Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




PENGLIHATAN DI SUATU MALAM –
KHOTBAH PASKAH

VISIONS IN THE NIGHT –
AN EASTER SERMON
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 27 Maret 2016

“Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah” (Kisah Rasul 1:1-3).


Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Tidak akan ada keraguan tentang hal itu. Kubur-Nya telah disegel oleh orang Romawi, dan tentara Romawi telah menjaganya dengan hidup mereka. Tetapi pada Minggu Paskah pagi Allah menggulingkan batu besar itu dan memecahkan segel Romawi itu. Dan Yesus melangkah keluar dari makam itu ke dalam cahaya pagi. Kubur yang kosong itu sendiri memproklamirkan kebangkitan-Nya dari antara orang mati!

Yesus telah bangkit dari kubur. Tidak akan ada keraguan tentang hal itu. Ratusan orang melihat Dia hidup setelah kebangkitan-Nya. Rasul Paulus berkata, “Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus…. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku” (I Korintus 15:6-8). “Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah” (Kisah Para Rasul 1: 3).

Dr. John R. Rice berkata,

Pertimbangkan betapa luar biasa bahwa ada ratusan orang saksi yang telah melihat Yesus setelah kebangkitan-Nya, beberapa dari mereka lagi dan lagi [selama] empat puluh hari... Secara harfiah ratusan saksi mata setuju bahwa Yesus telah bangkit dari kematian. Tidak satu orang pun yang pernah muncul untuk mengatakan bahwa mereka telah melihat mayat-Nya setelah [Paskah], atau menentang setiap bukti itu. Saksi mata [mengatakan] bahwa mereka telah menyentuh sang Juruselamat, menyentuh-Nya, merasakan bekas paku di tangan dan kaki-Nya, melihat-Nya makan, bersekutu dengan-Nya selama empat puluh hari... Bukti begitu kuat sehingga hanya mereka yang tidak ingin percaya dan tidak memeriksa bukti saja yang menolaknya. Tidak heran bahwa Alkitab mengatakan bahwa Yesus “menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya [kematian-Nya] selesai dengan banyak bukti yang tak terbantahkan,” Kisah Para Rasul 1:3 (John R. Rice, D.D., Litt.D., The Resurrection of Jesus Christ, Sword of the Lord Publishers, 1953, hlm. 49-50).

Kubur kosong, dan ratusan saksi mata, adalah bukti kuat tentang kebangkitan Kristus dari antara orang mati.

Namun bukti terkuatnya adalah perubaham hidup Murid-murid Kristus. Orang-orang ini berubah secara total setelah menyaksikan Kristus yang telah bangkit. Mereka dulunya adalah para pengecut, bersembunyi di ruangan yang terkunci dalam ketakutan. Tetapi setelah mereka melihat Kristus yang telah bangkit, mereka berkhotbah dengan berani bahwa Ia hidup-bangkit dari antara orang mati! Dan untuk memberitakan hal itu mereka membayar dengan nyawa mereka!

Petrus disalibkan dengan kepala di bawah.
Andreas disalibkan dengan salib berbentuk X.
Yakubus anak Zebedius dipenggal kepalanya.
Yohanes dimasukkan ke dalam bejana berisi minyak mendidih dan dibuang ke pulau Patmos.
Filipus – dipukuli dan kemudian dipakukan di kayu salib.
Bartholomeus dikuliti hidup-hidup dan kemudian disalibkan.
Matius dipenggal kepalanya.
Yakobus saudara Tuhan, dilemparkan dari atas atap Bait, dan kemudian dipukuli hingga mati.
Tadeus – dihujani anak panah hingga mati.
Markus diseret beberapa kuda sampai mati.
Paulus dipenggal kepalanya.
Lukas digantung pada sebuah pohon zaitun.
Thomas ditombak dan dilemparkan ke tungku perapian.

