Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




BAGAIMANA MENJADIKAN MURID!
SUATU CARA YANG BENAR-BENAR BEKERJA!

HOW TO MAKE DISCIPLES!
A PLAN THAT ACTUALLY WORKS!
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 5 Juli 2015

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Amin” (Matius 28:19-20).


Saya diajarkan sejak lama tentang sentralitas dan keutamaan gereja/jemaat lokal. Saya tidak ingat persis kepan saya mendengar itu - tetapi yang pasti itu sudah sangat lama sekali karena saya tidak ingat lagi saat saya pernah tidak mempercayai itu. Semuanya dalam Perjanjian Baru berpusat pada gereja-gereja lokal. Jim Gent berkata, “Kata ‘jemaat’ digunakan sekitar 100 kali dalam Perjanjian Baru... Jemaat bukanlah apa yang muncul kemudian dalam pikiran Allah... Bagi orang-orang Kristen mula-mula, jemaat lokal adalah unit yang ditetapkan Tuhan di mana melaluinya Tuhan memilihnya untuk bekerja, dan hanya satu-satunya unit yang seperti itu” (Jim Gent, The Local Church: God’s Plan for Planet Earth, Smyrna Publications, 1994, hlm. 81, 83, 84).

Kata Yunani yang diterjemahkan “jemaat” adalah “ekklesia” – kata itu berarti orang-orang yang dipanggil keluar untuk berkumpul – kawanan dari orang-orang yang Allah panggil keluar dari dunia untuk berkumpul, dan bergabung bersama dalam Kristus melalui Roh-Nya. Benar kalau ada yang berkata, kita tidak “pergi ke gereja.” Kita yang telah diselamatkan adalah gereja itu sendiri! Kristus memberitahu kita tentang dasar jemaat dalam di Matius 16:17, 18. Kemudian Dia mengatakan kepada kita tentang disiplin dan otoritas jemaat dalam Matius 18:15-20. Tetapi dalam Amanat Agung Kristus memberitahu kita apa yang gereja/jemaat seharusnya lakukan, apa tujuan dan misinya. Dalam Markus 16:15 Kristus berkata,

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Markus 16:15).

Perintah untuk pergi ke seluruh dunia diulang beberapa kali. Tetapi itu bukan tema utama Amanat Agung dalam Matius 28:19, 20. Dr. WA Criswell berkata, “Amanat Agung Yesus adalah untuk... gereja di setiap zaman. Kata penting dalam Amanat Agung ini adalah ‘jadikanlah semua bangsa murid,’ lebih harfiah diterjemahkan ‘memuridkan’”

(The Criswell Study Bible, Thomas Nelson Publishers, 1979; catatan atas Matius 28:19-20).

Beberapa orang mengatakan bahwa perintah ini hanya diberikan kepada para Rasul. Itu adalah pandangan yang salah. Kita hanya harus membaca Kitab Kisah Para Rasul untuk melihat bahwa semua gereja Perjanjian Baru percaya ini sebagai perintah yang diberikan kepada mereka - dan untuk semua gereja. Dan Dr. Criswell juga menunjukkan “jadikanlah semua bangsa murid” adalah dalam modus imperatif dan secara harfiah berarti “menjadikan murid.” Pendeta saya, Dr. Timothy Lin adalah salah satu penerjemah dari New American Standard Bible. Beliau pernah mengajar di Talbot Theological Seminary dan kemudian menjadi presiden di China Evangelical Seminary. Dr. Lin memberikan penjelasan ini untuk Matius 28:19-20.

Ada empat kata kerja dalam Amanat Agung: “pergi,” “menjadikan murid,” “membaptis” dan “mengajar.” Hanya kata kerja “memuridkan” yang menggunakan modus imperatif [tata bahasa Yunani]; tiga kata lainnya adalah dalam bentuk partisip atau kata kerja yang menjadi kata sifat. Oleh karena itu, terjemahan yang tepat harusnya:

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Dengan kata lain, “pergilah” bukanlah perintah [di sini], tetapi “menjadikan murid”, dan itu juga merupakan tema utama dari Amanat Agung (Timothy Lin, S.T.M., Ph.D., The Secret of Church Growth, FCBC, 1992, p. 59).

