Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




KEBANGUNAN ROHANI UNTUK BERTAHAN

REVIVAL FOR SURVIVAL
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Kamis Malam, 31 Agustus 2017
A sermon preached at the Baptist Tabernacle of Los Angeles
Thursday Evening, August 31, 2017


Mari kita berdiri dan menyanyikan lagu nomer 19 pada lembar lagu Anda, “Inilah Kasih, Luas Seperti Samudera.”

Inilah kasih, luas seperti samudera,
   Kebaikan kasih seperti banjir,
Saat Raja Kehidupan, Penebusan kita,
   Mecurahkan Darah-Nya yang mahal bagi kita.
Siapa kekasih-Nya yang tidak akan mengingat?
   Siapa yang bisa berhenti menyanyikan pujian bagi-Nya?
Dia tak kan pernah bisa terlupakan,
   Sampai selama-lamanya di Sorga.

Di atas buki penyaliban,
   Sumber berkat terbuka dalam dan lebar;
Melalui pintu sumber rahmat Tuhan,
   Mengalirlah ombak kemurahan hati yang luas.
Rahmat dan kasih, seperti sungai besar,
   Dicurahkan dengan limpah dari atas,
Dan damai serta keadilan Sorga,
   Mencium dunia yang bersalah dalam kasih.

Biarkan aku menerima semua kasih-Mu,
   Kasih-Mu, sepanjang hidupku;
Biarkan aku mencari kerajaan-Mu saja,
   Dan hidupku hanya untuk memuji Engkau;
Engkau sajalah kemuliaan-Ku,
   Tiada yang lain di dunia ini yang ku pandang.
Engkau telah membersihkan dan menguduskan ku,
   Engkau sendiri yang t’lah membebaskan ku.

Dalam kebenaran-Mu Engkau mengarahkan ku
   Oleh Roh-Mu melalui Firman-Mu;
Dan anugerah-Mu yang kuperlu,
   Sebagaimana aku percaya kepada-Mu, Tuhanku.
Dari kepenuhan-Mu Engkau mencurahkan
   Kasih dan kuasa-Mu yang besar kepadaku,
Tanpa ukuran, penuh dan tak terbatas,
   Menarik hatiku kepada-Mu.
(“Here is Love, Vast as the Ocean” oleh William Rees, 1802-1883).

Mari kita semua berdoa agar kiranya Allah hadir bersama kita di sini malam ini (mereka berdoa). Sekarang nyanyikan lagu nomor 22, “Bilur-bilur itu Karena Kita.”

Haleluya! Haleluya! Haleluya!
Bilur-bilur itu milik kita, pertempuran telah usai;
Kemenangan hidup dimenangkan;
Lagu pujian kemanangan mulai dikumandangkan.
Haleluya! Haleluya! Haleluya!

Kuasa kematian telah dikalahkan;
Kristus telah membuat pasukan mereka tercerai berai;
Mari kita serukan sukacita kudus. Haleluya!
Haleluya! Haleluya! Haleluya!

Tiga hari bersedih cepat berlalu;
Ia bangkit dari antara orang mati dalam kemuliaan;
Segala kemuliaan bagi Kepala kita yang telah bangkit! Haleluya!
Haleluya! Haleluya! Haleluya!

Dia telah menutup gerbang-gerbang Neraka;
Jeruji-jeruji penghalang ke Sorga t’lah dirumbangkan;
Mari naikan pujian tuk menceriterakan kemenangan-Nya.
Haleluya! Haleluya! Haleluya!

Tuhan, oleh bilur-bilur-Nya yang melukai Dia,
Dari sengat kematian yang mengerikan hamba-hamba-Nya bebas
Sehingga kita boleh hidup dan memuji Dia. Heleluya
Haleluya! Haleluya! Haleluya!
   (“The Strife Is O’er,” diterjemahkan oleh Francis Pott, 1832-1909).

Mari kita semua berdoa agar Yesus Kristus dimuliakan di sini malam ini (mereka berdoa). Sekarang mari nyanyikan lagu nomor 23, “Mungkinkah?”

