Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




BAGAIMANA MENGETAHUI KEHENDAK ALLAH

HOW TO KNOW THE WILL OF GOD
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 15 Mei 2016

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” (Yakobus 1:22).


A. W. Pink (1886-1952) berkata, “Ada banyak ‘pendengar’ Firman, para pendengar biasa, para pendengar terhormat, para pendengar yang tertarik; tetapi sayangnya, apa yang mereka dengar [tidak mempengaruhi] hidup mereka: tidak mengatur cara [hidup] mereka. Dan Tuhan berfirman bahwa mereka yang tidak menjadi pelaku Firman menipu diri mereka sendiri!... Dimana tidak ada peningkatan [penyerahan] hati dan hidup menuruti Firman Tuhan, maka peningkatan pengetahuan hanya akan membawa kecaman meningkat... Tuhan telah memberikan kepada kita Firman-Nya... untuk tujuan mengarahkan kita: untuk membuat mengetahui apa yang Dia kehendaki untuk kita lakukan” (Arthur W. Pink, “The Scriptures and Obedience,” in Profiting From the Word, Free Grace Broadcaster, Summer 2015, hal. 1, 2).

“Tuhan telah memberikan kepada kita Firman-Nya... untuk tujuan mengarahkan kita.” Saya sepenuhnya setuju dengan Mr Pink. Itulah apa yang diajarkan kepada saya, bahkan sebelum saya bertobat. Gereja Baptis yang saya hadiri di Huntington Park ketika saya masih remaja salah pada beberapa hal, tetapi tidak dalam hal ini. Saya diajarkan bahwa Allah berbicara kepada kita dan menunjukkan kehendak-Nya hanya dari Kitab Suci. Dan saya belajar untuk tidak mencari kehendak Allah melalui perasaan atau kesan. Saya terutama belajar ini kemudian dari pendeta saya, Dr. Timothy Lin, dan juga dari Dr. J. Vernon McGee. Oleh kasih karunia Allah, saya bisa mengatakan bersama dengan pemazmur, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mazmur 119: 105). Amsal 6:22 berkata tentang firman Allah, “Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya.” Itulah sebabnya teks kita berkata, “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” (Yakobus 1:22). Ayat ini menjelaskan kepada kita bagaimana mengetahui kehendak Allah.

I. Pertama, teks ini berbicara tentang orang-orang yang menipu diri mereka sendiri tentang kehendak Allah.

Saya mengomentari bagian kedua dari teks ini terlebih dahulu, “menipu diri sendiri.” Mereka yang menolak untuk menjadi “pelaku firman” akan tertipu. Mereka tidak akan dapat mengetahui kehendak Allah bagi hidup mereka. Hal ini sangat umum di antara orang-orang di gereja hari ini. Mereka sering tertipu, dan tidak dapat mengetahui kehendak Allah bagi hidup mereka.

Mereka lupa bahwa Iblis adalah penipu ulung. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Setan menipu bangsa-bangsa di dunia (Wahyu 20: 3). Dia disebut “Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia” (Wahyu 12: 9). “Setan” berarti “lawan” atau “musuh.” Dia menentang Allah. Trik tertuanya adalah menipu orang. Dia “menyesatkan seluruh dunia.” Kata Yunani untuk “menyesatkan” adalah “planaō.” Kata ini berarti “menyesatkan,” “merayu,” “menyerongkan,” “menarik dan menyesatkan.” Ini adalah apa yang Setan lakukan sejak mulanya. Dia menipu orang tua pertama kita, memimpin mereka kepada kesesatan, merayu mereka untuk memakan buah terlarang di Taman itu. Banyak orang Kristen hari ini berpikir bahwa mereka tahu kehendak Allah bagi hidup mereka. Tetapi mereka benar-benar disesatkan oleh setan. Banyak yang berpikir Roh Kudus memimpin mereka, tetapi itu benar-benar Iblis. Anda tidak boleh melupakan itu. Rasul Petrus berbicara kepada orang-orang Kristen ketika ia memperingatkan mereka, “Sadarlah [waspadalah] dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling… mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (I Petrus 5: 8). Dr. McGee berkata, “Saya tidak berpikir Anda dapat melawan Iblis sendirian... Anda membutuhkan orang-orang percaya lainnya untuk berdiri bersama dengan Anda” (Thru the Bible; catatan untuk I Petrus 5:9). Saya pikir dia benar. Iblis akan menggoda Anda dan menyesatkan Anda jika Anda berdiri sendirian, atau jika Anda memiliki persekutuan yang erat dengan orang yang belum diselamatkan, bahkan walau itu adalah saudara atau saudari dalam daging. Alkitab berkata,

“Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang” (Amsal 13:20).