Albert Barnes mengatakan hal yang sama, “Kata [teach dalam KJV] benar diartikan ‘memuridkan’ atau ‘menjadikan murid’” (Barnes’ Notes on the New Testament, Baker Book House, 1983 edition; catatan untuk Matius 28:19). The New International Version menerjemahkan dengan “menjadikan murid” (NIV, Matius 28:19). Dr. R. C. H. Lenski, seorang ahli tafsir Lutheran, juga menerjemahkan dengan cara ini, “Oleh karena itu, muridkan semua bangsa” (The Interpretation of St. Matthew’s Gospel, Augsburg Publishing House, 1961 edition, hal. 1170). “Jadikanlah murid” juga terjemahan yang diberikan oleh Charles John Ellicott dan John Peter Lange dalam buku tafsiran Alkitab mereka. William Hendriksen mengatakan, “’Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid’ adalah perintah itu sendiri. Ini adalah perintah yang jelas” ” (The Gospel of Matthew, Baker Book House, 1981 edition, hlm. 999). Oleh karena itu, tema Amanat Agung adalah misi dan tujuan dari jemaat lokal. Segala sesuatu yang kita lakukan di gereja lokal harus berpusat di sekitar pergi dan menjadikan murid-murid, kemudian membaptis mereka dan mengajar mereka melakukan segala yang diperintahkan Kristus. Gereja lokal menjadi pusat pelatihan untuk “menjadikan semua bangsa murid.” Semua orang yang memberi perhatian khotbah saya tahu bahwa saya mengagumi Dr. John R. Rice.

Saya tidak berarti setuju dengan beliau dalam segala hal, tetapi saya sangat setuju dengan penekanan beliau pada pandangannya tentang memenangkan jiwa. Perhatikan Dr. Rice menjelaskan Amanat Agung dari Matius 28:19, 20. Dr. Rice berkata,

Hampir semua orang akan setuju bahwa rencana Amanat Agung oleh sang Juruselamat menuntut memenangkan jiwa sebagai prioritas, bahwa memenangkan jiwa adalah tugas utama orang Kristen, para pendeta dan gereja-gereja... [Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku] Perhatikan bahwa kata “teach” [“mengajar” dalam KJV] di sini bukan berarti menguraikan Kitab Suci kepada orang Kristen. Ini berarti “menjadikan murid.” Kata Yunaninya adalah “matheteuo,” yang berarti “menjadikan murid”... Jadi, pengajaran pertama yang diperintahkan dalam Amanat Agung adalah untuk menjadikan murid (John R. Rice, D.D., Litt.D., Why Our Churches Do Not Win Souls, Sword of the Lord Publishers, 1966, hlm. 22).

Kata Yunani yang diterjemahkan “murid” digambarkan dengan sempurna oleh W. E. Vine – “seorang murid di sini bukan hanya seorang murid [siswa], tetapi [juga] pengikut; maka mereka disebut sebagai para pengikut yang mengikuti teladan guru mereka” (W. E. Vine, An Expository Dictionary of New Testament Words, Fleming H. Revell Publishers, 1966 edition, hlm. 316).

Tetapi muncul pertanyaan - bagaimana cara kita merekrut murid baru? Saya pikir itu adalah pertanyaan penting di zaman kita. Kita telah menemukan banyak metode lama, yang mungkin pernah bekerja di masa lalu, namun tidak bekerja untuk membawa orang baru ke dalam gereja lokal hari ini. Semua metode itu tidak bekerja lagi sekarang! Membagi-bagi traktat tidak mendapatkan murid baru ke dalam gereja. Menggantung undangan pada gagang pintu tidak membuahkan hasil lagi. Pergi dari pintu ke pintu dan mengajak orang berdoa “terima Yesus” tidak membuahkan hasil lagi. Semua orang yang serius mencoba metode-metode lama tahu bahwa mereka tidak mendapatkan murid baru ke dalam gereja.

