Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




JALAN, KEBENARAN, DAN HIDUP

THE WAY, THE TRUTH, AND THE LIFE
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 15 November 2015

“Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).


Ketika kita membaca Yohanes pasal 13 dan 14 kita melihat betapa butanya para Murid itu. Mereka telah bersama dengan Yesus selama tiga tahun dan mereka masih buta. Mereka telah menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan dan mereka masih buta. Ini mengherankan saya karena banyak orang dapat membaca empat Injil, namun tidak melihat ini! Yesus telah mengatakan kepada mereka berulang kali bahwa bahwa Dia akan disalibkan, bahwa Dia akan mati, bahwa Ia akan bangkit dari kematian.

“Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi. Sebab Ia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, diolok-olokkan, dihina dan diludahi, dan mereka menyesah dan membunuh Dia, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit." Akan tetapi mereka sama sekali tidak mengerti semuanya itu; arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan” (Lukas 18:31-34; lihat juga Matius 12:38-42; 16:21-23; 17:22-23; 20:17-19; Markus 10:32-34).

Murid-murid-Nya tidak mengerti kebenaran dasar itu. “Mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan.” Mereka tidak memahami Injil itu! Di sini kita menemukan Yesus bersama dengan Murid-murid pada Perjamuan Terakhir. Dia akan disalibkan pada hari berikutnya. Namun murid—murid-Nya masih buta mengenai kebenaran yang paling sederhana dari Injil ini!

Yesus membasuh kaki mereka setelah Perjamuan. Petrus berkata kepada-Nya, “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Yesus berkata, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.” Petrus berkata, “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!” (Yohanes 13: 8, 9). Mereka tidak memahami perlunya kerendahan hati (13: 14-17). Kemudian Yudas keluar meninggalkan Murid-murid lainnya untuk mengkhianati Yesus (13:30). Kemudian Petrus berkata, “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” (Yohanes 13:36). Yesus berkata kepada Petrus ia tidak bisa mengikuti-Nya sekarang, tetapi ia kelak akan mengikuti Dia (Yohanes 13:36). Petrus tidak tahu bahwa Yesus berbicara tentang kenaikan ke Sorga. Petrus berkata tanpa berpikir terlebih dahulu, “Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu” (Yohanes 13:37). Yesus berkata, “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali” (Yohanes 13:38). Kemudian Yesus berkata, “Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu” (Yohanes 14: 2). Mereka tidak tahu bahwa Dia berbicara tentang kembali ke Sorga. Tomas berbicara sembarangan, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” (Yohanes 14: 5). Seperti yang saya katakan, para Murid Yesus benar-benar buta tentang kebenaran yang sangat sederhana. Scofield menjelaskan Yohanes 3:3 tentang kebutaan mereka,

Perlunya kelahiran baru tumbuh dari ketidakmampuan manusia duniawi untuk “melihat” atau “masuk ke dalam” Kerajaan Allah. Betapapun berbakat, bermoral, atau sopan, manusia duniawi benar-benar buta terhadap kebenaran rohani, dan tidak berdaya untuk masuk kerajaan itu; karena ia tidak dapat taat, juga tidak memahami bagaimana menyenangkan Allah.

Saya sangat setuju dengan pernyataan itu. Orang yang belum bertobat “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa” (Efesus 2:1). Seperti catatan Scofield mengatakan, “manusia duniawi benar-benar buta terhadap kebenaran rohani.” Dan ini masih menjadi kondisi Murid-murid itu pada malam sebelum Yesus disalibkan. Mereka telah mengikuti Dia selama tiga tahun, tetapi mereka masih mati secara rohani! Karena

“manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani” (I Korintus 2:14).

Murid-murid itu masih mati secara rohani, dalam keadaan belum bertobat, sampai Yesus bangkit dari antara orang mati dan datang kepada mereka pada hari Minggu Paskah malam! Seseorang berkata, “Di mana yang mengatakan itu?” Betapa butanya kita tentang pertobatan di hari-hari yang sesat ini! Ia mengatakan itu di akhir empat Injil! (Lihat Yohanes 20: 19-22; Lukas 24: 36-45; dll). Yang mengejutkan saya adalah bahwa banyak pengkhotbah di hari-hari terakhir ini tidak tahu hal yang sederhana ini! Tidak heran mereka tidak memberitakan Injil lagi! Saya hampir tidak pernah mendengar pendeta yang memberitakan Injil sekarang! Kita dulu mendengar itu. Tetapi kita tidak mendengar itu sekarang, setidaknya tidak di Amerika! Nampak bagi saya bahwa banyak pengkhotbah sama butanya seperti Tomas, yang berkata, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya” (Yohanes 20:25). Tomas sama seperti murid-murid lainnya. Dia adalah seorang yang tidak percaya, seorang yang belum diselamatkan, seorang yang masih terhilang. Dan itu orang yang masih terhilang ini, Tomas, yang bertanya kepada Yesus, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” (Yohanes 14:5).

