Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




MENYELAMATKAN YANG AKAN BINASA

RESCUE THE PERISHING
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 14 Februari 2016

“Jikalau engkau sudah insaf [bertobat – KJV], kuatkanlah saudara-saudaramu” (Lukas 22:32).


NIV, dan kebanyakan terjemahan modern lainnya [termasuk terjemahan Indonesia], menerjemahkan lain. Mereka mengatakan, “When you have turned back, strengthen your brothers” (NIV) [“Jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu” (TB-LAI)]. Pagi tadi saya telah mengatakan kepada Anda bahwa seorang sarjana Perjanjian Baru yang terkenal tidak setuju dengan mereka. Saya mengatakan kepada Anda bahwa Dr. Markus Bockmuehl berkata, “‘Ketika kamu sudah insaf,’ meskipun disukai oleh banyak penerjemah, tidak memiliki dukungan dalam bahasa Yunaninya” (Markus Bockmuehl, Ph.D., Simon Peter in Scripture and Memory, Baker Academic, 2012, hlm. 156). Dia melanjutkan untuk menunjukkan bahwa kata Yunani “epistrepho” berarti “sudah bertobat” dalam Injil Lukas (ibid.). Dr. Bockmuehl adalah seorang profesor Alkitab dan Studi Kekristenan Mula-mula di Universitas Oxford. Dia menunjukkan bahwa Petrus bertobat setelah ia mengalami keinsafan akan dosa dan mengalami Kristus yang telah bangkit. Yang selalu menjadi pandangan saya, tapi saya senang melihat itu didukung oleh sarjana Oxford! Sekali lagi, KJV yang benar dan terjemahan modern yang salah.

Mengapa terjemahan modern yang salah? Ini karena mereka tidak memahami “pertobatan.” Mereka memikirkan itu dalam pengertian sebuah “keputusan.” Tapi para penerjemah KJV tua tahu tentang pertobatan sejati – sehingga mereka menerjemahkan kata “epistrepho” dengan benar – sebagai “sudah bertobat.”

“Jikalau engkau sudah insaf [bertobat – KJV], kuatkanlah saudara-saudaramu” (Lukas 22:32).

Ini adalah ayat yang luar biasa, dan saya akan menarik dua poin dari ayat ini.

I. Pertama, Kristus berbicara tentang pertobatan sejati yang Petrus akan alami.

Bagian pertama dari pertobatan adalah karya Roh Allah yang menginsafkan.

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman” (Yohanes 16:8).

Seorang penulis Puritan, William Guthrie (1620-1665) berkata,

“Biasanya Tuhan telah mempersiapkan cara-Nya sendiri dalam jiwa melalui karya merendahkan, dan menemukan dosa seseorang dan membuatnya tersiksa, dan menuntut dia sehingga dengan demikian, kemudian ia merindukan tabib Kristus Yesus” (William Guthrie, The Christian’s Great Interest, The Banner of Truth Trust, 1969 reprint, h1m. 93).

Itulah yang terjadi dengan Petrus malam sebelum penyaliban Kristus. Frase “Jikalau engkau sudah insaf [bertobat – KJV ]…” menunjukkan bahwa Petrus belum bertobat, meskipun ia telah mengikuti Kristus selama sekitar tiga tahun. Pada malam itu, yang mana beberapa menyebutnya “Jumat Agung,” Petrus itu akhirnya dibuat untuk melihat bahwa ia adalah orang berdosa yang sombong dan merasa benar sendiri. Dia berpura-pura mengasihi Yesus dengan sepenuh hati. Tapi dia menyangkal Tuhan ketika ia diuji. Seorang gadis muda mengatakan dia adalah seorang pengikut Kristus. Petrus menyangkal Kristus. Gadis muda lainnya mengatakan, “Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu” (Matius 26:71). Petrus mengutuk dan bersumpah, “Aku tidak kenal orang itu” (26:72). Akibatnya Petrus berkata, “Karena aku berdusta, terkutuklah aku” (Thomas Hale).

