Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




YUSUF DAN YESUS

(KHOTBAH #86 DARI KITAB KEJADIAN)

JOSEPH AND JESUS
(SERMON #86 ON THE BOOK OF GENESIS)
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 6 Desember 2015

“Beginilah firman Allah, yaitu bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di negeri asing dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya empat ratus tahun lamanya. Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka itu akan Kuhukum, firman Allah, dan sesudah itu mereka akan keluar dari situ dan beribadah kepada-Ku di tempat ini. Lalu Allah memberikan kepadanya perjanjian sunat; dan demikianlah Abraham memperanakkan Ishak, lalu menyunatkannya pada hari yang kedelapan; dan Ishak memperanakkan Yakub, dan Yakub memperanakkan kedua belas bapa leluhur kita. Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia, dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya. Maka datanglah bahaya kelaparan menimpa seluruh tanah Mesir dan tanah Kanaan serta penderitaan yang besar, sehingga nenek moyang kita tidak mendapat makanan. Tetapi ketika Yakub mendengar, bahwa di tanah Mesir ada gandum, ia menyuruh nenek moyang kita ke sana. Itulah kunjungan mereka yang pertama; pada kunjungan mereka yang kedua Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, lalu ketahuanlah asal-usul Yusuf kepada Firaun. Kemudian Yusuf menyuruh menjemput Yakub, ayahnya, dan semua sanak saudaranya, tujuh puluh lima jiwa banyaknya” (Kisah Rasul 7:6-14).


Ada dua orang yang bernama Yusuf yang menonjol dalam Alkitab. Yusuf dalam Perjanjian Baru adalah ayah tiri Yesus, Anak tunggal Allah. Yusuf dalam Perjanjian Lama adalah anak dari Yakub. Saya berbicara malam ini tentang Yusuf dalam Perjanjian Lama. Yusuf adalah yang terakhir dari tujuh orang kudus besar yang dibicarakan dalam Kitab Kejadian. Ketujuh orang kudus itu adalah Adam, Habel, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub dan Yusuf. Pasal-pasal berikutnya dari Kitab Kejadian lebih banyak berbicara tentang Yusuf daripada tentang yang lain. Arthur W. Pink berkata,

Ini adalah kehidupan Yusuf yang menjelaskan [pertumbuhan] orang Ibrani yang luar biasa dari segelintir gembala pengembara menjadi koloni [besar] di Mesir. Tetapi tidak ada keraguan alasan [utama] mengapa kehidupan Yusuf digambarkan dengan sangat mendetail karena hampir semua [dalam hidupnya] menggambarkan sesuatu yang berhubungan dengan Kristus... antara sejarah [Yusuf] dan Kristus kita dapat melacak sepenuhnya seratus poin dari analogi! (Arthur W. Pink, Gleanings in Genesis, Moody Press, 1981 reprint, hlm. 342, 343).

Yusuf adalah tipe yang jelas, atau gambar dari Kristus yang akan datang. Beberapa orang mengatakan bahwa tidak ada antitipe Yusuf dalam Perjanjian Baru. Catatan Scofield Bible untuk Kejadian 37: 2 mengatakan “Hal ini menegaskan bahwa Yusuf adalah tipe Kristus.” Jadi itu salah. Keempat Injil dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa kehidupan Yusuf dalam banyak hal merupakan tipe, dan Tuhan Yesus Kristus adalah antitype-nya, pemenuhan tipe. Sebagaimana catatan Scofield selanjutnya mengatakan, “Analogi ini terlalu banyak untuk menjadi suatu kesengajaan.” Arthur W. Pink memberikan “seratus poin analogi” - perbandingan antara Yusuf dan Yesus Anak Allah. Tentu saya tidak mungkin dapat memberikan semua dari 100 tipe tersebut dalam khotbah ini. Tetapi saya akan memberikan beberapa yang lebih penting.