Mungkinkah aku pun serta Tertolong oleh darahNya?
Mungkinkah Yesus di siksa? Karna akukah matiNya?
Agunglah kasih Tuhanku! Engkau tersalib gantiku.
Agunglah kasih Tuhanku! Engkau tersalib gantiku.

Para malaikat surgawi Tidak dapat memahami
Apa sebab Yang Abadi Menanggung siksa yang keji;
KasihNyalah alasannya Menanggung dosa dunia.
Agunglah kasih Tuhanku! Engkau tersalib gantiku.

DitinggalkanNya takhtaNya Menuju dunia yang cemar;
DitinggalkanNya kuasaNya, Didorong kasih yang besar;
Dan aku pun tertolonglah, Terpilih jadi milikNya.
Agunglah kasih Tuhanku! Engkau tersalib gantiku.

Lama jiwaku terpenjara Terikat kuat dalam dosa dan kegelapan;
Mata Mu menyinari hatiku, Ku terbangun, keluar dari kegelapan ke dalam terang;
Rantai yang mengikatku runtuh, jiwaku terbebas; Aku bangkit,
keluar, dan menghampiri Engkau.
Agunglah kasih Tuhanku! Engkau tersalib gantiku.

Hilang segala hukuman, S’bab Kristus itu milikku,
Yang jadi pohon hidupku, Berpakaikan kebenaran
Ku trimalah mahkotaku, Terjamin sudah hidupku
Agunglah kasih Tuhanku! Engkau tersalib gantiku.
   (“And Can It Be?” oleh Charles Wesley, 1707-1788).

Anda dipersilahkan untuk duduk kembali. Diakon senior kita, Bapak Ben Griffith, akan maju ke depan untuk bernyanyi untuk kita.

Kita di sini malam ini untuk memuji dan memuliakan Tuhan Yesus Kristus - dan hanya Dia saja! Sekarang bukalah Alkitab Anda pada Amsal, pasal 14, ayat 14. Ada di halaman 681 di Scofield Study Bible. Silahkan berdiri lagi saat saya membacakan teks ini.

“Orang yang murtad hatinya menjadi kenyang dengan jalannya” (Amsal 14:14).

Tanyakan kepada diri Anda sendiri – “Apakah saya menjadi kenyang dengan jalan saya sendiri? Apakah hatiku menjadi dingin? Saya mencoba untuk berdoa ketika saya sedang sendirian, tetapi saya tidak merasakan kehadiran Allah.” Apakah itu Anda? Bila Anda pergi ke penginjilan apakah ada semangat dalam diri Anda yang memaksa Anda untuk mencari jiwa yang terhilang? Atau apakah Anda memiliki lebih sedikit semangat ketimbang yang pernah Anda miliki untuk penginjilan sebelumnya? Ketika Anda mendengar seseorang berdoa dengan suara keras, apakah hati dan bibir Anda berkata, “Amin” di setiap penekanannya? Atau apakah Anda pikir mereka tidak sebaik Anda saat pertama kali mulai berdoa? Atau menurut Anda, “Mereka akan segera jatuh”? Apakah Anda mencari kesalahan pada orang Kristen baru? Apakah Anda pikir mereka tidak sebaik Anda saat pertama kali diselamatkan? Ketika khotbah membuat Anda memikirkan kesalahan Anda, apakah Anda berpikir, “Saya tidak akan pernah mengakuinya. Anda tidak akan pernah bisa membuat saya membuat untuk mengakuinya”? Apakah Anda senang saat orang baru diberi perhatian? Atau Anda pikir mereka tidak sebaik Anda saat pertama kali diselamatkan? Apakah Anda adalah orang Kristen yang masih sama seperti saat Anda diselamatkan? Atau apakah hati Anda telah menjadi dingin dan kosong?

“Orang yang murtad hatinya menjadi kenyang dengan jalannya” (Amsal 14:14).

