Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




JADIKAN ORANG-ORANG KRISTEN TESALONIKA SEBAGAI TELADAN ANDA!

MAKE THE THESSALONIAN CHRISTIANS YOUR EXAMPLE!
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 27 Desember 2015

“Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu” (I Tesalonika 1:1).


Mr. Prudhomme membaca pasal pertama dari I Tesalonika beberapa saat yang lalu. Ini memberi kita gambaran dari jemaat mula-mula yang berada di kota Tesalonika. Rasul Paulus menulis surat ini sekitar tahun 50 M. Ini merupakan surat pertama yang Paulus tulis. Dia menulis untuk jemaat yang baru berusia beberapa bulan. Paulus pernah ada bersama mereka selama tiga hari Sabat menurut Kisah Para Rasul 17. Kemudian dia diusir dari kota itu oleh massa orang-orang Yahudi yang tidak percaya yang sambil berteriak, katanya: “Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari” (Kisah Para Rasul 17:6). Mereka mengatakan bahwa Yason, pemimpin jemaat itu, melanggar hukum Kaisar dengan mengatakan ada raja lain, yaitu Yesus. Mereka menangkap Yason dan orang Kristen lainnya, namun kemudian mereka pun dilepaskan. Dalam pasal 3, ayat 2 Paulus berjanji untuk mengirim Timotius “untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang iman [mereka]” (I Tesalonika 3:2).

Sekarang kita akan melihat pasal pertama dari I Tesalonika. Kita akan melihat sebuah jemaat kecil yang sangat kuat, meskipun mereka hanya bersama dengan Paulus selama tiga minggu, dan meskipun jemaat mereka baru berusia sekitar satu tahun. Ini adalah sebuah jemaat yang luar biasa, model jemaat yang harus kita teladani dengan sekuat tenaga kita. Ada delapan poin dalam pasal pertama yang jemaat kita harus teladani.

1. Pertama, mereka ada di dalam Allah dan di dalam Kristus.

“Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu” (I Tesalonika 1:1).

Silwanus adalah nama lain dari Silas. Meskipun mereka pernah menjadi penyembah berhala, sekarang mereka ada “di dalam Allah Bapa,” “di dalam Tuhan Yesus Kristus.” Itulah yang dikatakan Paulus tentang jemaat ini. Itulah cara Anda “bergabung” menjadi anggota jemaat. Bukan dengan memiliki nama Anda dituliskan pada buku daftar keanggotaan jemaat. Tetapi dengan berada “di dalam Allah” dan “di dalam Kristus.” Itulah yang membuat Anda menjadi anggota sejati jemaat. Yesus berdoa untuk itu ketika Ia berkata, “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yohanes 17:21). Anda harus bergabung dengan Yesus dan bergabung dengan Allah Bapa, untuk bergabung dengan jemaat! Tidak ada cara lain. Anda ada “di dalam” Kristus atau Anda “di luar” Kristus. Itulah sebabnya kami meminta anda untuk datang kepada Kristus, percaya kepada Kristus, beristirahat dalam Kristus. Ketika itu terjadi, Anda menjadi anggota jemaat kami. Tidak ada cara lain untuk bergabung dengan jemaat kami. Yesus berkata, “Kamu harus dilahirkan kembali” (Yohanes 3: 7). “Datang” ke gereja tidak sama seperti ada “di dalam Tuhan Yesus Kristus” (I Tesalonika 1:1).

Jemaat yang sejati terdiri hanya dari orang-orang yang telah ada “di dalam Tuhan Yesus Kristus.” Semua orang yang hanya menghadiri gereja, tidak benar-benar menjadi bagian dari gereja itu. Ini seperti bahtera Nuh. Nuh menghabiskan puluhan tahun membangun bahtera. Banyak orang datang untuk melihat bahtera besar itu. Mereka mungkin berjalan di sekitarnya, dan beberapa bahkan masuk untuk melihat ke dalam, dan kemudian meninggalkannya. Tetapi ketika air bah datang mereka tidak ada “di dalam” bahtera. Sehingga mereka tenggelam dalam banjir besar. Yesus berkata, “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia” (Matius 24:37). Ketika penghakiman Allah dijatuhkan pada dunia ini Anda tidak memiliki pengharapan kecuali Anda “di dalam Tuhan Yesus Kristus” seperti orang-orang di jemaat Tesalonika.

