Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




YESUS – MENDERITA DI TAMAN ITU

JESUS – SUFFERING IN THE GARDEN
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 28 Februari 2016

“Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: ‘Duduklah di sini, sementara Aku berdoa.’ Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: ‘Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah’” (Markus 14:32-34).


Kristus makan Paskah bersama dengan murid-murid-Nya. Pada akhir makan malam itu, Kristus memberi mereka roti dan cawan - yang kita sebut “Perjamuan Tuhan.” Dia mengatakan kepada mereka bahwa roti itu melambangkan tubuh-Nya, yang akan disalibkan keesokan harinya. Dia mengatakan kepada mereka bahwa cawan itu melambangkan Darah-Nya, yang Dia akan curahkan untuk membersihkan kita dari dosa kita. Lalu Yesus dan murid-murid menyanyikan nyanyian pujian, dan meninggalkan ruangan itu untuk pergi ke keluar ke dalam kegelapan malam.

Mereka berjalan menyusuri lereng timur Yerusalem dan menyeberangi sungai Kidron. Kemudian mereka berjalan sedikit lebih jauh, ke tepi Taman Getsemani. Yesus meninggalkan delapan Murid-Nya di tepi taman itu dan mengatakan kepada mereka untuk berdoa. Kemudian Ia pergi lebih dalam ke taman di mana Dia meninggalkan Petrus, Yakobus dan Yohanes. Yesus sendiri pergi jauh ke dalam kegelapan, di bawah pohon-pohon zaitun. Di sanalah “Ia sangat takut dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya [sangat tertekan]…. Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya” (Markus 14:33, 35).

Uskup J. C. Ryle dari Gereja Inggris berkata, “Sejarah penderitaan Tuhan kita di Taman Getsemani adalah bagian Kitab Suci yang dalam dan rahasia. Ini berisi hal-hal yang paling dalam [yang para teolog] tidak sepenuhnya dapat menjelaskannya. Namun itu memiliki... kebenaran yang jelas tentang [hal yang sangat] penting” (J. C. Ryle, Keterangan Ekspositori pada Mark, The Banner of Truth Trust, 1994, hal 316; catatan untuk Markus 14:32-42).

Marilah kita membayangkan masuk ke dalam Getsemani pada pagi ini. Markus mengatakan bahwa Ia “sangat sedih” (Markus 14:33). Kata Yunaninya adalah “ekthambeisthai” - yang berarti “sangat heran, sangat sedih, heran dan terkejut.” “Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah”… Lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya” (Markus 14:34, 35).

Uskup Ryle berkata, “Hanya ada satu penjelasan yang masuk akal untuk ekspresi tersebut. Itu bukan sekedar perasaan takut akan penderitaan fisik... Itu adalah rasa beban besar karena kesalahan manusia, yang pada saat itu mulai ditimpakan atas-Nya dengan cara tertentu. Itu adalah rasa beratnya dosa dan pelanggaran kita [yang tak terkatakan] yang kemudian ditimpakan kepada-Nya. Dia sedang menjadi ‘terkutuk karena kita.’ Ia menanggung penderitaan dan kesengsaraan kita... Dia yang ‘tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita.’ Sifat-Nya yang kudus merasakan beban [yang sangat] mengerikan yang diletakkan atas-Nya. Ini adalah alasan kesedihan luar biasa-Nya. Kita harus melihat kesakitan Tuhan kita di Getsemani karena menangung dosa yang amat besar. [Pemikiran orang Injili hari ini] jauh di bawah apa yang mereka harus pikirkan tentang dosa” (Ryle, hlm. 317).

