Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




PERTOBATAN LUTHER

LUTHER’S CONVERSION
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan pada Minggu Reformasi Pagi
di Baptist Tabernacle of Los Angeles, 25 Oktober 2015

“Orang benar akan hidup oleh iman” (Roma 1:17).


Beberapa dari Anda mungkin bertanya mengapa saya berbicara tentang Martin Luther (1483-1546). Biarlah jelas dari awal bahwa saya adalah seorang Baptis, bukan seorang Lutheran. Berhubungan dengan sifat gereja saya adalah seorang Baptis, bukan seorang Lutheran. Mengenai baptisan saya adalah seorang Baptis, bukan seorang Lutheran. Mengenai Perjamuan Tuhan saya adalah seorang Baptis, bukan seorang Lutheran. Mengenai bangsa Israel dan orang-orang Yahudi saya seorang Baptis, bukan seorang Lutheran. Semua itu adalah poin-poin penting - dan pada setiap poin tersebut saya tidak setuju dengan Luther dan berdiri bersama dengan orang Baptis. Namun saya sangat menghargai pengajaran Alkitabiah dari Luther yang jelas tentang pembenaran oleh iman dalam Kristus saja. Saya tidak berbicara tentang semua kaum Lutheran modern. Saya berbicara tentang Luther itu sendiri. Dia adalah salah satu dari orang-orang Kristen terbesar sepanjang masa.

Luther begitu menonjol dalam sejarah sebagai sosok yang sangat manusiawi, manusia dari zamannya, kadang-kadang kasar dan keras kepala. Dia tidak selalu melihat sesuatu dengan jelas. Dia terus percaya doktrin Katolik Roma tentang “teologi penggantian,” bahwa Gereja sepenuhnya menggantikan Israel. Doktrin Katolik ini menyebabkan dia, di akhir hidupnya, membuat pernyataan keras terhadap orang-orang Yahudi. Tetapi Richard Wurmbrand, seorang Yahudi yang setelah diselamatkan kemudian menjadi pendeta Lutheran, pernah mengatakan kepada saya, sangat sederhana, “Aku memaafkannya.” Pastor Wurmbrand tahu bahwa Luther adalah manusia dari zamannya, sama seperti kita semua dari zaman kita hari ini. Kemudian sejarah akan menunjukkan bahwa kita memiliki banyak ketidaksempurnaan hari ini - khususnya mengenai kesalahan “decisionaisme” yang mengutuk jiwa, yang sama seperti nerakanya dengan berbagai penipuan Katolik abad pertengahan.

Namun terlepas dari beberapa “noda hitam” Luther memiliki karunia yang luar biasa. Spurgeon adalah pendeta Baptis terbesar sepanjang masa. Dia memuji Luther dan sering mengutipnya (lihat dua khotbah Spurgeon tentang Luther, The Metropolitan Tabernacle Pulpit, volume XXIX, pp. 613-636). Spurgeon berkata, “Kesaksian terbesar dari Reformis besar kita adalah untuk pembenaran orang berdosa oleh iman di dalam Yesus Kristus, dan dengan itu saja.” Banyak kali Luther melihat jantung dari pertanyaan-pertanyaan teologis - dan menyatakan pemikiran-pemikirannya dengan orisinalitas dan kekuatan.

Pembenaran adalah titik paling penting dari semua doktrin keselamatan. Tanpa dibenarkan seseorang ditentukan untuk pergi ke Neraka! Seeorang dapat benar tentang doktrin gereja, benar tentang baptisan, benar tentang Perjamuan Tuhan, benar tentang Israel - namun masih pergi ke neraka karena ia tidak dibenarkan. Di sisi lain, orang seperti Luther, meskipun salah tentang pandangan-pandangan tersebut dan poin-poin lainnya, dapat diselamatkan jika ia telah dibenarkan oleh Kristus. Itulah sebabnya Spurgeon menyebut pembenaran sebagai “mahkota permata dari Reformasi,” karena pembenaran adalah doktrin yang paling penting. Luther menyebut pembenaran oleh iman “doktrin dimana gereja a kanberdiri atau jatuh.” Tanpa pembenaran tidak ada yang bisa diselamatkan! Ini adalah yang paling penting dari semua doktrin, saya berdiri bersama dengan Reformis besar ini. Saya berdiri bersama dengan Luther tentang pembenaran oleh iman di dalam Yesus Kristus! Itu tema utama Luther - dan saya setuju dengan dia sepenuhnya pada tema tersebut!

