Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




BAGAIMANA CINA MENJADI KEKUATAN DUNIA!

(KHOTBAH #88 DARI KITAB KEJADIAN)

HOW CHINA BECAME A WORLD POWER!
(SERMON #88 ON THE BOOK OF GENESIS)
(Indonesian)

oleh Dr. C. L. Cagan
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 7 Februari 2016

“Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi” (Kejadian 9:1).


Hari ini gereja kita merayakan Tahun Baru Imlek. Tahun Baru Cina adalah hari libur paling penting bagi orang Tionghoa. Ini dimulai dua ribu tahun sebelum Kristus, ketika Kaisar Huang Ti memperkenalkan kalender pertama. Seperti kalender Barat, kalender Cina kembali ke awal setiap tahun. Tapi tidak seperti kalender Barat, kalender Cina didasarkan pada perputaran bulan. Kalender Barat didasarkan pada perputaran bumi mengelilingi matahari. Bumi berputar mengelilingi matahari setahun sekali, yang menghasilkan musim-musim, musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi.

Kalender Cina didasarkan pada perputaran bulan mengelilingi bumi. Bulan tidak berputar mengelilingi bumi persis dua belas kali setahun. Itulah sebabnya Tahun Baru Cina dirayakan pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya, seperti Paskah dalam agama Yahudi, dan Paskah dalam agama Kristen. Awal Tahun Baru Cina bisa jatuh kapan saja antara akhir Januari dan pertengahan Februari. Tahun ini Tahun Baru Cina datang besok, pada 8 Februari. Secara tradisional perayaan akan berlangsung selama beberapa hari, dan adalah tepat untuk merayakan Tahun Baru itu hari ini.

Sebuah siklus lunar Cina lengkap membutuhkan waktu enam puluh tahun dan terdiri dari lima siklus setiap 12 tahun. Nama-nama kalender Cina masing-masing dari 12 tahun dinamai dengan nama-nama mamalia, reptil atau burung - tikus, sapi, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi. Tahun ini (2016 Masehi) adalah Tahun Monyet. Bentuk perayaan Tahun Baru ini dilakukan di negara-negara yang telah dipengaruhi oleh Cina, termasuk Korea, Kamboja, Vietnam, Mongolia, Thailand, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, komunitas Tionghoa di mana pun mereka berada, dan bahkan di Jepang sampai tahun 1873, ketika Jepang mengadopsi kalender Barat.

Cina adalah salah satu negara besar di dunia. Cina memiliki lebih banyak penduduk dari negara lain - hampir 1,4 miliar, lebih besar dari empat kali jumlah penduduk Amerika Serikat. Cina telah tumbuh menjadi kekuatan politik, ekonomi dan militer yang besar. Dengan merosotnya Amerika dan Barat, Cina akan segera menjadi negara terkemuka di dunia.

Nubuatan Alkitab menubuatkan tentang kebangunan rohani besar di Cina. Tujuh ratus tahun sebelum Kristus Yesaya berkata, “Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada dari utara dan dari barat, dan ada dari tanah Sinim” (Yesaya 49:12). Nubuat ini sedang digenapi oleh ledakan Kekristenan di Cina. Sekarang ada lebih dari 130 juta orang Kristen di sana. “Sinim” adalah nama kuno untuk Cina. Dr. Henry M. Morris dan banyak sarjana lain telah mengidentifikasi “Sinim” sebagai Cina (The Defender’s Study Bible; catatan untuk Yesaya 49:12). Nubuat ini sedang digenapi hari ini. Setiap hari Minggu pagi lebih banyak orang pergi ke gereja di Cina daripada di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa – gabungan ketiganya! Banyak orang muda Tionghoa telah datang ke gereja kita. Beberapa dari mereka telah percaya Kristus, dan kita mengucap syukur kepada Allah karena mereka!

Cina memiliki sejarah panjang. Peradaban mulai di Cina, dekat Sungai Kuning, dua ribu tahun sebelum Kristus di bawah Dinasti Xia. Peradaban Cina tumbuh kuat di bawah Dinasti Shang 1.600 tahun sebelum Kristus atau sebelum Masehi.

Ada orang-orang yang tinggal di Cina sekitar dua ratus tahun setelah Air Bah zaman Nuh. Allah menghakimi umat manusia dengan Air Bah. Dunia ditenggelamkan dalam air. Hanya Nuh dan keluarganya yang selamat di dalam Bahtera itu. Air kemudian surut. Nuh dan keluarganya keluar dari Bahtera itu. Silahkan membuka Alkitab Anda pada Kejadian 9:1. Ayat itu ada di halaman 16 dalam Scofield Study Bible. Allah berfirman kepada mereka, “Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi” (Kejadian 9: 1).