2. Kedua, mereka memiliki iman, kasih dan pengharapan di dalam Tuhan Yesus Kristus kita.

Lihatlah ayat 3.

“Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita” (I Tesalonika 1:3).

Rasul Paulus mengingat bahwa orang-orang Kristen di jemaat Tesalonika telah melakukan pekerjaan kasih Kristen. Pekerjaan mereka adalah produk dari iman mereka di dalam Kristus. Pekerjaan yang mereka lakukan juga “usaha kasih.” Mereka juga memiliki kesabaran, atau daya tahan, terinspirasi oleh “pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus.” Dalam I Korintus 13 Paulus berkata, “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih [kasih Kristen], dan yang paling besar di antaranya ialah kasih” (I Korintus 13:13).

Kami telah menemukan bahwa orang dapat datang ke gereja tanpa iman, kasih, dan pengharapan di dalam Kristus. Tetapi mereka tidak akan bertahan lama di dalam gereja. Mereka hanya datang ke gereja untuk mencari teman. Mereka menikmati kesenangan dan persekutuan dengan orang lain di gereja. Tetapi kemudian, “sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad” (Lukas 8:13). Yang sering terjadi selama awal tahun baru. Mereka memiliki banyak kesempatan bersenang-senang selama pesta di gereja saat Natal dan Tahun Baru. Tetapi kemudian Januari tiba. Beberapa suasana menyenangkan itu hilang. Sekarang mereka tidak merasakan kenikmatan yang sama yang mereka rasakan pada musim Natal. Kemudian mereka “murtad.” Ini menunjukkan bahwa mereka hanya datang ke gereja untuk senang-senang dan bermain. Mereka tidak memiliki hubungan dengan Kristus. Mereka tidak pernah ada “di dalam Tuhan Yesus Kristus.” Kemudian mereka murtad dan tidak pernah dipertobatkan. Mereka tidak pernah menjadi seperti orang-orang dalam jemaat di Tesalonika! Saya berharap itu tidak akan terjadi pada Anda!

3. Ketiga, mereka dipilih oleh Allah.

Lihatlah ayat empat.

“Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu” (I Tesalonika 1:4).

Paulus menyebut mereka “saudara-saudara” karena mereka dipilih untuk keselamatan oleh Allah. Paulus berbicara tentang pemilihan mereka lagi dalam II Tesalonika 2:13, di mana ia berkata, “Sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan.” Dari awal Allah memilih beberapa orang untuk diselamatkan. Kita tidak memilih Dia. Dia yang memilih kita. Dalam Efesus, Paulus mengatakan, “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan” (Efesus 1: 4). Yesus sendiri berkata, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu” (Yohanes 15:16).

Ini adalah misteri, bukan sesuatu yang dapat sepenuhnya difahami oleh pikiran alami kita. Tetapi itu sepenuhnya benar. Lima puluh tujuh tahun yang lalu saya dipanggil untuk berkhotbah. Ada banyak orang muda di jemaat itu yang berasal dari keluarga Kristen yang baik. Tetapi meskipun mereka berasal dari keluarga Kristen yang baik, mereka tidak pernah diselamatkan, dan akhirnya murtad dari jemaat. Dengan semua kesempatan baik mereka, mereka tidak pernah dipilih untuk diselamatkan oleh Allah. Namun saya dipilih, seorang anak miskin dari rumah tangga yang hancur oleh perceraian. Tidak hanya saya tidak murtad - tetapi di sini saya, memberitakan Injil, lima puluh tujuh tahun kemudian. Bagaimana saya bisa menjelaskan itu? Saya tidak bisa menjelaskannya. Saya hanya bisa mengutip perkataan Yesus, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” Dan karena Dia yang memilih saya, saya dibuat mampu melewati banyak masa sulit dan berbagai-bagai duka, tanpa murtad! Itu juga benar dari orang-orang Kristen di jemaat Tesalonika. “Kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu.”