Catatan Scofield dengan baik mendefinisikan orang ‘bebal” (p 678.) “Seorang ‘bebal’ dalam Alkitab tidak pernah mengacu pada kebodohan mental, melainkan suatu kesombongan dan membodohi diri sendiri; seorang yang menjalani hidupnya seakan tidak ada Tuhan.” Orang sombong adalah orang bodoh, bahkan di gereja ini. Pastikan Anda bersekutu dengan orang-orang bijak, dan tidak dengan orang-orang bodoh! Orang bodoh akan digunakan oleh Iblis untuk memimpin Anda menjauh dari kehendak Allah.

Kemudian, juga, Anda dapat ditipu oleh orang Kristen palsu. Hal ini terutama berlaku di hari-hari terakhir. Alkitab mengatakan,

“Sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan” (II Timotius 3:13).

Orang-orang Kristen palsu pasti akan menipu Anda dan menyesatkan Anda. Tetapi jawaban untuk II Timotius 3:13 adalah dalam ayat 14 dan 15. Firman Allah adalah panduan yang pasti di hari-hari yang jahat ini. Tetaplah dekat dengan orang-orang yang menaati Alkitab. Jangan dengarkan mereka yang “menipu, dan disesatkan.”

Juga, Anda dapat tertipu oleh apa yang disebut “pimpinan” Roh Kudus. Ini adalah perangkap utama untuk kaum injili hari ini. Mereka telah diajarkan bahwa setiap pikiran yang melintas di pikiran mereka adalah “pimpinan” Roh Allah. Banyak dari mereka berbicara tentang hal itu. Mereka berkata, “Tuhan menuntun saya untuk melakukan hal ini,” atau “Tuhan menuntun saya untuk melakukan itu.” Anda mendengar itu sepanjang waktu. Kedengarannya sangat rohani. Anda mungkin berpikir orang itu adalah seorang Kristen yang kuat. Namun Alkitab menyebut mereka “bodoh.” Alkitab berkata,

“Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal” (Amsal 28:26).

Anda akan mendengar mereka berkata, bahkan di jalan, “Tuhan memimpin saya untuk melakukan hal ini.” “Tuhan membawa saya ke sini.” “Tuhan membawa saya untuk pergi.” Hampir setiap kali Anda mendengar kata-kata itu, Anda mendengarnya dari orang-orang “bodoh.”

“Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal” (Amsal 28:26).

Alkitab dengan jelas mengatakan, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” (Amsal 3:5). Ketika orang menolak untuk melakukan itu mereka membuka diri untuk penipuan, yang membawa kita kembali ke ayat kita,

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” (Yakobus 1:22).

II. Kedua, teks kita berbicara tentang orang-orang yang benar-benar menemukan kehendak Allah.

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja...” (Yakobus 1:22).

Dengar Firman Tuhan dan carilah bimbingan darinya, Anda harus bersedia untuk mematuhi apa yang Anda dengar. Bagaimana mendengarkan firman diberikan dalam ayat sebelumnya, Yakobus 1:21.

“Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu” (Yakobus 1:21).

Saya akan memberikan dari terjemahan modern untuk kejelasan.

“Oleh karena itu, singkirkanlah semua kotoran moral dan kejahatan yang begitu umum, dan dengan rendah hati terimalah firman yang tertanam di dalam kamu, yang dapat menyelamatkan kamu” (NIV).