(The New Foxe’s Book of Martyrs, Bridge-Logos Publishers, 1997, hlm. 5-10; Greg Laurie, Why the Resurrection?, Tyndale House Publishers, 2004, hlm. 19-20).

Orang-orang ini melewati penderitaan mengerikan, dan semua kecuali Yohanes, mati dengan cara yang mengerikan. Mengapa ini terjadi pada mereka? Itu terjadi kepada mereka karena mereka mengatakan bahwa mereka telah melihat Yesus Kristus hidup, setelah Ia bangkit dari antara orang mati! Orang-orang itu tidak mungkin mau menderita dan mati untuk sesuatu yang mereka tidak lihat! Orang-orang ini telah melihat Kristus “menunjukkan diri-Nya hidup setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup dan selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri” (Kisah Para Rasul 1:3). Di usia lanjut, dengan tubuhnya yang mengerikan akibat bekas luka dari minyak mendidih, Rasul Yohanes mengatakan, “telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami” Kristus yang telah bangkit itu (I Yohanes 1:1). Saya mengatakan kita bisa mempercayai orang-orang ini! Mereka telah menderita dan mati karena memberitakan bahwa Kristus telah bangkit dari antara orang mati. Orang-orang ini tidak akan mau menderita dan mati untuk sesuatu yang mereka tidak lihat! Orang-orang ini telah melihat Kristus, dan menyentuh Dia, setelah Ia bangkit dari kubur! Itulah sebabnya penyiksaan dan kematian itu sendiri tidak bisa menghentikan mereka dari memberitakan, “Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati!”

Tomas telah melihat Dia di ruangan itu,
Memanggil Dia Guru dan Tuhan
Mencucukkan jarinya ke dalam lubang
Karena paku dan pedang itu.
Ia yang telah mati bangkit kembali!
Ia yang telah mati bangkit kembali!
Kuasa maut dikalahkan –
Ia yang telah mati bangkit kembali!
   (“Alive Again” oleh Paul Rader, 1878-1938).

Selanjutnya para Murid bertemu dengan Yesus yang telah bangkit untuk terakhir kalinya. Dia mengatakan kepada mereka untuk menunggu di Yerusalem sampai mereka “dibaptis oleh Roh Kudus.” Yesus berkata,

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kisah Rasul 1:8).

Dan itu membawa kita ke gereja kita sendiri, di sini di jantung pusat kota, di pusat kota Los Angeles. Saya katakan, oleh kasih karunia Allah, yang kita miliki di gereja kita ini adalah salah satu kelompok terbaik dari orang-orang Kristen di Amerika Serikat! Dan salah satu kelompok terbaik dari orang-orang muda Kristen di dunia! Saya dapat mengatakan tanpa malu karena itu bukan karena saya yang melakukannya. Pujian ini adalah untuk “the Thirty-Nine,” sekelompok kecil orang dewasa yang bekerja dan mengorbankan waktu dan uang mereka untuk menyelamatkan bangunan gereja ini dari kebangkrutan, setelah perpecahan gereja dahsyat yang mengambil 400 anggota dewasa kita. Pujilah nama Yesus! Dia membawa kita kepada kemenangan!

Pujian ini juga milik orang-orang muda di gereja kita. Mereka adalah para prajurit doa yang luar biasa. Mereka menghabiskan lebih dari satu jam dalam doa – bukan untuk mendengar khotbah atau studi Alkitab, tetapi untuk berdoa – selama lebih dari satu jam setiap minggu. Orang-orang muda dan para wanita juga memiliki dua kelompok doa yang berdoa selama satu jam setiap minggu untuk berdoa bagi Allah untuk mengirimkan kebangunan rohani di antara kita. Doa mereka telah dijawab oleh banyak petobat dari dunia. Hanya dalam tujuh minggu musim semi ini tiga belas orang telah diselamatkan dalam gereja ini sebagai jawaban doa-doa mereka. Salah satunya adalah seorang atheis berusia 89 tahun. Salah satunya adalah seorang Katolik yang berusia 86 tahun. Salah satunya adalah seorang wanita yang telah menolak Kristus selama hampir 40 tahun. Salah satunya adalah orang yang pernah ditawan oleh Setan sepanjang hidupnya. Sembilan lainnya adalah semua orang muda yang datang dari dunia, dan dibawa ke gereja kita dari kampus-kampus di mana kita menginjil. Pujilah nama Yesus! Dia adalah teladan kita dalam memenangkan jiwa!