Ijinkan saya mengatakan satu hal lagi. Jika Anda bukan salah satu dari orang-orang pilihan, tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan Anda. Selain itu, tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk menyelamatkan diri! Itulah sebabnya mengapa beberapa orang dapat mendengar Injil yang telah diberitakan selama bertahun-tahun tanpa pernah diselamatkan. Mereka tidak memiliki telinga untuk mendengar, atau hati untuk percaya Yesus. Mereka tidak pernah “mendapatkannya.” Philip Chan berkata pikirannya terus ada di dalam lingkaran, mencoba untuk mencari tahu bagaimana diselamatkan. Lalu suatu hari Minggu pagi, Tuhan membuka hatinya dan dia percaya kepada Yesus. Tetapi mereka yang tidak dipilih tidak pernah memiliki momen seperti itu. Pikiran mereka terus berputar-putar, mencoba untuk memecahkannya - sampai mereka akhirnya mati dan tenggelam ke dalam api neraka. Pemilihan bukanlah pilihan yang Anda miliki. Pemilihan adalah “dari Allah”, seperti yang ayat 4 katakan.

4. Keempat, mereka menerima Injil bukan hanya dengan mempelajari kata-kata, namun juga di dalam kuasa.

Silahkan melihat ayat 5.

“Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu” (I Tesalonika 1:5).

Paulus di sini menyebutnya “Injil kami” karena itu diberitakan oleh dia, dan oleh Silas, temannya. Di tempat lain ia menyebutnya “Injil Allah” (Roma 1:1) dan juga “Injil Kristus” (I Tesalonika 3:2).

Injil datang kepada orang-orang Tesalonika dengan kuasa. Dalam I Korintus Paulus berkata,

“Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh” (I Korintus 2:4).

Dr. Martyn Lloyd-Jones berkata, “Rasul... tidak bergantung pada karunia atau metode atau kreasi manusia. Itu ada ‘dalam demonstrasi Roh dan kekuatan’” (Unsearchable Riches in Christ, hlm. 56).

Orang-orang di Tesalonika tidak memiliki kesempatan dengan Alkitab mereka terbuka, dan mencatat! Itu bukan cara untuk menyampaikan khotbah penginjilan. Ini adalah halangan untuk khotbah penginjilan. Demikian juga overhead projector (OHP). Demikian juga terjemahan Alkitab modern. Saya ingin mereka membuang pensil mereka, mematikan overhead projector mereka, dan berkhotbah dengan urapan dari Alkitab King James Bible. Kita perlu bergantung pada Roh Kudus, bukan pada peralatan modern! Orang-orang di Tesalonika menerima Injil dalam kuasa Roh Kudus dan kemudian mereka diselamatkan. Saya tidak bisa mengajar Anda cara bagaimana diselamatkan. Itulah sebabnya mengapa kita berdoa terus-menerus untuk kehadiran Allah, realitas Roh Kudus. Hanya Dia yang bisa membukakan kebenaran ini kepada Anda dan menarik Anda kepada Kristus. Orang-orang ini diselamatkan oleh khotbah Roh Kudus, bukan ajaran Alkitab yang kering yang kita dengar dari sebagian besar mimbar-mimbar kita hari ini! Ada kelaparan akan Firman karena kita tidak memiliki kuasa Roh Allah dalam khotbah kita, seperti yang mereka miliki.

5. Kelima, mereka mengikuti teladan Paulus dan Silas dengan melewati penindasan.

Silahkan melihat ayat 6.

“Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus” (I Tesalonika 1:6).

Mereka menjadi para penurut (atau para peniru) Paulus dan Silas, dan Kristus – dalam “penindasan yang berat” (atau penderitaan). Dan dalam penderitaan mereka, mereka memiliki sukacita, yang diberikan oleh Roh Kudus. Rasul Petrus berkata,

“Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya” (I Petrus 4:12-13).

Dr. Thomas Hale berkata, “Menurut Perjanjian Baru, bertahan dalam penganiayaan demi Kristus adalah hak istimewa yang menyenangkan (Kisah Rasul 5:41; I Petrus 4:13). Jemaat yang bertahan dalam penganiayaan dengan sukacita [menjadi] sebuah jemaat yang kuat, dan saksi yang kuat” (Thomas Hale, M.D., The Applied New Testament Commentary, Kingsway Publications, 1997; komentar untuk I Tesalonika 1:6).