Anda mungkin tidak berpikir ringan tentang dosa karena tidak datang ke gereja, menolak untuk membaca Alkitab, sebaliknya malah sibuk dengan video game, menonton pornografi, menari dan mabuk. Semua dosa Anda ini ditimpakan ke atas Yesus di Getsemani. Tapi ada lebih lagi - jauh lebih besar. Dosa terbesar yang ditimpakan pada Yesus di Taman Getsemani adalah dosa asal kita, kerusakan total kita, yang berasal dari keberadaan alami kita sebagai orang-orang berdosa yang sepenuhnya rusak. Itu adalah “hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia” (II Petrus 1:4). Itu adalah kenyataan bahwa “kita sekalian seperti seorang najis” (Yesaya 64:6). Itu adalah keegoisan, keserakahan, dan pemberontakan di dalam kodrat kita yang memberontak melawan Allah. Itu adalah “keinginan daging [yang] adalah perseteruan terhadap Allah” yang memberontak melawan Allah dan ingin hidup tanpa Dia (Roma 8:7). Itu adalah hati yang bejat, menjijikkan yang Anda memiliki (Roma 8:7). Itu adalah hati yang penuh dosa yang Anda miliki, yang telah diturunkan kepada Anda dari Adam, orang berdosa pertama. Turun dari dia dalam gen Anda, dalam darah Anda, dan dalam jiwa Anda (Roma 5:12) – “Oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa” (Roma 5:19).

Lihatlah bagaimana bayi mungil yang baru lahir, ia dilahirkan dalam dosa. A. W. Pink berkata, “Kerusakan sifat manusia menemukan dirinya pada anak-anak kecil... Dan pada awal yang dilakukannya! Jika ada [warisan] kebaikan dalam diri manusia, itu pasti akan menunjukkan dirinya [pada bayi yang baru lahir], sebelum kebiasaan jahat terbentuk melalui kontak dengan dunia. Tapi apakah kita menemukan [bayi-bayi] yang baik? Jauh dari itu. Hasil sebangun pertumbuhan manusia adalah bahwa segera setelah mereka cukup umur [mereka] menjadi salah satu orang jahat. Mereka menunjukkan mau menang sendiri, iri hati dan suka membalas dendam. Mereka menangis dan mengambek untuk apa yang tidak baik bagi diri mereka, dan [marah dengan orang tua mereka] ketika permintaannya tidak dituruti, sering mencoba untuk [menggigit mereka]. Mereka yang lahir dan dibesarkan di tengah-tengah kejujuran bisa bersalah [karena mencuri] sebelum mereka pernah menyaksikan tindakan pencurian. Dengan [kesalahan-kesalahan] tersebut... sifat seseorang dipandang [penuh dosa] sejak awal keberadaannya” (A. W. Pink, Gleanings from the Scriptures, Man’s Total Depravity, Moody Press, 1981, hlm. 163, 164). Komisi Kejahatan Minnesota (Minnesota Crime Commission) bahkan membuatnya lebih jelas dalam salah satu laporannya. “Setiap bayi mulai hidup sebagai penjahat kecil. Dia benar-benar egois dan mementingkan diri sendiri. Dia ingin mendapatkan apa yang dia inginkan ketika dia menginginkannya... perhatian ibunya, mainan teman bermainnya, jam tangan pamannya. Menolak [permintaannya] akan membuat ia berteriak dengan marah dan dengan agresivitas, yang kalau tidak membunuh itu karena ia tidak begitu berdaya... Ini berarti bahwa semua anak, bukan anak-anak tertentu saja, lahir sebagai penjahat, yaitu orang-orang berdosa” (dikutip oleh Haddon W. Robinson, Biblical Preaching, Baker Book House, 1980, hlm. 144, 145). Dr. Isaac Watts mengatakan,

Pertama ku bernafas ketika dilahirkan,
Benih dosa bertumbuh menuju kematian;
Hukummu menawarkan kesempurnaan hati,
Namun ku kotori semuanya.
   (“Psalm 51,” oleh Dr. Isaac Watts, 1674-1748).