1. Pertama, kelahiran Yusuf dan kelahiran Yesus, keduanya adalah suatu mujizat.

Ibu Yusuf adalah Rahel, istri Yakub. Dia tidak bisa memiliki anak. Dia menangis kepada suaminya, “Berikanlah kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati” (Kejadian 30:1). Dia menegur dan berkata, “Akukah pengganti Allah, yang telah menghalangi engkau mengandung?” – apakah aku pengganti Allah, yang telah membuat kamu tidak memiliki anak? Tetapi beberapa tahun kemudian, kita membaca, “Lalu ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya… dan melahirkan seorang anak laki-laki…. Maka ia menamai anak itu Yusuf” (Kejadian 30: 22-24). Dr. J. Vernon McGee berkata, “Kelahiran Yusuf adalah mujizat dan hal itu oleh campur tangan Allah sebagai jawaban atas doa. Tuhan Yesus lahir dari anak dara. Kelahirannya adalah mujizat!” (Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1981, vol. 1, hlm. 150). Malaikat itu berkata kepada Perawan Maria,

“Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Lukas 1:35).

2. Kedua, baik Yusuf maupun Yesus mendapatkan kasih istimewa dari bapanya.

Kejadian 37:3 mengatakan, “Israel [Yakub] lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya.” Ketika Yesus dibaptis, Ketika Ia keluar dari air suara Allah berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Matius 3:17).

3. Ketiga, baik Yusuf maupun Yesus memulai pelayanannya di bumi pada usia tiga puluh tahun.

Kejadian 41:46 mengatakan, “Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu.” Itu adalah ketika Yusuf memulai pekerjaan utama dalam hidupnya. Perjanjian Baru menjelaskan kepada kita, “Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun” ketika Ia memulai pekerjaan utama dalam hidup-Nya di bumi (Lukas 3:23).

4. Keempat, baik Yusuf maupun Yesus dibenci oleh saudara-saudaranya.

Kita diberitahu dalam Kejadian 37:8,

“Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya iturds” (Kejadian 37:8).

Saudara-saudara Yusuf membencinya karena ayahnya sangat menyanyanginya, “Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah” (Kejadian 37: 4). Mereka membenci Yusuf dan berkata, (Kejadian 37:8) “Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami?” Dalam Perjanjian Baru, Yesus berkata, “Orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami” (Lukas 19:14). Dan Yesus berkata, “Mereka membenci Aku tanpa alasan” (Yohanes 15:25). Dr. J. Vernon McGee berkata, “Yusuf mendekati saudara-saudaranya, namun mereka berkomplot melawan dia. Dia mengenakan jubah warna-warni... yang merupakan tanda posisi. Kita harus ingat bahwa Yusuf lebih muda dari saudara-saudaranya namun ia berada dalam posisi di atas mereka. Jadi semua itu menjadi dasar kebencian dan kecemburuan mereka – hingga sampai pada titik pembunuhan!” (McGee, ibid.; catatan atas Kejadian 37:18-20).

5. Kelima, baik terhadap Yusuf maupun Yesus saudara-saudaranya bermufakat untuk membunuhnya.

Kejadian 37:18 mengatakan,

“Dari jauh ia [Yusuf] telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.”

Dalam Perjanjian Baru kita membaca,

“Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas, dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia” (Matthew 26:3, 4).

6. Keenam, baik Yusuf maupun Yesus dijual dengan beberapa keping perak.

Saudara-saudara Yusuf melemparkannya ke dalam sebuah sumur. Ketika beberapa pedagang Arab lewat, “Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak” (Kejadian 37:28).

Ketika Yudas mengkhianati Yesus, ia pergi kepada imam-imam kepala, “Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya” (Matius 26:15).

7. Ketujuh, baik Yusuf maupun Yesus memiliki jubah berdarah.

Setelah saudara-saudara Yusuf menjual dia kepada orang-orang Arab itu, “mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya” (Kejadian 37:31). Mereka mengambil jubah Tuhan Yesus dan mengundinya ketika Dia mati di kayu Salib.

“Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja” (Yohanes 19:23).

8. Kedelapan, baik Yusuf maupun Yesus dipisahkan dari saudara-saudara mereka dalam waktu yang panjang.

Dr. McGee berkata,

“Setelah Yusuf dijual ke Mesir, ia tidak bisa melihat [saudara-saudaranya] selama bertahun-tahun. Kristus naik ke sorga. Dia mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa mereka tidak akan melihat-Nya lagi sampai Ia datang kembali” – pada Kedatangan-Nya yang Kedua.

