Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




HAL-HAL BAIK DATANG MELALUI DOA

GOOD THINGS COME THROUGH PRAYER
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 5 Juni 2016

“Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Matius 7:11).


Dalam perikop yang luar biasa ini Yesus mendorong kita untuk berdoa. Ayat 7 dan 8 ada dalam bentuk waktu sekarang (present tense) dalam bahasa Yunani. Itu berarti terus meminta, terus mengetuk. Ketika Roh Kudus membuat hati Anda merasakan kebutuhan itu lagi dan lagi, itu adalah beban dari Tuhan. Maka Anda akan diingatkan untuk berdoa untuk hal itu lagi dan lagi, sampai jawabannya datang dari Bapa kita di Surga.

Ketika saya dan keluarga saya kembali dari liburan pendek di Meksiko, saya langsung dihadapkan dengan delapan masalah besar di gereja kita. Tampaknya tidak ada cara yang mungkin untuk menangani masalah ini. Saya menyerahkan setiap masalah tersebut kepada Allah dalam doa, tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan semua masalah tersebut. Itu adalah masalah besar. Tentu saja Iblis menganggu pikiran saya dengan keraguan dan ketakutan. Tentu saja, sifat lama saya tidak percaya bahwa Allah akan mengurus semua masalah tersebut. Tetapi saya berdoa, seperti orang yang berkata kepada Yesus, “Tuhan, aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” (Markus 9:24). Itu adalah doa yang baik untuk dipanjatkan ketika iman Anda sedang lemah, “Tuhan, aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” - untuk mengatasi ketidakpercayaan saya, untuk memperkuat iman saya. Demikianlah saya berdoa untuk delapan masalah besar tersebut.

Dan satu per satu Allah menjawab doa-doa saya. Satu per satu, masalah-masalah yang tampaknya mustahil itu, teratasi dalam jawaban doa. Satu masalah yang saya telah doakan selama lebih dari lima belas tahun itu terjawab Minggu lalu! Betapa itu merupakan suatu mujizat! Puji Tuhan sumber dari semua berkat! Juga, satu per satu, dari delapan masalah yang saya bicarakan tadi teratasi. Yang terakhir itu dijawab sebelum saya duduk untuk menulis khotbah ini! Itu adalah masalah yang sangat besar. Itu telah membebani hati saya selama berbulan-bulan! Tetapi ketika Allah menjawabnya, itu tampak begitu mudah! Beban terangkat, dan Allah memberi jawaban dengan mudah, sehingga sekarang merasa saya tampak bodoh karena sebelumnya saya telah begitu memikirkan masalah itu!

Marilah, jiwaku, pakaianmu telah siap,
   Yesus senang menjawab doa;
Ia sendiri telah meminta engkau berdoa,
   Oleh karena itu Ia tidak akan mengatakan tidak kepadamu,
Oleh karena itu Ia tidak akan mengatakan tidak kepadamu,

Engkau datanglah kepada Raja;
   Bawalah permohonan besar;
Mintalah kasih karunia dan kuasa-Nya,
   Tidak ada yang bisa pernah meminta terlalu banyak,
Tidak ada yang bisa pernah meminta terlalu banyak!
      (“Come, My Soul, Thy Suit Prepare” oleh John Newton, 1725-1807).

Itu membuat hati saya bernyanyi ketika saya mengingat bagaimana Allah menjawab doa-doa saya! Hati saya bernyanyi ketika saya bersyukur kepada Allah karena doa yang dijawab! Ketika Allah menjawab doa, Anda harus cepat untuk bersyukur kepada-Nya!

“Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Matius 7:11).

Mintalah kasih karunia dan kuasa-Nya,
   Tidak ada yang bisa pernah meminta terlalu banyak,
Tidak ada yang bisa pernah meminta terlalu banyak!

Haleluya! Haleluya! Haleluya! Beri kemuliaan bagi Allah! Beri kemuliaan bagi Allah! Ia menjawab doa! (tepuk tangan).