Seorang bayi menangis menjerit-jerit segera setelah lahir. Tidak ada bayi hewan yang melakukan itu. Mereka akan dibunuh di hutan segera oleh hewan lainnya jika mereka berteriak dan menjerit seperti yang dilakukan oleh bayi manusia. Tapi bayi manusia berteriak melawan Allah, melawan otoritas, dan kehidupan itu sendiri saat setelah mereka dilahirkan. Mengapa? Karena mereka dilahirkan dengan dosa yang diwarisinya dari nenek moyang Anda, yaitu Adam, itu alasannya. Itulah mengapa kecenderungan Anda adalah memberontak, tidak setuju dengan para pemimpin Kristen, menuntut untuk mengikuti cara hidup Anda sendiri, dan menolak untuk melakukan apa yang benar. Ini adalah akar-penyebab penderitaan dan kematian di seluruh dunia - itu adalah dosa bawaan. Itulah sebabnya mengapa Anda berbuat dosa, bahkan setelah bertobat. Orangtua Anda mungkin berpikir bahwa Anda adalah seorang Kristen muda, tapi Anda benar-benar orang berdosa muda yang membenci untuk melakukan kehendak Allah!

Ditambahkan pada semua dosa asal ini dengan dosa-dosa yang manusia lakukan dalam pikiran, ucapan dan perbuatan dan mudah untuk melihat mengapa Yesus sangat sedih! Dia hancur ketika Allah menempatkan dosa dunia atas-Nya.

Silahkan membuka Alkitab Anda untuk gambaran Lukas tentang ini. Ini ada pada halaman 1108 dalam Alkitab Scofield Study Bible. Ini adalah Lukas 22:44. Mari kita berdiri dan membacanya keras-keras

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Uskup Ryle berkata, “Bagaimana kita dapat [menjelaskan] penderitaan mendalam yang Tuhan kita alami di taman itu? Apakah alasan untuk penderitaan yang intens, baik mental dan fisik, yang Dia alami? Hanya ada satu jawaban yang memuaskan. Itu adalah beban dosa asal dunia, yang kemudian mulai menekan Dia... Itu adalah beban berat [dosa] yang membuat-Nya menderita kesakitan. Itu adalah rasa bersalah dunia yang ditimpakan atas Dia yang membuat Anak Allah yang kekal berpeluhkan titik-titik darah” (J. C. Ryle, Luke, Volume 2, The Banner of Truth Trust, 2015 edition, hlm. 314, 315; catatan untuk Lukas 22:44).

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita” (II Korintus 5:21).

“TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yesaya 53:6).

“Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil” (I Petrus 2:24).

Uskup Ryle berkata, “Kita harus berpegang teguh pada ajaran lama bahwa Kristus ‘menanggung dosa-dosa kita,’ baik di taman [Getsemani] dan di kayu salib. Tidak ada doktrin lain yang pernah bisa menjelaskan [peluh darah Kristus], atau memuaskan hati nurani orang yang berdosa” (ibid.). Joseph Hart berkata,

Pandanglah penderitaan Anak Allah
Rintihan, erangan, peluh darah!
Tentang penderitaan-Nya yang begitu dahsyat
Para malaikat pun tidak sepenuhnya memahami.
Hanya Allah dan Allah saja
Yang sepenuhnya memahami berat beban itu.
   (“Thine Unknown Sufferings” by Joseph Hart, 1712-1768;
      untuk lagu “‘Tis Midnight, and on Olive’s Brow”).

Lagi, Joseph Hart berkata,

Di sana Anak Allah menanggung semua kesalahanku;
Ini anugerah yang dapat dipercaya;
Namun penderitaan yang Ia rasakan
Terlalu luas untuk dipahami.
Tak seorangpun dapat menyelami Engkau,
Penderitaan-Mu, dalam Getsemani yang gelap.
   (“Many Woes He Had Endured” oleh Joseph Hart, 1712-1768;
      untuk lagu “Come, Ye Sinners”).

