Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




KELUARLAH DARI ANTARA MEREKA!

COME OUT FROM AMONG THEM!
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 2 November 2003

“Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa” (II Korintus 6:17-18).


Ajaran tentang pemisahan merupakan salah satu ajaran yang paling penting dalam Alkitab. Pemisahan orang Kristen berarti bahwa Anda keluar dari dunia dan percaya kepada Kristus. Pemisahan ini juga dijelaskan dalam Kejadian pasal sembilan belas. Allah memerintahkan Lot untuk memisahkan diri dari orang-orang di kota itu. Allah berfirman,

“Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini” (Kejadian 19:14).

Lot enggan mentaati Allah, dan meninggalkan Sodom. Tetapi istri Lot tidak ingin memisahkan diri dari teman-temannya yang masih terhilang. Ketika Lot berlari meninggalkan kota itu, istrinya berbalik untuk kembali bersama dengan teman-temannya yang masih terhilang itu. Dan Alkitab berkata,

“Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam” (Kejadian 19:26).

Api dan belerang yang turun atas kota itu membungkusnya. Dia berdiri di tengah belerang dan tubuhnya terbungkus dalam belerang itu. Dan Yesus berkata,

“Ingatlah akan isteri Lot!” (Lukas 17:32).

Jika Anda kembali ke persekutuan dengan orang-orang yang terhilang dari dunia ini, Anda akan dibinasakan bersama dengan mereka dalam api penghakiman Allah.

“Ingatlah akan isteri Lot.”

Nenek moyang Baptis kita, John Bunyan memiliki kisah Lot dan istrinya dalam pikirannya ketika ia menulis buku Perjalanan Seorang Musyafir di abad ke-17. Bunyan menceritakan tentang seorang laki-laki yang mulai mencari Kristus. Kisah ini diceritakan sebagai sebuah perumpamaan, dalam bentuk mimpi. Bunyan berkata,

      Sekarang saya melihat dalam mimpi saya bahwa laki-laki itu mulai berlari. Dia belum pergi jauh dari rumahnya ketika istri dan anak-anaknya menyusul sambil menangis dan memintanya pulang kembali. Tetapi dia menutup telinganya dengan tangannya, dan berlari, sambil menangis, “Hidup! Hidup! Hidup yang kekal!” Dia tidak menoleh ke belakang, tetapi semakin cepat berlari menuju ke tengah dataran itu.
      Para tetangganya datang untuk melihat dia lari dan, sambil berlari, beberapa orang mengejeknya, yang lainnya mengancam, dan beberapa yang lainnya memanggilnya untuk kembali. Di antara mereka yang melakukan itu adalah dua orang yang memutuskan untuk ikut pergi bersama dengan dia dan agar dapat membujuknya kembali... Lalu kata laki-laki itu, “Saudaraku, mengapa kalian mengikutiku?” “Untuk membujuk kamu agar mau kembali bersama dengan kami,” jawab mereka. Dia berkata, “Itu tidak akan pernah terjadi. Kalian [tinggal] di Kota Kebinasaan... Dan semua orang akan mati tenggelam dalam api dan belerang yang akan membakar kota ini. Percayalah, saudara-saudarku yang baik, dan marilah ikut pergi bersama dengan aku.” “Apa!” seru [orang yang mengikutinya itu]. “Dan tinggalkan semua teman-teman kita dan kenyamanan?” “Ya,” kata [laki-laki yang sedang mencari Kristus], “untuk semua yang kalian [korbankan] tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan... yang aku cari...” (John Bunyan, Pilgrim’s Progress in Today’s English, diceritakan kembali oleh James H. Thomas, Moody Press, 1964, hal. 13-14).

Betapa kuat gambaran yang diberikan oleh Bunyan kepada kita! Inilah yang terjadi pada setiap orang, dalam satu atau lain cara, yang mulai tertarik untuk menjadi seorang Kristen. Orang-orang yang terhilang di Kota Kebinasaan akan melakukan dengan segala cara untuk menarik Anda kembali, dan menghalangi Anda menemukan Kristus. “Apa? Dan meninggalkan semua teman-teman kita?” Ya, kata Bunyan, karena itu adalah jalan menuju keselamatan di dalam Kristus. Itu benar di zaman Lot. Itu benar di zaman Bunyan. Dan itu masih benar pada hari ini! Pemisahan diperlukan.

“Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu” (II Korintus 6:17).

I. Pertama, pemisahan diajarkan di seluruh Alkitab.

Mari melihat II Korintus 6:14,

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (II Korintus 6:14).

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya.” Matthew Poole berkata, “Jangan menjadi seperti di bawah kuk yang sama yang menarik ke jalan yang lain. Ini adalah metafora yang diambil dari gambaran kuda atau lembu; yang harus menarik bersama-sama, berada di bawah kuk yang sama” (Matthew Poole, A Commentary on the Whole Bible, Banner of Truth, 1990 reprint, volume III, hal. 618).