Yesus mengatakan kepada Petrus bahwa ia akan menyangkal Dia tiga kali sebelum ayam berkokok. Saat itu ayam jantan itu berkokok! “Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya” (Lukas 22:62). Kata Yunani untuk “menangis” di sini berarti “meratap dengan keras, terisak-isak” (Strong). Kata Yunani untuk “dengan sedihnya” di sini adalah “pikrōs.” Kata ini berarti “begitu hebatnya” (Strong). Saya tidak mengatakan bahwa semua orang yang mengalami keinsafan akan menangis dan terisak-isak begitu hebatnya seperti itu. Tapi kita biasanya melihat air mata di mata mereka yang sedang mengalami keinsafan. Dan dalam kebangunan rohani klasik yang nyata sering ada orang-orang yang menangis dan menangis keras karena mereka sedang mengalami keinsafan. Saya telah menyaksikan video dari kebangunan rohani besar yang terjadi di Cina di mana puluhan orang pada satu waktu terlihat menangis dengan sedihnya, mengalami keinsafan akan dosa. Dalam kebangunan rohani di Cornish pada tahun 1823 di Inggris, William Carvosso berbicara tentang orang-orang yang terhilang “yang jatuh berlutut dalam kesedihan jiwa mereka, meratap kepada Allah memohon keselamatan jiwa mereka” (Paul E. Cook, Fire From Heaven, hlm. 87). Hal seperti ini sering terjadi saat ini di Cina dan negara-negara Dunia Ketiga lainnya, ketika Allah menurunkan kebangunan rohani. Bahkan di sini, di negara kita, Amerika yang kafir dan materialistis, saya melihat ratusan orang muda menangis di bawah keinsafan yang mendalam akan dosa dalam kebangunan rohani di akhir tahun 1960-an. Dan bahkan sekarang, di gereja kita sendiri, air mata mengalir di mata mereka yang memasuki ruang penyelidikan kita di bawah keinsafan akan dosa. Bahkan orang-orang yang paling tidak mungkin, orang-orang introvert, justru sering menjadi orang-orang yang paling banyak menangis ketika Roh Allah menyebabkan mereka melihat dosa-dosa mereka dan mengalami kesedihan yang mendalam. Tandai - mereka tidak menyesal karena diri mereka sendiri. Jika Anda sedih karena diri sendiri Anda tidak akan dipertobatkan. Itu harus dukacita karena dosa Anda.

Ini bukan hal baru. Petrus bukanlah satu-satunya yang mengalami keinsafan sebelum ia bertobat. Rasul Paulus juga mengalami itu. Paulus begitu insaf ketika dia berkata,

“Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (Roma 7:24).

Keinsafan akan dosa bahkan terjadi pada tiga ribu orang pada hari Pentakosta.

“Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"” (Kisah Para Rasul 2:37).

Ahli tafsir Alkitab zaman dulu, Matthew Henry berkata, “Orang-orang berdosa, ketika mata mereka dibuka, tidak bisa tidak harus tertusuk hati mereka karena dosa... Mereka yang benar-benar menyesali dosa-dosa mereka, dan malu karena dosa-dosa itu, takut akan konsekuensi dosa-dosa itu, menusuk hati mereka ... ‘Semua pendapat baik tentang diri saya sendiri dan keyakinan di dalam diri sendiri menggagalkan saya’” (Matthew Henry’s Commentary on the Whole Bible; catatan atas Kisah Para Rasul 2:37). Orang-orang menangis ketika mereka berada di bawah keinsafan yang diberikan Allah. Seorang wanita berdosa berdiri di belakang Yesus sambil menangis. “Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: Dosamu telah diampuni” (Lukas 7:48).

Para petobat pada zaman dahulu diharapkan untuk datang kepada Yesus dengan keinsafan yang kuat akan dosa. Tidak hanya Petrus dan Paulus, tetapi kebanyakan orang lain juga. Bacalah pertobatan Agustinus. Bacalah pertobatan Luther. Bacalah pertobatan John Bunyan, George Whitefield, John Wesley, Howell Harris, Spurgeon, orang-orang muda di Isle of Lewis pada tahun 1949-1952. Semuanya sama dimulai dengan keinsafan mendalam akan dosa. Saya mendengar seorang gadis berkata, “Saya merasa begitu jijik dengan diri saya sendiri” sebelum ia percaya Yesus.

Dengarkan sekarang surat Peter Boehler yang ditujukan kepada Count Zinzendorf mengenai pertobatan John Wesley.