9. Kesembilan, baik Yusuf maupun Yesus turun ke dalam kegelapan.

Yusuf dijual sebagai budak di Mesir, tipe dari kegelapan dan kematian. Mayat Yesus disegel dalam kegelapan kubur.

Dr. M. R. DeHaan berkata, “Yusuf dilucuti pakaiannya dan dilemparkan ke sebuah sumur agar mati, tetapi ia keluar dari tempat kematian dan hidup” - seperti Yesus bangkit dari kubur pada hari Minggu Paskah pagi (M. R. DeHaan, M.D., Portraits of Christ in Genesis, Zondervan Publishing House, 1966, hlm. 171). Daud berkata, “Sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan” (Mazmur 16:10). Rasul Petrus, dalam Kisah Para Rasul 2:31, berkata ini berbicara tentang Kristus. Dengan demikian, baik Yusuf maupun Yesus turun ke dalam kegelapan, dan bangkit, seperti dari antara orang mati.

10. Kesepuluh, baik Yusuf maupun Yesus menjadi penyelamat dunia.

Setelah Yusuf dijual kepada orang-orang Arab seharga 20 keping perak ia dibawa ke Mesir. Di Mesir tipologi dia dan Yesus menjadi sangat kaya. Dr. DeHaan berkata,

“Yusuf... dibawa ke Mesir [sebuah gambaran dari dunia. Dia] menjadi seorang hamba [seperti yang dilakukan Yesus]. Dia difitnah oleh istri Potifar dan dilemparkan ke dalam penjara. Dia tidak berusaha membela dirinya, dan di penjara ia terhitung di antara para pemberontak [seperti Yesus, di kayu Salib]. Sementara di penjara karena penolakan, ia menjadi penyelamat juru minum raja tetapi menjadi hakim bagi juru roti raja [yang melambangkan dua pencuri yang disalibkan bersama Yesus]. Sang juru minum dibebaskan, dan [kemudian] menyebutkan nama Yusuf kepada raja yang baru saja bermimpi tentang hal yang menakutkan, mimpi misterius. Yusuf dipanggil dan menafsirkan mimpi Firaun [‘Ketahuilah tuanku, akan datang tujuh tahun kelimpahan di seluruh tanah Mesir. Kemudian akan timbul tujuh tahun kelaparan; maka akan dilupakan segala kelimpahan itu di tanah Mesir, karena kelaparan itu menguruskeringkan negeri ini,’ Kejadian 41:29, 30]. Yusuf sangat ditinggikan” (DeHaan, ibid., hlm. 171).

Firaun sangat terkesan dengan Yusuf dan ia menyebutnya “seorang yang penuh dengan Roh Allah” (Kejadian 41:38). Kemudian Firaun mengangkat Yusuf menjadi perdana menterinya, orang kedua setelah Firaun sendiri. Yusuf memimpin orang-orang Mesir untuk menyimpan makanan selama masa tujuh tahun berlimpahan. Kemudian tujuh tahun berikutnya kelaparan mulai terjadi.

“Ketika seluruh negeri Mesir menderita kelaparan, dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun, berkatalah Firaun kepada semua orang Mesir: "Pergilah kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu." Kelaparan itu merajalela di seluruh bumi. Maka Yusuf membuka segala lumbung dan menjual gandum kepada orang Mesir, sebab makin hebat kelaparan itu di tanah Mesir. Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi” (Kejadian 41:55-57).

Dengan demikian Yusuf menjadi penyelamat dunia. Dr. McGee berkata, “Saya meminta perhatian Anda untuk fakta bahwa Yusuf adalah orang yang menyediakan roti. Ada paralel lain di sini. Yesus Kristus berkata, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi” (Yohanes 6:35), McGee, ibid, hlm. 168; catatan untuk Kejadian 41:54, 55.

“Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi” (Kejadian 41:57).

Orang-orang dari seluruh dunia datang kepada Yusuf untuk mendapatkan roti. Dan Yesus berkata Dia adalah roti hidup – “barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi.” Sebagaimana orang di seluruh dunia datang kepada Yusuf untuk memperoleh roti, demikian juga Anda harus datang kepada Yesus untuk diselamatkan. Yusuf menyelamatkan orang di seluruh dunia, yang datang kepadanya. Yesus menyelamatkan orang-orang di seluruh dunia yang datang kepada-Nya melalui iman.

