Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




ISTRI LOT

(KHOTBAH #87 DARI KITAB KEJADIAN)

LOT’S WIFE
(SERMON #87 ON THE BOOK OF GENESIS)
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 31 Januari 2016

“Ingatlah akan isteri Lot!” (Lukas 17:32).


Kita tidak tahu siapa nama wanita ini. Hampir kita semua tahu tentang dia sebagaimana dijelaskan kepada kita dalam pasal sembilan belas Kitab Kejadian - dan dalam beberapa ayat dari Lukas 17. Kita tahu bahwa dia adalah istri Lot - Lot, yang merupakan keponakan dari Abraham. Lot ikut Abraham ketika ia meninggalkan Haran. Allah memanggil Abraham untuk meninggalkan kota itu, yang penuh dengan penyembahan berhala dan dosa. Alkitab mengatakan,

“Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat...” (Ibrani 11:8).

Lot ikut Abraham. Lot adalah seorang yang beriman tapi dia bukan seorang pemimpin seperti pamannya Abraham. Dia menjalani kehidupan seorang percaya sampai waktunya tiba ketika ia tidak bisa lagi tinggal bersama dengan Abraham. Domba dan sapi dari dua keluarga itu menjadi berlipat ganda, dan mereka tidak bisa terus bersama-sama dengan damai. Lot diberi pilihan ke mana harus pergi. Dia memilih untuk pergi dekat kota Sodom. Alkitab mengatakan,

“Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom. Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN” (Kejadian 13:12, 13).

Dan Lot dan keluarganya pergi untuk tinggal di dekat kota-kota di dataran subur itu, di mana dosa dan kemerosotan begitu besar. Alkitab berkata, “Lot… berkemah di dekat Sodom.” Artinya, dia memasang tendanya di dekat kota yang jahat itu. Tetapi Abraham memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre “lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN” (Genesis 13:18). Dengan demikian, Abraham dan keluarganya semakin dekat dengan Allah. Tapi Lot dan keluarganya tumbuh lebih dan lebih duniawi.

Pada akhirnya Lot membawa keluarganya pindah ke kota Sodom. Di tengah kota yang berdosa itu Lot dan keluarganya tinggal di sana. Mereka menjadi lebih dan lebih lagi seperti orang-orang yang hidup di kota itu sampai empat raja penyembah berhala datang dan membawa Lot dan keluarganya pergi sebagai tawanan. Abraham dan orang-orangnya pergi untuk menyelamatkan Lot dan membawanya pulang. Anda akan berpikir dia akan berkata, “Aku akan kembali ke jalan hidup Abraham, dan menjadi pengikut Allah.” Tapi sebaliknya, ia kembali menetap di Sodom. Ini adalah kesalahan besar. Karena dengan tinggal di Sodom, dan berhubungan dengan orang-orang yang tidak percaya itu, ia “menderita” dan tertekan oleh “percakapan kotor” dan kehidupan jahat para tetangganya di kota itu (II Petrus 2: 7). Namun ia tetap ada di antara mereka. Ia menolak untuk keluar dari antara mereka, ketika Allah mengharuskannya. Alkitab mengatakan,

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (II Korintus 6:14).

Namun itu bukan kebenaran tentang Lot. Namun ayat kita tidak berbicara tentang dia. Ini adalah tentang istrinya! Kristus berbicara tentang wanita itu, ketika Ia berkata,

“Ingatlah akan isteri Lot!” (Lukas 17:32).

Oleh karena itu saya harus meninggalkan Lot, dan berbicara kepada Anda tentang wanita itu. “Ingatlah akan isteri Lot!”

I. Pertama, ingatlah bahwa ia adalah istri Lot.

Dia adalah istri dari Lot yang, dengan semua kesalahannya, adalah orang yang benar. Rasul Petrus mengatakan kepada kita dengan jelas bahwa Lot adalah “orang yang benar” dengan “jiwa orang benar” (II Petrus 2: 8). Dia bersatu dengannya dalam pernikahan, namun dia binasa! Dia pernah tinggal di tenda-tenda bersama dengan Abraham yang suci, dan tampaknya membagi imannya. Namun dia binasa. Dia pernah hidup bersama dengan dengan orang-orang percaya tersuci dan terbaik di dunia, di rumah Abraham. Namun dia binasa.

Tidak ada hubungan duniawi dapat membantu Anda jika Anda menolak Yesus Kristus, dan mati dalam dosa Anda! “Ingatlah akan isteri Lot!” “Ingatlah akan isteri Lot!”

