Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




KEJATUHAN MANUSIA

THE FALL OF MAN
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Sabtu Malam, 28 April 2018
A sermon preached at the Baptist Tabernacle of Los Angeles
Saturday Evening, April 28, 2018


Kitab Kejadian adalah “persemaian” dari Alkitab. Salah satu fitur yang paling menarik dari Kejadian adalah fakta bahwa ia menjawab begitu banyak kebohongan modern. C. S. Lewis, menjelang akhir hidupnya, mengatakan bahwa evolusi Darwin “adalah kebohongan sentral” zaman modern.

Kebohongan evolusi Darwin disanggah oleh Kitab Kejadian dalam dua cara. Pertama, kita diberitahu berulang kali bahwa binatang dan bahkan tumbuhan diciptakan langsung oleh Tuhan. Kedua, Kitab Kejadian mengatakan kepada kita bahwa semua tumbuhan dan binatang hanya dapat bereproduksi “menurut jenisnya.” Binatang dan tumbuhan hanya dapat bereproduksi menurut “jenisnya.” Ini membantah teori evolusi, yang mengatakan bahwa reproduksi dapat terjadi lintas “jenis.” Salah satu argumen evolusi terlemah adalah bahwa ada lintas dari satu “jenis” ke jenis lainnya, “jenis” yang satu dapat berevolusi menjadi jenis yang lain. Ini belum terbukti. Dengan demikian, Kejadian menunjukkan bahwa salah satu asumsi dasar teori evolusi sepenuhnya adalah kebohongan! Seekor anjing tidak pernah bisa berubah menjadi seekor kuda. Seekor elang tidak pernah bisa menjadi seekor ayam. Tidak ada lintasan dari satu “jenis” ke jenis lainnya. Kitab Kejadian menunjukkan bahwa salah satu asumsi dasar evolusi adalah dusta kotor!

Kedua, kebohongan bahwa manusia adalah produk dari lingkungan mereka disanggah oleh Kitab Kejadian. Orang tua pertama kita hidup di lingkungan yang sempurna. Namun mereka menjadi orang berdosa. Dan putra pertama mereka adalah seorang pembunuh!

Ketiga, gagasan bahwa masalah kejahatan tidak mungkin dipahami disanggah oleh Kitab Kejadian. Taman Eden adalah tempat kegiatan iblis dan setan. Setan mendiami ular yang mencobai Hawa untuk berbuat dosa. “Nephilim” dalam pasal enam adalah hasil dari pria yang dirasuki setan yang hidup bersama dan kawin dengan wanita normal. Jadi “masalah” kejahatan adalah kebohongan, yang dibuat oleh orang-orang modern yang gagal memperhitungkan realitas Setan dan iblis.

Keempat, teori uniformitarian dari geologi modern terbukti menjadi kebohongan oleh Kitab Kejadian. Bumi menunjukkan banyak bukti tentang air bah yang menutupi seluruh dunia. Kaum uniformitarian mengatakan, “segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan” (II Petrus 3: 4). Mereka “tidak tahu apa-apa” tentang air bah yang hebat pada zaman Nuh. Geologi modern tidak memiliki penjelasan yang kredibel tentang bagaimana fitur seperti Grand Canyon muncul, atau bagaimana fosil makhluk laut muncul di gunung tertinggi. Dengan demikian Kitab Kejadian menyangkal kebohongan di balik geologi modern.

Kelima, kebobrokan manusia tidak dapat dijelaskan secara kredibel, dan hampir semua teori terbukti bohong, karena Kitab Kejadian secara grafis menunjukkan bagaimana manusia jatuh dari kebenaran aslinya ke dalam kekejaman setan yang kita lihat di sekitar kita di dunia modern, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap” (Roma 1:21). Dengan demikian, berbagai teori psikologi modern terbukti menjadi kebohongan oleh Kitab Kejadian.

Malam ini kita akan fokus pada kebohongan ini secara lebih rinci. Silakan membuka Kejadian 3:1-10.

“Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi” (Kejadian 3:1-10).

Arthur W. Pink adalah seorang teolog dan ahli tafsir Alkitab dari Inggris. Pink dengan benar mengatakan bahwa Kejadian pasal tiga adalah salah satu bagian yang paling penting dalam semua Firman Allah. Pink berkata,

Ini adalah “intisari dari Alkitab.” Di sinilah fondasi yang di atasnya ada banyak doktrin utama dari iman kita. Di sini kita melacak kembali ke sumber banyak sungai kebenaran ilahi. Di sini dimulailah drama agung yang sedang dimainkan dalam panggung sejarah manusia... Di sini kita menemukan penjelasan Ilahi tentang kondisi umat manusia yang jatuh dan hancur saat in. Di sini kita belajar tentang perangkat halus musuh kita, Iblis... Di sini kita menandai kecenderungan universal dari sifat manusia untuk menutupi rasa malu moralnya sendiri dengan alat karya tangan manusia sendiri (Arthur W. Pink, Gleanings in Genesis, Moody Press, 1981 edition, hal. 33).

