Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




MEMINTA ROTI UNTUK ORANG-ORANG BERDOSA

ASKING BREAD FOR SINNERS
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 2 Augustus 2015
A sermon preached at the Baptist Tabernacle of Los Angeles
Lord’s Day Evening, August 2, 2015

“Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Lukas 11:13).


Perumpamaan adalah sebuah cerita yang menggambarkan kebenaran rohani. Perumpamaan ini adalah cerita yang sangat sederhana. Salah satu murid berkata, “Tuhan, ajarlah kami berdoa” (Lukas 11:1). Yesus memberikan kepada mereka Doa Tuhan (Bapa Kami). Ini adalah doa yang saya panjatkan setidaknya sekali sehari sepanjang hidup saya. Tetapi kemudian Yesus memberi mereka cerita kecil ini, perumpamaan sederhana ini.

Kristus berbicara tentang seorang pria yang temannya datang ke rumahnya di tengah malam, tetapi orang itu tidak mempunyai roti untuk dihidangkan bagi temannya. Jadi dia pergi ke rumah tetangganya dan meminta dia tiga roti. Dia mengatakan kepada temannya bahwa temannya datang ke rumahnya dari perjalanan jauh. “Dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya.” Tetangganya meminta dia untuk pergi. Dia dan anak-anaknya sudah tidur. Namun pria yang di luar terus mengetuk pintu. Akhirnya tetangganya itu membukakan pintu dan memberinya roti yang ia butuhkan.

Kemudian Yesus memberikan kunci untuk perumpamaan ini; apa yang dulu orang sebut “moral” dari cerita ini, alasan untuk mengatakan itu:

“Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Lukas 11:9).

Kata tersebut dalam bahasa Yunaninya berarti meminta terus-menerus, terus mencari, terus mengetuk. Dr. John R. Rice mengatakan bahwa ayat tersebut dapat diterjemahkan, “Teruslah meminta, maka akan diberikan kepadamu; teruslah mengetok, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Prayer: Asking and Receiving, Sword of the Lord Publishers, 1970 edition, hlm. 94).

Lalu ada kunci kedua untuk perumpamaan itu. Pria itu meminta “roti” ketika ia mengetuk pintu. Apa “roti” di sini? Ayat tiga belas memberikan jawaban, saya tahu bahwa ada aplikasi lain, tetapi saya yakin bahwa poin utamanya adalah ini “Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” – Kita harus meminta, mencari, dan mengetuk hati Allah untuk memberikan Roh Kudus kepada orang-orang berdosa, untuk menerangi mereka, untuk menginsafkan mereka akan dosa, untuk menarik mereka kepada Kristus. Jadi, saya percaya bahwa “roti” dalam perumpamaan ini berbicara tentang Roh Kudus. Dalam ayat enam orang yang meminta roti itu berkata, “Seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya.” Tanpa kehadiran Roh Kudus, kita tidak memiliki apa-apa untuk orang-orang berdosa yang masih terhilang yang datang pada kebaktian kita.

Saya ingat saat-saat ketika saya sudah menyiapkan sebuah khotbah dengan hati-hati. Tetapi ketika saya melangkah ke mimbar sepertinya saya hanya meniup udara keluar dari mulut saya! Khotbah itu memiliki poin yang baik, dan bisa membantu orang-orang berdosa yang masih terhilang. Tetapi tidak ada kuasa di dalamnya. Tidak ada berkat. Beberapa pengkhotbah pada hari-hari terakhir ini tidak faham apa yang saya sedang bicarakan ini. Mereka tidak pernah mengalami perbedaan ketika mereka berkhotbah. Ini menyedihkan, karena itu berarti mereka benar-benar tidak menyadari Roh Kudus. Mereka bahkan tidak bisa mengatakan apakah Roh Allah hadir ketika mereka berkhotbah.

Saya pernah mengajak ayah saya yang masih terhilang untuk mendengar khotbah dari seorang pengkhotbah terkenal dari Bourbon Street di New Orleans. Orang-orang telah mengatakan kepada saya bahwa pengkhotbah itu dapat menjangkau ayah saya karena dia menceritakan lelucon yang menyebabkan pria paruh baya mau mendengarkan - dan menanggapi Injil. Itu satu-satunya kesempatan saya pergi ke gereja bersama dengan ayah saya. Pengkhotbah dari Bourbon Street itu berdiri dan mulai menceritakan lelucon. Dia sangat pandai melakukan hal itu. Memang sangat bagus! Pada akhir pembicaraan, ia mengatakan satu dua kata tentang bagaimana diselamatkan. Kemudian ia memberikan undangan - untuk maju ke depan dan diselamatkan. Ayah saya tidak bergerak. Ketika kami berada di dalam mobil beberapa menit kemudian saya bertanya kepadanya apa yang dia pikirkan. Ayah saya berkata, “Dia tidak sebaik Bob Hope.” (Untuk Anda yang masih muda - Bob Hope adalah seorang komedian terkenal yang menceritakan lelucon). Ayah hanya berkata, “Dia tidak sebaik Bob Hope.”

