Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




PERTOBATAN DAN PANGGILAN YESAYA

THE CONVERSION AND CALL OF ISAIAH
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 1 November 2015

“Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci” (Yesaya 6:1).


Kitab Yesaya sesungguhnya mulai dengan pasal ini. Banyak komentator mengatakan bahwa ini adalah panggilan Yesaya sebagai nabi - dan memang itulah. Tetapi lebih dari itu. Saya yakin bahwa ini adalah pertobatan Yesaya serta panggilan untuk bernubuat. Yang sering terjadi pada para pengkhotbah di masa lalu. Ketika mereka mengalami pertobatan, mereka kemudian menyadari bahwa Allah menginginkan mereka untuk memberitakan Injil kepada orang lain. Tetapi saya pikir yang paling penting adalah bahwa ayat-ayat ini menunjukkan kepada kita bagaimana Yesaya diselamatkan. Dan, jika Anda mau diselamatkan, Anda juga harus melalui beberapa pengalaman yang Yesaya alami.

I. Pertama, harus ada kesadaran akan Allah.

Anda bisa datang ke gereja selama bertahun-tahun dan tidak memiliki kesadaran akan Allah. Anda dapat mempelajari Alkitab dan mengucapkan kata-kata doa selama bertahun-tahun tanpa kesadaran akan Allah. Saya telah dipukul oleh pikiran itu berkali-kali dalam hidup saya.

Sebelum saya pergi ke gereja Baptis Tionghoa saya adalah anggota dari gereja Baptis Kaukasia (kulit putih) selama beberapa tahun. Meskipun saya masih remaja pada waktu itu, saya ingat ketika berpikir bahwa orang-orang muda di sana, hampir semua dari mereka, tidak memiliki hubungan dengan Allah sama sekali. Semua yang mereka lakukan di Sekolah Minggu hanyalah karena tugas dan tanggung jawab. Kemudian mereka melenggang dan saling bergiliran mengajar dari buku ajar. Mereka tidak memiliki kehidupan. Mereka tidak memiliki pemahaman. Tidak ada yang serius tentang mereka. Saya tidak bisa membayangkan ada salah satu dari mereka yang mungkin pergi sendirian ke tempat yang tenang dan berdoa. Mereka “jauh dari hidup persekutuan dengan Allah” (Efesus 4:18).

Apa yang salah dengan mereka? Terus terang, mereka tidak memiliki Allah. Bukankah mereka kadang-kadang berpikir tentang Allah? Oh, saya yakin mereka melakukan itu. Tetapi gagasan mereka tentang Allah hanya sebuah doktrin abstrak, atau suatu perasaan batin belaka.

Kita memiliki orang-orang di sini, di gereja kita yang tidak memiliki Allah. Itu aneh, Anda tahu. Seperti itulah hampir semua orang di hari-hari terakhir, dalam budaya post-modern ini. Jika Anda mengatakan, “Allah sangat nyata bagi saya. Allah adalah pribadi yang paling penting dalam hidup saya,” apa yang akan teman-teman sekolah Anda pikirkan? Apa yang akan orang-orang di tempat kerja Anda pikirkan? Bukankah mereka akan melihat Anda dengan tatapan kosong? Bukankah mereka akan berpikir bahwa Anda aneh? Sekarang, kita sudah mulai melihat kenyataan! Mereka tidak mengenal Allah - demikian juga Anda! Ada orang-orang muda di sini pagi ini yang tidak memiliki kesadaran akan Allah lebih daripada yang Anda bicarakan setiap hari di sekolah atau tempat kerja.

Allah tidak di dalam kita. Itu adalah poin penting. Jika Anda mengatakan kepada teman-teman Anda bahwa Anda adalah seorang rohani, itu tidak akan mengganggu mereka. Jika Anda mengatakan kepada mereka bahwa Anda mendengar tentang Allah di gereja pada hari Minggu, itu tidak akan mengganggu mereka. Tetapi jika Anda menatap mereka dan berkata, “Allah yang menciptakan dunia adalah pribadi yang paling penting dan nyata dalam hidup saya,” mereka akan memandang Anda dan berpikir bahwa Anda adalah orang aneh. Mengapa? Karena Alkitab mengatakan,

“Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah” (Roma 3:11).