Dr. David Ralston berkhotbah di gereja kita akhir pekan lalu. Ia adalah seorang misionaris, dan pendiri “Christ to the Nations.” Dr. Ralston menaruh foto dari gereja kita di halaman Facebook-nya - disertai dengan kata-kata ini. Dr. Ralston mengatakan,

     Saya berkhotbah semalam [Sabtu malam] dan [Minggu] pagi ini di sini di pusat kota Los Angeles di Baptist Tabernacle, di mana Dr. R. L. Hymers, Jr. adalah pendetanya. Kebaktian yang menakjubkan, setiap kursi terisi, setengah dari orang-orang itu nampak berusia di bawah 30 tahun!
     Juga, setiap kata yang diucapkan diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Spanyol dan Cina untuk para hadirin. Semangat Luar biasa, dengan banyak amin dan tepuk tangan ketika khotbah diberitakan. Khotbah-khotbah pendeta Hymers dibaca secara online oleh rata-rata 120.000 komputer di sekitar 210 negara yang berbeda setiap tiga puluh hari - juga dilihat di YouTube.
     Saya tidak tahu adakah pengkhotbah Injil lainnya yang menjangkau begitu banyak orang, yang secara konsisten dengan Injil, di seluruh dunia.
     Menurut saya pelayanan ini menjadi seperti zaman Spurgeon modern.

Pujilah nama Yesus! Dalam nama-Nya Allah menjawab doa!

Gereja ini sangat bernilai bagi saya lebih daripada semua emas di bumi ini. Pelayanan menjangkau seluruh dunia ini di Internet lebih berharga bagi saya daripada “sungai perak, permata yang tak terkatakan.” Ini mungkin tampak seperti hal kecil bagi Anda, tetapi gereja ini adalah hal yang paling penting di dunia bagi saya!

Seg'nap hidup dan kasihku, Ya, kuserahkan padaMu;
   Engkau Anak Domba Allah yang t’lah mati bagiku;
Semoga ku tetap teguh,
   Juruselamatku dan Allahku!
Ku suka hidup bagiMu yang t’lah mati bagiku,
   Sangat besarlah girangku;
Ku suka hidup bagiMu yang t’lah mati bagiku,
   Juruselamatku dan Allahku!
(“I’ll Live For Him” oleh Ralph E. Hudson, 1843-1901;
      diubah oleh Dr. Hymers).

Saya tidak hanya melihat gereja ini adalah harta yang berharga sekarang - saya juga melihat bahwa gereja ini sudah seharusnya menjadi harta yang berharga, dapat menjadi harta yang berharga, dan oleh anugerah Allah, gereja ini akan tetap menjadi harta yang berharga! Dalam penglihatan malam itu saya melihat setiap sudut auditorium gereja ini diisi dengan orang-orang muda yang bahagia! Saya bisa melihat Roh Allah turun dalam gelombang kebangunan rohani! Saya melihat wajah-wajah bahagia dari orang-orang muda yang telah menemukan Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka dan Tuhan mereka! Dalam penglihatan malam itu saya melihat orang-orang muda menangis dan berdoa, dan berseru kegirangan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Metodis pada zaman dulu, dan orang-orang Baptis pada zaman dulu, dan orang-orang Presbyterian pada zaman dulu! Saya melihat orang-orang muda menyerahkan hidup mereka untuk menjadi pemberita Injil - dan beberapa bahkan akan pergi ke ladang misi ke luar negeri sebagai misionaris bagi Yesus Kristus! Saya melihat sebuah gereja perkasa, penuh sesak - dengan kasih Allah mengalir keluar dari tempat ini ke sudut-sudut gelap dari bangsa kita, dan dunia kita! Saya melihat Kristus Yesus ditinggikan dan mencurahkan kasih-Nya kepada ratusan demi ratusan jiwa terhilang dan kesepian di seluruh dunia, melalui pelayanan gereja ini! Dan dalam penglihatan malam itu saya bisa mendengar mereka bernyanyi,