Seseorang mungkin bertanya-tanya, “Apakah itu benar? Apakah situ cocok dengan sejarah Cina? Bagaimana bisa manusia bertumbuh dari delapan orang menjadi jutaan dalam dua atau tiga ratus tahun - sehingga orang membangun kota-kota di Cina, India, Mesir, dan di tempat lain.” Pagi ini saya ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut?

Pertama, pikirkan tentang apa yang terjadi sebelum Air Bah. Lebih dari enam ribu tahun yang lalu, Allah berfirman kepada orangtua kita yang pertama, “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi” (Kejadian 1:28). Allah memerintahkan mereka untuk memiliki anak dan memenuhi bumi.

Adam dan keturunannya melakukan itu, yaitu memenuhi bumi. Kembali kepada zaman itu orang-orang bisa hidup sampai umur 800 atau 900 tahun. Lingkungan pada masa itu lebih baik daripada sekarang. Bumi dipayungi oleh kanopi uap air yang memberi perlindungan dari radiasi yang berasal dari luar angkasa. Tidak ada hujan. Sebaliknya “ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu” (Kejadian 2: 6). Itu seperti rumah kaca, tempat yang nyaman untuk ditinggali. Tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan berkembang biak. Begitu pula manusia. Mereka hidup sampai berusia 900 tahun atau lebih. Alkitab mengatakan, “Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati” (Kejadian 5:5).

Tapi Adam telah berdosa, dan membawa dosa dan kematian bagi umat manusia. Itu sebabnya anak pertama Adam, Kain membunuh saudaranya Habel (Kejadian 4:8). Allah berkata kepada Kain, “Engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi” (Kejadian 4:12). Kain berlari jauh “menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden” (Kejadian 4:16). “Tanah Nod” secara harfiah berarti “tanah pengembaraan.” Dr. M. R. DeHaan berkata, “Tradisi menceritakan bahwa Kain pergi ke India dan Cina dan wilayah terpencil lainnya” (The Days of Noah, Zondervan, 1971, hlm. 33). Kain membangun sebuah kota yang jauh dari orangtuanya (lihat Kejadian 4:17).

Kain telah melarikan diri. Habel sudah mati. Adam dan Hawa memiliki anak lain yang bernama Seth (Kejadian 4:25). Mereka memperanakkan “anak-anak lelaki dan perempuan” (Kejadian 5: 4). Dalam hidupnya selama 930 tahun, Adam memiliki banyak anak. Menurut tradisi Yahudi, Adam dan Hawa memiliki 56 anak!

Set hidup selama 912 tahun. Dia memperanakkan “anak-anak lelaki dan perempuan” (Kejadian 5:7, 8). Anak Set, Enos hidup selama 905 tahun. Dia memperanakkan “anak-anak lelaki dan perempuan” (Kejadian 5:10, 11). Anak Enos, Kenan hidup selama 910 tahun. Dia memperanakkan “anak-anak lelaki dan perempuan” (Kejadian 5:13, 14). Kejadian pasal kelima memberikan nama dan usia orang-orang besar dari zaman itu. Sebagian besar dari mereka hidup selama lebih dari 900 tahun. Mereka memiliki banyak anak. Ras manusia memenuhi bumi.

Ada jutaan, bahkan miliaran manusia pada saat Air Bah terjadi. Mereka harus menyebar ke seluruh bumi. Itu cocok dengan sifat Air Bah ke seluruh dunia itu. Air Bah menutupi seluruh bumi karena manusia telah menutupi seluruh bumi!

Mereka telah mengisi bumi sebagai orang-orang berdosa. “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kejadian 6:5). “Bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan” (Kejadian 6:11).

Allah menghakimi umat manusia dengan Air Bah. Air menutupi bumi selama 150 hari (Kejadian 7:24). Hanya Nuh dan keluarganya - delapan orang – yang selamat dalam Bahtera. Sisanya tenggelam dan pergi ke Neraka. Air Bah kemudian surut. Bahtera itu mendarat di Gunung Ararat, di Armenia (Kejadian 8:4). Ketika Nuh dan keluarganya keluar dari Bahtera itu, Allah berkata kepada mereka, “Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi” (Kejadian 9:1).