Saat Anda pertama kali diselamatkan, Anda akan melakukan apapun untuk Tuhan. Saat itu, Anda berkata, “Saya suka melayani Yesus. Saya tidak akan pernah dapat melakukan terlalu banyak untuk Dia.” Bisakah Anda mengatakan itu dan bersungguh-sungguh sekarang? Atau apakah Anda sekarang telah menjadi seorang Kristen yang murtad? Saya tidak hanya berbicara dengan orang muda saja. Saya berbicara dengan anggota “the 39” juga - saya berbicara dengan orang tua dan juga orang muda. Saya tidak berbicara dengan orang muda yang masih terhilang. Saya juga berbicara dengan Anda yang telah lama diselamatkan. Apakah Anda telah kehilangan kasih mula-mula Anda? Apakah Anda penuh dengan kasih akan Kristus seperti Anda saat pertama kali diselamatkan? Yesus berkata kepada orang-orang Kristen di Efesus,

“Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan” (Wahyu 2:4, 5).

Saya telah menjadi seorang pengkhotbah selama hampir 60 tahun. Hati saya telah sering menjadi berat dalam 6 dekade itu. Bagaimana saya keluar dari negara yang telah murtad ini? Itu terjadi seperti ini. Pertama, saya menyadari bahwa hati saya dipenuhi dengan cara saya sendiri. Saya merasa kasihan pada diri saya sendiri. Saya merasa sedih. Saya mengeluh tentang betapa sulitnya semua ini. Kedua, saya mulai menyadari bahwa saya telah meninggalkan kasih mula-mula saya kepada Yesus. Ketiga, saya ingat seberapa jauh saya telah jatuh. Saya dihukum karena dosa-dosa yang terjadi antara saya dan Yesus. Kemudian saya mengingat Yesus di kayu Salib, yang mau mati untuk membayar dosa-dosa saya. Saya bertobat dan percaya kepada Dia lagi. Ini hampir seperti pertobatan yang kedua. Penuhi Semua Visi Ku.” Mari kita nyanyikanlah ini.

Penuhi semua visiku, Juruselamat, aku berdoa,
   Kiranya aku hanya melihat Yesus hari ini;
Meskipun melalui lembah Engkau memimpinku,
   Kemuliaan-Mu yang tak surut meliputiku.
Penuhi semua visiku, Juruselamat ilahi,
   Sampai bersama kemuliaan-Mu rohku akan bersinar.
Penuhi semua visiku, kiranya semua orang melihat
   Gambar Kudus-Mu terpancar di dalamku.
(“Fill All My Vision” oleh Avis Burgeson Christiansen, 1895-1985).

Saya tidak akan meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang saya sendiri tidak mau melakukannya. Saya menasihati John Cagan untuk menyerah berkhotbah. Dia akhirnya mengatakan akan melakukannya. Kemudian saya menemukan bahwa dia adalah seorang pengkhotbah yang lebih baik daripada saya. Dia memiliki kekuatan pemuda, saat ini saya sudah tua dan telah kehilangan kekuatan saya. Saya menjadi sangat cemburu pada John. Ini menyiksa saya sampai suatu malam saya mengakui hal ini kepadanya. Lalu saya mengakui ini kepada Anda. Kemudian saya disembuhkan dan kegembiraan saya dipulihkan. Saya meminta Anda untuk melakukan malam ini apa yang telah saya lakukan. Saya sangat berkecil hati karena saya benar-benar takut bahwa Anda mungkin tidak ingin saya berkhotbah lagi kepada Anda. Kemudian Allah mengirim sebuah sentuhan kebangunan rohani ke gereja kita dan saya bertobat dan kembali kepada Yesus untuk membersihkan sekali lagi di dalam Darah-Nya yang berharga. Apakah aneh bagi Anda bahwa pria berusia 76 tahun, yang telah berkhotbah selama 60 tahun, perlu bertobat? Tidak, itu tidak aneh. Ini adalah satu-satunya cara untuk diperbarui dan dihidupkan kembali di dalam hati Anda. “Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan” (Wahyu 2:5). Bertobatlah lagi dan lagi. Kembalilah kepada Yesus dan berilah diri Anda disucikan oleh Darah-Nya lagi dan lagi! Sang Reformis agung, Luther berkata, “Seluruh hidup kita adalah untuk bertobat secara terus menerus dan tanpa henti.” Luther harus terus bertobat dan kembali kepada Yesus untuk penyuciannya. Jadi demikian juga seharusnya Anda dan saya?