Jemaat kita sendiri menjadi kuat dengan melewati perpecahan jemaat yang mengerikan. Itulah sebabnya mengapa kita memiliki begitu banyak “sukacita dalam Roh Kudus.” Para pengkhotbah yang mengunjungi kita terkejut melihat betapa kita menikmati sukaciata! Kita mendapatkan itu dengan melewati api penderitaan, seperti yang dilewati oleh jemaat di Tesalonika!

Melewati ujian adalah satu-satunya cara untuk menjadi seorang Kristen yang kuat. Studi Alkitab saja tidak menghasilkan orang-orang Kristen yang kuat. Penderitaan melalui ujian yang membuat kita kuat. Tidak ada cara lain! Rasul Paulus mengatakan kepada orang-orang Kristen baru di Antiokhia, “untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara [banyak kesulitan]” (Kisah Para Rasul 14:22). Berbagai kesulitan, tekanan, dan kesengsaraan tidak hanya menghasilkan orang-orang Kristen yang kuat – semua itu juga memisahkan sekam dari gandum. Karena bahkan saat tekanan kecil datang, orang-orang yang belum bertobat akan meninggalkan jemaat dan kembali ke keduniawian - seperti yang kita sering lihat. Tetapi mereka yang melewati ujian menjadi orang Kristen yang hebat, seperti Mrs. Salazar, Mr. Prudhomme, Mrs. Bebout, Dr. Cagan, Mr. Griffith, istri saya sendiri, Dr. Chan, dan banyak orang lain di jemaat kita – semua dari orang-orang “the 39” yang telah menyelamatkan jemaat kita yang bertahan ditengah perpecahan gereja yang luar biasa. Jika Anda ingin menjadi seperti mereka, Anda harus melewati beberapa kesulitan juga! Allah menggunakan kesulitan untuk membuat orang-orang Kristen yang kuat! Sebuah himne tua yang terkenal mengatakan itu semua,

Di kala cobaan membayangimu,
Ketika bencana menindih kalbu,
Rahmatku cukup, jangan kau mengeluh:
Hidupmu teruji, imanmu teguh.
   (“How Firm a Foundation” oleh George Keith, 1638-1716;
      “K” in Rippon’s Selection of Hymns, 1787/ Nyanyian Pujian No. 245).

Saya tahu itu benar dalam hidup saya sendiri. Ujian dan penderitaan yang saya lewati untuk menjadi seorang pendeta ada seminari saya. Melalui percobaan saya belajar untuk menjadi pendeta! Saya berterima kasih kepada Tuhan untuk sekolah salib itu, dalam membentuk semua orang Kristen besar di jemaat kita yang luar biasa ini!

6. Keenam, mereka menjadi model bagi orang-orang Kristen lainnya.

Lihatlah ayat 7,

“Sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya” (I Tesalonika 1:7).

Dr. Thomas Hale berkata,

Karena orang-orang Kristen di Tesalonika ini telah mengalami penganiayaan dengan sukacita dan meniru Kristus dengan setia, mereka telah menjadi model [teladan], contoh, untuk semua [orang Kristen] lainnya yang tinggal di Makedonia, provinsi bagian utara Yunani. Biarkan orang-orang Kristen di Tesalonika ini menjadi model bagi kita juga! Kemudian... kita juga akan menjadi model bagi orang lain (ibid.; catatan atas I Tesalonika 1:7).

7. Ketujuh, mereka adalah para pemenang jiwa.

Lihatlah ayat 8,

“Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu” (I Tesalonika 1:8).

Mereka “menyiarkan” Injil ke semua tempat. Mereka memenangkan jiwa dan membawa mereka ke dalam jemaat. Mereka adalah para pemenang jiwa yang selalu memikirkan misi. Ngomong-ngomong, mereka tidak dibawa untuk studi Alkitab selama bertahun-tahun untuk melakukan hal ini. Dr. Hale berkata, “Ingat, jemaat ini berusia kurang dari satu tahun pada saat Paulus menulis surat ini. Itu adalah jemaat kecil yang sedang teraniaya. Namun demikian, iman mereka telah menjadi dikenal di mana-mana” (ibid.; catatan atas I Tesalonika 1:8).