Ketika saya baru bertobat saya membaca John Wesley’s Journal. Ini adalah metode John Wesley untuk pergi keluar dan berkhotbah di lapangan terbuka. Beberapa orang kemudian akan datang kepadanya dan ia akan membentuk mereka menjadi kelompok-kelompok kecil. Saya pikir itu adalah cara untuk menginjili. Jadi setiap hari setelah bekerja saya akan pergi keluar di jalan-jalan di pusat kota Los Angeles dan berkhotbah. Tetapi ada hasil yang sangat sedikit. Saya bisa memimpin pasangan tua kepada Kristus di rumah mereka, setelah sang suami mendengar saya berkhotbah di jalan. Tetapi hanya dua orang itu yang adalah satu-satunya buah setelah saya berkhotbah di jalan selama dua tahun!

Berikutnya saya mencoba membagi-bagi traktat. Ketika kita memulai gereja ini kita membagi-bagi traktat secara terus-menerus. Saya memperkirakan bahwa kita memberikan hampir setengah juta traktat keselamatan. Mereka menerima traktat kita, dengan nama dan nomor telepon gereja kita. Tetapi, setelah beberapa tahun, dan setelah diberikan puluhan ribu traktat, kita tidak mendapatkan bahkan satu orangpun datang ke gereja kita! Tidak satupun!

Kemudian kita mencoba pergi dari pintu ke pintu dan mengajarkan rencana keselamatan. Akhirnya saya membuat rekaman, menjelaskan bagaimana seseorang dapat diselamatkan. Jemaat kita memutar rekaman itu kepada ratusan demi ratusan orang terhilang. Sangat sedikit orang, hampir tidak ada, yang datang ke gereja karena itu! Tak satu pun dari beberapa yang datang adalah orang-orang muda. Saya bahkan tidak dapat berpikir tentang satupun yang bertahan bersama kami!

Akhirnya kita mencoba untuk memberikan undangan sederhana. Kita tidak membagikan Alkitab, atau traktat, atau literatur lainnya. Kita mulai mengirim orang-orang kita keluar untuk pergi ke mall-mall, kampus, dan beberapa sudut-sudut jalan. Mereka akan mendekati orang dan melakukan percakapan santai dengan mereka. Mereka akan mengundang orang untuk datang ke pesta di gereja Baptis kita. Mereka kemudian akan meminta nama pertama dan nomor telepon mereka. Kita akan fokus pada orang-orang muda. Dr. Timothy Lin pernah mengatakan, “Menurut statistik, persentase orang berusia lebih dari 40 tahun yang mau menerima Kristus sangat kecil, terutama di kalangan orang-orang Tionghoa” (ibid., hlm. 73). Sebenarnya, bagaimanapun, adalah lebih rendah lagi di kalangan non-Tionghoa! Statistik lain menunjukkan bahwa hampir semua pertobatan baru (90% atau lebih) terjadi sebelum usia 30 tahun. Ini mengherankan saya bahwa begitu banyak pengkhotbah di hari-hari terakhir menempatkan hampir semua usaha memenangkan jiwa mereka pada orang dewasa yang lebih tua, ketika semua studi menunjukkan mereka adalah kelompok usia yang paling resisten! Dr. Lin mengatakan kita harus menempatkan sebagian dari upaya kita dalam pemuridan orang-orang muda. Jadi kita menargetkan anak-anak usia antara 16 dan 25 tahun. Banyak pengkhotbah di hari-hari terakhir menginginkan hasil yang segera. Oleh karena itu mereka mencari, dengan segala cara, untuk mendapatkan orang-orang Kristen “siap pakai” dari gereja-gereja lain. Mereka membuat orang meninggalkan gereja lama mereka dan bergabung bersama dengan mereka. Dr. James Dobson mengatakan hampir semua pertumbuhan gereja-gereja kita adalah dengan cara transfer (pindah dari satu gereja ke gereja satunya). Ini adalah situasi yang tragis. Para pengkhotbah terpaksa melakukan ini karena mereka tidak tahu bagaimana cara mendapatkan murid baru dari dunia yang terhilang. Banyak pengkhotbah tidak tahu bagaimana cara menarik orang-orang yang terhilang dan menjadikan mereka murid dan diselamatkan. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan! Mereka hanya bisa “mencuri domba” dari gereja-gereja lain! Tidak heran bila tidak ada kebangunan rohani!