Yesus tidak marah dengan Tomas dan Murid-murid lainnya. Tomas bertanya tentang Sorga dan bagaimana menuju ke sana. Yesus menjawab dengan berkata,

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

Saya mengadaptasi khotbah berikut ini dari Robert Murray McCheyne (1813-1843), pengkhotbah besar dari Skotlandia yang melihat Allah mengirim kebangunan rohani ke gerejanya, sebelum ia meninggal pada usia baru 29 tahun. Robert McCheyne mengatakan, “Mengenai [Yohanes 14: 6] sebagai deskripsi lengkap Injil keselamatan, mari kita membahas bagian yang berbeda dari ini.”

I. Pertama, Kristus adalah jalan kepada Allah.

Yesus sendiri adalah jalan ke Sorga. Artikel ini adalah kata sifat, “Akulah jalan itu.” Yesus tidak hanya menunjukkan kepada kita jalan kepada Allah - Dia adalah jalan kepada Allah itu sendiri. Tidak ada jalan lain! Hanya Yesus yang dapat membawa Anda kepada Allah!

Ketika saya berumur dua belas tahun ibu saya membawa kami dari Phoenix, Arizona ke Toronto, Kanada. Ketika kami sampai ke daerah Chicago dia bertanya kepada seorang polisi di jalan, kemana arah menuju ke sana. Dia mengatakan padanya untuk berputar. Dia mengatakan bahwa itulah jalannya. Kami melaju bersama selama satu jam atau lebih, tetapi saya mulai memperhatikan banyak hal, di sepanjang pinggir jalan itu, yang saya telah lihat sebelumnya. Saya berkata, “Ibu, saya pikir kita akan kembali kearah kita datang.” Dia minggir keluar dari jalan itu dan ada sebuah taksi yang diparkir di sana. Ibu berkata, “Kami akan pergi dari timur Chicago ke Toronto. Apakah kami telah berada di jalan yang benar?” Sopir taksi itu sedang menghisap rokok di sisi mulutnya. Dia berkata, “Nyonya, kalian salah jalur! Kalian harus pergi melalui jalan itu!” Dia menunjuk ke arah mana kami tadi melaju. Jadi kami berputar dan kembali, ke arah yang sama di mana sebelumnya kami melaju! Polisi telah memberikan arah yang salah kepada kami! Kita semua akan berada di jalan yang salah sampai Yesus datang kepada kita. Di dunia kuno orang berkata, “Semua jalan menuju Roma.” Dalam dunia sekarang ini kita bisa mengatakan, “Semua jalan menuju ke Neraka.” Yesus sendiri adalah “jalan itu” menuju kepada Allah!

Robert McCheyne berkata, “Yesus mengasihi anak-anak celaka dari Adam yang dengan sia-sia berjuang untuk menemukan jalan ke Sorganya Allah, dan Dia meninggalkan Sorga dan turun untuk membuka jalan kepada Bapa di Sorga. Bagaimana Dia melakukannya?... Ia menjadi seorang manusia mengambil tempat kita. Dia menanggung dosa-dosa kita di kayu salib. Sekarang orang-orang yang paling berdosa pun dapat masuk oleh karena darah yang tercurah dari tubuh-Nya, dan menemukan Sorganya Allah, dan hidup selamanya. Mari cepatlah datang kepada Yesus, jangan ragu; karena Dia berkata, ‘Akulah jalan itu’.”

Tidak dikatakan dengan “doa orang berdosa” Anda datang kepada Bapa. Tidak dengan menjalani kehidupan yang lebih baik. Tidak dengan mengakui beberapa dosa. Bahkan tidak dengan percaya hal-hal tentang Yesus.

Robert McCheyne berkata, “Dan sekarang, saudara-saudaraku, apakah jalan Anda datang kepada Bapa? Kristus berkata, ‘Akulah jalan itu... Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Kemudian, jika Anda terus mencoba untuk datang dengan cara Anda sendiri - entah itu jalan melalui memperbaiki diri, atau dengan berharap bahwa Allah tidak akan keras - jika Anda tidak mau diperingatkan, Anda akan menemukan di hari penghakiman bahwa Anda akan jatuh ke dalam api Neraka.”.

Anda harus datang kepada Bapa dengan datang kepada Kristus. Tidak ada jalan lain untuk diselamatkan, karena hanya ada “satu pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” (I Timotius 2:5).