Saya mengenal anak seorang pendeta yang saleh, salah satu orang tersaleh yang pernah saya kenal. Tapi anaknya adalah seorang yang masih terhilang. Saya mengenalnya dengan baik. Anak pendeta yang saleh itu masih terhilang! Terhilang! Terhilang! Oh, “Ingatlah akan isteri Lot!” Anda mungkin berada di gereja di sini setiap hari Minggu. Anda mungkin datang ke sini minggu demi minggu - Minggu demi Minggu - tapi Anda hanya datang untuk pesta! Anda hanya datang untuk keramahan jemaat kami. Oh, “Ingatlah akan isteri Lot!” “Ingatlah akan isteri Lot!”

Namanya tidak pernah disebutkan! Dia mungkin seorang wanita penyembah berhala. Dan namanya diabaikan. Dia pernah mendengar Abraham berdoa. Dia bergabung dengan mereka ketika menyanyikan lagu-lagu suci. Dia mendengar suaminya dan pamannya Abraham berbicara banyak tentang Tuhan. Namun dia sendiri tidak pernah percaya Tuhan. Dia hanya berpura-pura setuju dengan mereka ketika mereka berdoa. Apakah ada seseorang di sini pagi ini yang seperti itu? Apakah Anda hanya datang ke gereja untuk persekutuan - untuk persahabatan – karena menyukai kegembiraan yang kami miliki? Apakah itu satu-satunya alasan mengapa Anda datang? Jika Anda memegang erat dunia dan memandang itu penuh kerinduan, Anda harus mati dalam dosa Anda - meskipun Anda makan dan minum dengan umat Allah! Orangtua Anda sendiri mungkin telah diselamatkan, sementara Anda sendiri memikirkan bagaimana agar memperoleh banyak kebebasan dan kenikmatan yang tidak Anda dapatkan kecuali dengan meninggalkan gereja ini, yaitu untuk menikmati kesenangan duniawi dengan orang-orang Sodom! Oh, “Ingatlah akan isteri Lot!” “Ingatlah akan isteri Lot!” Yesus berkata,

“Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua” (Lukas 17:28, 29).

Sudahkah engkau menghitung biayanya, jika jiwamu harus terhilang
Sekalipun engkau memperoleh seluruh dunia?
Sekarang bahkan itu mungkin engkau telah menyeberang,
Sudahkah engkau menghitungnya, sudahkah engkau menghitung biayanya?
(“Have You Counted the Cost?” oleh A. J. Hodge, 1923).

“Ingatlah akan isteri Lot!” (Lukas 17:32).

II. Kedua, ingatlah bahwa ia mencintai dunia ini.

Saya telah berkhotbah dan sekarang sudah 58 tahun. Saya telah melihat begitu banyak orang muda datang dan berkata, “Saya ingin diselamatkan.” Saya selalu sangat hati-hati melihat mereka ketika mereka mengatakan itu - karena saya tahu bahwa sembilan dari sepuluh di antara mereka belum benar-benar mau diselamatkan dari dosa. Sembilan dari sepuluh di antara mereka mengatakan bahwa mereka ingin diselamatkan dan kemudian segera pergi - hidup dalam dosa dan dalam pemberontakan melawan Allah.

Ketika kita berpikir tentang Sodom kita segera berpikir tentang penyimpangan seksual. Itu memang kenyataan dari kebanyakan orang di Sodom - tetapi tidak semua. Tidak disebutkan istri Lot terlibat dalam dosa seksual. Tidak disebutkan para menantunya terlibat dalam dosa seksual. Tetapi Alkitab mendaftar banyak dosa lainnya di Sodom. Allah membandingkan Yerusalem kuno dengan Sodom ketika Ia berkata,

“Lihat, inilah kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda itu: kecongkakan, makanan yang berlimpah-limpah dan kesenangan hidup ada padanya dan pada anak-anaknya perempuan, tetapi ia tidak menolong orang-orang sengsara dan miskin. Mereka menjadi tinggi hati dan melakukan kekejian di hadapan-Ku; maka Aku menjauhkan mereka sesudah Aku melihat itu” (Yehezkiel 16:49, 50).