Dia bangkit dan berkata, “Mari kita menyanyikan lagu nomor 456, ‘Jiwaku Bersujud di hadapan-Mu.” Selama bernyanyi ia sering mengusap air matanya, dan segera setelah memanggil saya masuk ke kamarnya dan mengaku bahwa ia sekarang yakin akan kebenaran dari apa yang telah saya jelaskan kepadanya tentang iman [yang menyelamatkan] dan ia tidak akan lagi menentangnya, atau ia tidak memperoleh anugerah itu. Bagaimana ia membutuhkan iman seperti itu? Dia tidak berdosa seperti orang lain. Saya menjawab bahwa tidak mempercayai Juruselamat itu sudah dosa, dan mendesak dia untuk mencari Kristus, sampai ia menemukan Dia. Saya sangat tergerak berdoa untuknya dan memohon sang Penebus untuk mengasihani orang berdosa ini. Setelah berdoa Wesley mengatakan bahwa ketika karunia iman yang menyelamatkan itu adalah miliknya, ia akan berkhotbah tentangnya dan tidak ada tema lain selain tema itu... Saya sungguh-sungguh memohon padanya untuk tidak memikirkan bahwa rahmat Juruselamat sebagai sesuatu yang jauh dan ada di masa depan, tetapi memintanya percaya bahwa itu adalah saat ini, dekat kepadanya, bahwa hati Yesus terbuka dan kasih-Nya untuk dia sangatlah besar. Dia menangis dengan sedihnya dan meminta saya untuk berdoa bersamanya. Saya benar-benar dapat mengatakan bahwa John Wesley adalah seorang berdosa yang menyedihkan, hatinya hancur, lapar akan kebenaran yang lebih baik, daripada yang dia telah miliki sejauh ini, yaitu kebenaran Yesus Kristus. Pada malam hari ia berkhotbah dari I Korintus 1:23, 24, “Kami memberitakan Kristus yang disalibkan...” Dia memiliki lebih dari empat ribu pendengar dan berbicara sedemikian rupa sehingga membuat semua orang terpesona... Kata-kata pertamanya adalah, “Saya dengan tulus mengakui diri saya sendiri tidak layak untuk berkhotbah kepada Anda tentang Yesus disalibkan.” Banyak orang dibangunkan oleh khotbah tersebut (kutipan dalam John Greenfield, When the Spirit Came: The Moravian Revival, Strategic Press, tanpa tahun, hlm. 28).

Di sana berdiri John Wesley, dengan air mata mengalir di pipinya, memberitakan keselamatan oleh Kristus - sebelum ia sendiri bertobat! Lebih dari lima puluh tahun kemudian, saat ia terbaring sekarat, mereka mendengar dia berbisik lagi dan lagi,

Aku orang yang paling berdosa,
Namun Yesus telah mati bagiku.

Itu adalah pengalaman Petrus pada malam Yesus ditangkap. Dr. Thomas Hale memberi anekdot ini,

Dikatakan oleh seorang penulis kuno bahwa selama sisa hidupnya, setiap kali Petrus mendengar kokok ayam, ia menangis, karena ia teringat malam ketika ia menyangkal Tuhannya (Thomas Hale, M.D., The Applied New Testament Commentary, Kingsway Publications, 1997, hlm. 286; catatan untuk Markus 14:72).

II. Kedua, Kristus berbicara tentang apa yang Petrus akan lakukan setelah pertobatannya.

“Jikalau engkau sudah insaf [bertobat- KJV], kuatkanlah saudara-saudaramu” (Lukas 22:32).

Dr. J. Vernon McGee berkata, “Petrus kemudian mampu menguatkan saudara-saudaranya. Orang yang diuji adalah orang yang benar-benar dapat membantu orang lain” (Thru the Bible; catatan untuk Lukas 22:32). Orang yang telah melalui keinsafan akan dosa adalah orang yang dapat membantu orang lain yang sedang diinsafkan akan dosa. Orang yang telah diselamatkan oleh Yesus adalah orang yang dapat membantu orang lain untuk diselamatkan oleh Yesus. Orang yang tahu betapa lemahnya ia dapat membantu orang lain yang lemah.