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya.” Frasa ini berakar pada perintah dalam Ulangan 22:10,

“Janganlah engkau membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama” (Keluaran 22:10).

Dr. John R. Rice memberi komentar ini,

Salah satu doktrin yang paling jelas dalam Alkitab adalah doktrin tentang pemisahan Kristen. Itu adalah salah satu ajaran yang Allah tekankan setiap hari, berulang kali, kekal, atas orang-orang Yahudi... Ketika petani Israel memasang kuk pada pasangan lembu, ia berkata dalam hatinya, “Allah memerintahkan saya untuk tidak membajak dengan tim campuran. Saya boleh membajak dengan dua ekor lembu atau dua ekor keledai; tetapi saya tidak boleh membajak dengan campuran lembu dan keledai, karena Allah ingin saya ingat bahwa saya tidak bercampur dengan mereka yang bukan umat Allah” (Dr. John R. Rice, The Unequal Yoke, Sword of the Lord, 1946, hal. 4-5).

Pemisahan dari persekutuan dengan orang-orang yang tidak percaya diajarkan dari satu ujung Alkitab hingga ke ujung yang lain.

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (II Korintus 6:14).

II. Kedua, pemisahan mengambil Anda keluar dari persekutuan dengan dunia dan masuk ke dalam persekutuan jemaat lokal.

Mari kita membuka Yohanes 15:19, dan mari kita berdiri bersama-sama dan membacanya dengan keras,

“Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu” (Yohanes 15:19).

Fokus pada frase, “Aku telah memilih kamu dari dunia.” Bacalah frase ini dengan keras, “Aku telah memilih kamu dari dunia.”

Selanjutnya bukalah Yohanes 17:6,

“Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia…”

Anda dipersilahkan untuk duduk kembali.

Kata Yunani yang diterjemahkan “dunia” di kedua ayat ini mengacu pada manusia yang terhilang. Yesus berkata,

“Aku telah memilih kamu dari dunia” (Yohanes 15:19).

Ini berarti pemisahan. Kita dipilih “dari dunia.”

Kata Yunani yang diterjemahkan “jemaat” dalam Perjanjian Baru adalah “ekklesia.” Ini berarti “orang-orang yang dipanggil keluar,” kata yang berasal dari “ek” yang berarti keluar, dan “kaleo” yang berarti memanggil (Vine). Jadi, kata “jemaat” berarti “orang-orang yang dipanggil keluar,” atau “sebuah perkumpulan dari orang-orang yang dipanggil keluar” (Scofield, catatan untuk Matius 16:18).

Mari kita membuka Kisah Para Rasul 2:47. Di sini kita memiliki gambaran tentang apa yang terjadi di jemaat lokal di Yerusalem. Mari kita membaca kalimat kedua dari ayat ini dengan suara keras,

“Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan” (Kisah Para Rasul 2:47).

Yesus berkata,

“Aku telah memilih kamu dari dunia” (Yohanes 15:19).

“Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka [orang-orang yang dipanggil keluar] dengan orang yang diselamatkan” (Kisah Para Rasul 2:47).

Jadi, kita melihat bahwa kita dipanggil keluar dari dunia ini dan masuk ke dalam jemaat lokal.

“Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan…” (II Korintus 6:17).

Pemisahan Alkitabiah membawa Anda keluar dari persekutuan dengan dunia dan masuk ke dalam persekutuan dengan jemaat lokal. Anda meninggalkan dunia, dan membangun persahabatan yang baru dari teman-teman di gereja.

III. Ketiga, pemisahan adalah masalah hati.

Mari membuka Yakobus 4:4. Mari berdiri dan membacanya dengan keras.

“Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah” (Yakobus 4:4).

Itu adalah pernyataan yang jelas, bukan? “Barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” Anda dipersilahkan untuk duduk kembali.

Yesus baik kepada orang-orang yang masih terhilang. Dia bahkan makan bersama dengan pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Tetapi teman-teman dekat-Nya adalah para murid-Nya, Maria dan Marta, dan Lazarus. Teman-temannya semua adalah orang-orang Kristen sejati - dan Dia memanggil Anda untuk mengikuti teladan-Nya.

“Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa” (II Korintus 6:17-18).

