Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




SEMUA ORANG YANG MENERIMANYA!

AS MANY AS RECEIVED HIM!
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 15 April 2018
A sermon preached at the Baptist Tabernacle of Los Angeles
Lord’s Day Evening, April 15, 2018

“Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah” (Yohanes 1:11-13).


Yesus pada waktu itu sedang berada di Yerusalem. Itu adalah minggu perayaan Paskah. Banyak orang menyaksikan Yesus melakukan mukjizat. Ketika mereka menyaksikan mujizat-mujizat itu mereka percaya. Tetapi mereka tidak percaya kepada-Nya. Mereka percaya pada mukjizat-mujizat itu, tetapi tidak di dalam Dia. Karena itu iman mereka tidak berharga. Mereka mengingatkan saya pada banyak karismatik hari ini. Iman mereka berpusat pada mukjizat. Sebenarnya itu berarti “tanda-tanda.” Mereka selalu mencari tanda dan mukjizat. Ini tidak menyelamatkan orang-orang itu.

“Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia” (Yohanes 2:24, 25).

Yesus bisa melihat ke dalam hati mereka. Dia tahu bahwa mereka tidak pernah percaya kepada-Nya. Mereka hanya percaya kepada mujizat. Dia tahu bahwa iman mereka di dalam tanda dan mukjizat tidak dapat menyelamatkan mereka. “Ia mengenal mereka semua.” Dia tahu hati “manusia.” Dia tahu hati Anda. Dia tahu apakah Anda telah mengalami kelahiran baru atau berlum. Sebelum Anda mengalami kelahiran baru, hati Anda sepenuhnya dirusak oleh dosa. Alkitab berkata,

“Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu...” (Yeremia 17:9).

Alkitab tidak memberi tahu kita di mana Yesus menghabiskan malam itu. Tetapi seorang sarjana terkenal bernama Nikodemus “datang kepada Yesus pada malam hari” (Yohanes 3: 1, 2). Sekarang lihat Yohanes 1: 11-13,

“Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah” (Yohanes 1:11-13).

Keselamatan datang ketika orang berdosa menerima Kristus. Ketiga ayat ini mengungkapkan garis dasar penerimaan kepada-Nya. Di ayat 11, kita diberitahu bahwa kebanyakan orang tidak mau menerima Kristus. Kebanyakan orang akan pergi ke Neraka. Ia mengatakan,

“Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya” (Yohanes 1:11).

Penggunaan pertama dari kata “milik kepunyaan-Nya” berbicara tentang dunia dari umat manusia pada umumnya. Penggunaan kedua “orang-orang kepunyaan-Nya” berbicara tentang orang-orang Yahudi. Meskipun mereka memiliki banyak nubuatan Perjanjian Lama tentang-Nya, sebagian terbesar dari mereka tidak menerima Dia sebagai Mesias dan Tuhan mereka. Baik orang Yahudi maupun manusia pada umumnya tidak menerima Kristus ketika Dia turun ke bumi - dan mereka juga tidak menerima Dia pada hari ini.

“Ia dihina dan dihindari orang.. sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan” (Yesaya 53:3).

Dibutuhkan karya Allah yang berdaulat untuk membawa orang-orang berdosa yang terhilang kepada Kristus. Tetapi itu membawa kita ke teks utama kita dalam Yohanes 1:12,

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12).

Kita bisa menarik tiga poin dari teks ini.

I. Pertama, saya akan menjelaskan apa artinya menerima Kristus.

Kata Yunani yang diterjemahkan “menerima” adalah “lambanō.” Itu berarti “mengambil,” “menerima,” “memperoleh.” Kami meminta Anda untuk menerima Kristus. Kami meminta Anda untuk menerima Kristus. Kami meminta Anda untuk mendapatkan Dia, untuk percaya kepada-Nya, untuk mengambil Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan Anda.