Ketika orang-orang kita kembali dari “penginjilan” mereka menyerahkan nama dan nomor telepon mereka kepada orang-orang kita yang bertugas untuk menelepon mereka. Orang-orang kita yang bertugas untuk menelepon itu telah belajar bagaimana menelepon orang-orang ini dan mengundangkah mereka datang - saya akan berbicara, kemudian kita akan memiliki pesta ulang tahun dan makan bersama-sama. Selalu ada seseorang yang merayakan ulang tahun di sini! Setelah orang baru itu datang selama beberapa minggu kami mengundang mereka untuk pergi ke penginjilan. Kita tidak menunggu mereka untuk diselamatkan terlebih dahulu. Kita mengikuti teladan Yesus. Dia memanggil Simon Petrus, Tomas si peragu, dan yang lainnya untuk mengikuti Dia sebagai murid sebelum mereka memahami Injil dan bertobat. Yudas telah menjadi murid selama tiga tahun tanpa pernah diselamatkan. Dengan demikian, mereka menjadi murid sebelum mereka diselamatkan! Itu adalah metode yang digunakan Yesus. Dan itu adalah satu-satunya metode yang saya telah coba dan itu bekerja!

Selanjutnya, Yesus tidak “mudah” membawa mereka ke dalam pemuridan. Tidak! Dia menenggelamkan mereka ke dalam hal-hal berikut ini! Perhatikan bagaimana Ia memanggil murid-murid pertama. Kita diberitahu bahwa Yesus melihat Simon Petrus dan Andreas sedang menjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Ikutlah Aku” dan segera mereka meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia (lihat Matius 4:19, 20). Lalu Yesus melihat Yakobus dan Yohanes di perahu kecil. Dia memanggil mereka. “mereka segera meninggalkan perahu… lalu mengikuti Dia” (Matius 4:21, 22). Mereka tidak tahu siapa Dia. Mereka berkata, “Orang apakah Dia ini?” (Matius 8:27). Pada saat itu Dia memiliki dua belas Murid. Mereka bahkan belum mengenal siapa Dia. Apa yang Yesus lakukan? Dia mengutus mereka berdua-dua untuk menginjil! Kemudian Dia memimpin mereka ke dalam satu demi satu konflik dengan orang-orang Farisi. Mereka bertemu dengan orang muda yang kaya. Dia bertanya kepada Yesus apa yang harus dia lakukan untuk memiliki hidup yang kekal. Yesus berkata, “juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin… kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku” (lih Matius 19:21). Orang muda yang kaya itu pergi dengan sedih. Dia tidak menjadi seorang murid.

Kemudian Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Dia akan ke Yerusalem untuk disalibkan. Mereka tidak tahu apa yang Dia maksudkan. Sekitar tiga tahun telah berlalu dan mereka masih tidak mengerti Injil! Mereka belajar untuk menjadi murid sebelum mereka dilahirkan kembali! Ketika Yesus ditangkap dan dibawa pergi untuk disalibkan, mereka semua lari, dan akhirnya bersembunyi di ruang atas. Pada hari Minggu Paskah malam Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati datang kepada mereka. Mereka sangat gembira ketika mereka melihat Dia hidup! Kemudian Ia menghembusi mereka, dan berkata, “Terimalah Roh Kudus” (Yohanes 20:22). Dr. J. Vernon McGee berkata, “Saya pribadi percaya bahwa pada saat Tuhan kita menghembusi mereka dan berkata, ‘Terimalah Roh Kudus,’ orang-orang ini dilahirkan kembali [lahir baru]. Sebelum ini mereka belum didiami oleh Roh Allah” (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, volume IV, hlm. 498; catatan atas Yohanes 20:22).