Kita telah melihat jawaban yang luar biasa untuk doa tahun ini. Kita melihat dua wanita pada usia delapan puluhan diselamatkan. Kita melihat dua belas orang muda baru yang diselamatlam dalam beberapa hari. Kemudian Robert Wang diselamatkan ketika Dr. Rasmussen berkhotbah pada hari Minggu Paskah pagi. Kemudian Woody telah dilepaskan dari penindasan setan - keajaiban nyata dari kasih karunia! Lalu Jesse Zacamitzin! Dia menatap saya dengan mata marah ketika ia tahu bahwa saya menyukai Trump. Tetapi tidak lama setelah itu ia memiliki air mata mengalir di pipinya di ruang penyelidikan, ketika Dr. Cagan menuntunnya untuk mempercayai Juruselamat! Luar biasa! Hanya Allah yang bisa melakukan itu dalam hidupnya! Valentine Herrera tidak terlihat sama sekali sebagai prospek yang baik sama sekali! Tetapi Allah seperti memberitahu saya bahwa dia akan diselamatkan. Dan dia mudah-mudahan segera diselamatkan! Luar biasa! Hanya Allah yang bisa melakukan itu! Kemudian saya telah menyampaikan khotbah sebagian besar untuk orang-orang Kristen. Saya hanya menekankan Injil secara singkat. Betapa mengejutkan ketika mereka mengatakan kepada saya bahwa Tom Xia diselamatkan setelah itu! Saya lupa menyebutkan pertobatan Mrs. Zabalaga setelah John Cagan hanya memintanya untuk percaya Yesus - dan dia melakukannya - setelah lebih dari 35 tahun ada dalam keraguan dan kebingungan! Luar biasa! Hanya Allah yang bisa melakukan itu! Sekitar 17 orang telah diselamatkan tahun ini - dan hanya separoh dari tahun ini! (tepuk tangan)

Saudara-saudaraku yang terkasih, Allah adalah Allah dari mukjizat! Dia menjawab doa! Dia memberikan hal yang baik untuk mereka yang meminta kepada-Nya! Saudara-saudara, mari kita fokus pada doa bagi kehadiran Allah dalam kebaktian kita. Saya ingin Anda berdoa untuk kehadiran Allah setiap kali Anda berdoa. Pendeta saya di gereja Tionghoa adalah Dr. Timothy Lin (1911-2009). Beliau sering berbicara tentang perlunya untuk berdoa bagi kehadiran Allah di dalam gereja. Dr. Lin berkata,

     Tujuan umum dari doa adalah meminta perkenanan Allah untuk memberkati kita dengan rahmat-Nya, untuk menyembuhkan orang sakit, untuk menghibur kaum tertindas, untuk menyediakan bagi yang membutuhkan, untuk menyelamatkan dari pencobaan, untuk menolong orang-orang tidak percaya dan orang-orang percaya untuk bertumbuh, dan sebagainya... Bahkan, semua permintaan tersebut adalah obat untuk gejala bukan untuk akar masalahnya. Tuhan kita telah... memberi kita obat untuk akar masalah - kehadiran-Nya bersama dengan kita!
     Dengan kehadiran-Nya, semua masalah tersebut akan terselesaikan, kegelapan akan berubah menjadi terang, dan bencana akan menjadi kekayaan... Puji Tuhan! Dia telah berjanji untuk menyertai kita melalui doa... Tujuan doa adalah untuk memiliki kehadiran Allah (Timothy Lin, Ph.D., The Secret of Church Growth, FCBC, 1992, hlm. 108, 109).

Oleh karena itu, saya meminta Anda untuk berdoa bagi kehadiran Allah di gereja kita setiap kali Anda berdoa. Ketika Anda berdoa di pagi hari, pastikan untuk berdoa bagi kehadiran Allah di antara kita. Ketika Anda bersyukur kepada Allah atas makanan sebelum Anda makan, berdoalah setidaknya beberapa kata meminta Dia untuk hadir di gereja kita. Ketika Anda berdoa untuk saya, berdoa untuk kehadiran Allah melalui khotbah saya. Juga berdoa bagi kehadiran Allah ketika saya menulis khotbah di kantor rumah saya. Ketika Anda berdoa untuk Fall Harvest [Tuaian Musim Gugur], berdoalah untuk kehadiran Allah di antara kita. Tanpa kehadiran-Nya, semua penginjilan kita tidak akan menghasilkan buah. Ketika Anda berdoa untuk misi kita untuk menjangkau dunia dengan Internet, berdoalah untuk kehadiran Allah di antara mereka yang membaca khotbah, atau mereka yang mengkhotbahkannya kembali, atau mereka yang menonton video. Ketika Anda berdoa untuk penginjilan kita, berdoalah untuk kehadiran Allah untuk pergi bersama dengan kita ketika kita menginjili. Ketika Anda berdoa untuk persembahan pujian dari Mr. Griffith, dan untuk nyanyian pujian jemaat kita, berdoalah untuk kehadiran Allah bersama dengan lagu-lagu nyanyian pujian tersebut. Berdoalah untuk kehadiran Allah dalam pertemuan doa kita. Berdoalah untuk kehadiran Allah agar meremukkan hati “anak-anak gereja ini” yang masih terhilang. Tetapi jangan berhenti di situ - berdoalah untuk kehadiran Allah agar menyelamatkan orang-orang yang baru datang mengadiri kebaktian di gereja ini. Hafalkan nama-nama orang baru - dan berdoalah untuk kehadiran Allah untuk menunjukkan kepada mereka kebutuhan mereka akan Kristus - dan untuk menarik mereka kepada sang Juruselamat. Berdoalah untuk kehadiran Allah agar mengikat Iblis dan roh-roh jahatnya. Berdoalah untuk kehadiran Allah di ruang penyelidikan setelah kebaktian. Berdoalah untuk kehadiran Allah agar menyembuhkan orang sakit, seperti Mrs. Roop dan saya sendiri. Berdoalah untuk kehadiran Allah dalam setiap kegiatan gereja kita. Berdoalah untuk kehadiran Allah ketika Noah Song dan John Cagan berkhotbah selama tuaian musim gugur (Fall Harvest). Berdoalah untuk kehadiran Allah setiap kali saya berbicara. Berdoalah untuk kehadiran Allah setiap kali Dr. Chan berbicara. Dalam Perumpamaan tentang Teman yang Mendesak, Yesus berkata,

“Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Lukas 11:13).

Kita harus terus-menerus meminta kehadiran Allah Roh Kudus untuk menyertai kita. Dan itu juga harus membawa kita juga untuk berdoa kiranya Allah memuliakan diri-Nya di antara kita dalam kebangunan rohani. Saya berharap agar Anda mau berdoa kiranya Allah mengirimkan kebangunan rohani kepada kita setiap kali Anda berdoa! Ya - setiap kali! Kebangunan rohani lebih intens tercurah dari kehadiran-Nya di antara kita. Kita juga harus menaikkan doa Habakuk,

“TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang!” (Habakuk 3:2).

“Ya Tuhan, hidupkanlah kembali pekerjaan-Mu.” Sebuah himne kuno yang selalu saya sukai mengatakan itu dengan baik.

Hujan berkat,
   Hujan berkat yang kita butuhkan;
Rahmat tercurah atas kita,
   Untuk hujan berkat itu kami memohon.
(“There Shall Be Showers of Blessing” oleh Daniel W. Whittle, 1840-1901).

“Tetesan berkat” itu adalah 17 atau 18 jiwa yang telah diselamatkan tahun ini. Tetapi “hujan berkat” datang ketika Allah menurunkan kuasa kebangunan rohani dalam kekuatan penuh dari berkat-Nya.

Ketika kebangunan rohani datang itu adalah Allah yang mengirimkannya. Gereja bisa terus berjalan dan baik-baik saja. Kita bisa melihat jiwa-jiwa diselamatkan. Kita dapat memiliki kehadiran Allah. Namun dalam kebangunan rohani semuanya diintensifkan. Doa-doa tiba-tiba menjadi lebih kuat. Khotbah menjadi sangat kuat. Keinsafan akan dosa menjadi sangat besar. Setiap kebaktian menjadi ruang penyelidikan yang penuh kuasa. Air mata mengalir ketika orang-orang mengakui dosa-dosa mereka. Bahkan mereka yang sudah diselamatkan akan mengakui dosa mereka - sering secara terbuka di hadapan semua orang. Injil yang orang-orang terhilang telah dengar selama bertahun-tahun datang kepada mereka seolah-olah seperti pesan baru, yang mereka tidak pernah benar-benar fahami.

Kebangunan rohani biasanya datang ketika beberapa orang di gereja mulai merasa ada sesuatu yang lebih yang diperlukan. Mereka tidak lagi puas dengan rutinitas gereja. Mereka mulai berdoa kepada Allah untuk bekerja dengan cara yang ajaib di antara mereka. Orang-orang Kristen menjadi sadar bahwa mereka jauh lebih dingin daripada yang mereka pikirkan tentang diri mereka. Mereka mengakui keduniawian mereka. Mereka mengakui dosa-dosa di dalam hati mereka. Mereka sering mengakui dosa mereka secara terbuka. Mereka berseru kepada Allah untuk mengampuni dan memulihkan mereka. Allah sendiri membangkitkan gereja, dan itu menjadi seperti gereja dalam Kitab Kisah Para Rasul.

Doa yang dahsyat untuk kuasa kebangunan rohani diberikan oleh nabi Yesaya. Dia berdoa,

“Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu” (Yesaya 64:1).

Saya harap beberapa dari Anda akan menghafal doa itu, dan benar-benar menggunakan kata-kata tersebut ketika Anda berdoa untuk kebangunan rohani.

Dr Martyn Lloyd-Jones menyebut Yesaya 64: 1, “doa utama untuk kebangunan rohani.” Dia berkata,

“’'Oh, Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun’ - dan saya tidak ragu-ragu untuk [mengatakan] bahwa itu adalah doa utama sehubungan dengan kebangunan rohani. Hal ini benar, tentu saja, selalu berdoalah agar Allah memberkati kita... dan untuk berbelas kasihan kepada kita, yang harus menjadi doa kita terus-menerus. Tetapi ini melampaui itu, dan di sini bahwa kita melihat perbedaan antara apa yang gereja harus selalu doakan, dan doa khusus, istimewa, doa mendesak untuk kunjungan Roh Allah dalam kebangunan rohani... ‘Oh’ katanya, ‘Sekiranya Engkau mengoyakkan langit’. Ada proses pengoyakan. Allah meletus ke tengah-tengah [kita]” (Martyn Lloyd-Jones, M.D., Revival, Crossway Books, 1992, hlm. 305-307).