Untuk menerima Kristus Anda harus menerima Dia sebagaimana Ia dicatat dalam Alkitab. Kristus adalah Imanuel - Allah beserta kita. Allah yang menjelma menjadi manusia. Anak Tunggal Allah Bapa. Pribadi Kedua dari Trinitas, yang dibuat dalam rupa manusia. Allah-manusia, yang sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa di Surga. Sebagai anak laki-laki Ia dilahirkan dari Perawan Maria. Dia adalah Allah yang kekal - tanpa awal atau akhir, Anak Allah yang kekal. Apa yang harus diterima jika Anda tidak menerima ini? Dia adalah Juruselamat, satu-satunya yang dapat membawa dosa Anda pergi dan menyelamatkan Anda dari dosa-dosa Anda untuk selamalamanya!

Tetapi Anda tidak dapat menerima Yesus kecuali Anda menerima Dia sebagai Raja Anda. Dia harus memerintah hidup Anda. Anda harus menyerahkan diri kepada-Nya. Anda harus tunduk kepada-Nya. Anda harus menyerahkan tubuh dan jiwa Anda untuk diperintah oleh Kristus. Anda harus menyerahkan diri Anda kepada kendali-Nya. Anda harus tunduk kepada-Nya dan membiarkan Dia mendominasi kehendak Anda, pikiran Anda, harapan Anda, dan hidup Anda, untuk dikendalikan oleh-Nya. Anda tidak lagi harus berkata, “Kami tidak akan menerima orang ini untuk memerintah atas kami.” John Cagan pernah mendengar “Menyerahlah kepada Kristus! Menyerahlah kepada Kristus!” Tetapi itu membuatnya tertekan. Dia tidak ingin “menyerah kepada Yesus.” Dia tidak ingin Yesus mengendalikannya. Tetapi John sangat menderita. “Yesus disalibkan untuk saya... tetapi saya tidak mau menyerah kepada-Nya. Pemikiran ini menghancurkan saya... ” Pada saat itu John menyerahkan kepada Yesus. Dia berkata, “Saya harus membiarkan diri saya mati, dan kemudian Kristus memberi saya kehidupan.” George Matheson (1842-1906) mengatakannya dengan baik. Himnenya berjudul “Jadikanlah Aku sebagai Tawanan, Tuhan.”

Jadikanku sebagai tawanan, Tuhan, Maka ku kan bebas;

Paksa aku ‘tuk menyerahkan pedangku, Dan ku ‘kan takluk;

Ku tenggelam dalam ketakutan duniawi, Ketika aku sendiri;

Hancurkan aku di dalam tangan-Mu, Dan tanganku ‘kan jadi kuat.

Untuk menerima Kristus, Anda harus memiliki Dia sebagai Juruselamat dan Raja Anda. Anda harus memberikan diri Anda kepada-Nya. Ini harus terjadi pada Anda. Apakah Darah-Nya yang berharga telah menyingkirkan dosa Anda? Sudahkah Anda mempercayai Darah-Nya? Sudahkah itu membasuh Anda dari dosa Anda? Sudahkah Anda menyerahkan diri Anda kepada-Nya sebagai Raja Anda? Anda belum menerima Kristus jika Anda belum menggenggam Dia dan mengklaim Dia sebagai milik Anda. “Menerima” Dia adalah “percaya” kepada-Nya - yaitu percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat Anda sendiri, dan Raja Anda sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Pemazmur, “Ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, supaya Ia jangan murka dan kamu binasa… Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya” (Mazmur 2:12). Ciumlah Anak Allah! Menyerahlah kepada Anak Allah! Percayalah kepada Anak Allah! Itulah artinya “menerima” Anak Allah!

II. Kedua, kita belajar tentang kuasa yang Allah berikan kepada kita untuk menerima Anak-Nya.

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah...”

Kata yang diterjemahkan “kuasa” adalah “exousia.” Jamieson, Fausset dan Brown mengatakan, “Kata itu menandakan... otoritas dan kemampuan. Di sini tentu saja keduanya termasuk” (hal. 348). “Anak-anak Allah” sudah tepat diterjemahkan “anak-anak Allah” (NKJV). Menerima Kristus berarti menempatkan iman Anda kepada-Nya dan menyerahkan diri kepada-Nya. Bagaimana Anda menjadi anak Allah? Dengan menerima Yesus Kristus.