Saya selalu menyukai John Wesley. Salah satu alasan saya mengasihinya adalah karena, seperti saya, dia pernah berpikir bahwa dia bisa diselamatkan dengan menjalani hidup yang ketat. Itu persis apa yang saya pernah pikirkan. Dia mengatakan kepada seorang misionaris Moravian, Peter Boehler, bahwa ia tidak memiliki iman yang menyelamatkan. Boehler berkata Wesley berpikir, “Bagaimana ia membutuhkan iman seperti itu? Dia tidak berdosa seperti orang lain.” Itu sandungan Wesley, dan itu juga sandungan saya. Boehler mengatakan kepadanya bahwa dengan tidak mempercayai Yesus itu sudah dosa. “Dia menangis tersedu-sedu dan meminta saya untuk berdoa untuknya.” Setelah ia diselamatkan oleh Yesus, John Wesley menghabiskan sisa hidupnya membantu orang-orang berdosa yang terhilang dan menguatkan saudara-saudara. Ia melakukan perjalanan dengan berkuda sepanjang 4.500 mil setiap tahun, dan mengkhotbahkan dua atau lebih khotbah setiap harinya, selama sisa hidupnya! Himne yang tadi diyanyikan oleh Mr. Griffith juga ditulis oleh Wesley.

Tolonglah yang sesat, Yang 'kan binasa;
Bimbing mereka melawan dosa;
Angkatlah yang rebah, Yang putus asa;
O b'ritakan Juru S'lamat kita.
Tolonglah yang sesat, Yang 'kan binasa;
Yesus penuh rahmat dan sentosa.

Nyanyikan refrain ini bersama saya!

Tolonglah yang sesat, Yang 'kan binasa;
   Yesus penuh rahmat dan sentosa.
(“Tolonglah yang Sesat” oleh Fanny J. Crosby, 1820-1915/
      Terjemahan Nyanyian Pujian No. 191).

“Jikalau engkau sudah insaf [bertobat- KJV], kuatkanlah saudara-saudaramu” (Lukas 22:32).

Bagaimana kita bisa tahu kapan seseorang benar-benar bertobat? Bagaimana Anda bisa tahu jika mereka benar-benar telah diselamatkan? “Ketika engkau bertobat, kuatkanlah saudara-saudaramu.” Ketika Anda diselamatkan atau bertobat, Kristus mengubah semua keinginan Anda. Apa yang Anda cintai sebelumnya, Anda akan mencintainya kurang dari pada Anda mengasihi saudara-saudara. Anda akan mengasihi gereja dengan segenap hati Anda. Anda akan mengasihi orang-orang Kristen sejati dengan segenap jiwa Anda. Anda akan ingin melakukan semua yang Anda bisa lakukan untuk menguatkan mereka dan membantu mereka. Anda akan berdoa untuk mereka dan membantu mereka dan mengasihi mereka dengan hati seperti Kristus. Rasul Yohanes membuat itu menjadi sangat jelas. Dia mengatakan,

“Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut” (I Yohanes 3:14).

Itu adalah salah satu cara untuk mengetahui apakah Anda sudah bertobat. Itu adalah bahwa Anda benar-benar mengasihi saudara-saudari di gereja, dan melakukan semua yang Anda bisa lakukan untuk membantu mereka. Lihatlah bagaimana Lara dan Karen dan anak perempuan baru lainnya membantu Mrs. Hymers! Kita tidak bisa membantu tetapi tahu mereka telah bertobat!

Tapi ada cara lain untuk mengetahui apakah Anda sudah bertobat. Buka kembali Alkitab Anda pada Lukas 14. Ini ada pada halaman 1096 ada Alkitab Scofield Study Bible. Ini adalah perumpamaan tentang Perjamuan Besar. “Orang” yang mengadakan perjamuan besar itu adalah Kristus. Hamba yang Dia utus untuk mengundang orang-orang adalah orang Kristen sejati. Sekarang lihat apa yang Yesus katakan kepada orang Kristen sejati itu. Itu ada dalam ayat 23. Mari kita berdiri dan membacanya keras-keras.

“Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh” (Lukas 14:23).

Anda dipersilahkan duduk kembali. Ambil pensil atau pena dan garisbawahi kata-kata ini “Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh” (Lukas 14:23). Itulah yang kami lakukan setiap Kamis malam, setiap Sabtu malam, dan setiap Minggu sore. Kami mengirim semua orang keluar untuk memenangkan jiwa.