Jemaat tertawa semua sepanjang khotbah yang disampaikan oleh pendeta di Bourbon Street itu. Saya yakin dia pikir itu sukses besar. Tetapi Roh Kudus tidak ada! Tidak sama sekali! Saya tahu itu kemudian, dan saya tahu sekarang. Ayah saya datang karena saya memohon-mohon kepadanya. Ya, Ayah datang - tetapi Roh Kudus tidak datang! Ayah saya adalah seorang berdosa yang masih terhilang - tetapi tidak ada “roti” untuk dia di gereja itu, gereja dekat Downey itu.

“Seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya” (Lukas 11:6).

Jika saya berdiri di sini untuk berkhotbah dan Roh Kudus tidak ada di sini, tidak ada yang akan menolong, tidak ada yang akan diselamatkan, tidak ada yang akan menjadi murid Kristus. Itulah sebabnya saya berdoa untuk setiap kalimat, dan setiap paragraf, ketika saya menulis khotbah ini. Itulah sebabnya saya meminta Anda untuk berdoa untuk khotbah-khotbah yang disampaikan di semua tiga pertemuan doa kita. Itulah sebabnya kami meminta dua prajurit doa untuk berdoa bersama di ruangan lain sementara saya berkhotbah. Jika tidak kita tidak memberikan apa-apa dari mimbar ini – “Aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya [mereka].” Itu adalah situasi tragis di banyak gereja di hari-hari terakhir! Berdoalah agar itu tidak akan terjadi pada kita juga!

Bagaimana seharusnya kita berdoa kepada Allah agar mengirim “roti” untuk orang-orang berdosa? Bagaimana seharusnya kita berdoa kepada Roh Kudus? Lihatlah ayat 9,

“Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Lukas 11:9).

Teruslah meminta! Teruslah mencari! Teruslah mengetuk! Jangan pernah menyerah. Jangan pernah berhenti. Berdoalah dengan tekun agar Tuhan menerangi jiwa Anda - sehingga Anda dapat berdoa untuk Roh Kudus - untuk roti bagi kelaparan orang-orang berdosa!

Kemudian juga, kita harus meminta Tuhan untuk menggunakan persekutuan ini untuk memberikan roti untuk orang-orang berdosa. Kita akan memiliki makanan yang lezat sekali, yang telah disiapkan oleh Mrs. Cook, Mrs. Lee, Robert Lewis, Mr. Dixon dan yang lainnya. Tetapi jika Roh Kudus tidak hadir, makanan atau perjamuan kasih kita setelah kebaktian pagi dan sore tidak akan menolong orang. Saya tahu dari sebuah gereja yang dulu memiliki jamuan makan bersama setelah kebaktian. Istri pendeta itu mengatakan kepada saya tentang hal itu dengan kegembiraan. Dia mengatakan, banyak orang datang ke gereja melalui jamuan makan mereka itu. Lalu saya bertanya, “Apakah Anda masih memiliki jamuan makan itu?” Dia berkata, “Tidak. Semua itu tampaknya tidak membantu orang lagi, jadi kami berhenti setelah semua itu.” Saya tidak mengatakan apa-apa, tetapi saya tahu alasannya. Itu bukan bahwa makanan tidak membantu orang. Alasan sebenarnya adalah karena mereka berhenti berdoa untuk acara makan bersama itu! Ketika Roh Kudus tidak hadir, mengapa orang-orang yang masih terhilang ingin datang untuk jamuan makan itu? Jika Roh Kudus tidak hadir itu hanyalah jamuan makan seperti pada umumnya! Mengapa merepotkan? Mengapa tidak makan Big Mac saja? Mengapa tidak makan di rumah saja?

“Sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya” (Lukas 11:6).

Salah satu pendeta berpikir jamuan makan kita adalah jamuan makan besar! Tetapi dia pikir dia hanya akan mengubahnya dengan makanan ringan - karena sulit untuk memasak makanan besar seperti yang kita lakukan. Jadi dia mengubahnya dengan “makanan ringan.” Alih-alih menyiapkan jamuan makan besar dia akan meminta para wanita di gereja untuk menyiapkan makanan ringan. Ketika Alfred Hitchcock hendak merilis film horornya “Psycho” ia mengundang semua mogul film ke studio. Dia menyiapkan “makanan jari” untuk mereka – “makanan yang benar-benar dibuat dari jari” – kata dia kepada mereka! Seorang wanita menjerit dan menjatuhkan makanannya di lantai!

