERMON
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 13 Mei 2018
A sermon preached at the Baptist Tabernacle of Los Angeles
Lord’s Day Evening, May 13, 2018

“Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci sepmua orang oleh karena nama-Ku”
     (Lukas 21:16, 17).


Tuhan Yesus Kristus menubuatkan ini akan terjadi pada “hari-hari terakhir” - saat di mana kita hidup hari ini. Untuk waktu yang lama kami pikir hal-hal seperti ini hanya akan terjadi di negara-negara penyembah berhala - tentu saja tidak di Amerika! Tetapi sekarang kita hidup dalam “hari-hari terakhir” yang telah dinubuatkan itu. Alkitab berkata, “pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar” (II Timotius 3: 1). Seorang guru Alkitab terkenal yang bernama Dr. J. Vernon McGee berkata, “akan datang masa yang sukar,’ yang berarti bahwa masa yang menyedihkan atau keputusasaan akan datang” (Thru the Bible, volume V, hal. 409). Setiap tanda menunjukkan fakta bahwa kita sedang hidup di hari-hari terakhir itu, sekarang ini juga, malam ini! Dr. Thomas Hale berkata, “Pada hari-hari terakhir, keluarga akan terbagi karena Kristus. Mereka yang ada dalam keluarga yang tidak percaya kepada Kristus akan menentang mereka yang melakukan percaya Kristus. Hal-hal ini akan terjadi sebelum akhir dari dunia ini. Sungguh, hal-hal ini terjadi pada hari ini” (The Applied New Testament Commentary, catatan untuk Markus 13:12). Tetapi orang-orang Kristen memiliki harapan! Kristus akan datang kembali! Ketika Yesus turun dari Sorga Dia akan membangun kedamaian di seluruh bumi ini! Dia akan datang lagi! Mari kita berdiri dan menyanyikan refren ini!

Ia datang kembali, Ia datang kembali,
Yesus yang sama, yang telah ditolak manusia;
Ia datang kembali, Ia datang kembali,
Dengan kuasa dan kemuliaan agung, Ia datang kembali!
   (“He is Coming Again” oleh Mabel Johnston Camp, 1871-1937).

Tetapi sebelum Yesus datang kita akan melewati hari-hari yang gelap. Yesus berkata, “Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat” (Lukas 21:28).

“Kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu.” Kita hampir tidak bisa membayangkan seorang ibu yang mengkhianati dan menganiaya salah satu dari anak-anaknya karena anaknya itu menjadi seorang Kristen! Namun saya telah bertemu dengan ibu-ibu yang seperti itu. Ketika saya menggembalakan sebuah gereja di Marin County, daerah terkaya di California, seorang wanita muda datang ke gereja kami dan menjadi seorang Kristen. Saya hampir tidak percaya ketika gadis Kristen yang manis itu mengatakan kepada saya bahwa ibunya mengusirnya dari rumah karena imannya yang baru ditemukan di dalam Yesus. Saya memakai jas dan dasi saya dan pergi menemui ibu itu. Rumah itu besar dan mahal. Saya mengetuk pintu dan ibu itu menjawabnya. Saya memberitahunya bahwa saya adalah pendeta dari putrinya. Bolehkah saya masuk dan berbicara dengannya? Ibu itu mengundang saya ke ruang tamunya yang mewah dan mempersilahkan saya untuk duduk. Saya bisa mencium bau minuman keras pada napas ibu itu. Saya bertanya kepadanya apa yang bisa saya lakukan untuk membujuknya agar gadis itu pulang ke rumah lagi. Wanita itu menggeram ke arah saya dengan ekspresi marah di wajahnya. Dia berkata, “Saya bisa tahan dengan dia kalau dia hanya sekedar berkeliaran dan melakukan seks bebas. Saya bisa tahan sekalipun misalnya dia mulai mengonsumsi narkoba.” Kemudian dengan matanya ibu itu menunjukkan kemarahannya dan wajahnya memerah. Dia tampak seperti ibu dari neraka. Dia berteriak pada saya, “Tetapi saya tidak akan tahan dengannya ketika ia menjadi seorang KRISTEN!” Dia meneriakan kata KRISTEN seakan kata itu adalah hal yang paling mengerikan di dunia - lebih buruk daripada seks bebas! Lebih buruk dari obat-obatan dan pesta pora. “Saya tidak akan tahan dengannya ketika ia menjadi seorang KRISTEN!” Dia berdiri dan meneriakan itu kepada saya! Saya tahu bahwa tidak ada gunanya untuk bernalar dengannya. Saya meninggalkan rumahnya yang mewah itu dengan sangat sedih. Ibu itu tidak pernah membiarkan anak perempuan Kristennya pulang ke rumah. Gadis itu telah melakukan dosa “yang tidak dapat diampuni” karena menjadi seorang Kristen. Putrinya yang malang harus pindah rumah dan tinggal bersama beberapa wanita muda lainnya di gereja kami. Dia terputus dari ibunya untuk selamanya.

Beberapa waktu kemudian saya mendengar bahwa ibunya telah meninggal karena minuman keras. Mereka menemukan wanita malang itu meninggal dunia di karpet rumah mewahnya.