Pasal tiga menceritakan kepada kita bagaimana Setan memasuki Taman Eden, berdiam dan berbicara melalui mulut ular yang belum dikutuk. Di sana kita melihat bahwa Setan berbicara kepada wanita itu, meragukan apa yang telah Tuhan katakan kepada Adam, memutarbalikkan dan mendistorsi Firman yang Tuhan berikan, mengatakan kepadanya “kamu tidak akan mati” jika kamu memakan buah dari pohon terlarang itu, “ pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Harus diingat bahwa pada saat itu Setan sudah menjadi ahli penipuan. Alkitab berkata dalam Kitab Wahyu,

“Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.…” (Wahyu 12:4).

Makna dari ayat itu disampaikan dengan jelas di beberapa ayat kemudian, dalam Wahyu 12:9,

“Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya” (Wahyu 12:9).

Dr. Henry M. Morris berkata,

Naga di sini diidentifikasikan dengan ular dari Eden (Kejadian 3:1)... dan sebagai Iblis yang mencobai Yesus [di padang gurun] (Henry M. Morris, Ph.D., The Defender’s Study Bible, World Publishing, 1995, hal. 1448; catatan untuk Wahyu 12:9).

Setan diusir dari Sorga karena memberontak melawan Allah, dan berusaha untuk mengambil tahta Allah (Yesaya 14: 12-15; Yehezkiel 28: 13-18). Setan diusir dari Sorga ke bumi, di mana ia menjadi

“…penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka” (Efesus 2:2).

Tetapi bagaimana dengan malaikat yang mengikuti Setan dalam pemberontakan melawan Tuhan? Wahyu 12:9 mengatakan,

“Ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya” (Wahyu 12:9).

Berapa banyak malaikat yang memberontak bersama dengan Setan? Berapa banyak dari mereka yang “dilemparkan bersama dia” ke bumi? Wahyu 12:4 mengatakan,

“Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi” (Wahyu 12:4).

Dr. Morris berkata,

“’Bintang-bintang di langit’ diidentifikasi sebagai malaikat-malaikat Setan dalam Wahyu 12:9 (Morris, ibid., hal. 1447).

Jadi, kami percaya bahwa sepertiga dari malaikat di Sorga memberontak bersama dengan Setan sebagai pemimpin mereka dan diusir ke bumi, menjadi iblis yang begitu sering dihadapi Yesus dalam pelayanan-Nya di dunia.

Setan telah berbohong kepada malaikat-malaikat ini. Tanpa ragu dia telah menggunakan kebohongan yang sama seperti yang dia berikan kepada Adam dan Hawa di Taman Eden, ketika dia berkata, “Kamu akan menjadi seperti Allah” (Kejadian 3:5). Itu tidak diragukan lagi adalah kebohongan yang menghancurkan para malaikat itu, “Ikutlah denganku, dan kamu akan menjadi seperti allah-allah.” Mereka percaya dusta Iblis, tetapi mereka tidak “menjadi allah.” Oh, tidak! Mereka menjadi iblis-iblis najis yang mengerikan, menjelajahi dunia dalam kemarahan, nafsu dan amarah!

Dan sama seperti Setan telah berbohong kepada para malaikat, dengan menggoda mereka untuk berdosa melawan Tuhan, jadi dia melakukannya lagi ketika dia berbohong kepada manusia. Gagasan yang sama yang dia pernah gunakan untuk merayu para malaikat itu, yang menghancurkan mereka, mirip dengan gagasan palsu yang dia gunakan untuk mencobai Adam dan Hawa di Taman Eden. Dengarkan Kejadian 3:4-5,

“Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat” (Kejadian 3:4-5).

Setan pasti telah menggunakan argumen yang sama, kebohongan yang sama, untuk membawa sepertiga dari malaikat Sorga turun ke dalam Kejatuhan malaikat dari posisi mulia mereka di Sorga.