Makanan pembuka boleh saja, tetapi itu tidak akan menolong sekelompok anak muda yang lapar yang baru saja duduk mengikuti kebaktian gereja kami yang panjang. Saya percaya pendeta itu akan melihat kesalahan ini jika ia dan jemaatnya telah serius berdoa tentang hal itu. Anda lihat, bahkan makanan yang kita siapkan tidak akan menjadi berkat bagi orang jika Roh Kudus tidak bersama dengan kita. Jika Roh Allah tidak ada di sini - kita tidak memiliki apapun untuk dihidangkan kepada mereka!

“Sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya” (Lukas 11:6).

Seorang pengkhotbah di Timur mengatakan kepada saya bahwa gerejanya menyajikan makanan setelah kebaktian pagi. Kemudian setelah itu semua orang kembali ke auditorium untuk pendalaman Alkitab sebentar. Dengan demikian, kata dia, mereka tidak perlu kebaktian hari Minggu malam. Dia mengatakan bahwa dengan makan siang, diikuti dengan pendalaman Alkitab lagi sama baiknya dengan kebaktian malam. Dia berkoar-koar, “Mereka mendapatkan banyak pengetahuan tentang Alkitab!”

Saya pikir, “Orang menyedihkan!” Tidak heran dia tidak pernah menjadi seorang pendeta yang berhasil!” Tujuan dari kebaktian malam bukan untuk menjejalkan ayat-ayat Alkitab lebih banyak lagi ke dalam otak “anak-anak gereja” pemberontak! Tidak bisakah dia melihat itu? Dengan membuang kebaktian malam, ia kehilangan kesempatan bagi jemaatnya untuk membawa orang-orang yang masih terhilang ke kebaktian penginjilan! Kiranya Allah menolong kita! Jika pendeta dan jemaatnya telah berdoa dengan serius tentang hal ini, saya yakin Allah akan menunjukkan mereka kebodohan dari apa yang mereka sedang lakukan. Orang-orang yang masih terhilang tidak datang dan diselamatkan karena Roh Kudus tidak ada di sana untuk memimpin pendeta itu, dan menambahkan jiwa-jiwa baru! Kiranya Allah menolong kita pada hari-hari yang jahat ini!

“Sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya” (Lukas 11:6).

Pada hari-hari terakhir, para pengkhotbah dan anggota gereja tampaknya tersandung di dalam kegelapan! Segala sesuatu yang kita telah lakukan di gereja harus menjadi jenuh untuk doa. Jika tidak, akan dikatakan tentang kita, “Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati” (Wahyu 3: 1). “Anda dikatakan bahwa Anda hidup - tetapi sebenarnya Anda mati.” Itu bisa terjadi pada gereja manapun - terutama di waktu yang jahat ini - pada hari-hari terakhir! Jika kita tidak memohon kehadiran Roh Kudus dalam semua yang kita lakukan, segera kita akan mati sama seperti jemaat di Sardis!

“Sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya” (Lukas 11:6).

Saya takut itu benar di sebagian besar gereja-gereja kita hari ini. Ketika jemaat kita pergi berlibur, mereka hampir selalu kembali dan mengatakan bahwa mereka kecewa dengan gereja-gereja yang mereka hadiri. “Nyanyiannya mati.” “Pengkhotbahnya membosankan.” “Orang-orangnya tidak ramah.” “Mereka tidak memiliki kebaktian Minggu malam.” “Kami pergi ke pertemuan doa, tetapi tidak ada doa yang sungguh-sungguh – hanya pendalaman Alkitab seperi yang lainya.” Jika jemaat kita berpikir demikian, begitu juga orang-orang terhilang! Tidak heran gereja-gereja pada hari-hari terakhir sangat lemah!

“Sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya” (Lukas 11:6).

Sekarang, kita tidak harus menjadi sombong. Harap diingat bahwa kita tidak jauh lebih baik! Kita harus mengakui kelemahan kita sendiri atau kita tidak bisa memiliki kekuatan Tuhan. Kita telah belajar untuk berpuasa dan berdoa - karena puasa adalah salah satu syarat untuk kuasa yang kuat untuk mengalahkan Iblis dan setan! (Markus 9:29). Kita telah berpuasa dan berdoa, dan telah menerima banyak berkat. Tetapi kita harus terus berpuasa pada Sabtu depan sampai kita bergabung dalam jamuan makan bersama pada pukul 5:30 di sini, di gereja.