“Orang benar akan hidup oleh iman” (Roma 1:17).

Bagaimana Luther memahami teks ini? Spurgeon menjelaskan kepada kita tentang pertobatan Luther,

     Saya akan meringkas dan menggambarkan ajaran ini dengan menyebutkan beberapa insiden tertentu dalam kehidupan Luther. Atas Reformis besar ini terang Injil menerobos melalui derajat yang lambat. Saat itu di biara itu, ketika membuka-buka Alkitab tua yang dirantai ke sebuah pilar, ia menemukan bagian ini – “Orang benar akan hidup oleh iman.” Kalimat sorgawi ini mencengkeramnya: tetapi dia belum memahami apa maksudnya. Dia tidak bisa, bagaimanapun, menemukan kedamaian dalam profesi agama dan kebiasaan monastik. Mengetahui tidak ada yang lebih baik, ia terus melakukan pertapaan begitu banyak, dan penyangkalan begitu berat, bahwa kadang-kadang ia ditemukan pingsan karena kelelahan. Dia membawa dirinya sendiri ke pintu kematian... dan ia melanjutkan dengan pertapaannya, mencari kedamaian, tetapi tidak menemukan apapun... [kemudian] Tuhan menempa dia untuk membebaskan penuh dia dari takhayul, dan kemudian ia melihat bahwa bukan oleh para imam, atau penipuan imam, atau pertapaan, atau oleh apa pun yang dia bisa lakukan, yang membuat dia hidup, tetapi bahwa ia harus hidup oleh imannya [di dalam Kristus]. Teks kita [pagi] ini telah membuat biarawan [Katolik] tersebut bebas, dan membuat jiwanya terbakar

     [“Orang benar akan hidup oleh iman” (Roma 1:17).]

Ketika Luther akhirnya memahami teks tersebut, ia percaya kepada Kristus saja. Dia menulis kepada ibunya, “Saya merasa diri saya dilahirkan kembali dan telah melalui pintu yang terbuka ke dalam surga.” Spurgeon berkata,

     Tidak lama setelah dia percaya ini kemudian dia mulai hidup dalam arti yang aktif. Seorang [imam], bernama Tetzel, telah begitu siap untuk menjual surat pengampunan dosa dengan uang tunai ke seluruh Jerman. Tidak peduli apa pelanggaran Anda, segera setelah uang Anda menyentuh bagian bawah kotak [persembahan] dosa Anda terhapus. Luther mendengar tentang ini, mulai marah, dan berseru, “Saya akan melubangi drumnya,” yang pasti dia lakukan, dan beberapa drum lainnya. Memakukan dalil-dalilnya di pintu gereja itu adalah cara yang pasti menimbulkan kemarahan. Luther menyatakan pengampunan dosa oleh iman dalam Kristus tanpa uang dan tanpa bayaran, dan indulgensi Paus segera menjadi objek cemoohan. Luther hidup dengan imannya, dan karena itu ia tidak dapat berdiam, ia mencela kesalahan-kesalahan itu semarah auman singa pada mangsanya. Iman yang ada di dalam dirinya memenuhi dirinya dengan kehidupan yang sungguh-sungguh, dan ia terjun ke dalam perang dengan musuh. Setelah beberapa saat mereka memanggilnya ke Augsburg, dan ke Augsburg dia pergi, meskipun teman-temannya menyarankan dia untuk tidak pergi. Mereka menyebutnya, sebagai orang yang sesat, dan untuk membela dirinya sendiri di Diet [Imperial Council] dari Worms, dan semua orang [menyuruhnya] melarikan diri, karena ia dipastikan akan dibakar [di sebuah tiang]; tetapi dia merasa perlu bahwa kesaksian itu harus ditanggung, dan dengan kereta dia pergi melewati desa demi desa dan kota demi kota, sambil berkhotbah dalam perjalannya, orang-orang miskin keluar untuk berjabat tangan dengan orang ini yang berdiri untuk Kristus dan Injil dengan mengambil risiko terhadap hidupnya. Anda ingat bagaimana ia berdiri di hadapan sidang [di Worms], dan meskipun ia tahu sejauh daya manusia pergi untuk memberikan pembelaannya akan mengorbankan hidupnya, karena ia akan, mungkin, akan [dibakar di tiang] seperti John Huss, namun ia [melakukan] bagi TUHAN, Allahnya. Hari itu di hadapan Diet [Pengadilan] Jerman Luther melakukan pekerjaan yang membuat puluhan ribu anak dari puluhan ribu ibu telah menyanjung namanya, dan lebih lagi memuji nama TUHAN, Allahnya (C. H. Spurgeon, “A Luther Sermon at the Tabernacle,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1973 reprint, Volume XXIX, hlm. 622-623).