Lagi, Alkitab berkata,

“Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya” (I Korintus 1:21).

Kebanyakan orang injili tidak lebih baik dari orang-orang dunia yang masih terhilang lainnya. Mereka bahkan mungkin pergi ke sebuah kelompok studi Alkitab di perguruan tinggi Anda, tetapi Anda tidak akan mendengar mereka berbicara serius tentang Allah. Para gadis biasanya pergi ke sana untuk bicara ngalor-ngidul tentang ini dan itu. Jika ada anak laki-laki di sana, mereka biasanya ada untuk “melihat-lihat” gadis-gadis itu. Tetapi mereka tidak berpikir tentang Allah - setidaknya tidak tentang Allah di dalam Alkitab! Jika Anda mengatakan bahwa Anda adalah seorang Katolik, atau Yahudi, atau bahkan seorang Baptis, itu tidak akan mengganggu mereka. Jika Anda mengatakan, “Allah ada di dalam saya, dan di dalam Anda juga,” itu tidak akan mengganggu mereka sama sekali. Itu pikiran gerakan Zaman Baru. Tetapi jika Anda mengatakan, “Allah berada di atas sana, melihat ke bawah kepada kita. Dia melihat dosa dan menghakimi kita,” apa yang akan terjadi? Mereka akan berpikir bahwa Anda orang aneh, bukan?

Sekarang, mari kita mengambil langkah lebih jauh. Mari kita bicara tentang Anda. Anda berada di sini dan Anda belum bertobat. Apa pendapat Anda tentang Allah? Bukankah, kadang-kadang Anda berpikir tentang Dia? Jika Anda tidak diselamatkan Anda pasti memikirkan pikiran-pikiran yang salah tentang Dia.

Yesaya adalah seorang pemuda saat ini terjadi padanya. Dia telah mempelajari Alkitab. Dia telah menghadiri pelayanan di Bait Suci. Tetapi dia tidak mengenal Allah secara pribadi. Dia tahu hal-hal tentang Allah, tetapi ia tidak mengenal Allah melalui pengalaman. Dia seperti patriark Ayub. Ayub berkata kepada Allah,

“Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu” (Ayub 42:5, 6).

Ayub telah mendengar tentang Allah. Tetapi sekarang Allah berbicara “kepada Ayub dari dalam badai” (Ayub 38: 1; 40: 6). “Kemudian Tuhan berbicara kepada Ayub dari dalam badai” (NIV).

Saya tidak tahu bagaimana menjelaskan hal ini dalam bahasa manusia. Mungkin yang terbaik adalah untuk memberikan beberapa kisah nyata. Dr. Cagan adalah seorang ateis. Dia tidak percaya pada Allah sama sekali. Kemudian pada suatu malam Dr. Cagan mengalami ketakutan. Dia memiliki ujian yang sangat penting di pagi hari di UCLA. Tetapi ia tidak bisa memahami materinya sama sekali. Dia tahu dia akan gagal pada hari berikutnya. Tiba-tiba Dr. Cagan berdoa untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Dia mengatakan, “Tuhan, ampunilah aku.” Lalu ia tertidur. Dia terbangun, mengetahui dia akan gagal dalam ujian. Ketika ia sampai ke kelas dan melihat pertanyaan-pertanyaan soal, dia menjawabnya dengan mudah dan mendapat nilai tertinggi di kelas itu. Kemudian ia tahu bahwa Allah itu nyata. Allah benar-benar ada, setelah semua itu.

Ketika saya berusia lima belas tahun saya sangat trauma dengan kematian nenek saya, dan peristiwa-peristiwa mengerikan yang terjadi malam sebelumnya, dan pada pemakamannya. Saya lari, jauh, ke bukit di Forest Lawn, Glendale. Saya jatuh ke tanah, terengah-engah dan bermandikan keringat. Kemudian Allah turun atas saya. Allah ada di sana dan saya tahu itu. Itu selalu membuat saya berpikir tentang Yakub, ketika Allah datang kepadanya suatu malam,

“Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: ‘Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.’ Ia takut dan berkata: ‘Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga’” (Kejadian 28:16, 17).