Saudara-saudara Yusuf mendengar ada gandum di Mesir. Jadi mereka pergi kepada Yusuf untuk membeli apa yang mereka butuhkan. Yusuf mengenali saudara-saudaranya, tetapi mereka tidak mengenalinya. Yusuf telah berada di Mesir untuk waktu yang lama. Dia berpakaian seperti seorang Mesir. Mereka tidak mengenalinya. Ketika mereka datang untuk kedua kalinya, Yusuf siap untuk mengungkapkan dirinya kepada mereka.

Sekarang saya ingin Anda membuka Alkitab di Kejadian 45:1. Yusuf sekarang sendirian dengan saudara-saudara yang pernah bermufakat untuk membunuhnya, melemparnya ke dalam sebuah sumur, menjualnya sebagai budak di Mesir. Sekarang mereka berdiri di hadapannya, sebagai perdana menteri dari seluruh Mesir. Mereka belum mengenali siapa dia, tetapi dia mengenali mereka. Saya akan membaca lima ayat pertama dari Kejadian 45. Ini adalah salah satu bagian yang secara emosional paling menggerakan hati di seluruh Alkitab. Mari melihatnya bersama dengan saya

“Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi di depan semua orang yang berdiri di dekatnya, lalu berserulah ia: "Suruhlah keluar semua orang dari sini." Maka tidak ada seorangpun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf, ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya. Setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga kedengaran kepada orang Mesir dan kepada seisi istana Firaun. Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: "Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?" Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia. Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "Marilah dekat-dekat." Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir. Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu” (Kejadian 45:1-5).

Tolong perhatikan.Perhatikan komentar dari Dr. McGee,

[Yusuf] mulai menangis dengan keras-keras. Tidak ada yang tahu mengapa kecuali Yusuf sendiri. Saudaranya sendiri saat itu masih belum tahu... harinya akan datang ketika Tuhan Yesus Kristus akan membuat diri-Nya sendiri dikenal oleh saudara-saudara-Nya, orang-orang Yahudi. Ketika Dia datang pertama kali, “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya” (Yohanes 1:11). Bahkan, mereka menyerahkan Dia untuk disalibkan. Tetapi ketika Dia datang unutk kedua kalinya, Dia akan membuat diri-Nya dikenal oleh umat-Nya sendiri. “Dan apabila ada orang bertanya kepadanya: Bekas luka apakah yang ada pada badanmu ini?, lalu ia akan menjawab: Itulah luka yang kudapat di rumah sahabat-sahabatku!” (Zakharia 13: 6). Kristus akan membuat diri-Nya sendiri dikenal oleh saudara-saudara-Nya. Dan “Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran” (Zakharia 13:1). Ini akan menjadi urusan keluarga antara Tuhan Yesus dan saudara-saudara-Nya. Episode Yusuf yang sedang mengungkapkan jati dirinya kepada saudara-saudaranya memberi kita sedikit [petunjuk] tentang betapa indahnya hari itu, hari penyataan Kristus (McGee, ibid., hlm. 179; catatan atas Kejadian 45:1, 2).

Saya telah dan terus mempelajari nubuatan Alkitab selama lebih dari lima puluh tahun. Alkitab dengan jelas mengajarkan keselamatan semua orang Yahudi di seluruh dunia pada hari yang indah itu. Silakan membuka Roma 11:25, 26.

“Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk. Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub” (Roma 11:25, 26).

Ini adalah misteri (musterion), sesuatu yang kita tidak dapat mengerti, bahwa “sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk. Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub” (Roma 11:25, 26).

“Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan” (Roma 11:26). Baru saja saya membaca kata-kata ini untuk seorang pendeta Baptis yang dididik di seminari liberal. Dia berkata, “Itu tidaklah berarti seperti itu! Saya berkata, “Saya tidak memberitahu Anda apa artinya. Saya baru saja membaca kata-kata untuk Anda.” “Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan.” Biarkan kata-kata itu tetap sebagaimana telah tertulis! Seperti Yusuf, Tuhan Yesus akan datang, menangis dengan cinta dan haru, merangkul umat-Nya sendiri sangat dikasihi-Nya, orang-orang Yahudi. “Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan.” Ini adalah Firman Tuhan! Apa yang telah tertulis biarkan tetap tertulis!