Saya pikir Dr. McGee benar sekali. Tetapi bahkan jika Anda tidak sepenuhnya setuju dengan poin terakhir ini, jelas bahwa Kristus memuridkan para Rasul dalam cara yang sama sekali berbeda dari apa yang gereja kita lakukan hari ini. Dia menjadikan mereka para murid sebelum hal yang lain.

Selama seratus tahun terakhir, kita telah mencoba untuk “memimpin” orang kepada Kristus terlebih dahulu. Dan hanya setelah itu kita “menindaklanjuti” (follow up) mereka. Kristus justru melakukan sebaliknya. Ini adalah harapan saya bahwa beberapa orang akan berpaling dari metode yang telah gagal itu - dan kembali dengan cara Yesus memuridkan. Dan, jika Anda berada di sini bersama kami, saya meminta Anda untuk menjadi murid Yesus Kristus. Datanglah dari manapun ke gereja kami! Pikulah salib dan mengikuti Kristus! Datanglah pada kebaktian Minggu pagi dan Minggu malam! Dan datanglah ke kebaktian doa Sabtu malam juga! Belajar untuk menjalani kehidupan Kristen yang serius. Kemudian percayalah kepada Yesus dan dilahirkan kembali - dan disucikan dari segala dosa oleh Darah-Nya. Amin.

Saya meminta Anda untuk bergabung bersama kami. Saya meminta Anda untuk menjadi murid Kristus - orang yang belajar dari-Nya dan mengikuti-Nya. Saya meminta Anda untuk datang jauh-jauh ke gereja kami, pada hari Minggu pagi, Minggu malam - dan Sabtu malam, untuk doa dan penginjilan. Ikutlah dengan kami dan Kristus akan menjadikan Anda sebagai “penjala manusia!” Dia akan menjadikan Anda sebagai seorang pemenang jiwa – seorang penjala manusia! Yesus berkata, “Ikutlah aku, dan Aku akan menjadikanmu penjala-penjala manusia” (Matius 4:19). Nyanyikan refren ini bersama dengan saya!

Aku kan jadikan mu para penjala manusia,
Para penjala manusia, para penjala manusia,
Aku kan jadikan mu para penjala manusia
Jika engkau mengikut Ku;
Jika engkau mengikut Ku; jika engkau mengikut Ku;
Aku kan jadikan mu para penjala manusia
Jika engkau mengikut Ku!
(“I Will Make You Fishers of Men” oleh Harry D. Clarke, 1888-1957).

Antarkan, masukkan,
Dari dunia yang penuh dosa;
Antarkan, masukkan,
Bagi Yesus Tuhan kita.
(“Bring Them In” oleh Alexcenah Thomas, 19th century).

Kristus telah mati di kayu Salib untuk membayar penghukuman dosa Anda. Ia telah mencurahkan Darah-Nya yang berharga untuk menyucikan Anda dari segala dosa. Ia telah bangkit dari antara orang mati untuk memberikan hidup yang kekal. Percayalah kepada Yesus dan Dia akan menyelamatkan Anda. Bergabunglah bersama dengan kami untuk memenangkan jiwa-jiwa. Amin.

Jika khotbah ini memberkati Anda, silahkan mengirim email ke Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya. Tolong juga jelaskan padanya dari negara mana Anda mengirimnya’ email Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Matius 28:16-20.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Bring Them In” (oleh Alexcenah Thomas, 19th century).