Ketika saya berumur dua tahun ayah saya pergi, dan saya tidak pernah tinggal bersamanya lagi. Ketika saya makin besar, saya diejek oleh anak laki-laki yang lebih tua. Mereka mengolok-olok saya dan berkata, “Robert tidak punya ayah.” Saat itulah saya mulai menandatangani nama saya, “Robert L. Hymers, Jr.” Saya dinamai menurut nama ayah saya. Saya menaruh “junior” setelah nama saya untuk menunjukkan bahwa saya benar-benar memiliki seorang ayah. Saya melakukan itu sampai hari ini. Saya ingin semua orang tahu bahwa saya punya ayah! Tetapi jauh lebih penting untuk memiliki Allah sebagai Bapa Anda! Setiap pria, wanita dan anak yang menerima Yesus memiliki Allah sebagai Bapa mereka! Jika saya berdiri di sini malam ini dan memberi tahu Anda bahwa saya adalah putra presiden Amerika Serikat, Anda akan iri kepada saya. Tetapi saya bahkan lebih bangga mengatakan bahwa saya adalah anak Allah. Saya menerima Yesus, dan Yesus memberi saya wewenang dan kuasa untuk menjadi anak Allah, anak-Nya yang memerintah di atas Alam Semesta!

Aku anak Raja,
   Anak Raja;
Bersama Yesus Juruselamatku,
   Aku anak Raja
(“A Child of the King” oleh Harriet E. Buell, 1834-1910).

Jika Anda adalah anak Allah, Anda sangat dikasihi oleh Allah. Jika Anda adalah anak Allah, Anda berhubungan dengan-Nya, “mengambil bagian dalam kodrat ilahi.” Jika Anda adalah anak Allah, Anda dapat datang kepada-Nya pada jam berapa pun di malam hari, dan Dia ada di sana untuk membantu Anda dan membimbing Anda. John Cagan memiliki ayah yang luar biasa. Dia sering memperkenalkan ayah yang luar biasa dengan mengatakan, “Ayah saya memiliki dua gelar Ph.D.” Tetapi saya dapat mengatakan lebih banyak lagi tentang Bapa saya! Ayah saya di dunia tidak lulus dari sekolah menengah. Tetapi Bapa surgawi saya adalah Raja Alam Semesta!

Bapaku kaya akan istana dan ladang,
   Ia menggenggam kekayaan dunia di tangan-Nya!
Dari batu rubi dan berlian, dari perak dan emas,
   Pundi-pundi-Nya penuh, Dia memiliki kekayaan yang tak terhingga.
Aku anak Raja, Anak Raja;
   Bersama Yesus Juruselamatku, Aku anak Raja

Saya tidak memiliki ayah duniawi untuk membiayai kuliah atau seminari saya atau membelikan saya sebuah mobil baru. Tetapi saya memiliki Bapa Surgawi yang “akan memenuhi segala keperluan [saya] menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:19). Saya memiliki seorang Bapa di Surga yang memberi saya sebuah janji luar biasa, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13). Segala kemuliaan, pujian dan hormat hanya kepada Bapa dan Raja saya yang menguatkan saya, dan yang memenuhi semua kebutuhan saya sepanjang hidup saya. Di bagian dalam otobiografi saya, Dr. Cagan mengatakan ini,

     Ini adalah kisah tentang seorang pria yang jatuh, remuk dan hancur, untuk mengangkat dirinya dan mengatasi sejumlah rintangan besar untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa Yesus Kristus dapat membantu mereka juga!
     Dia dibesarkan dalam keluarga berantakan dari para pemabuk - tetapi menjadi motivator yang mengubah kehidupan ribuan orang. Dia pernah gagal di perguruan tinggi - tetapi bangkit lagi dan melanjutkan kuliah hingga mendapatkan tiga gelar doktor dan menulis 17 buku. Dia berusaha menjadi misionaris keluar negeri dan gagal - tetapi kembali menjadi sumber kekuatan bagi orang-orang di seluruh dunia!
     Ketika orang lain akan berhenti, Dr. Hymers merintis sebuah gereja yang luar biasa, yang terdiri dari dua puluh kelompok etnis yang berbeda, di jantung pusat kota Los Angeles, dan sebuah pelayanan untuk seluruh dunia yang menjangkau sampai ke ujung bumi…
     Ini adalah kisah hidup Dr. R. L. Hymers, Jr., seorang pria yang bangkit untuk mencapai hal yang mustahil - melawan semua ketakutan. Saya tahu, karena saya telah bekerja sama dengannya selama lebih dari empat puluh tahun.
           – Dr. Christopher L. Cagan.