Albert Barnes memberikan pernyataan ini, berdasarkan ayat kita dalam di II Korintus 6,

Mereka yang beragama harus memutuskan untuk memisahkan diri dari dunia, ayat 14, 15. Agama [yaitu Kristen] tidak bisa berada di mana tidak ada pemisahan seperti itu, dan mereka yang tidak bersedia untuk meninggalkan teman-teman yang tidak percaya [yaitu ketidak-percayaan] dan [ketidak-layakan, kebodohan] kesenangan dan kesombongan hidup, dan menemukan teman-teman orang pilihan dan menyenangkan di antara umat Allah, tidak dapat memiliki bukti bahwa mereka adalah orang Kristen... harus ada garis pemisah yang ditarik antara teman-teman dari Allah dan teman-teman dari dosa... Sementara kita tidak menolak untuk berbaur dengan mereka sebagai tetangga dan warga sejauh kita bisa tanpa mengorbankan prinsip-prinsip Kristen, tetap saja teman-teman orang pilihan kita dan persahabatan kita seharusnya dengan umat Allah. Sebab, teman-temannya seharusnya menjadi teman-teman kita; dan kebahagiaan kita seharusnya bersama dengan mereka, dan dunia akan melihat bahwa kita lebih menyukai teman-teman dari Penebus [Kristus] dari pada teman-teman dari kesenangan duniawi, ambisi, dan dosa (Albert Barnes, Notes on the New Testament, II Corinthians, Baker Book House, 1985 reprint, hal. 162).

Barnes mengatakan kepada kita, “Mereka yang beragama harus memutuskan untuk memisahkan diri dari dunia… dan menemukan teman-teman orang pilihan dan menyenangkan di antara umat Allah” (ibid.).

Seperti John Bunyan menulis ini, bagi mereka yang mencoba membujuk laki-laki itu kembali dari mencari keselamatan,

“Kalian tinggal di Kota Kebinasaan... Dan semua orang akan mati tenggelam dalam api dan belerang yang akan membakar kota ini. Percayalah, saudara-saudarku yang baik, dan marilah ikut pergi bersama dengan aku.” “Apa!” seru [orang yang mengikutinya itu]. “Dan tinggalkan semua teman-teman kita dan kenyamanan?” “Ya,” kata [laki-laki yang sedang mencari Kristus], “untuk semua yang kalian [korbankan] tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan... yang aku cari...” (John Bunyan, ibid.).

Anda dipanggil keluar dari dunia kepada Kristus. Orang yang menolak untuk berhenti mencari persahabatan dan kenyamanan dunia tidak akan memandang Kristus. Anda tidak dapat memandang ke dua arah sekaligus! “Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya” (Yakobus 1:8). Orang yang “mendua hati” adalah orang yang tidak akan memandang kepada Kristus untuk keselamatan!

“Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka… maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu…” (II Korintus 6:17-18).

Pemisahan adalah masalah hati. Kristus ingin Anda berhenti mempercayai dunia dan mempercayai Dia sebagai gantinya. Sebagaimana dikatakan dalam pujian klasik ini,

“B’rikan-Ku hatimu,” kata Juruselamat manusia,
   Memanggil masuk ke dalam rahmat lagi dan lagi;
Anugerah berlimpah siap diberikan,
   Bukankah Aku t’lah mati untuk engkau? Berikan-Ku hatimu.
“B’rikan-Ku hatimu, b’rikan-Ku hatimu,”
   Dengarkan bisikan lembut itu, di manapun engkau berada; Dari dunia yang gelap ini Ia akan menarik engkau keluar;
   Berbicara dengan begitu lembut, “B’rikan-Ku hatimu.”
(“Give Me Thy Heart” oleh Eliza E. Hewitt, 1851-1920).

Maukah Anda keluar dari dunia, dan percaya kepada Yesus, Anak Allah? Maukah Anda memandang Dia di Surga, dan memberi diri disucikan dari dosa-dosa Anda dengan Darah-Nya? Saya ingin berbicara dengan Anda tentang ini di kantor saya. Maukah Anda maju ke depan dan berdiri di sini di depan mimbar? Kemudian kita akan pergi ke kantor saya dan berbicara tentang bagaimana Anda dapat percaya kepada Yesus. Silahkan Anda maju ke depan, sementara Mr. Griffith menyanyikan lagu ini, “B’rikan Ku Hatimu.” Silahkan Anda maju ke depan, sementara ia menyanyikannya.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: II Korintus 6:14-18.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Give Me Thy Heart” (oleh Eliza E. Hewitt, 1851-1920).


GARIS BESAR KHOTBAH

KELUARLAH DARI ANTARA MEREKA!

COME OUT FROM AMONG THEM!

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa” (II Korintus 6:17-18).

(Kejadian 19:14, 26; Lukas 17:32)

I.    Pertama, pemisahan diajarkan di seluruh Alkitab, II Korintus 6:14; Ulangan 22:10.

II.   Kedua, pemisahan mengambil Anda keluar dari persekutuan dengan dunia dan masuk ke dalam persekutuan jemaat lokal; Yohanes 15:19; Yohanes 17:6; Kisah Para Rasul 2:47.

III.  Ketiga, pemisahan adalah masalah hati, Yakobus 4:4; 1:8.