Apa yang terjadi pada putrinya? Dia tumbuh menjadi wanita Kristen yang kuat. Dia menikah dengan seorang pria muda Kristen yang baik. Mereka kemudian pergi sebagai misionaris ke Eropa. Mereka memiliki anak-anak yang cantik dan pasangan yang bahagia, berbagi Injil Kristus dengan orang-orang muda yang terhilang di Eropa. Gereja ini mengirimkan uang kepada pasangan misionaris muda yang luar biasa itu sebagai persembahan misi kami setiap bulan. Dia baru-baru ini mengirimi saya email ucapan terima kasih karena menurutnya saya yang telah memimpin dia kepada Kristus, dan untuk dukungan kita bagi mereka dalam pekerjaan Kristen yang luar biasa yang mereka sedang lakukan dengan orang-orang muda di Eropa.

Itu adalah pertama kalinya saya mendengar tentang seorang ibu yang mengusir anaknya keluar hanya karena anaknya menjadi seorang Kristen. Saya telah menjadi pengkhotbah selama lebih dari enam puluh tahun. Pada tahun 1950-an, ketika saya mulai berkhotbah, hal-hal seperti itu tidak pernah terjadi. Tetapi itu menjadi semakin lazim ketika kita bergerak menuju “hari-hari terakhir” seperti yang dinubuatkan oleh Yesus. Baru beberapa minggu yang lalu, seorang gadis lain di gereja kita diusir keluar dari rumahnya oleh orang tuanya yang sangat marah karena dia datang ke gereja kita dan menjadi seorang Kristen.

Itu sulit bagi saya untuk mengerti. Saya seorang ayah dari dua putra dan seorang kakek dari dua gadis muda yang cantik yang telah saya beritahukan berulang kali kepada mereka bahwa mereka selalu dipersilakan untuk pulang ke rumah. Anak-anak saya tidak sempurna. Tetapi keduanya ada di sini bersama saya dan istri saya di gereja setiap hari Minggu. Begitu juga cucu saya. Tidak peduli apa yang terjadi pada mereka, mereka tahu bahwa jika saya mendengar ketukan di pintu pada tengah malam, dan mereka berkata, “Papa, bisakah saya pulang malam ini?” Istri saya dan saya akan selalu ada untuk mereka. Tentu, saya memberitahu mereka ketika mereka salah. Dan saya menuruti Alkitab dan kadang-kadang memarahi mereka karena melakukan kesalahan ketika mereka masih muda, seperti yang dikatakan oleh Dr. John R. Rice kepada kita dalam bukunya, “Rumah: Pacaran, Pernikahan, dan Anak-Anak.” Tetapi saya tidak akan pernah “mengusir mereka” berusaha untuk menjadi orang Kristen yang baik.

Adalah doa saya bahwa setiap ibu dan ayah di sini pada malam ini akan melakukan hal yang sama terhadap anak-anak Anda. Apa yang menarik mereka ke gereja kita? Seiring dengan bertambahnya usia, kita cenderung melupakan betapa sepinya hati anak-anak muda saat ini. Ketika rumah bukanlah tempat yang memberikan sambutan, anak-anak muda mencari tempat lain untuk mengurangi rasa kesepian mereka. Saya sangat faham itu. Orang tua saya bercerai pada awal 1950-an ketika perceraian masih kurang umum pada masa itu. Saya dipaksa tinggal dengan keluarga yang tidak saya inginkan. Saya hidup dalam kesepian. Saya juga punya teman yang sangat kesepian sehingga dia melakukan bunuh diri. Jika saya tidak masuk ke gereja dan menjadi orang Kristen, saya sangat ragu apakah saya akan hidup seperti ini pada hari ini. Gereja menjadi rumah kedua saya. Dan Tuhan Yesus Kristus menyelamatkan saya dari dosa dan kehidupan yang sia-sia. Saya lulus dari perguruan tinggi dan mendapatkan tiga gelar doktor. Saya akan menyampaikan kepada setiap orang tua yang ada di sini malam ini salinan otobiografi saya sehingga Anda dapat membaca kisah saya.

Mungkin Anda tidak mengerti mengapa anak-anak Anda sangat ingin berada di sini di gereja. Saya menghimbau Anda - bukankah lebih baik bagi mereka untuk berada di sini daripada bersama dengan anak-anak di luar sana yang memakai obat-obatan? Bukankah lebih baik mereka berada di sini beberapa malam dalam seminggu daripada bergaul dengan sekelompok pemabuk dan melakukan seks bebas? Akal sehat akan memberi tahu Anda bahwa saya benar.

Jika Anda tidak memahami mengapa anak-anak Anda senang berada di sini, di gereja ini, mengapa tidak ikut dengan mereka ke gereja kami pada hari Minggu berikutnya? Anda bisa mengasihi Yesus sama seperti anak-anak Anda! Yesus berkata,

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28).

Kami menawarkan, tidak hanya kepada anak-anak Anda, tetapi juga kepada Anda - kelegaan dan kedamaian yang indah yang diberikan oleh Yesus. Dia telah mati di kayu salib untuk mengampuni dosa kita. Dia telah bangkit dari kematian untuk memberi kita kehidupan yang baru dan lebih baik. Mengapa tidak datang bersama dengan anak-anak Anda pada hari Minggu berikutnya? Itu bisa mengubah seluruh hidup Anda dan memberi Anda kedamaian dan sukacita yang akan memuaskan Anda dan memberi Anda harapan di masa-masa kelam ini!

Tuhan memberkati Anda, dan terima kasih telah datang pada malam ini! Bapa, berkatilah setiap orang di sini pada malam ini. Dan berkatilah makanan yang akan kami nikmati bersama. Dalam nama Yesus, Amin.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“In Times Like These” (oleh Ruth Caye Jones, 1902-1972)/
“The Love of God” (oleh Frederick M. Lehman, 1868-1953).