II. Kedua, Kristus adalah kebenaran itu.

“Tidak bisa dikatakan bahwa seseorang yang belum bertobat mengetahui kebenaran. Tidak diragukan lagi ada banyak kebenaran yang seorang yang belum bertobat ketahui. Dia mungkin tahu kebenaran matematika - ia mungkin tahu banyak kebenaran umum; tetapi tetap saja tidak bisa dikatakan bahwa seorang yang belum bertobat mengetahui kebenaran itu, karena Kristus adalah kebenaran itu” - kata Robert Murray McCheyne.

Saya mempunyai dua paman yang keduanya adalah seorang pembaca hebat. Kembali ke zaman Perang Dunia II, sebelum ada televisi, banyak orang membaca banyak hal. Itu sangat umum bagi orang-orang untuk membaca buku saat itu. Tetapi dua paman saya ini membaca buku lebih banyak dari orang lain, bahkan ketika itu lebih umum bagi orang-orang untuk membaca buku daripada sekarang.

Salah satu paman ini bernama Porter - Robert Porter Elliott. Tetapi semua orang memanggilnya dengan nama tengahnya, Porter. Paman Porter selalu memiliki buku di tangannya. Dia telah berada dalam pasukan Angkatan Darat, tetapi kemudian dia menjadi montir, bekerja di sebuah toko rem di Santa Monica. Ia selalu membaca. Pada waktu makan siang, setelah bekerja, bahkan ketika ia menonton TV, ia sambil membaca buku. Ia akan melihat TV dan kemudian melihat ke bawah pada buku yang sedang dibacanya. Dia membaca misteri pembunuhan, Agatha Christie, hal semacam itu. Tetapi buku favoritnya adalah tentang ilmu pengetahuan dan fiksi ilmiah. Dia benar-benar memiliki ratusan buku tentang ilmu pengetahuan dan fiksi ilmiah. Dia tahu banyak tentang ilmu pengetahuan yang nyata, dan bahkan lebih banyak lagi tentang fiksi ilmiah. Dia sangat percaya pada teori evolusi Darwin. Dia bisa membicarakannya satu jam.

Saya sangat terkejut pada suatu minggu pagi karena melihat dia datang ke gereja kita. Dia duduk dengan tenang di baris belakang ruangan gereja dan mendengarkan saya berkhotbah. Setelah itu saya mengucapkan terima kasih untuk kedatangannya. Dia mengatakan bahwa khotbah saya sangat menarik. Setelah itu ia datang setiap hari Minggu. Akhirnya, setelah beberapa minggu, saya berbicara kepadanya untuk menjadi seorang Kristen. Ia mendengarkan dengan sangat hati-hati, dan saya akhirnya menuntun dia untuk percaya Yesus. Saya hampir tidak bisa percaya itu! Dia selalu seperti itu, pria yang dingin, intelektual sehingga saya takut untuk berbicara dengan dia sebagai seorang anak. Dia tampak seperti Humphrey Bogart mengenakan kacamata baca yang tebal. Tetapi setelah ia bertobat ia tersenyum dan berbicara dengan orang-orang muda kita seperti orang yang sama sekali berbeda. Kemudian ia mulai meminta saya untuk memberikan buku-buku Kristen. Saya memberinya sebuah buku melawan evolusi, sebuah buku yang sangat tebal. Dia melahap buku itu. Minggu berikutnya ia meminta saya untuk memberikan lebih banyak buku lagi. Saya memberikan kepadanya sekitar empat puluh atau lima puluh buku. Dia membaca semuanya, dan bahkan membaca beberapa dari buku-buku itu dua atau tiga kali. Dia tidak pernah membaca misteri pembunuhan lagi atau buku fiksi ilmiah lagi. Saya membaptis dia dan ia menjadi anggota setia gereja kita. Ibu Sally Cook mengingat Paman Porter dengan sangat baik. Lalu ia meninggal dunia secara mendadak karena serangan jantung.

Apa yang terjadi dengan Robert Porter Elliott? Mengapa dia berpaling dari fiksi ilmiah dan evolusi? Itu sederhana - ia telah menemukan Tuhan Yesus Kristus! Dia tidak membutuhkan fiksi lagi. Dia telah menemukan kebenaran - Yesus, yang berkata, “Akulah jalan, dan kebenaran, dan hidup.” Paman Porter akan menjadi salah satu dari orang-orang yang pertama kali akan saya cari ketika saya sampai ke Sorga! Dia diselamatkan oleh Yesus, yang adalah kunci untuk semua kebenaran!