Baik Dr. Cagan atau saya sendiri diubahkan pada pengalaman-pengalaman ini, tetapi kami dapat berkata bersama dengan Ayub, “Dahulu, pengetahuanku tentang Engkau hanya kudengar dari orang saja, tetapi sekarang kukenal Engkau dengan berhadapan muka” (Ayub 42:5). Ini tidak berarti bahwa ia benar-benar melihat Allah. Ini adalah cara grafis untuk mengatakan bahwa ia telah mendengar tentang Allah, tetapi sekarang dia tahu bahwa Allah itu nyata dan ia adalah orang berdosa, sehingga ia berkata, “Karena itu aku membenci diriku sendiri, dan bertobat” (ibid.). Dan pengalaman Yesaya adalah sama dengan pengalaman Yakub dan Ayub - dan Dr. Cagan dan saya sendiri - ketika saya berusia lima belas tahun, setelah pemakaman mengerikan nenek saya. Yesaya mengatakan,

“Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci” (Yesaya 6:1).

Dr. J. Vernon McGee berkata,

Pada tahun matinya raja Uzia, Yesaya berpikir, “Raja Uzia yang baik telah mati, dan semua hal akan [buruk] sekarang. Israel akan ditawan. Kemakmuran akan berhenti. Sebuah depresi akan datang, dan kelaparan akan mengikuti.” Apa yang ada dalam kerangka pikiran Yesaya sama seperti apa yang ada pada setiap orang - dia pergi ke Bait Suci... Dalam bait Allah Yesaya melihat bahwa Raja sesungguhnya dari bangsa itu tidak mati . “Saya melihat TUHAN. Ia duduk di atas takhta-Nya yang tinggi dan mulia. Jubah-Nya menutupi seluruh Rumah TUHAN” – Allah di atas takhta... Allah adalah tinggi dan menjulang, dan Dia tidak akan berkompromi dengan dosa (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, vol. III, Thomas Nelson Publishers, 1982; catatan atas Yesaya 6:1).

Sekarang lihatlah Yesaya 6:3. Serapim, para malaikat ada di sana,

“Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: ‘Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!’” (Yesaya 6:3).

Mereka berseru, “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Yang mahakuasa.” W. A. Criswell, pendeta besar di Dallas, Texas selama hampir enam puluh tahun, berkata, “Saya pikir itu mengacu pada tiga dalam Ketuhanan,” dalam Trinitas (W. A. Criswell, Ph.D., Isaiah: An Exposition, Zondervan Publishing House, 1977, hlm. 53).

Suci, suci, suci,
   Allah Mahatinggi,
Puji kami naikkan
   Di pagi yang sepi;
Suci, suci, suci,
   Allah Mahakasih!
Allah Tritunggal,
   Mulia tak terp'ri.

Suci, suci, suci,
   Walau tersembunyi,
Walau tak terlihat
   Oleh orang keji;
Hanya Tuhan suci,
   Lain tiada lagi,
Kuat sempurna,
   Indah dan murni.
(“Holy, Holy, Holy” oleh Reginald Heber, 1783-1826).

Jika Anda tidak memiliki kesadaran akan Allah – tiga pribadi Allah yang kudus dari Alkitab - jika Anda tidak menyadari kekudusan-Nya, keadilan, dan belas kasihan-Nya - bagaimana bisa Anda berharap untuk menjadi orang Kristen sejati?

II. Kedua, harus ada keinsafan akan dosa.

Lihatlah Yesaya 6:5,

“Lalu kataku: ‘Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam’” (Yesaya 6:5).