Tapi saya menemukan bahwa ada beberapa yang berdiri saja dan berbicara, atau melakukan sesuatu yang lain untuk mengisi waktu. Jadi mereka tidak pernah membawa nama bagi kita untuk ditindaklanjuti (follow up), atau mereka membawa sangat sedikit nama. Apa yang terjadi dengan orang-orang yang tidak membawa nama? Salah satu dari dua hal ini: mereka masih terhilang, atau mereka berpaling. Orang-orang Kristen yang baik pergi mencari orang-orang terhilang. Orang yang belum diselamatkan dan berpaling hanya berkeliling dan menghabiskan waktu. Jika Anda orang yang berpaling itu, berhati-hatilah! Anda akan kehilangan sukacita keselamatan Anda jika Anda tidak berbalik. Yesus berkata kepada Anda, “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan” (Wahyu 2:5). “Apa yang semula engkau lakukan.” Kembalilah memenangkan jiwa. Bawa nama-nama. Apa yang semula engkau lakukan, lakukanlah demikian.

Tapi ada beberapa dari Anda yang tidak pernah melakukan itu. Anda tidak pernah ingin melakukannya, dan Anda tidak melakukannya sekarang. Mata Anda berkaca-kaca dan wajah Anda akan berubah. Dan Anda berpikir, “Dia tidak akan pernah bisa membuat saya untuk melakukan itu!” Mengapa tidak? Nah, itu jelas untuk melihat bahwa Anda belum bertobat. Anda sedang menunggu kami untuk “mengajarkan” kepada Anda bagaimana bertobat sementara Anda tidak punya niat untuk menaati Kristus. Kristus berkata, “Paksalah orang-orang.. masuk” – tapi Anda berkata, “Tidak! Saya tidak mau menuruti Kristus!” Sahabatku yang malang! Gadis yang malang! Anda tidak akan pernah menemukan kedamaian dan sukacita dalam Yesus dengan cara seperti itu!

Ada ratusan anak muda yang terhilang dan kesepian di kota besar ini. Mereka menunggu seseorang untuk berbuat baik kepada mereka, untuk memperhatikan mereka, untuk menunjukkan kepada mereka cara hidup yang lebih baik. Tapi Anda tidak bisa membantu mereka jika Anda sendiri masih terhilang. Demi mereka, saya mohon kepada Anda untuk bertobat dan percaya Yesus. Datanglah kepada Yesus dengan iman. Percayakanlah hidup Anda kepada kepedulian-Nya. Dia akan menyelamatkan Anda. Dia akan menyucikan Anda dari dosa dengan darah-Nya. Dan Dia akan mengutus Anda keluar untuk membawa yang terhilang dan untuk membantu saudara-saudara!

“Jikalau engkau sudah insaf [bertobat- KJV], kuatkanlah saudara-saudaramu” (Lukas 22:32).

Mari kita berdiri dan menyanyikan himne nomer enam pada lembar lagu Anda.

Suara Gembala kudengar
   Dari tempat yang g'lap benar,
Ia memanggil yang sesat
   Agar kembali dan s'lamat
Antarkan, masukkan,
   Dari dunia yang penuh dosa;
Antarkan, masukkan,
   Bagi Yesus Tuhan kita.

Siapa hendak menolongNya
   Dan mencarikan dombaNya?
Siapa mengantarkan pulang,
   Agar selamat di kandang?
Antarkan, masukkan,
   Dari dunia yang penuh dosa;
Antarkan, masukkan,
   Bagi Yesus Tuhan kita.

Hai dengarkanlah tangisan
Domba yang hilang di hutan;
Suara Tuhan menyuruhmu:
   "Bawalah pulang dombaKu."
Antarkan, masukkan,
   Dari dunia yang penuh dosa;
Antarkan, masukkan,
   Bagi Yesus Tuhan kita.

Dr. Chan, silahkan memimpin kita dalam doa. Amin.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Lukas 22:31-34.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Rescue the Perishing” (oleh Fanny J. Crosby, 1820-1915).


GARIS BESAR KHOTBAH

MENYELAMATKAN YANG AKAN BINASA

RESCUE THE PERISHING

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Jikalau engkau sudah insaf [bertobat – KJV], kuatkanlah saudara-saudaramu” (Lukas 22:32).

I.   Pertama, Kristus berbicara tentang pertobatan sejati yang Petrus akan alami, Yohanes 16:8; Matius 26:71, 72; Lukas 22:62;
Roma 7:24; Kisah Para Rasul 2:37; Lukas 7:48; Korintus 1:23-24.

II.  Kedua, Kristus berbicara tentang apa yang Petrus akan lakukan setelah pertobatannya, I Yohanes 3:14; Lukas 14:23; Wahyu 2:5.