Ku suka hidup bagiMu yang t’lah mati bagiku,
   Sangat besarlah girangku;
Ku suka hidup bagiMu yang t’lah mati bagiku,
   Juruselamatku dan Allahku!

Nyanyikan ini bersama saya!

Ku suka hidup bagiMu yang t’lah mati bagiku,
   Sangat besarlah girangku;
Ku suka hidup bagiMu yang t’lah mati bagiku,
   Juruselamatku dan Allahku!

Saya akan segera berusia 75 tahun. Saya mungkin tidak melihat semua hal ini sebelum saya mati. Tetapi saya sudah melihat mereka - dalam penglihatan suatu malam! Mr. Griffith, tolong bantu kami menyanyikan lagu yang indah dari Mrs. Christiansen, “Penuhi Semua Visiku.” Mari kita berdiri. Ini nomor enam pada lembar lagu Anda.

Penuhi semua visiku, Juruselamat, aku berdoa,
   Kiranya aku hanya melihat Yesus hari ini;
Meskipun melalui lembah Engkau memimpinku,
   Kemuliaan-Mu yang tak surut meliputiku.
Penuhi semua visiku, Juruselamat ilahi,
   Sampai bersama kemuliaan-Mu rohku akan bersinar.
Penuhi semua visiku, kiranya semua orang melihat
   Gambar Kudus-Mu terpancar di dalamku.

Penuhi semua visiku, setiap kerinduan
   Untuk menjaga kemuliaan-Mu; jiwaku menginspirasi
Dengan kesempurnaan-Mu, kasih suci-Mu
   Membanjiri langkahku dengan cahaya dari atas.
Penuhi semua visiku, Juruselamat ilahi,
   Sampai bersama kemuliaan-Mu rohku akan bersinar.
Penuhi semua visiku, kiranya semua orang melihat
   Gambar Kudus-Mu terpancar di dalamku.

Penuhi semua visiku, bersihkan sia-sia dosa
   Bayangan cahaya bersinar di dalam diriku.
Kiranya ku hanya melihat wajah agung-Mu,
   Melahap jiwaku dalam kasih karunia-Mu yang tak terbatas.
Penuhi semua visiku, Juruselamat ilahi,
   Sampai bersama kemuliaan-Mu rohku akan bersinar.
Penuhi semua visiku, kiranya semua orang melihat
   Gambar Kudus-Mu terpancar di dalamku.
(“Fill All My Vision” oleh Avis Burgeson Christiansen, 1895-1985).

Saya mengakhiri khotbah ini dengan kata-kata misionaris besar ke China dan Afrika, Charles T. Studd (1860-1931).

Hanya satu kehidupan,
   Yang akan segera berlalu
Hanya apa yang telah dilakukan bagi Kristus
   Yang akan bertahan

Jangan pernah lupakan kata-kata ini selama Anda hidup. Katakan ini bersama dengan saya.

Hanya satu kehidupan,
   Yang akan segera berlalu
Hanya apa yang telah dilakukan bagi Kristus
   Yang akan bertahan

Dr. Cagan, silahkan memimpin kita di dalam doa.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Kisah Rasul 1:1-9.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
              “The Strife Is O’er” (diterjemahkan oleh Francis Pott. 1832-1909).