“Orang benar akan hidup oleh iman” (Roma 1:17).

Pertemuan pertama saya dengan Luther adalah ketia saya berada di sebuah gereja Baptis di awal tahun 1950-an. Pada suatu Minggu malam mereka memutar film hitam-putih tentang Luther. Dia tampak seperti tokoh aneh dari masa lalu, yang tidak ada yang menarik untuk dikatakan bagi saya. Film ini tampak membosankan dan panjang. Saya bertanya-tanya mengapa pendeta saya, Dr. Walter A. Pegg, bahkan repot-repot untuk memutarnya. Saya harus menambahkan bahwa hari ini saya memiliki pandangan yang sepenuhnya berbeda tentang film luar biasa ini. Saya suka menontonnya sekarang! Klik di sini untuk melihat adegan dari film ini.

Pertemuan kedua saya dengan Luther berikutnya setelah begitu lama setelahnya, setelah saya bertobat. Saya membaca tentang pengalaman pertobatan John Wesley, di mana Wesley mengatakan,

Di suatu malam saya pergi dengan hati yang sangat enggan untuk menghadiri persekutuan di Aldersgate Street, di mana salah satu dari mereka membacakan kata pengantar Luther untuk Surat Roma. Sekitar pukul Sembilan kurang seperempat, sementara ia menjelaskan perubahan yang Allah kerjakan di dalam hati melalui iman di dalam Kristus, saya merasa hati saya dengan aneh diliputi perasaan hangat. Saya merasa bahwa saya telah percaya Kristus, Kristus saja untuk keselamatan; dan jaminan diberikan kepada saya, bahwa ia telah mengambil dosa-dosa saya, bahkan saya, dan telah menyelamatkan saya dari hukum dosa dan kematian (John Wesley, The Works of John Wesley, third edition, Baker Book House, 1979 reprint, volume I, hlm. 103) .

Hal ini membuat kesan pada saya, karena saya tahu bahwa Wesley kemudian menjadi salah satu pengkhotbah paling kuat selama masa Kebangunan Rohani Agung Pertama. Wesley diselamatkan ketika mendengarkan kata-kata Luther tentang pembenaran oleh iman di dalam Kristus.

Namun kemudian, saya belajar bahwa John Bunyan, nenek moyang Baptis kita, membaca tulisan Luther ketika ia kemudian diselamatkan, “Memperdalam studi Alkitab dengan tulisan-tulisan Martin Luther” (Pilgrim's Progress, Thomas Nelson, 1999 reprint, pendahuluan oleh penerbit, hlm. xii). Bunyan kemudian menjadi penulis Baptis yang paling banyak dibaca orang di sepanjang masa!