Saya percaya bahwa Yakobus 5:16 memiliki sebuah aplikasi dalam kebangunan rohani. Dikatakan, “Hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh ....” Perhatikan kata “dosa” di sini. Kata Yunani adalah “paraptōma.” Dr. Strong mengatakan arti utama dari kata itu adalah “tergelincir”; [kesalahan] atau kekurangan, dan dosa lainnya.” Apa yang diminta untuk mengaku dosa bukan hanya dosa besar, tetapi di sini kita diberitahu untuk mengakui “kekhilafan,” “kesalahan dan kekurangan” kita. Kemarahan kita pada seseorang, ketidaksukaan kita, kecemburuan kita, kurangnya kasih, kesalahan lain yang terjadi antara kita dan Allah.

Seringkali hati kita disembuhkan dengan mengakui kesalahan kita kepada Allah saja. Saya memperhatikan wajah Kai Perng bersinar dengan kasih dan perhatian. Sebelum itu dia terlihat penuh kepahitan dan kemarahan. Saya bertanya apa yang terjadi. Dia mengatakan kepada saya, “Saya telah melihat bagaimana Roh Kudus bekerja pada diri Nyonya Shirley Lee. Saya ingin memiliki kedamaian dan sukacita yang dimilikinya. Saya mengaku kepada Tuhan bahwa saya marah kepada Anda, pak pendeta. Lalu kemarahan saya sendiri hilang dan saya memiliki kedamaian dan kepedulian terhadap orang lain.” Luar biasa! Ini memberikan saya sukacita saat saya mendengarnya mengatakan itu! Saya mengatakan kepadanya bahwa saya mengasihinya. Itulah suatu pengakuan dosa. Ini tentang memaafkan orang lain dan memperoleg kedamaian dan sukacita baru dari Allah! Itulah kebangunan rohani - Anda akan memiliki kedamaian dan sukacita baru saat Anda mengakui kesalahan Anda kepada Allah.

Tetapi ketika Allah bergerak di antara kita, Anda harus mengakui kesalahan Anda secara langsung kepada saudara laki-laki atau perempuan. Anda harus mengakui kesalahan Anda satu sama lain. Yakobus 5:16 dapat diterjemahkan secara harfiah menjadi “’Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan.’ Ini berarti Anda tidak harus menunggu sampai penyakit menyerang Anda sebelum Anda mengakuinya” (RCH Lenski). Di China mereka membuat saling mengakui kesalahan mereka satu sama lain dan saling mendoakan satu sama lain. Itulah sebabnya mereka terus-menerus memiliki kebangunan rohani di China.

Saya mengatakan kepada satu saudara bahwa saya akan memberikan undangan untuk Anda maju ke depan dan untuk didoakan, seperti yang saya telah lakukan dua kali. Saya bertanya kepadanya, “Apakah menurut Anda ada orang yang mau maju ke depan?” Dia memikirkannya sebentar, lalu dia berkata, “Tidak. Tidak ada yang mau maju ke depan.” Saya bertanya mengapanya mengapa ia tidak mau maju ke depan. Dia mengatakan bahwa Anda pikir saya menginginkan kebangunan rohani sehingga lebih banyak orang yang akan maju ke depan gereja kita. Tetapi bukan itu alasannya. Tanyakan pada diri Anda sendiri, Apa gunanya jika lebih banyak orang maju ke depan? Bagaimana kita bisa membantu mereka agar mereka mau maju ke depan? Kami menawarkan kepada mereka persahabatan, sukacita, dan persekutuan yang mendalam. Tetapi apakah Anda memiliki itu bagi diri Anda sendiri? Apakah Anda memilikinya? Atau apakah Anda hanya memiliki kewajiban agama tanpa kasih? Anda tidak saling mengasihi dan saling menjaga satu sama lain, bukan? Anda tidak memiliki persahabatan yang dalam, bukan? Anda tidak memiliki sukacita, bukan? Anda tidak memiliki persekutuan yang dalam, bukan? Hati Anda tidak sungguh-sungguh mengasihi orang-orang baru, bukan? Jujurlah, Anda tidak memiliki kasih yang mendalam kepada Yesus lagi, bukan? Bagaimana kita bisa menawarkan hal-hal ini kepada orang lain padahal kita sendiri tidak memilikinya?