Dan William Williams berkata,

Beban berat dari dosa manusia diletakkan atas sang Juruselamat;
Dengan pakaian yang terkoyak-koyak, Ia bagi orang berdosa ditangkap Bagi orang berdosa ditangkap
   (“Love in Agony” oleh William Williams, 1759;
      untuk lagu “Majestic Sweetness Sits Enthroned”).

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44).

“TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yesaya 53:6).

Ini adalah awal dari penebusan Kristus. “Penebusan” berarti penderitaan satu orang menggantikan orang lain. Kristus menderita menggantikan Anda, untuk dosa Anda, karena Dia tidak memiliki dosa-Nya sendiri. Kristus menjadi penanggung dosa kita di Getsemani, di bawah pohon-pohon zaitun di tengah malam itu. Kemudian Dia dipakukan pada kayu salib pada hari berikutnya, membuat pembayaran penuh dosa Anda. Bagaimana Anda bisa menolak kasih seperti itu - kasih Yesus bagi Anda? Bagaimana Anda bisa mengeraskan hati dan menolak kasih seperti itu? Ini adalah Allah Anak, yang menderita menggantikan Anda, untuk menebus dosa Anda. Apakah Anda begitu dingin dan keras sehingga kasih-Nya bagi Anda tidak berarti apa-apa?

Saya pernah bertemu dengan seorang pengurus mayat yang mencoba untuk menyewa saya untuk melakukan pemakaman bagi orang-orang yang tidak memiliki pendeta. Dia mengajak saya makan siang. Itu makanan aneh yang pernah saya makan. Wajah orang itu aneh saat dia menjelaskan bahwa dia sering makan sandwich sambil dia bekerja mengurus mayat di kamar mayat. Saya tidak mengambil pekerjaan itu! Saya meninggalkan restoran mengerikan itu. Bagaimana bisa orang makan sandwich sambil membalsem mayat? Mengerikan! Kemudian saya menyadari bahwa pikirannya telah menjadi begitu dingin dan keras sehingga hal itu tidak mengganggunya. Bolehkah saya bertanya kepada Anda, apakah Anda menjadi begitu dingin dan keras sehingga ketika Anda mendengar tentang Yesus yang menderita untuk Anda tidak lagi menggerakan Anda? Apakah Anda menjadi begitu aneh ketika saya dapat berbicara tentang penderitaan Yesus untuk menebus dosa Anda dan itu tidak ada artinya bagi Anda? Apakah Anda menjadi seperti mati rasa seperti para tentara yang memakukan Yesus di kayu Salib - dan kemudian mengundi jubah-Nya sementara Dia mati di dekatnya? Oh, mungkin tidak begitu! Saya memohon kepada Anda pagi ini untuk mempercayai Juruselamat dan disucikan dari dosa Anda dengan Darah-Nya yang kudus!

Anda berkata, “Ada terlalu banyak untuk dikorbankan.” Oh, kiranya Anda berhenti mendengarkan Iblis! Tidak ada di dunia ini yang sama pentingnya dengan ini!

Sungguhkah Yesus t'lah mati, DarahNya pun tumpah?
Sungguhkah bagi yang keji, Tersiksa Sang Raja?

Sungguh besar deritaMu, Tak mampu kubalas:
Kub'rikan hidupku penuh, Dengan tulus ikhlas
   (“Alas! And Did My Saviour Bleed?” oleh Dr. Isaac Watts, 1674-1748/
      Nyanyian Pujian No. 72).

Apakah Anda siap untuk percaya Yesus? Apakah Anda siap untuk memberikan diri Anda kepada-Nya? Apakah hati Anda tergerak untuk mengasihi Dia? Jika tidak, jangan pergi. Tapi, jika iya, pergi ke belakang auditorium sekarang dan Dr. Cagan akan membawa Anda ke tempat yang tenang di mana kita bisa bicara. Amin.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Markus 14:32-34.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Many Woes He Had Endured” (oleh Joseph Hart, 1712-1768).