Salah satu cara terbaik untuk cepat menjadi seorang Kristen yang kuat adalah dengan menjadi seorang pemenang jiwa segera, sekarang! Mereka yang membawa nama-nama dari penginjilan tumbuh kuat dengan cepat. Tetapi mereka yang hanya datang ke gereja tidak pernah menjadi orang Kristen dewasa. Beberapa dari Anda harus berpikir tentang hal itu! Apakah itu masalah Anda? Saya tidak pernah mengenal seorang Kristen yang benar-benar kuat yang bukan pemenang jiwa - seseorang yang membantu orang-orang terhilang datang ke jemaat dan diselamatkan. Jika Anda tidak tertarik dalam penginjilan, saya percaya Anda tidak akan pernah menjadi orang Kristen yang kuat. Itulah pendapat saya setelah berada dalam pelayanan selama 57 tahun.

8. Kedelapan, mereka dapat melakukan semua ini karena mereka telah mengalami pertobatan sejati bagi Kristus.

Lihat ayat 9 dan 10,

“Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang” (I Tesalonika 1:9-10).

Mereka berbalik kepada Allah dari berhala-berhala, untuk melayani Allah yang hidup dan benar. Untuk diselamatkan, Anda harus berbalik dari dosa-dosa dalam hidup Anda. Tetapi bukan itu saja. Anda harus berbalik dari dosa Anda kepada Kristus, karena Yesus berkata, “Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). Jika Anda menolak untuk berbalik dari kehidupan egois dan kehidupan berdosa kepada Kristus, Anda tidak akan pernah diselamatkan, bahkan walaupun Anda menghadiri jemaat ini sepanjang sisa hidup Anda! Anda harus berbalik dan percaya Yesus untuk disucikan dari dosa Anda dengan Darah Kudus-Nya! Kemudian harapan Anda akan berada dalam Kristus, dan Anda akan melihat ke depan untuk Kedatangan Kristus yang kedua dengan harapan dan sukacita!

Betapa saya berdoa agar kiranya Anda mau membawa salinan cetakan khotbah ini dan membacanya – bukan hanya sekali, tetapi beberapa kali! Betapa saya berdoa agar kiranya Anda akan menjadi orang Kristen yang luar biasa seperti orang-orang dalam jemaat Tesalonika ini! Amin. Dr. Chan, silahkan memimpin kita di dalam doa.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: I Tesalonika 1:1-10.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Living for Jesus” (oleh Thomas O. Chisholm, 1866-1960).


GARIS BESAR KHOTBAH

JADIKAN ORANG-ORANG KRISTEN TESALONIKA SEBAGAI TELADAN ANDA!

MAKE THE THESSALONIAN CHRISTIANS YOUR EXAMPLE!

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu” (I Tesalonika 1:1).

(Kisah Rasul 17:6; I Tesalonika 3:2)

1. Pertama, mereka ada di dalam Allah dan di dalam Kristus,
I Tesalonika 1:1; Yohanes 17:21; 3:7; Matius 24:37.

2. Kedua, mereka memiliki iman, kasih dan pengharapan di dalam Tuhan Yesus Kristus kita, I Tesalonika 1:3; I Korintus 13:13; Lukas 8:13.

3. Ketiga, mereka dipilih oleh Allah, I Tesalonika 1:4; II Tesalonika 2:13;
Efesus 1:4; Yohanes 15:16.

4. Keempat, mereka menerima Injil bukan hanya dengan mempelajari kata-kata,
namun juga di dalam kuasa, I Tesalonika 1:5; Roma 1:1; I Tesalonika 3:2; I Korintus 2:4.

5. Kelima, mereka mengikuti teladan Paulus dan Silas dengan melewati penindasan, I Tesalonika 1:6; I Petrus 4:12-13;
Kisah Rasul 14:22.

6. Keenam, mereka menjadi model bagi orang-orang Kristen lainnya,
I Tesalonika 1:7.

7. Ketujuh, mereka adalah para pemenang jiwa, I Tesalonika 1:8.

8. Kedelapan, mereka dapat melakukan semua ini karena mereka telah mengalami pertobatan sejati bagi Kristus, I Tesalonika 1:9-10;
Yohanes 14:6.