Mereka adalah orang-orang yang congkak. Mereka adalah orang-orang yang rakus. Mereka adalah orang-orang yang tidak peduli apapun. Mereka adalah orang-orang yang egois. Mereka adalah orang-orang yang tinggi hati. Mereka adalah orang-orang yang berkomitmen untuk hidup dalam kekejian. Dr. W. A. Criswell berkata, “Dosa Sodom tidak berakhir dengan tindakan-tindakan sensualitas dan ketidak-wajarannya, tetapi sampai ke ‘tinggi hati’ karena kemakmuran material mereka. ‘Tinggi hati’ itu telah membuat mereka membuat hukum moral menurut pandangan mereka sendiri” (Criswell Study Bible, catatan atas Yehezkiel 16:49).

Oh, itu membuat saya sedih ketika saya melihat orang-orang muda dipenuhi tinggi hati. Saya melihat mereka mulai berpikir bahwa mereka intelektual dan sangat cerdas - lebih pintar dari Alkitab, lebih pintar dari Allah! Oh, betapa itu nampak pada wajah mereka, dalam cara mereka berbicara, bahkan dalam cara mereka berpakaian. Ketika mereka masih anak-anak kecil, hati mereka ada bersama dengan kita. Tapi kemudian mereka meninggalkan gereja. Mereka mulai membangun persahabatan dengan teman-teman baru, teman-teman duniawi, teman-teman yang bukan Kristen. Mereka mulai tidak mempercayai orangtua Kristen dan orang Kristen lainnya. Mereka mulai melihat pendeta sebagai musuh mereka. Mereka menutup telinga mereka dari semua yang dikatakanya. Ia dulu menjadi teman mereka - tapi sekarang ia tampaknya menjadi seperti musuh mereka.

Lihatlah betapa mereka mirip dengan istri Lot. Pada awalnya ia mendengarkan bapa Abraham. Tapi kemudian ia melihat lampu-lampu terang kota itu. Kemudian ia berbicara lembut kepada suaminya. Dia sudah bosan hidup bersama mereka di padang gurun. Dia mengatakan kepada suaminya bahwa yang mereka butuhkan adalah tinggal dekat kota. Putri-putrinya butuh kesenangan. Mereka perlu bertemu para pemuda di kota itu yang “lebih maju.” Dia tidak ingin mereka menikah dengan salah satu dari antara anak laki-laki yang menggiring domba Abraham. Dia ingin mereka menjadi lebih up-to-date. Jadi ia mengajak suaminya yang lemah ke pusat kota itu. Dan di sana ia kehilangan hidupnya. Dan di sana ia kehilangan jiwanya. Dan di sana ia kehilangan segalanya, bahkan kehilangan Allah itu sendiri! Oh, “Ingatlah akan isteri Lot!” “Ingatlah akan isteri Lot!”

Beberapa dari Anda berkata bahwa Anda ingin diselamatkan. Yang lainnya percaya kepada Yesus dan diselamatkan. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang muda yang lebih baru. Tapi entah bagaimana Anda tidak bisa “mendapatkannya” - seperti yang mereka katakan. Mengapa Anda tidak bisa? Bukankah itu tidaklah rumit sama sekali? Anda ingin diselamatkan - tetapi Anda juga ingin hidup dengan dunia. Anda ingin pergi ke gereja dan diterima sebagai seorang Kristen. Tapi Anda juga ingin pergi dengan teman-teman Anda yang masih terhilang dan diterima oleh mereka juga. Anda ingin memiliki teman-teman Kristen di gereja ini - dan masih memiliki teman-teman terhilang di dunia. Bukankah itu persis dengan apa yang menghalangi Anda kepada Yesus? Bukankah demikian? Bukankah demikian? Bukankah demikian? Tentu saja! Anda ingin pergi ke Sorga dengan satu kaki di Neraka! “Ingatlah akan isteri Lot!”

Sudahkah engkau menghitung biayanya, jika jiwamu harus terhilang
   Sekalipun engkau memperoleh seluruh dunia?
Sekarang bahkan itu mungkin engkau telah menyeberang,
   Sudahkah engkau menghitungnya, sudahkah engkau menghitung biayanya?

“Ingatlah akan isteri Lot!”

Dr. Thomas Hale berkata, “Janganlah kita membodohi diri sendiri: Kita tidak bisa mencari Kristus dan berkat duniawi pada saat yang sama; kita harus memilih” (The Applied New Testament Commentary; catatan atas Markus 8:35). Alkitab berkata,

“Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah” (Yakobus 4:4).

Dr. Hale berkata, “Tidaklah mungkin mengasihi Allah dan dunia pada waktu yang sama” (ibid.; catatan atas Yakobus 4:4).