Ini adalah perintah yang sama dengan yang Allah perintahkan kepada Adam dan Hawa. Itu mudah dilakukan. Orang-orang masih hidup selama berabad-abad - tidak selama sebelum Air Bah, karena kanopi telah turun. Namun setiap pasangan masih bisa memiliki 20, 30 atau lebih anak-anak.

Mari berdiri dan menyanyikan “Mari, Puji Raja Sorga.”

Mari, puji Raja sorga, persembahan bawalah!
   DitebusNya jiwa-raga, maka puji namaNya!
Puji Dia, puji Dia, puji Raja semesta!
   (“Praise, My Soul, the King of Heaven,” dari Mazmur 103;
      oleh Henry F. Lyte, 1793-1847/ Kidung Jemaat No. 288).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Mudah menyebar ke seluruh dunia. Cuaca menjadi dingin setelah Air Bah tersebut. Para ilmuwan menyebut periode ini sebagai “Zaman Es.” Banyak air terkurung dalam lempengan-lempengan es. Gunung terdorong naik, dan lautan telah surut. Itu memudahkan orang untuk menyeberang dari Asia ke Amerika Utara. Air antara Rusia dan Alaska telah surut. Ada sebuah jembatan tanah antara Rusia dan Alaska. Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa “orang-orang Indian” asli – datang dari Alaska ke Amerika Selatan, terkait dengan orang-orang Cina.

Ada alasan lain mengapa itu mudah untuk mengisi dunia dalam dua atau tiga ratus tahun. Orang sudah mengenal geografi dunia. Sebelum Air Bah mereka telah mengetahui tata letak daratan. Nenek moyang mereka telah ke India dan Cina. Mereka tahu ke mana mereka akan pergi!

Untuk memenuhi bumi kembali akan menjadi mudah. Butuh waktu lebih lama daripada seharusnya. Saya akan menjelaskan mengapa demikian. Tetapi ketika orang-orang itu telah menyebar, mereka memenuhi banyak wilayah dan mereka memenuhinya dengan cepat! Anak-anak Nuh adalah Sem, Ham dan Yafet (Kejadian 10:1). Sem menjadi nenek moyang bangsa Semitik, orang-orang dari Timur Tengah. Abraham adalah keturunan Sem. Melalui anaknya, Ishak, Abraham adalah bapa dari orang-orang Yahudi. Melalui putranya, Ismail, Abraham adalah bapa dari orang Arab. Baik orang Yahudi maupun Arab adalah bangsa Semitik.

Yafet menjadi nenek moyang dari bangsa-bangsa Eropa dan Asia. Salah satu anaknya adalah Gomer, bapa dari banyak bangsa di Eropa Barat. Anak lain adalah Magog, nenek moyang orang-orang Rusia dan Ukraina. Cucu Yafet adalah Tarsis, nenek moyang orang-orang Spanyol. Orang-orang Cina adalah keturunan Yafet.

Ham adalah leluhur bangsa Hamitic, bangsa-bangsa Afrika. Salah satu dari anak-anak Ham adalah Misraim (Kejadian 10: 6), yang merupakan nama Ibrani untuk Mesir, negara pertama di Afrika.

Keturunan Nuh memenuhi bumi dalam waktu singkat. Tapi ini tidak terjadi segera! Pada awalnya mereka menolak untuk taat kepada Allah. Sebagaimana Perjanjian Baru katakan, “Sebab keinginan daging [orang yang belum bertobat] adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7). Ini adalah sifat manusia berdosa yang selalu memberontak terhadap Allah. Orang-orang menolak untuk menyebar dan memenuhi bumi. Apa yang terjadi?

Salah satu dari anak-anak Ham adalah Kush, yang adalah ayah dari Nimrod (Kejadian 10:6-9). Nimrod adalah seorang pria yang sombong dan jahat. Dia membangun sebuah kerajaan, di berkuasa dari kota Babel (Babilonia), di tanah Sinear (yang kemudian disebut Babilonia). Bersama dengan Raja Nimrod, orang-orang menolak untuk memenuhi bumi. Mereka mengatakan, “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi” (Kejadian 11:4). Mereka tidak ingin menyebar. Mereka ingin membangun sebuah kota dengan sebuah menara, pusat-kekuatan untuk menunjukkan kemuliaan mereka sendiri.

Tapi Allah menghukum mereka. Dia menghentikan mereka dari membangun menara itu. Sampai saat itu semua orang berbicara dalam bahasa yang sama. “Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya” (Kejadian 11:1). Dan Allah berkata,

“Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing. Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi” (Kejadian 11:7-9).