Kesadaran akan tiga pribadi Allah yang kudus membuat nabi melihat dosanya, “seorang yang najis bibir.” Anda tidak akan pernah mengalami keinsafan akan dosa seperti itu kecuali Allah menyatakan diri-Nya kepada Anda sebagai “Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.” Dr. David Wells adalah seorang teolog Reformed. Dia berkata,

Nabi menjadi sangat menyadari [bahaya] di dalam mana karakter Allah menempatkan umat. Tidak ada yang bisa berdiri dalam terang-Nya. Semua orang dihancurkan oleh terang-Nya karena itu adalah jenis cahaya yang jelas menentang semua yang salah, sesat, egois, ketidakpercayaan, tidak tahu berterima kasih, dan ketidaktaatan... Yesaya melihat bahwa dalam pengelihatannya dan segera menyadari, dalam terang Allah adalah, ‘Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam!’ (Yes 6:5). Ini hanyalah salah satu dari banyak teks yang berbicara tentang realitas kemurnian Allah yang menyakitkan dan menakutkan (David F. Wells, Ph.D., The Courage to Be Protestant, Eerdmans Publishing Company, 2008, hlm. 125).

Dr. W. A. Criswell berkata,

Dibutuhkan mata jiwa untuk melihat Allah, telinga hati untuk mendengar Allah. Untuk mereka yang buta, Dia tidak ada. Untuk mereka yang tuli, Dia tidak berbicara. Untuk mereka yang memiliki mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, dan hati untuk merasa, Allah hadir dalam kemuliaan di hadapan kita selamanya. Dalam penglihatan Yesaya, ia merasa dirinya penuh dosa dan tidak layak. Setiap orang yang berdiri di hadapan Allah akan menyadari dirinya tenggelam dalam banjir ketidak-layakan dan kenajisan menyapu dia (Criswell, ibid., hlm. 54).

Suatu hari nanti Anda akan bertemu Allah muka dengan muka. Pada saat kematian Anda, Anda akan menghadapi penghakiman-Nya jika Anda tidak diselamatkan sekarang, dalam kehidupan ini. Allah yang Anda akan temui bukanlah dewa yang Anda bayangkan dalam pikiran Anda sendiri. Dan itu tidak akan menjadi dewa agama dunia lainnya. Anda akan berhadapan dengan Allah dalam Alkitab. Dan Dia akan menghakimi Anda atas dosa Anda, terutama untuk dosa dari hati dan pikiran Anda. Hanya ada satu cara agar dosa Anda diampuni, dan itu adalah melalui kematian Kristus menggantikan tempat Anda - di kayu Salib. Dan hanya ada satu cara agar dosa Anda disucikan dan itu adalah melalui Darah Kristus yang tercurah di kayu salib itu. Dr. Martyn Lloyd-Jones mengatakan, “Injil kami adalah injil darah; darah adalah dasar; tanpa itu tidak ada yang lainnya” (God’s Way of Reconciliation, Ephesians 2, The Banner of Truth Trust, 1981, hlm. 240).

Selanjutnya lihatlah ayat 8.

“Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: ‘Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?’ Maka sahutku: ‘Ini aku, utuslah aku!’” (Yesaya 6:8).

Selanjutya Yesaya dipanggil untuk berkhotbah. “Ini aku, utuslah aku!” Dan dia akan pergi dan berkhotbah kepada orang lain apa yang dia sendiri telah alami.

Anda hanya akan diselamatkan jika Anda percaya kepada Yesus dan disucikan oleh Darah-Nya yang kudus. Anda hanya akan dapat bertemu Allah jika Anda telah dibersihkan dari dosa Anda dengan Darah Yesus, Anak-Nya. Di Sorga kita akan menyanyikan sebuah lagu baru, “Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah” (Wahyu 5:9). Saya memohon kepada Anda pagi ini untuk percaya Yesus dan dibuat bersih di hadapan Allah oleh Darah-Nya! Amin. Dr. Chan, silahkan memimpin kita di dalam doa.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Yesaya 6:1-8.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“The God of Abraham Praise” (oleh Daniel ben Judah, 14th century).


GARIS BESAR KHOTBAH

PERTOBATAN DAN PANGGILAN YESAYA

THE CONVERSION AND CALL OF ISAIAH

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci” (Yesaya 6:1).

I.   Pertama, harus ada kesadaran akan Allah, Efesus 4:18;
Roma 3:11; I Korintus 1:21; Ayub 42:5, 6; 38:1; 40:6;
Kejadian 28:16, 17; Yesaya 6:3.

II.  Kedua, harus ada keinsafan akan dosa, Yesaya 6:5, 8;
Wahyu 5:9.