Ketika saya meminta Anda untuk mengakui kesalahan dan dosa Anda berpikir, “Ini akan mempermalukan saya jika saya melakukan itu.” Anda sudah melakukan pekerjaan - banyak pekerjaan! Bukan lagi pekerjaan yang Anda butuhkan. Anda lebuh perlu memberikan kasih! Lebih banyak kasih untuk Kristus! Lebih banyak kasih satu sama lain hanya bisa datang saat kita memiliki lebih banyak kasih untuk Dia!

Penuhi semua visiku, setiap kerinduan
   Untuk menjaga kemuliaan-Mu; jiwaku menginspirasi
Dengan kesempurnaan-Mu, kasih suci-Mu
   Membanjiri langkahku dengan cahaya dari atas.
Penuhi semua visiku, Juruselamat ilahi,
   Sampai bersama kemuliaan-Mu rohku akan bersinar.
Penuhi semua visiku, kiranya semua orang melihat
Gambar Kudus-Mu terpancar di dalamku.

Saya sedang memikirkan Simson yang malang tadi malam. Empat pasal di dalam Alkitab dikhususkan untuk mengisahkan kisah Simson. Dia terdaftar sebagai orang yang diselamatkan dalam Ibrani 11:32. Kapan dia diselamatkan? Saya percaya dia tidak diselamatkan sebelum beberapa menit sebelum kematiannya saat dia akhirnya berseru kepada Tuhan untuk meminta pertolongan. Tetapi Yesus memanggilnya untuk menjadi orang kudus, “seorang Nazir bagi Allah” (Hakim-hakim 13:5). “Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN” (Hakim-hakim 13:25). Tetapi Simson gagal mengasihi Allah dengan segenap hatinya. Untuk sebagian besar hidupnya yang singkat dia sama seperti Anda. Dia pikir dia bisa menjalani kehidupan Kristen dengan kekuatannya sendiri, dengan kekuatannya sendiri. Tetapi dia tidak bisa. Dia gagal lagi dan lagi, seperti Anda dan saya. Akhirnya pasukan setan membawanya dan membutakan matanya, “ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling” (Hakim-hakim 16:21).

Oh, saudara dan saudariku, bukankah beberapa dari Anda sama seperti Simson yang malang? Anda telah dipanggil oleh Yesus. Anda telah digerakkan oleh Roh Kudus untuk melakukan hal-hal yang besar bagi Allah di masa lalu. Tetapi Anda sedikit demi sedikit menjadi pahit dan sedih. Anda tidak bahagia sekarang. Anda tidak memiliki kasih sejati untuk gereja ini sekarang. Anda datang ke gereja dengan mata buta. Agama Anda adalah pekerjaan yang membosankan, kerja keras tanpa sukacita. Kerja keras, kerja seperti budak! Seperti itulah! Anda datang ke gereja terpaksa seperti budak. Itu sangat membosankan. Anda tidak suka berada di sini lagi. Anda “menggiling di penjara” seperti Simson yang malang. Saya tidak tahu bagaimana orang lain memikirkannya, tetapi saya menangis tersedu-sedu saat membaca tentang dia “menggiling di penjara” - terikat dengan belenggu dan rantai baja, menggiling, mendorong penggilingan yang menggiling gandum, jam demi jam.