Dan sekarang dia membawa kebohongan itu, dan distorsi Firman Tuhan itu, kepada orang tua pertama kita. Dan, seperti para malaikat, orang tua kita di Taman itu juga percaya kebohongannya dan menjadi sama terkutuknya seperti para malaikat yang mempercayai “Bapa segala dusta,” seperti itulah Tuhan Yesus Kristus menyebut Setan ketika Dia berkata kepada orang-orang Farisi,

“Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta” (Yohanes 8:44).

Dalam ayat itu Yesus memberitahu kita dua hal penting tentang Setan: (1) “Dia adalah seorang pembunuh sejak semula” dan (2) Dia adalah pendusta, dan bapa segala dusta.”

Setan berbohong kepada para malaikat ketika dia mencobai mereka untuk mengikutinya. Setan berbohong kepada Adam dan Hawa ketika ia mencobai mereka untuk memakan buah dari pohon di Taman yang dilarang.

Setan adalah “seorang pembunuh sejak semula.” Melalui kebohongannya dia “membunuh” para malaikat yang mengikutinya, “malaikat-malaikatnya,” karena mereka diusir dari Sorga ke bumi, di mana mereka menunggu penghukuman yang telah ditetapkan dalam api Neraka, Neraka yang telah “disiapkan untuk Iblis dan para malaikatnya” (Matius 25:41). “Dia adalah seorang pembunuh sejak semula,” karena dia tidak hanya “membunuh” sepertiga dari malaikat di Sorga, dia juga membunuh seluruh umat manusia dengan penipuan dan kebohongannya. Yesus berkata,

“Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran (Yohanes 8:44).

Setan menghancurkan sepertiga malaikat dalam Kejatuhan mereka. Dan Setan “membunuh” seluruh umat manusia dengan menjebak mereka dalam dosa besar yang mereka lakukan dengan menentang Allah yang hidup, dan mengikuti Iblis untuk jatuh dalam Kejatuhan manusia, dicatat dalam teks pembuka kita dari Kejadian 3:1-10.

Ketika Adam berdosa dia bukan manusia biasa. Dia adalah kepala alami dari seluruh ras manusia, dan kepala federal juga. Karena pemberontakan Setan secara langsung mempengaruhi sepertiga dari para malaikat di Sorga, maka pemberontakan dan dosa Adam pada Kejatuhan juga memiliki konsekuensi besar bagi orang lain. Seluruh umat manusia jatuh di dalam Adam sebagai kepala federal mereka. Sebuah buku teks Puritan kuno untuk anak-anak dengan benar mengatakan, “Dalam kejatuhan Adam, kita semua berdosa.” Dengan mempercayai dusta Setan, dan memakan buah terlarang, Adam membawa kematian kepada semua keturunannya - kepada seluruh umat manusia. Seperti yang Rasul Paulus tuliskan,

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang [Adam], dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang…” (Roma 5:12).

Pengaruh dosa Adam pada umat manusia sangat besar. Sebelum Kejatuhan, Tuhan dan manusia berada dalam persekutuan. Setelah Kejatuhan, persekutuan itu berakhir. Mereka terputus dari Tuhan. Setelah Kejatuhan, mereka berusaha bersembunyi dari Tuhan.

Sebelum Kejatuhan manusia itu tidak berdosa dan suci. Adam dan Hawa tidak memiliki sifat dosa. Setelah Kejatuhan mereka berdosa dan merasa malu. Rasul Paulus berkata,

“Dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang” (Roma 5:12).

Ayat itu tidak mengatakan “dosa-dosa” masuk ke dunia. Ia mengatakan “dosa,” bentuk tunggal. Adam tidak membawa dosa ke dunia dengan memberi contoh yang buruk. Perbuatan dosanya membawa perubahan dalam sifat alamiahnya. Hatinya sangat menderita.

Sebelum Kejatuhan manusia bisa memakan Pohon Kehidupan dan hidup untuk selama-lamanya (Kejadian 2: 9; 3:22). Setelah Kejatuhan, kematian tubuh menjadi bagian dari hukuman atas dosa Adam. Roma 5:12 mengatakan,

“sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut…” (Roma 5:12).

Ini mengacu pada kematian rohani dan jasmani. Setelah Adam berbuat dosa, Tuhan berkata,

“…sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu” (Kejadian 3:19).

Jadi, kematian fisik maupun rohani adalah hasil dari dosa Adam.

Sebagai akibat dari Kejatuhan Adam, dosa menjadi universal di dalam umat manusia. Semua manusia sekarang dilahirkan dengan sifat penuh dosa, diwarisi dari Adam, kepala federal umat manusia. Alkitab berkata,

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa” (Roma 5:12).