Aku anak Raja!

Kaum muda, berilah iman dan kepercayaan Anda kepada Yesus Kristus. Terimalah Kristus dan Dia akan memberi Anda kekuatan untuk menjadi putra dan putri Allah. Dia akan memberkati hidup Anda sebagaimana Dia telah memberkati saya, dengan rumah yang besar, dengan gereja yang indah untuk pendeta, istri yang luar biasa, dua putra yang hebat, dan dua cucu perempuan yang cantik. Saya anak raja!

Jika Anda menerima Kristus dan hidup untuk Dia, Ia dapat memberkati hidup Anda dengan cara yang akan mengherankan dunia - karena Anda juga akan menjadi anak Raja. Dan Anda akan dapat bernyanyi,

Aku anak Raja,
   Anak Raja;
Bersama Yesus Juruselamatku,
   Aku anak Raja

“Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah” (Yohanes 1:11-13).

III. Ketiga, kita belajar tentang kelahiran baru yang diberikan Allah kepada kita ketika kita menerima Kristus.

“Orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah” (Yohanes 1:13).

Saya harus mengatakan di sini bahwa garis besar dan pemikiran dasar dari khotbah ini diadaptasi dari “Rajanya Para Pengkhotbah,” Spurgeon yang tersohor.

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus telah dilahirkan kembali. Beberapa teolog bertanya-tanya mana yang lebih dulu - iman atau kelahiran kembali. Saya setuju dengan Spurgeon. Dia mengatakan bahwa iman dan kelahiran kembali “harus simultan.” Regenerasi adalah istilah teologis untuk kelahiran baru. Spurgeon berkata, “Jika saya percaya kepada Yesus Kristus, saya tidak perlu menanyakan apakah saya telah dilahirkan kembali, karena tidak ada orang yang belum lahir baru dapat percaya kepada Tuhan Yesus Kristus; dan jika telah dilahirkan kembali saya harus percaya kepada Yesus, karena dia yang tidak melakukannya jelas mati dalam dosa... Tindakan iman menunjukkan bahwa seseorang telah dilahirkan kembali.”

Kita tidak dilahirkan sebagai orang Kristen. Kita juga tidak dilahirkan “dari kehendak manusia.” Orang-orang Kristen terbesar di dunia tidak dapat menciptakan kita menjadi baru. Kita tidak dilahirkan kembali “dari kehendak daging.” Bukan oleh kehendak bebas kita sendiri. Keinginan manusia tidak mampu menghasilkan regenerasi. Kita harus dilahirkan kembali dari atas. Roh Kudus harus menjadi energi yang memasuki kita dan menjadikan kita ciptaan baru.

Di mana ada iman kepada Yesus, di situ ada kehidupan baru. Di mana tidak ada iman, di situ tidak ada kehidupan. Jika Anda percaya kepada Yesus Kristus Anda telah dilahirkan kembali, “Bukan dari kehendak manusia, tetapi dari Allah.” Saya harus menanyakan pertanyaan ini - sudahkah Anda menerima Kristus? sudah atau belum. Sudahkah Anda menerima Yesus Kristus? Apakah Anda hanya percaya kepada-Nya? Bisakah Anda berkata,

Di atas Yesus batu karang yang teguh, 'ku berdiri,
Alas yang lain tak 'kan kukuh.