John Wesley, seorang Methodis, diselamatkan dengan mendengar kata-kata Luther. John Bunyan, seorang Baptis, dalam pergumulan untuk pertobatannya terbantu dengan membaca apa yang ditulis oleh Luther. Saya berpikir bahwa harus ada banyak kebaikan pada diri Luther setelah semua itu. Saya menemukan bahwa Kitab Roma adalah jantung dari pesan Luther. Luther berkata,

Surat ini benar-benar bagian terutama dari Perjanjian Baru dan Injil yang paling murni, dan itu layak bukan hanya bahwa setiap orang Kristen harus memahami kata demi kata, dengan hati, tetapi juga memenuhi dirinya dengan itu setiap hari, seperti makanan sehari-hari bagi jiwa. Tidak pernah dapat habis untuk dibaca atau direnungkan, dan semakin didalami semakin berharga, dan semakin nikmat rasanya (Martin Luther, “Preface to the Epistle to the Romans,” Works of Martin Luther, Baker Book House, 1982 reprint, volume VI, hlm 447).

Mengapa saya berpikir Luther penting hari ini? Terutama karena ia membawa kita kembali kepada Kitab Roma, dan menunjukkan kepada kita dengan begitu sangat jelas bahwa kitab Roma “benar-benar bagian terutama dari Perjanjian Baru dan Injil yang paling murni.” Itulah yang harus kita dengar lagi di zaman “decisionisme” yang jahat ini. Lebih dari apa pun, kita perlu kembali ke Kitab Roma! Katolik pada zaman Luther telah melupakan pesan inti dari kitab Roma. “Decisionists” pada zaman kita juga telah melakukan hal yang sama. Mereka mungkin membaca kitab Roma, tetapi mereka tidak mendapatkan berkat darinya. Itulah mengapa “decisionisme,” dalam banyak hal, menyerupai Katolik. Katolik mengatakan, “Lakukan ini dan hidup.” “Decisionists” mengatakan, “Lakukan ini dan hidup.” Tetapi Roma 1:17 mengatakan,

“Orang benar akan hidup oleh iman” (Roma 1:17).

Perhatikan Roma 3:20.

“Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa” (Roma 3:20).

Luther mengatakan bahwa Anda tidak seharusnya berpikir bahwa hukum Taurat mengajarkan apa yang harus dilakukan atau tidak dilakukan. Itulah cara hukum manusia bekerja. Hukum manusia dipenuhi oleh perbuatan baik, meskipun hati Anda mungkin tidak setuju dengannya. Tetapi Allah menghakimi berdasarkan apa yang ada di lubuk hati Anda, dan untuk alasan ini, hukum Allah memberikan tuntutan kepada hati manusia yang paling dalam, dan tidak dapat dipuaskan dengan perbuatan-perbuatan baik, melainkan mengutuk perbuatan baik yang dilakukan bukan dari dari dasar hati, hanya sebagai kemunafikan dan kebohongan. Itulah sebabnya semua manusia disebut pembohong, dalam Mazmur 116:11, karena tidak ada yang bisa memelihara hukum Allah dari dasar hatinya, karena setiap orang tidak suka apa yang baik dan memiliki kesenangan dalam apa yang buruk. Maka, jika tidak ada kesenangan melakukan apa yang baik, maka hati terdalam Anda sesungguhnya tidak ingin berbuat baik. Hati Anda tidak menyukai hukum Allah dan memberontak terhadap hal itu. Lalu pasti ada dosa, dan murka dan hukuman Allah yang layak dijatuhkan, meskipun, secara lahiriah, Anda kelihatan seperti memiliki banyak perbuatan baik. Anda benar-benar dikutuk oleh hukum Allah, karena pemberontak nurani Anda terhadap hukum-Nya dengan segala kekuatannya.

Tetapi hukum-hukum Allah tidak diberikan untuk membenarkan Anda, atau menyelamatkan. Bacalah Roma 3:20 lagi, dengan suara keras.

“Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa” (Roma 3:20).

Anda dapat mencoba untuk menjadi sebaik mungkin. Tetapi Tuhan tidak memandang Anda secara lahiriah. Dia melihat dasar hati Anda. Dan di sana Dia melihat ular derik dan laba-laba beracun, dan banyak pemberontakan dan dosa.

“Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat…” (Roma 3:20).

Semakin Anda mencoba untuk mematuhi hukum Taruat untuk diselamatkan, akan lebih buruk lagi keadaan Anda. Ini benar dalam pengalaman pertobatan Luther, dan juga pada pertobatan Wesley dan Bunyan, karena mereka berusaha keras untuk menjadi dibenarkan dengan “menjadi baik.” Tetapi hukum Taurat jauh lebih dalam dari itu. Hukum Taurat menyelidiki hati Anda untuk melihat realitas mengerikan bahwa Anda telah berdosa di dalam hati dan pikiran Anda yang melawan Allah yang Kudus. Perhatikan kata-kata terakhir dari Roma 3:20,

“Karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa” (Roma 3:20).

Anda harus menjadi “muak” dengan diri Anda sendiri - keberdosaan hati Anda!

Tetapi Allah telah memberikan obat bagi jiwa yang mencoba untuk diselamatkan. Semakin mereka berjuang untuk mengatasi dosa mereka sendiri, semakin dalam mereka diseret ke dalam dosa. Bukankah itu pernah menjadi keadaan Anda? Semakin keras Anda mencoba untuk tidak berbuat dosa, lebih buruk lagi Anda berdosa dalam hati - menjauhkan obat untuk dosa yang luar biasa dari Kristus, dan mencoba untuk membangun kebaikan Anda sendiri dengan “merededikasikan” hidup Anda, “maju ke depan,” mengucapkan “doa orang berdosa,” belajar tentang keselamatan, dan banyak pekerjaan lainnya dari hukum Taurat. Tetapi tidak ada yang Anda pelajari, atau katakan, atau lakukan, atau rasakan dapat memberikan damai sejahtera dengan Allah, yang mengetahui dosa dari hati dan pikiran Anda.

Betapa hukum Taurat tidak bisa melakukan apapun untuk Anda, kasih karunia, melalui “iman di dalam” Darah Kristus dapat melakukannya untuk Anda. Hanya dalam Darah Kristus Anda dapat menemukan penebusan dari dosa-dosa Anda dan pendamaian dari murka Allah. Dia telah mati menggantikan tempat Anda, untuk membayar dosa-dosa Anda, dan Darah-Nya dapat menyucikan Anda dari segala dosa! Kristus Yesus telah membayar harga penuh untuk setiap dari dosa-dosa Anda di kayu Salib.

Kemudian selanjutnya apa yang tersisa untuk Anda lakukan? Jawabannya diberikan dalam Roma 3:26.

“Bahwa Ia [Allah] benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus” (Roma 3:26).

Percaya kepada Yesus. Hanya itulah jawaban untuk perjuangan seseorang yang terhilang, yang sedang mencoba untuk hidup lebih baik dengan memelihara “hukum Taurat,” dan membuat berbagai “keputusan.” Buanglah perbuatan baik diri sendiri dan “keputusan,” dan analisis diri secara psikologis itu, dan buanglah bualan Anda untuk menjadi lebih baik daripada orang lain. Anda tidak bisa diselamatkan dengan cara itu.

[Allah] benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus” (Roma 3:26).

Milikilah iman di dalam Darah Kristus, yang telah tercurah untuk Anda di kayu Salib, yang kemudian dibawa ke dalam surga, di mana itu selalu segar, mampu membersihkan segala dosa. Milikilah iman di dalam Darah itu, yaitu Darah Kristus, dan Anda akan diselamatkan! Dr. Chan, silahkan memimpin kita dalam doa.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Roma 3:20-26.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“For All My Sin” (oleh Norman Clayton, 1943).