Doa Yesaya disarankan dalam paduan suara pendek yang kita sering nyanyikan,

O curahkan kuasaMu,
   Rohulkudus, kami berdoa;
O curahkan kuasaMu,
   Rohulkudus, kami berdoa
Ubah dan isilah aku;
   O curahkan kuasaMu,
Rohulkudus, kami berdoa.
   (“Spirit of the Living God” oleh Daniel Iverson, 1899-1977/
      Nyanyian Pujian No. 94; diubah oleh Dr. Hymers).

Ketika Anda berdoa untuk kebangunan rohani dalam lagu paduan suara itu, maka Anda menaikkan kata-kata doa Yesaya 64:1,

“Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu” (Yesaya 64:1).

Gunung-gunung kesombongan, gunung-gunung dosa dan pemberontakan, gunung-gunung ketidakpercayaan - semua akan runtuh ketika Allah mengoyakkan langit dan turun di antara kita.

Jadi, kita harus berdoa untuk kehadiran Allah dalam segala sesuatu yang kita lakukan di dalam gereja. Tetapi kita juga harus berdoa untuk pencurahan yang lebih besar dari Roh Allah di antara kita dalam kebangunan rohani. Ketika kebangunan rohani datang hampir selalu datang dengan tiba-tiba. Saya telah melihat kebangunan rohani tiga kali dalam hidup saya. Pertama dan ketiga kalinya saya melihat kebangunan rohani, Roh Kudus turun tiba-tiba sehingga kami terkejut dan dilanda oleh kuasa Allah! Jika Allah harus mengirimkan kebangunan rohani di sini Anda tidak akan pernah melupakannya selama Anda hidup. Akan ada lebih banyak pekerjaan dilakukan di gereja kita dalam satu bulan dari yang kita lihat sekarang selama dua puluh tahun! Saya tahu. Saya telah melihat dengan mata saya sendiri apa yang Allah bisa lakukan ketika Dia mengoyak langit dan turun dalam kuasa yang lebih besar daripada yang pernah kita lihat sebelumnya. Bawalah khotbah ini pulang dan bacalah kembali ketika Anda berdoa. Pertama, berdoa untuk kehadiran Allah dalam semua yang kita lakukan. Kemudian berdoa juga untuk pencurahan yang lebih besar dari Roh Allah dalam kebangunan rohani.

Selalu berdoalah untuk kehadiran Allah dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Tetapi juga berdoalah untuk pencurahan yang lebih besar di antara kita dalam kebangunan rohani. Yesus berkata,

“Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Matius 7:11).

“Tuhan, Kirimkan Kebangunan Rohani.” Nyanyikan lagu ini!

Tuhan kirimkanlah kebangunan rohani,
   Tuhan kirimkanlah kebangunan rohani,
Tuhan kirimkanlah kebangunan rohani,
   Dan biarlah itu turun dari-Mu.
(“Lord, Send a Revival” oleh Dr. B. B. McKinney, 1886-1952;
      diubah oleh Dr. Hymers).

Mari setiap orang berdoa untuk suatu pertobatan malam ini (semua berdoa).

Marilah, jiwaku, pakaianmu telah siap,
   Yesus senang menjawab doa;
Ia sendiri telah meminta engkau berdoa,
   Oleh karena itu Ia tidak akan mengatakan tidak kepadamu,
Oleh karena itu Ia tidak akan mengatakan tidak kepadamu,

Engkau datanglah kepada Raja;
   Bawalah permohonan besar;
Mintalah kasih karunia dan kuasa-Nya,
   Tidak ada yang bisa pernah meminta terlalu banyak,
Tidak ada yang bisa pernah meminta terlalu banyak!

Anda bisa diselamatkan dari dosa malam ini. Roh Kudus bisa membangunkan Anda untuk melihat dosa Anda. Roh Kudus bisa menarik Anda kepada Kristus untuk membersihkan Anda dari dosa dengan darah-Nya yang mahal. Jika Anda ingin berbicara dengan kami tentang bagaimana diselamatkan, ikutilah Dr. Cagan dan John Cagan ke belakang auditorium sekarang. Mereka akan membawa Anda ke sebuah ruangan yang tenang di mana kita bisa bicara dan berdoa. Amin.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Matius 7:7-11.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Come, My Soul, Thy Suit Prepare” (oleh John Newton, 1725-1807).