Seseorang harus menyingkirkan semua kotoran moral, dan kejahatan yang begitu umum. Ini termasuk pornografi dan kepahitan. Beberapa orang berharap mengetahui kehendak Allah sementara mereka adalah budak dari pikiran yang tidak bersih. Beberapa orang berharap mengetahui kehendak Allah sementara mereka ada kepahitan dengan orang tua mereka, dengan pendeta, atau dengan para pemimpin lainnya dalam gereja. Mereka memiliki kepahitan hati. Lainnya memiliki persahabatan erat dengan orang-orang yang melawan Allah, yang duniawi. Mereka suka orang itu sehingga mereka lupa bahwa “barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah” (Yakobus 4: 4). Yang lainnya penuh iri dan kesombongan. Anda harus mengakui hal ini kepada Tuhan dan meminta-Nya untuk menghapusnya dari hati Anda. Hanya setelah itu Anda akan cukup rendah hati untuk menerima Firman Tuhan sebagai pedoman dalam hidup Anda. Hanya setelah itu Anda akan menjadi “pelaku firman, dan bukan hanya pendengar saja.” Mengomentari ayat ini, Spurgeon yang tersohor berkata, “Hal ini hampir selalu terjadi [ketika orang tumbuh menjadi skeptis setelah pernah mengaku sebagai orang Kristen], dan mulai memetik pada ini atau itu, ada kejahatan rahasia dalam hidup mereka yang dengan demikian mereka mencoba untuk menyembunyikan dari hati nurani mereka sendiri. Setan menggoda mereka untuk lari dari pelayanan karena Injil menekan keras melawan hati nurani bersalah mereka, dan membuat mereka merasa tidak nyaman dalam dosa-dosa mereka. Jika Anda mendengar Firman Tuhan dengan sukacita dan itu memberkati diri Anda, Anda harus ‘membuang segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu,”; karena hal-hal itu akan membuat Anda menentang Firman Allah” (C. H. Spurgeon, “Before Sermon, At Sermon, and After Sermon,” MTP, No. 1,847). Anda harus membuang segala sesuatu yang kotor jika Anda ingin menerima berkat dari Firman Allah. Hanya setelah itu Anda dapat “menjadi pelaku firman.” Hanya ketika Anda menaati Firman Tuhan, baru kemudian Anda dapat mengetahui kehendak-Nya bagi hidup Anda. Sekarang saya akan memberikan enam cara dalam Alkitab untuk mengetahui kehendak Allah.

1. Sekali lagi, dan ini yang paling penting, untuk mengetahui kehendak Allah seharusnya Anda tidak percaya kepada hati Anda sendiri. Seperti yang saya katakan sebelumnya, Alkitab mengatakan dengan sangat jelas,

“Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal” (Amsal 28:26).

Mengapa itu begitu penting? Karena,

“Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?” (Yeremia 17:9).

Tidak heran orang yang percaya kepada hatinya sendiri disebut “bodoh.”

2. Untuk mengetahui kehendak Allah Anda harus bersedia untuk melakukan kehendak Allah, bukan kehendak diri Anda sendiri.

“Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri” (Yohanes 7:17).

Dr. John R. Rice berkata, “Ini berarti bahwa jika seseorang memilih untuk melakukan kehendak Allah, Allah akan menyingkapkan kepadanya” (The Son of God, commentary on the Gospel of John, Sword of the Lord Publishers, 1976, hal. 162). Dr. Henry M. Morris berkata, “Ini bisa dibaca: ‘Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu... Jadi, syarat pertama untuk memastikan pimpinan Allah dalam beberapa hal... adalah keinginan yang tulus untuk mengikuti kehendak Tuhan, bahkan walaupun jawabannya bertentangan dengan keinginan seseorang” (The Defender’s Study Bible; catatan untuk Yohanes 7:17).

3. Untuk mengetahui kehendak Allah Anda harus mengakui dan meninggalkan dosa-dosa Anda.

“Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi. Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka” (Amsal 28:13, 14).

4. Untuk mengetahui kehendak Allah Anda tidak harus membenci didikan ayah Kristen Anda.

“Orang bodoh menolak didikan ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak” (Amsal 15:5).

“Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan” (Amsal 13:1).

5. Untuk mengetahui kehendak Allah Anda harus mematuhi nasihat para pemimpin rohani di gereja.

“Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah...” (Ibrani 13:17).

Mengenai Ibrani 13:17 Reformation Study Bible berkata, “Para pemimpin gereja yang setia seperti gembala yang setia atau penjaga yang berseru memperingatkan bahaya kepada warga kota. Kepedulian para pemimpin sungguh mendalam dan tulus karena mereka diangkat oleh Allah dan akan memberikan pertanggungjawaban mereka kepada-Nya. Siapapun akan menderita jika pelayanan mereka ditolak.”