Dan saya tahu seperti itu jugalah keagamaan Anda, dan terkadang hati saya menangis untuk Anda. Anda tidak memiliki sukacita. Anda tidak memiliki kasih. Anda tidak memiliki harapan. Anda hanya terus menggiling seperti budak di penjara. Benar! Bagi sebagian dari Anda, gereja ini adalah penjara, sebuah penjara tempat Anda menggiling sepanjang kebaktian, di mana Anda mengerjakan pekerjaan penginjilan dengan terpaksa seperti budak. Anda sangat membencinya! Tetapi Anda tidak tahu bagaimana cara melarikan diri! Anda terikat dengan rantai rohani, menggiling, menggiling, dan menggiling tanpa harapan. Terkadang Anda berpikir untuk pergi. Saya tahu beberapa dari Anda melakukannya. Tetapi Anda tidak bisa pergi. Satu-satunya teman yang Anda bias miliki ada di sini. Satu-satunya kerabat yang Anda miliki ada di sini! Bagaimana Anda bisa lolos dari penggilingan tanpa henti, kebosanan dan kerja keras dari gereja yang di mata Anda seperti penjara? Saya ingin membantu Anda! Allah tahu yang saya lakukan! Hanya ada satu cara untuk melarikan diri. Bagaimana Anda tahu, pak pendeta? Karena saya berada di tempat yang sama dengan Anda sekarang! Saya telah dirantai di gereja ini, menggiling, menggiling, membencinya - tapi tidak menemukan jalan keluar! Satu-satunya cara untuk melarikan diri adalah Yesus! Mengakui kesalahan Anda! Kenapa tidak? Kesalahan Anda adalah rantai yang mengikat Anda! Singkirkan semua itu! Bertobatlah dan berilah diri Anda disucikan oleh Darah, karena hanya Yesus yang bisa melepaskan rantai Anda dan membebaskan Anda lagi.

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh…” (Yakobus 5:16).

Akuilah ketakutan Anda, keraguan Anda, dosa-dosa Anda, kemarahan Anda, kepahitan, kecemburuan Anda. “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh...” (Yakobus 5:16). Nyonya Lee telah melakukannya! Dan Yesus menyembuhkannya. Kai Perng telah melakukannya, dan Yesus menyembuhkannya. Baru sekarang ada secercah harapan. Anda berpikir, “Mungkinkah itu benar?” Ya! Itu benar! Semua orang, mohon doakan seseorang untuk mengakui kesalahan mereka dan disembuhkan oleh Yesus (mereka berdoa).

“Kristus berkata, ‘Berbahagialah orang yang berdukacita’ (Matius 5:4) yang menunjuk pada orang-orang yang merasa telah mundur dan menangis karenanya. Dosa selalu menjadi masalah bagi orang Kristen yang merindukan kebangunan rohani, dan kebangunan rohani senantiasa berurusan dengan hal-hal yang tidak dapat dilihat dunia. Kebangunan rohani memberikan terang ke tempat gelap... untuk menyambut kebangunan rohani, Evan Roberts akan mengingatkan mereka bahwa Roh [Kudus] tidak akan datang sampai orang-orang dipersiapkan: ‘Kita harus menyingkirkan [gereja] dari semua perasaan buruk - semua kedengkian, iri hati, prasangka, dan kesalahpahaman. [Jangan berdoa] sampai semua pelanggaran telah diampuni: tetapi jika Anda merasa tidak dapat memaafkan, berlututlah, dan meminta roh pemaaf. Anda akan mendapatkannya saat itu’”... hanya orang Kristen yang bersih yang dapat tinggal dekat dengan Allah (Brian H. Edwards, Revival, Evangelical Press, 2004, p. 113)... “Setiap orang saling melupakan kesalahan orang lain. Masing-masing bertatap muka dengan Allah [sebagaimana mereka mengakui dosa-dosa mereka] ... [Ini] ciri khas dari hampir setiap kebangunan rohani yang tercatat. Tidak ada kebangunan rohani tanpa keinsafan akan dosa yang mendalam, ketidak-nyamanan dan merendahkan hati yang mendalam” (ibid., hal. 116)... “Kita memiliki gereja yang tidak kudus hari ini karena orang Kristen tidak merasakan dosa atau takut kepadanya... Mereka yang paling merindukan kebangunan rohani harus mulai memeriksa hati dan kehidupan mereka di hadapan Allah yang kudus. Jika kita menutupi dosa-dosa kita dan tidak mengakuinya sekarang [kita tidak akan memiliki kebangunan rohani] ... Allah yang kudus membuat orang Kristen menyadari bahkan dosa terkecil sekalipun... Mereka yang mengetahui diri mereka berada di hadirat Allah yang kudus selalu sadar akan dosa pribadi mereka... Pekerjaan penginsafan yang mendalam ini selalu mengarah pada kebebasan dan sukacita dalam pengalaman pengampunan yang baru diperolehnya. Setelah ‘pukulan hati’ muncullah ledakan sukacita akan keselamatan” (ibid., hal. 120).