Dan Yesus juga mengasihi bangsa-bangsa lain yang terhilang. Yusuf menyediakan makanan yang memberi hidup kepada orang-orang di seluruh dunia, “Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi” (Kejadian 41:57). Yesus adalah Yusuf kita. Datanglah kepada-Nya. Dia akan menyucikan Anda dari segala dosa dengan darah-Nya yang mahal. Dia akan memberikan hidup yang kekal oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Saya memohon kepada Anda, datanglah kepada Yesus. Percayalah kepada Yesus. Hanya percayalah kepada-Nya sekarang. Dia akan menyelamatkan Anda dari dosa Anda. Amin. Dr. Chan, silahkan memimpin kita dalam doa.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“What a Friend We Have in Jesus” (oleh Joseph Scriven, 1819-1886).


GARIS BESAR KHOTBAH

YUSUF DAN YESUS

(KHOTBAH #86 DARI KITAB KEJADIAN)
JOSEPH AND JESUS
(SERMON #86 ON THE BOOK OF GENESIS)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Beginilah firman Allah, yaitu bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di negeri asing dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya empat ratus tahun lamanya. Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka itu akan Kuhukum, firman Allah, dan sesudah itu mereka akan keluar dari situ dan beribadah kepada-Ku di tempat ini. Lalu Allah memberikan kepadanya perjanjian sunat; dan demikianlah Abraham memperanakkan Ishak, lalu menyunatkannya pada hari yang kedelapan; dan Ishak memperanakkan Yakub, dan Yakub memperanakkan kedua belas bapa leluhur kita. Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia, dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya. Maka datanglah bahaya kelaparan menimpa seluruh tanah Mesir dan tanah Kanaan serta penderitaan yang besar, sehingga nenek moyang kita tidak mendapat makanan. Tetapi ketika Yakub mendengar, bahwa di tanah Mesir ada gandum, ia menyuruh nenek moyang kita ke sana. Itulah kunjungan mereka yang pertama; pada kunjungan mereka yang kedua Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, lalu ketahuanlah asal-usul Yusuf kepada Firaun. Kemudian Yusuf menyuruh menjemput Yakub, ayahnya, dan semua sanak saudaranya, tujuh puluh lima jiwa banyaknya” (Kisah Rasul 7:6-14).

1. Pertama, kelahiran Yusuf dan kelahiran Yesus, keduanya adalah suatu mujizat, Kejadian 30:1, 22-24; Lukas 1:35.

2. Kedua, baik Yusuf maupun Yesus mendapatkan kasih istimewa dari bapanya, Kejadian 37:3; Matius 3:17.

3. Ketiga, baik Yusuf maupun Yesus memulai pelayanannya di bumi pada usia tiga puluh tahun, Kejadian 41:46; Lukas 3:23.

4. Keempat, baik Yusuf maupun Yesus dibenci oleh saudara-saudaranya, Kejadian 37:8, 4; Lukas 19:14; Yohanes 15:25.

5. Kelima, baik terhadap Yusuf maupun Yesus saudara-saudaranya bermufakat untuk membunuhnya, Kejadian 37:18; Matius 26:3, 4.

6. Keenam, baik Yusuf maupun Yesus dijual dengan beberapa keping perak, Kejadian 37:28; Matius 26:15.

7. Ketujuh, baik Yusuf maupun Yesus memiliki jubah berdarah, Kejadian 37:31; Yohanes 19:23.

8. Kedelapan, baik Yusuf maupun Yesus dipisahkan dari saudara-saudara mereka dalam waktu yang panjang.

9. Kesembilan, baik Yusuf maupun Yesus turun ke dalam kegelapan, Mazmur16:10; Kisah Rasul 2:31.

10. Kesepuluh, baik Yusuf maupun Yesus menjadi penyelamat dunia,
Kejadian 41:29, 30, 38, 55-57; Yohanes 6:35; Kejadian 45:1-5;
Yohanes 1:11; Zakharia 13:6, 1; Roma 11:25, 26; Kejadian 41:57.