Malam ini saya meminta Anda untuk berdoa bagi kehadiran Roh Kudus dalam semua kegiatan kita. Tanpa kehadiran Roh Allah, kita “tidak memiliki apapun untuk dihidangkan” bagi orang-orang berdosa! Oleh karena itu kita harus berdoa secara rinci agar Roh Kudus turun atas segala sesuatu yang kita lakukan. Roh Kudus adalah “roti” yang harus kita miliki, atau orang-orang berdosa akan pergi dari gereja kita dalam keadaan lapar - dan tidak akan diselamatkan.

Ya, Yesus telah mati di kayu salib untuk menyelamatkan orang berdosa dari murka Allah. Ya, Yesus telah bangkit dari antara orang mati untuk memberikan orang-orang berdosa kelahiran baru, bahkan untuk memberikan hidup yang kekal di dalam diri mereka! Tetapi semua ini tidak akan menjadi nyata bagi mereka tanpa pekerjaan Roh Allah. Oleh karena itu, sepanjang minggu, ketika Anda berdoa, berdoalah untuk roti bagi orang-orang berdosa. Berdoalah agar Allah mengutus Roh Kudus turun dalam kebaktian kita untuk menerangi pikiran mereka yang gelap, dan untuk membuat mereka merasa bersalah karena dosa mereka, dan merasakan kebutuhan besar mereka akan Tuhan Yesus Kristus! Sekarang lihat Lukas 11:13. Ini ada pada halaman 1090 dalam Scofield Study Bible. Mari kita berdiri saat saya membacanya.

“Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Lukas 11:13).

Sekarang berikut ini adalah daftar dari hal-hal yang harus kita doakan untuk minggu ini, dan terutama pada hari Sabtu.


1.   Rahasiakanlah puasa Anda (sebisa mungkin). Jangan pergi berkeliling memberitahu orang-orang (bahkan kerabat Anda) bahwa Anda sedang berpuasa.

2.   Luangkan waktu untuk membaca Alkitab. Baca beberapa bagian dari Kitab Kisah Para Rasul (sebaiknya mulai dari awal).

3.   Hafalkan Yesaya 58: 6 selama puasa Sabtu.

4.   Berdoalah kiranya Allah memberikan kepada kita 10 atau lebih orang baru yang akan bertahan bersama kita.

5.   Berdoalah untuk pertobatan anak-anak muda kita yang belum diselamatkan. Berdoalah kiranya Allah melakukan untuk mereka apa yang Dia telah janjikan dalam Yesaya 58:6.

6.   Berdoalah agar orang-orang yang pertama kali datang ke gereja hari ini (Minggu ini) akan datang kembali Minggu depan. Berdoalah dengan menyebut nama mereka jika memungkinkan.

7.   Berdoalah kepada Allah untuk menunjukkan apa yang harus saya khotbahkan Minggu depan - di kebaktian pagi maupun kebaktian malam.

8.   Minumlah banyak air. Sekitar satu gelas setiap jamnya. Anda dapat minum satu cangkir besar kopi di awal jika Anda sebelumnya biasa minum kopi setiap hari. Jangan minum minuman ringan (soft drinks), minuman berat (power drinks), dll.

9.   Temui dokter sebelum Anda berpuasa jika Anda memiliki pertanyaan tentang kesehatan Anda. (Anda dapat menemui Dr. Kreighton Chan atau Dr. Judith Cagan di gereja kami.) Jangan berpuasa jika Anda memiliki gangguan yang serius, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi. Cukup gunakan hari Sabtu untuk berdoa untuk permintaan ini.

10. Mulailah puasa Anda setelah makan malam Anda pada hari Jumat. Jangan makan apapun setelah makan malam pada hari Jumat sampai kita makan bersama di gereja pada pukul 5:30 Sabtu malam.

11. Ingatlah bahwa hal yang paling penting untuk didoakan adalah untuk orang-orang muda yang masih terhilang di gereja kita agar bertobat atau diselamatkan - dan juga untuk orang-orang muda yang baru datang selama waktu ini, agar dapat tetap bertahan bersama kita secara permanen.


Jika khotbah ini memberkati Anda, silahkan mengirim email ke Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya. Tolong juga jelaskan padanya dari negara mana Anda mengirimnya’ email Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Lukas 11:5-13.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
     “I Am Praying For You” (oleh S. O’Malley Clough, 1837-1910).