Kita memiliki tujuh belas orang muda yang diharapkan bisa masuk dalam kebaktian-kebaktian ini. Kita mengalami sentuhan kebangunan rohani dalam pertemuan tersebut. Paling tidak orang-orang muda itu terbangun. Tidak ada yang mengharapkan mereka terbangun dan mudah-mudahan diselamatkan. Namun ketika saya mengumumkan nama mereka, tidak ada yang bersukacita dalam jemaat kita ini. Mengapa Anda tidak bersukacita? Di China mereka pasti menangis dengan sukacita! Mengapa tidak demikian di sini?

Tujuh belas anak muda mudah-mudahan diselamatkan tetapi tidak ada air mata sukacita, tidak ada sukacita di antara kita. Mengapa? Karena “Orang yang murtad hatinya menjadi kenyang dengan jalannya” (Amsal 14:14).

“Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau?”

(Mazmur 85:

6).

Kita tidak bisa bersukacita sambil menangis sampai kita mengakui kesalahan kita saat menangis! Itu terjadi di China. Mengapa tidak terjadi di gereja kita? Anda takut untuk mengakui kesalahan Anda satu sama lain, dan saling mendoakan, agar Anda bisa disembuhkan. Takut pada apa yang orang lain pikirkan akan menghentikan Anda dari mengakui kesalahan-kesalahan Anda. Yesaya berkata, “Siapakah engkau maka engkau takut terhadap manusia yang memang akan mati… sehingga engkau melupakan TUHAN yang menjadikan engkau” (Yesaya 51:12, 13).

“Selidikilah aku, ya Allah,
Dan kenallah hatiku,
Ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
Lihatlah, apakah jalanku serong,
Dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”
   (Mazmur 139:23, 24).

Penuhi semua visiku, bersihkan sia-sia dosa
   Bayangan cahaya bersinar di dalam diriku.
Kiranya ku hanya melihat wajah agung-Mu,
   Melahap jiwaku dalam kasih karunia-Mu yang tak terbatas.
Penuhi semua visiku, Juruselamat ilahi,
   Sampai bersama kemuliaan-Mu rohku akan bersinar.
Penuhi semua visiku, kiranya semua orang melihat
   Gambar Kudus-Mu terpancar di dalamku.
(“Fill All My Vision” oleh Avis Burgeson Christiansen, 1895-1985).

Anda belum maju ke depan. Anda tahu seharusnya melakukan itu, tetapi Anda takut. Nyonya Chan mengatakan kepada saya melalui telepon bahwa dia sangat tertekan dengan dosanya. Lalu saya menatapnya pada hari Minggu pagi - dan Mrs. Chan menatap saya. Saya bisa melihat dia ingin datang. Saya meraih tangannya dan berkata, “Ayo.” Dia datang. Dia takut datang. Lagi pula, dia adalah istri Dr. Chan! Apa yang akan dipikirkan orang jika dia mengakui kesalahannya? Lupakan apa pendapat orang lain! Sementara kita berdiri dan bernyanyi, datanglah dan berlututlah di sini dan akuilah kesalahan Anda. Allah menginsafkan Anda, dan kemudian Darah Kristus yang telah dicurahkan di Kayu Salib kan membersihkan Anda kembali.

Penuhi semua visiku, bersihkan sia-sia dosa
   Bayangan cahaya bersinar di dalam diriku.
Kiranya ku hanya melihat wajah agung-Mu,
   Melahap jiwaku dalam kasih karunia-Mu yang tak terbatas.
Penuhi semua visiku, Juruselamat ilahi,
   Sampai bersama kemuliaan-Mu rohku akan bersinar.
Penuhi semua visiku, kiranya semua orang melihat
   Gambar Kudus-Mu terpancar di dalamku.
(“Fill All My Vision” oleh Avis Burgeson Christiansen, 1895-1985).


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“More Love to Thee” (oleh Elizabeth P. Prentiss, 1818-1878).