Allah mengacaukan bahasa mereka. Nama “Babel” berarti “kekacauan.” Orang-orang tidak bisa memahami satu sama lain. Setiap orang hanya bisa berbicara dengan kelompok bahasanya sendiri. Mereka tidak bisa menyelesaikan menara itu. Masyarakat mereka berantakan. Semua orang dipisahkan dan bergabung dengan orang yang bisa berbicara dengan mereka - kerabat dekat. Mereka memenuhi bumi - ketika mereka dipaksa untuk melakukannya. Alkitab mengatakan bahwa pada zaman itu “bumi terbagi” (Kejadian 10:25).

Hal ini terjadi sekitar 100 tahun setelah Air Bah. Umat manusia masih satu masyarakat. Ini masih seperti itu! Alkitab berkata bahwa Allah “menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi” (Kisah Para Rasul 17:26). Itu sebabnya setiap laki-laki dapat menikahi seorang wanita dan mempunyai anak. Keanekaragaman ras manusia terkandung dalam Nuh dan keluarganya. Tapi setelah Menara Babel, orang terbagi menjadi kelompok-kelompok bahasa yang lebih kecil. Selama ratusan tahun, mereka menikah hanya dalam kelompok mereka. Segera satu kelompok orang tidak terlihat sama seperti yang lainnya. Di sinilah berbagai ras dan bangsa dan bahasa berasal. Beberapa pergi ke Eropa dan berbicara dalam bahasa mereka di sana. Lainnya pergi ke Afrika. Beberapa pergi ke Cina dan berbicara satu sama lain dalam bahasa Cina.

Proses ini hanya butuh waktu singkat. Kelompok bahasa ini tersebar di seluruh dunia. Keturunan Yafet pergi ke Eropa, ke India dan Cina, dan akhirnya ke benua Amerika. Keturunan Ham pergi ke Afrika. Keturunan Sem memenuhi Timur Tengah.

Ke mana pun mereka pergi orang-orang masih mengingat peristiwa Air Bah itu. Itu sebabnya setiap suku di seluruh dunia memiliki legenda tentang Air Bah. Penduduk asli Amerika dari Northwest berbicara tentang seorang pria yang membangun perahu. Orang-orang dari Kepulauan Fiji memiliki legenda Air Bah.

Ke mana pun mereka pergi orang memiliki keyakinan pada satu Tuhan. Mereka telah belajar ini dari Nuh dan anak-anaknya. Suku-suku dari Amerika Utara percaya pada Tuhan yang mereka sebut Roh Agung. Dalam bahasa Proto-Indo-Eropa, yang menyebabkan bahasa Eropa dan India, kita mendengar “Dyeus-Pater,” “Allah-Bapa,” Allah-Bapa di Surga. Dari Dyeus-Pater datang nama-nama dewa Yunani Zeus dan dewa Romawi Jupiter.

Bangsa Mongolia percaya Tengri, Dewa Langit yang agung yang berasal dari Allah Bapa. Bangsa Cina kuno percaya pada satu Tuhan. Dr. James Legge (1815-1897) adalah profesor Bahasa Cina dan Sastra di Universitas Oxford. Dalam bukunya, The Religions of Cina (Charles Scribner’s Sons, 1881), Dr. Legge menunjukkan bahwa agama asli dari Cina adalah keyakinan pada satu Tuhan, yang mereka sebut Shang Ti (Raja Langit). Dua ribu tahun sebelum Kristus, berabad-abad jauh sebelum Konfusius dan Buddha lahir, orang-orang Cina menyembah satu Tuhan - Allah Bapa, Raja Sorga.

Agama asli Cina bukanlah Buddhisme. Buddha bukanlah orang Cina! Dia tinggal di India. Buddhisme dibawa ke Cina dari India. Agama asli Cina adalah monoteisme, keyakinan pada satu Tuhan - Shang Ti, Raja Sorga. Kemudian, berbagai takhayul dan penyimpangan ditambahkan. Tapi Shang Ti, Raja Sorga, adalah Allah yang asli dari Cina! “Mari, Puji Raja Sorga.” Mari kita berdiri dan menyanyikannya!

Mari, puji Raja sorga, persembahan bawalah!
   DitebusNya jiwa-raga, maka puji namaNya!
Puji Dia, puji Dia, puji Raja semesta!