Apakah Anda percaya kepada Yesus Kristus? Sudahkah Anda menerima Dia? Jika Anda belum menerima Dia, mengapa tidak? Adakah yang begitu sulit dalam menerima Dia? Itu adalah satu hal untuk percaya pada saya. Tetapi itu adalah hal lain untuk percaya kepada Yesus Kristus. Untuk percaya kepada-Nya berarti percaya kepada-Nya. Percaya kepada-Nya berarti menerima Dia.

Jika Dr. Cagan bertanya kepada Anda, “Sudahkah Anda percaya kepada Kristus?” Apa yang akan Anda jawab? Anda tidak harus melihat Dia. Anda tidak harus merasakan Dia. Anda hanya harus percaya kepada-Nya. Dr. Cagan tidak akan mencoba menipu Anda. Dia ingin menolong Anda, dan saya ingin membaptis Anda. Kami senang melihat orang-orang seperti Anda percaya kepada Yesus. Yesus telah mati di kayu Salib untuk membayar hukuman atas dosa Anda. Maukah Anda percaya kepada Dia? Yesus sangat mengasihi Anda malam ini. Maukah Anda percaya kepada Dia? Mengapa tidak percaya Yesus, sekarang, malam ini? Anda berkata, “Saya ingin percaya kepada-Nya.” Lalu mengapa tidak melakukannya sekarang? Jangan mencari perasaan. Pandanglah Yesus. Jangan mencari pengalaman luar biasa. Pandanglah Yesus. Jangan memandang ke dalam diri Anda sendiri. Tidak ada apa pun di dalam diri Anda yang dapat menyelamatkan Anda. Jangan percaya pikiran Anda sendiri. Percayalah kepada Yesus saja. Terimalah Yesus, dan Dia akan menerima Anda!

Mengapa tidak sekarang? Mengapa tidak sekarang?
   Mengapa tidak sekarang percaya sang Juruselamat?
Mengapa tidak sekarang? Mengapa tidak sekarang?
   Mengapa tidak sekarang percaya sang Juruselamat?

Di dunia kau kan selalu temukan kegagalan
   Yang ada hanya kesusahan hati;
Datanglah kepada Kristus, pada Dia percaya,
   Damai sejahtera dan penghiburan kan kau terima.

Mengapa tidak sekarang? Mengapa tidak sekarang?
   Mengapa tidak sekarang percaya sang Juruselamat?
Mengapa tidak sekarang? Mengapa tidak sekarang?
   Mengapa tidak sekarang percaya sang Juruselamat?
(“Why Not Now?” oleh Daniel W. Whittle, 1840-1901;
      diubah oleh Pastor).

Sangat mudah untuk percaya kepada Yesus. Dengarkan apa yang dikatakan Emi Zabalaga, “Saya mencari perasaan atau semacam pengalaman untuk memperkuat iman saya... penolakan tanpa akhir terhadap Yesus. Saya membiarkan diri saya pergi dan jatuh ke dalam Juruselamat yang sedang menanti.” John Cagan berkata,“ Tidak ada tindakan atau kehendak pikiran saya, tetapi dengan hati saya, hanya beristirahat di dalam Kristus, Dia telah menyelamatkan saya.” Emi dan John percaya kepada Yesus. Mereka menerima Dia. Itu saja! Saya berdoa kiranya Anda mau percaya Yesus malam ini. Amin.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“A Child of the King” (oleh Harriet E. Buell, 1834-1910).


GARIS BESAR KHOTBAH

SEMUA ORANG YANG MENERIMANYA!

AS MANY AS RECEIVED HIM!

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12).

(Yohanes 2:24, 25; Yeremia 17:9; Yohanes 3:1, 2; 1:11-13; Yesaya 53:3)

I.   Pertama, saya akan menjelaskan apa artinya menerima Kristus,
Mazmur 2:12.

II.  Kedua, kita belajar tentang kuasa yang Allah berikan kepada kita untuk menerima Anak-Nya, Filipi 4:19, 13; Yohanes 1:11-13.

III. Ketiga, kita belajar tentang kelahiran baru yang diberikan Allah kepada kita ketika kita menerima Kristus, Yohanes 1:13.