6. Untuk mengetahui kehendak Allah Anda harus menguduskan hidup Anda kepada Allah, dan tidak menjadi serupa dengan dunia.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12:1, 2).

“Pembaharuan budi adalah orang yang dikendalikan oleh Firman Allah” (MacArthur Study Bible; catatan untuk Roma 12:2).

Mari kita berdiri dan menyanyikan himne nomer 4 pada lembar lagu Anda.

Ku beserta Tuhan dalam perjalanan,
   Sinar sabdaNya jadi suluh;
Tuhanku di samping; Ku tetap dibimbing,
   Serta umat percaya, patuh.
Percayalah, Patuh pada Allah;
   Agar hidup bahagia, Percaya, patuhlah

Hilang awan gelap dan bayangan lenyap;
   Dalam kasihNya ku berteduh;
Hilang bimbang ragu, Hilang tangis sendu,
   Bila hidup percaya, patuh.
Percayalah, Patuh pada Allah;
   Agar hidup bahagia, Percaya, patuhlah

Ku beserta Tuhan dalam perjalanan,
   Persekutuan indah teguh;
JalanNya kuikuti, P'rintahNya kuturut,
   Selamanya percaya, patuh.
Percayalah, Patuh pada Allah;
   Agar hidup bahagia, Percaya, patuhlah
(“Trust and Obey” oleh John H. Sammis, 1846-1919/
      Nyanyian Pujian No. 247).

Silahkan tetap berdiri.

Dalam Roma 10:16, Rasul Paulus berkata, “Tidak semua orang telah menerima kabar baik itu.” Dr. Martyn Lloyd-Jones berkata, “Perhatikan bagaimana Paulus mengatakannya di sini. Dia tidak mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak percaya Injil, tetapi tidak semua orang telah mentaatinya... Injil memanggil untuk menanggap. Injil memanggil untuk bertindak... itu panggilan untuk ketaatan. Injil dimaksudkan untuk mempengaruhi seluruh kehidupan seseorang. Injil dimaksudkan untuk menjadi pengendali, hal sentral dalam kehidupan, yang mengatur seluruh pandangan seseorang. Itulah yang dimaksud dengan kata ketaatan... Ketaatan adalah penting karena esensi dari dosa adalah ketidaktaatan kepada Allah” ” (“God’s Gospel and Obedience”).

Kristus memanggil Anda untuk bertobat dari dosa-dosa Anda dan datang kepada-Nya. Dia telah mati di kayu Salib untuk membayar dosa-dosa Anda. Dia memanggil Anda untuk mentaati Injil - Dia memanggil Anda untuk datang kepada-Nya dalam ketaatan kepada perintah-Nya. Jika Anda menolak untuk datang kepada-Nya Anda tidak mentaati perintah-Nya. Anda harus membuang kehendak diri dan sepenuhnya taat kepada Yesus Kristus. “Itu adalah ketaatan kepada Injil. Itulah yang menjadikan Anda seorang Kristen” (Lloyd-Jones, ibid.). Jika Anda ingin berbicara dengan kami tentang bagaimana menaati Injil dalam keselamatan nyata, ikuti Dr. Cagan dan Noah Song dan John Cagan ke belakang auditorium. Sambil setiap orang menutup matanya, ikuti mereka ke belakang sekarang. Mereka akan membawa Anda ke ruang penyelidikan di mana kita bisa bicara dan berdoa. Amin.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Yakobus 1:21-25.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Trust and Obey” (oleh John H. Sammis, 1846-1919).


GARIS BESAR KHOTBAH

BAGAIMANA MENGETAHUI KEHENDAK ALLAH

HOW TO KNOW THE WILL OF GOD

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” (Yakobus 1:22).

(Mazmur 119:105; Amsal 6:22)

I.   Pertama, teks ini berbicara tentang orang-orang yang menipu diri mereka sendiri tentang kehendak Allah, Wahyu 20:3; 12:9; I Petrus 5:8;
Amsal 13:20; II Timotius 3:13; Amsal 28:26; 3:5.

II.   Kedua, teks kita berbicara tentang orang-orang yang benar-benar menemukan kehendak Allah, Yakobus 1:21; 4:4; Amsal 28:26;
Yeremia 17:9; Yohanes 7:17; Amsal 28:13, 14; 15:5; 13:1;
Ibrani 13:17; Roma 12:1, 2; Roma 10:16.