Beberapa dari Anda sedang berjuang dengan ini sekarang. Anda ingin menjadi orang Kristen. Tapi Anda seperti istri Lot. Anda ingin juga hidup bersama teman-teman Anda yang masih terhilang di Sodom. Perjuangan Anda benar-benar buruk. Anda mendengar saya berkhotbah tentang keselamatan melalui Kristus. Tapi Anda juga mendengar suara Iblis dalam pikiran Anda. Yesus berkata, “Datanglah kepada-Ku.” Tapi Iblis berkata, “Jangan bodoh. Lihatlah kesenangan yang tidak akan kamu nikmati lagi jika kamu menjadi seorang Kristen.” Siapa yang akan Anda dengarkan? Anda akan mendengarkan Kristus? Atau Anda akan mendengarkan Iblis? Alkitab berkata, “Lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu” (Yakobus 4: 7). Anda harus membuat pilihan. Anda harus percaya Kristus atau mengikuti Iblis. Mengapa Anda menolak panggilan Kristus? Mengapa Anda menolak untuk percaya kepada-Nya? Sekali lagi, Dr. Hale berkata, “Itu selalu karena beberapa dosa dalam hidup kita yang kita tidak mau tinggalkan” ” (ibid.; catatan untuk Yakobus 4:5). Anda harus mengatakan di dalam hati Anda,

Mengikut Yesus, Keputusanku,
   Mengikut Yesus, Keputusanku,
Mengikut Yesus, Keputusanku,
   'Ku Tak Ingkar, 'Ku Tak Ingkar!

Tepat itulah apa yang istri Lot tolak untuk melakukannya. Alkitab mengatakan, “Isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam” (Kejadian 19:26). Dr. Henry M. Morris berkata, “Ia terkubur dalam hujan abu vulkanik, dengan tubuh secara perlahan-lahan berubah menjadi tiang ‘garam’... dengan cara yang sama seperti yang dialami oleh penduduk Pompeii... pada peristiwa letusan Gunung Vesuvius yang terkenal” (Henry M. Morris, Ph.D., The New Defender’s Study Bible; catatan untuk Kejadian 19:26).

“Ingatlah akan isteri Lot!”

III. Ketiga, ingatlah bahwa ia hampir diselamatkan.

Uskup J. C. Ryle mengatakan, “Istri Lot telah masuk jauh ke dalam keagamaan lahiriah. Dia adalah istri dari ‘orang yang benar.’ Dia terhubung melalui suaminya kepada Abraham, bapa orang beriman. Dia melarikan diri bersama dengan suaminya dari kota Sodom ketika suaminya melarikan diri untuk menyelamatkan hidupnya atas perintah Allah. Tapi istri Lot tidak benar-benar seperti suaminya. Meskipun dia melarikan diri bersama dengan dia, dia telah meninggalkan hatinya di belakangnya [di kota yang penuh dosa].” Para malaikat telah berkata kepada Lot, “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang… supaya engkau jangan mati lenyap” (Kejadian 19:17). Tapi Uskup Ryle berkata, “Perempuan itu sengaja tidak mematuhi [perintah]. Dia menoleh ke belakang ke arah Sodom, dan seketika itu juga ia mati. Dia berubah menjadi tiang garam, dan binasa dalam dosa-dosanya. Ingat akan istri Lot!” (J. C. Ryle, Expository Thoughts on Luke, volume 2, The Banner of Truth Trust, 2015 reprint, clothbound, hlm. 183; catatan untuk Lukas 17:32).

Ini harus menjadi peringatan bagi Anda semua pagi ini. Mengapa Anda di sini di gereja ini? Itu bukan karena Anda adalah seorang Kristen! Tidak, tidak! Anda jauh dari menjadi seorang Kristen. Anda berada di sini karena seseorang membawa Anda ke sini. Anda tidak memiliki pemikiran tentang Allah! Anda hidup seolah-olah tidak ada Allah sama sekali. Anda adalah orang berdosa yang tidak mengenal Allah. Seseorang membawa Anda ke sini. Seseorang seperti Lot membawa Anda ke sini. Tapi Anda berpikir orang yang membawa Anda sedikit aneh. Itulah yang istri Lot pikirkan tentang dia. Seperti para menantunya, memandang Lot “sebagai orang yang berolok-olok saja” (Kejadian 19:14). Ini lelucon besar bagi Anda. Saya mengatakan bahwa penghakiman akan datang. Saya memberitahu Anda kota ini akan hancur oleh gempa dahsyat di akhir zaman (lih. Wahyu 16:18). Saya memberitahu Anda bahwa jiwa Anda akan tenggelam ke dalam Neraka - yang akan disiksa untuk selama-lamanya, dan selama-lamanya, dan selama-lamanya! Tapi sepertinya saya “seperti orang yang berolok-olok saja” di mata Anda.