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Mengapa orang Cina menjauh dari Allah yang sejati? Karena mereka adalah orang-orang berdosa. Semua manusia di dunia adalah orang-orang berdosa. Orang-orang pada zaman dulu di setiap wilayah adalah orang berdosa. Mereka adalah “perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7). Mereka tidak menginginkan Allah. Jadi mereka menciptakan takhyul-takhyul dan berhala-berhala dan agama-agama palsu. Alkitab berkata,

“Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar” (Roma 1:21-23).

Hal ini terjadi untuk semua umat manusia. Itu terjadi di Mesir, di Babilonia, di Eropa, di India, dan itu terjadi di Cina. Di sinilah agama-agama palsu dunia berasal. Orang berdosa menolak kebenaran dan menerima segala macam kebohongan. Terang semakin menjadi redup. Kegelapan tumbuh. Manusia tidak ada harapan.

Tuhanlah yang mengulurkan tangan. Allah melihat ke bawah ke kota berdosa yang bernama Ur Kasdim. Di sana Dia berfirman kepada seorang pria bernama Abraham, “Pergilah dari negerimu... Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat… dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kejadian 12:1-3). Allah berfirman kepadanya, “Aku telah memanggil kamu.” Abraham percaya kepada Allah yang benar. Dia menjadi ayah dari orang-orang Yahudi, orang-orang pilihan Allah di bumi.

Allah menggunakan bangsa Yahudi untuk memberi kita Alkitab. Dan Allah mengutus Anak-Nya Yesus dilahirkan dari seorang perawan Yahudi yang bernama Maria. Di sana di Israel Yesus tumbuh dewasa. Di sana di Israel Dia mati di kayu Salib untuk membayar dosa-dosa kita. Dia memberi Darah-Nya untuk menyucikan dosa kita. Ia bangkit dari antara orang mati untuk memberikan kita kehidupan. Yesus mati untuk seluruh umat manusia - bukan hanya untuk orang-orang Yahudi, tetapi untuk orang-orang Cina juga dan untuk seluruh dunia! Kristus “pendamaian untuk segala dosa kita, dan… juga untuk dosa seluruh dunia (I Yohanes 2:2). Kekristenan adalah satu-satunya agama yang benar untuk semua umat manusia. Ini bukanlah “agama orang Amerika.” Kebanyakan orang Amerika bukanlah orang Kristen sejati. Kristus bukan untuk satu bangsa atau budaya. Ada orang-orang Kristen di setiap negara di dunia, karena Kristus mati “untuk dosa seluruh dunia” - untuk orang Cina, Korea, Hispanik, Afrika - dan untuk Anda! Orang-orang dari Cina dan seluruh dunia sedang percaya Yesus. Yesus berkata kepada Anda, “Marilah kepada-Ku” (Matius 11:28). Datang kepada Yesus. Percayalah kepada-Nya.

Manusia tidak pernah bisa menemukan Tuhan dengan usahanya sendiri. Alkitab mengatakan, “Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa?” (Ayub 11:7). Bahkan, tidak ada yang ingin menemukan Allah. Alkitab mengatakan, “Tidak ada seorangpun yang mencari Allah” (Roma 3:11). Allah sendirilah yang menjangkau untuk menyelamatkan kita orang-orang berdosa.

Sebelum dunia diciptakan, Allah telah merencanakan untuk menebus beberapa orang di bumi. Itu selalu rencana Allah untuk mengirim Anak-Nya Yesus untuk mati bagi orang berdosa. Alkitab berbicara tentang Yesus, “sejak dunia dijadikan… Anak Domba, yang telah disembelih” (Wahyu 13:8). Ini adalah rencana Allah bagi umat-Nya di mana pun. Kristus mati untuk semua orang yang Dia selamatkan.

Alkitab berkata, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5: 8). Alkitab mengatakan, “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (I Yohanes 4:10). Allah mengasihi Anda sehingga Dia mengutus Anak-Nya Yesus untuk mati di kayu salib untuk membayar dosa Anda. Yesus mencurahkan Darah-Nya untuk menyucikan dosa Anda. Saya berdoa agar kiranya Anda mau percaya Yesus segera.

Mari berdiri dan menyanyikan lagi ini “Mari, Puji Raja Sorga.”

Mari, puji Raja sorga, persembahan bawalah!
   DitebusNya jiwa-raga, maka puji namaNya!
Puji Dia, puji Dia, puji Raja semesta!

Amin.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Roma 1:21-23.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Jesus Shall Reign” (oleh Dr. Isaac Watts, 1674-1748).