Paman yang satunya adalah kakak ibu saya, Lloyd V. Flowers, Jr. Ia pernah ada di Angkatan Laut AS pada Perang Dunia II. Seperti Porter, Paman Lloyd adalah pembaca yang luar biasa. Dia sangat tertarik pada buku-buku tentang metafisika dan agama Timur. Dia selalu membawa buku seperti itu ke mana pun ia pergi. Dia adalah seorang tukang kebun lanskap, tetapi dia selalu membawa buku tentang piramida atau hieroglif kuno, atau agama Oriental di tangan dia. Dia adalah sahabat saya, dan saya mendengarkan dia berbicara tentang piramida dan agama Timur per jam. Meskipun saya mencoba untuk mengajak dia membaca Alkitab, ia tidak pernah menunjukkan minat sama sekali. Dia juga meninggal karena serangan jantung mendadak. Tetapi tidak seperti Porter, Paman Lloyd meninggal dunia tanpa Kristus. Dia sering mengatakan kepada saya bahwa dia sedang mencari kebenaran. Tetapi ia tidak pernah menemukannya. Dia tidak pernah menemukan Yesus, yang merupakan perwujudan dari semua kebenaran! Sedih sekali, ketika saya masuk Sorga saya tidak akan melihat Paman Lloyd - karena saya tahu dia tidak akan ada di sana, karena Yesus berkata, “Akulah ... kebenaran ... tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14 :6). Paman Lloyd ada di Neraka.

Yang mana dari salah satu paman saya yang seperti Anda? Apakah Anda seperti Porter, yang menemukan kebenaran dalam Yesus? Atau apakah Anda seperti Lloyd, yang tidak pernah menemukan sang Juruselamat?

III. Ketiga, Kristus adalah hidup itu.

Robert McCheyne berkata, “Baik Kitab Suci maupun pengalaman sama-sama bersaksi bahwa kita secara alami mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa... Benar, mereka yang mati di dalam dosa tidak tahu bahwa mereka mati. Namun jika Roh Kudus menginsafkan Anda dari dosa, natur yang telah mati, Anda akan tahu itu ... Jika Anda pernah mencoba untuk memelihara semua perintah-perintah Allah, jika Anda pernah mencoba untuk tidak memikirkan pikiran-pikiran yang penuh dosa, jika Anda pernah mencoba untuk menjaga hati Anda dari ketamakan dan dosa - jika Anda pernah mencoba ini, bukankah Anda menyadari bahwa itu tidaklah mungkin? Itu seperti mencoba untuk membangkitkan orang mati! Oh, betapa jelasnya itu bahwa Anda mati – belum dilahirkan kembali! Anda harus dilahirkan kembali. Anda harus bergabung dengan Kristus, karena Kristus adalah hidup itu.”

Apakah jiwa Anda seperti cabang layu - kering, tak berbuah dan mati? Datanglah kepada Yesus! Percayalah kepada-Nya. Berilah diri Anda disucikan oleh Darah-Nya. Jadilah hidup oleh kebangkitan-Nya. Kemudian Anda akan menemukan bahwa Anda memiliki kehidupan di dalam Kristus! Anda akan dapat berkata bersama dengan Rasul Paulus, “Aku hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Galatia 2:20 NKJV). Yesus berkata,

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

Bagaimana Dia bisa mengatakan itu? Karena itu benar. Kristus adalah Anak Tunggal Allah. Dia adalah satu-satunya pribadi yang dapat mati untuk membayar hukuman atas dosa-dosa kita di kayu Salib. Dia adalah satu-satunya pribadi yang bangkit dari kematian secara jasamani. Oleh karena itu “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui [Dia].” Saya berdoa agar kiranya Anda akan percaya Yesus pagi ini dan disucikan dari segala dosa oleh Darah-Nya yang mahal!

“Seorang yang penuh kesengsaraan,” itulah namanya    Karena Anak Allah datang Manusia berdoa dipulihkan dari kerusakan!    Haleluya! Juruselamat!

Menanggung malu dan ejekan kejam,
   Di tempat kita Ia berdiri;
Memeteraikan pengampunan ku dengan darah-Nya;
   Haleluya! Juruselamat!
(“Hallelujah, What a Saviour!” oleh Philip P. Bliss, 1838-1876).

Dr. Chan, silahkan memimpin kita di dalam doa.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Yohanes 14:1-6.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“For All My Sin” (oleh Norman Clayton, 1943).


GARIS BESAR KHOTBAH

JALAN, KEBENARAN, DAN HIDUP

THE WAY, THE TRUTH, AND THE LIFE

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

(Lukas 18:31-34; Yohanes 13:8, 9, 14-17, 30, 36, 37, 38;
Yohanes 14:2, 5; Efesus 2:1; I Korintus 2:14;
Yohanes 20:19-22; Lukas 24:36-45; Yohanes 20:25; 14:5)

I. Pertama, Kristus adalah jalan kepada Allah, Yohanes 14:6a;
I Timotius 2:5.

II. Kedua, Kristus adalah kebenaran itu, Yohanes 14:6b.

III. Ketiga, Kristus adalah hidup itu, Yohanes 14:6c; Galatia 2:20.