“Ingatlah akan isteri Lot!”

Dia hampir diselamatkan! Dia sudah berada di luar Sodom. Dia hampir sampai di tempat yang aman. Namun dia binasa. Dia hampir diselamatkan - tetapi tidak cukup! Mari saya ulangi kata-kata ini untuk Anda – “HAMPIR” diselamatkan - Tapi TIDAKLAH Cukup!” Lolos dari bentuk-bentuk terburuk dari dosa - tapi tidak di dalam Kristus! Pikiran Anda belum bebas dari berhala! Kejahatan tidak menyerah dalam jiwa Anda! Berhenti sebelum percaya Yesus! Seperti yang dikatakan Felix kepada Paulus,

“Cukuplah dahulu dan pergilah sekarang; apabila ada kesempatan baik, aku akan menyuruh memanggil engkau” (Kisah Rasul 24:25, KJV, NIV).

Tapi kesempatan baik itu tidak pernah datang. Felix berpikir Anda bisa diselamatkan setiap saat – kesempatan itu tidak pernah ada! Dia mendukakan Roh Allah - dan ia telah terhukum di Neraka, bahkan ketika ia masih hidup.

“Ingatlah akan isteri Lot!”

“Hampir diyakinkan” sekarang percaya;
   “Hampir diyakinkan” Kristus menerima;
Sekarang nampak beberapa jiwa berkata, “Allah, Roh, datanglah kepada-Nya,
   Ini hari yang membahagiakan Pada saat aku memanggil Engkau”

“Hampir diyakinkan,” tuaian berlalu!
   “Hampir diyakinkan,” penghukuman akhirnya datang!
“Hampir” tidak tertolong; “Hampir” gagal!
   Sedinh, sedih, ratapan getir – “Hampir,” namun terhilang.
      (“Almost Persuaded” oleh Philip P. Bliss, 1838-1876).

Pemuda yang menulis himne ini percaya Kristus ketika ia berusia dua belas tahun. Itu baik - karena ia kemudian mati hanya beberapa tahun kemudian, di usianya tiga puluhan tahun.

Sudahkah Anda ada di dalam Yesus? Apakah Anda sudah percaya kepada-Nya? Apakah Anda sudah berpaling dari kota yang penuh dosa ini untuk bergabung dengan umat Allah? Anda tidak sedang hidup di sebuah peternakan di desa, Anda tahu itu! Anda tinggal di Los Angeles - Sodom dari dunia Barat. Akankah Anda meninggalkan kewargaan Los Angeles dan datang kepada Yesus? Dia telah mati di kayu Salib untuk Anda. Darah-Nya dapat menyucikan Anda dari segala dosa. Anda dapat memiliki rumah yang kekal dalam kemuliaan ketika Anda mati nanti. Tapi Anda harus meninggalkan orang-orang dari Los Angeles di belakang Anda - gadis-gadis di sekolah Anda dengan celana ketat dan riasan wajah mereka - orang-orang muda yang suka merokok dan melihat pornografi - Lihatlah mereka! Mereka adalah warga yang ditinggalkan Allah dari Sodom! Jangan pergi ke Neraka bersama dengan mereka!

Keluarlah dari Sodom! Keluarlah dari antara mereka! Keluarlah dari kota kegelapan. Datanglah ke dalam terang Kristus!

“Ingatlah akan isteri Lot!”

Amin.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Lukas 17:24-33.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Have You Counted the Cost?” (oleh A. J. Hodge, 1923).


GARIS BESAR KHOTBAH

ISTRI LOT

(KHOTBAH #87 DARI KITAB KEJADIAN)

LOT’S WIFE
(SERMON #87 ON THE BOOK OF GENESIS)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Ingatlah akan isteri Lot!” (Lukas 17:32).

(Ibrani 11:8; Kejadian 13:12, 13, 18;
II Petrus 2:7; II Korintus 6:14)

I.   Pertama, ingatlah bahwa ia adalah istri Lot., II Petrus 2:8;
Lukas 17:28, 29.

II.  Kedua, ingatlah bahwa ia mencintai dunia ini, Yehezkiel 16:49, 50;
Yakobus 4:4, 7; Kejadian 19:26.

III. Ketiga, ingatlah bahwa ia hampir diselamatkan, Kejadian 19:17, 14;
Kisah Rasul 24:25.