Sifat dosa manusia yang jatuh diberikan di seluruh Alkitab.

“Karena tidak ada manusia yang tidak berdosa” (I Raja-raja 8:46).

“Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa” (Pengkhotbah 7:20).

“Seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak” (Roma 3:10-12).

“Tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah” (Roma 3:19).

“Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita” (I Yohanes 1:8).

Dosa Adam diperhitungkan kepada semua keturunannya, yaitu, bagi seluruh umat manusia. Karena kesatuan organik umat manusia, Allah memperhitungkan dosa Adam dengan segera kepada semua keturunannya. Jadi, sifat yang dimiliki semua manusia sekarang adalah sifat rusak yang sama yang dimiliki oleh Adam setelah Kejatuhan. Menurut Roma 5:12 kematian (baik rohani dan fisik) diturunkan kepada semua manusia, karena semua orang telah berdosa di dalam Adam, kepala alami mereka.

Inilah yang kita maksud dengan “Kerusakan Total” umat manusia. Itu berarti bahwa manusia dalam keadaannya yang secara alami bobrok tidak memiliki kasih sejati kepada Tuhan. Itu berarti bahwa dia lebih memilih dirinya sendiri daripada Tuhan, bahwa dia mengasihi dirinya sendiri lebih dari Penciptanya. Kerusakan Total juga berarti bahwa setiap manusia dalam keadaan alamiahnya memiliki ketidaksukaan terhadap Tuhan, penolakan atau kebencian terhadap-Nya, dan melawan-Nya.

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7).

“Keinginan daging” mengacu pada “orang yang belum dilahirkan kembali,” belum dilahirkan kembali (The Geneva Bible, 1599, tafsiran untuk Roma 8:7).

Dengan demikian, Kejatuhan Adam, dalam Kejadian pasal tiga, memiliki efek langsung pada Anda. Entah Anda dibesarkan di gereja atau tidak, Anda telah menerima suatu sifat yang tidak menyukai Allah dan Kristus, yang diwariskan dari leluhur Anda, Adam. Tidak ada yang Anda pikirkan, pelajari, atau lakukan yang dapat membalikkan kerusakan hati Anda yang telah diwariskan. Oleh karena itu, keselamatan harus berasal dari sumber “asing”, dari sumber yang sepenuhnya di luar diri Anda. Dan sumber itu adalah Tuhan Sendiri. Tuhan harus membangunkan Anda untuk menyadari kebobrokan hati Anda. Tuhan harus melenyapkan ide-ide palsu Anda tentang keselamatan, dan meyakinkan Anda tentang kebobrokan batin Anda. Allah harus menarik Anda kepada Kristus, baik untuk pembersihan dan penciptaan kelahiran baru di dalam Anda. Karena dosa Adam, tidak seorang pun kecuali Kristus, “Adam terakhir,” yang dapat menyelamatkan Anda. Itu adalah keselamatan hanya oleh anugerah, melalui Kristus saja. Itulah yang kita percayai dan khotbahkan.

Sebelum Adam jatuh, dia memiliki hubungan yang sempurna dengan Tuhan. Dia berjalan dengan Tuhan sebagai teman. Tetapi setelah dia berdosa, Adam dan istrinya bersembunyi dari Tuhan di antara pepohonan di Taman itu.

Anda adalah anak Adam. Itu sebabnya pemikiran Anda tentang Tuhan itu salah! Alih-alih mempercayai-Nya, Anda memberontak melawan Dia, dan bersembunyi dari-Nya, sama seperti nenek moyang Anda Adam. Itulah mengapa Anda membuat satu demi satu kesalahan ketika Anda mencoba untuk percaya kepada Kristus. Dan itulah mengapa pikiran Anda berputar-putar - membuat kesalahan yang sama berulang-ulang, dan lagi, dan lagi, tanpa henti.

Kesaksian Seorang Mahasiswa

Saya memiliki satu demi satu pertobatan yang palsu. Saya pikir saya perlu memiliki perasaan dalam pertobatan. Memiliki pertobatan palsu adalah saat yang mengerikan bagi saya.

Ketika saya datang untuk konseling, saya akan mencoba memikirkan sesuatu untuk dikatakan. Saya mencoba mengingat apa yang dikatakan dalam khotbah itu, sehingga saya dapat mengulang sebagian darinya. Tetapi kata-kata saya tidak pernah ada artinya. Saya mencoba menyalin kesaksian pertobatan orang lain. Betapa gilanya itu!

Saya mulai berdoa sendiri dan memikirkan dosa saya sendiri. Kemudian pemberitaan Injil menjadi sangat jelas bagi saya. Saya datang kepada Yesus sebagai orang berdosa yang celaka tanpa harapan dalam diri saya - tetapi harapan saya ada di dalam Yesus Kristus. Hal yang paling penting bagi saya adalah datang kepada Yesus dan dosa-dosa saya disucikan oleh Darah-Nya. Saya percaya Darah-Nya.

Kesaksian Seorang Pemudi

Setan terus mengatakan kepada saya, “Orang-orang ini salah. Hidup Anda sudah sempurna. Anda tidak membutuhkan Yesus.” Kemudian saya datang ke gereja dan saya tahu saya salah. Saya menangis dan saya tidak bisa berhenti. Dr. Cagan bertanya kepada saya, “Maukah Anda datang kepada Kristus?” Saya menjawab, “Ya, saya mau datang kepada-Nya. Saya mau datang kepada-Nya.” Saya melemparkan diri saya pada Yesus pada hari itu. Saya sepenuhnya menyerahkan diri kepada Yesus. Yesus Kristus memeluk saya dan dosa-dosa saya hanyut dalam Darah-Nya.

Kesaksian Seorang Pemuda

Saya tidak bisa lagi mengabaikan fakta bahwa hati saya menjijikkan, memberontak, penuh dengan kejahatan, dan melawan Tuhan. Hati saya tidak bisa lagi menipu saya untuk berpikir bahwa saya adalah orang yang baik. Saya tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja dan tidak ada kebaikan dalam diri saya. Saya tahu jika saya mati seketika itu juga saya akan langsung pergi ke Neraka. Saya pantas untuk pergi ke Neraka. Saya adalah orang berdosa. Saya pikir saya bisa menyembunyikan dosa-dosa saya dari semua orang. Tetapi saya tidak bisa menyembunyikannya dari Tuhan. Tuhan melihat semua dosa saya. Saya merasa seperti Adam berusaha bersembunyi dari Tuhan setelah dia memakan buah terlarang. Saya benar-benar putus asa. Semua perbuatan baik saya tidak bisa menyelamatkan orang berdosa yang celaka seperti saya. Kristus sendiri menyelamatkan saya. Darah-Nya menutupi saya dan membasuh semua dosa saya. Kristus membungkus saya dengan Darah-Nya. Dia membungkus saya dengan kebenaranNya. Darah-Nya membasuh hati saya yang berdosa. Iman dan keyakinan saya hanya ada di dalam Kristus. Saya adalah orang berdosa - tetapi Yesus menyelamatkan saya.

Kesaksian Seorang Pemudi

Saya masuk ke gereja dan hati saya terasa berat. Saya merasa saya orang berdosa. Saya tidak bisa lagi mengabaikan fakta bahwa hati saya buruk, memberontak, penuh dengan kejahatan terhadap Tuhan. Kemudian, ketika khotbah hampir berakhir, saya mendengar Injil untuk pertama kalinya. Itu tidak pernah berarti bagi saya sebelumnya. Kristus mati menggantikan saya di kayu Salib, untuk membayar dosa saya. Dia telah mati di kayu Salib bagi saya! Darah-Nya telah dicurahkan untuk saya! Saya sangat membutuhkan Yesus. Mata saya memandang ke atas. Saya melihat ke arah Kristus untuk pertama kalinya, dan pada saat itu Kristus menyelamatkan saya! Sekarang saya mengerti apa yang dimaksud oleh John Newton, “Anugerah yang luar biasa! betapa manis suaranya, yang menyelamatkan orang jahat sepertiku! Saya pernah terhilang tetapi sekarang saya ditemukan, buta tetapi sekarang saya melihat! ”Saya adalah orang berdosa, dan Yesus Kristus menyelamatkan saya dari dosa saya.

Saya tidak melihat atau merasakan Yesus. Saya tidak memiliki pengalaman religius ilahi. Saya hanya percaya kepada-Nya. Saat saya percaya Yesus, Dia membasuh dosa saya dengan Darah-Nya.

Kudengar Yesus memanggil, Kudengar Yesus memanggil, Kudengar Yesus memanggil, "Angkat salib, mari ikutKu.”
    (“Where He Leads Me” oleh Ernest W. Blandy, 1890/ NP No. 141).

S'karang 'ku datang, datang padaMu, Basuh dan sucikanku, di dalam darahMu.
   (“I Am Coming, Lord” oleh Lewis Hartsough, 1828-1919/ PPK No. 109).


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“I Am Coming, Lord” (oleh Lewis Hartsough, 1828-1919).