Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




AKU MAU – JADILAH ENGKAU TAHIR!

I WILL – BE THOU CLEAN!
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 1 Maret 2015

“Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: ‘Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.’ Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: ‘Aku mau, jadilah engkau tahir.’ Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir” (Markus 1:40-42).


Saya suka membaca Injil Markus. Nama Ibraninya adalah Yohanes. Markus adalah nama Latinnya, “Marcus” dalam bahasa Latin. Yohanes Markus adalah anak rohani Rasul Petrus. Petrus memanggilnya, “Markus, anakku” (I Petrus 5:13). Salah satu bapak gereja mula-mula adalah Papias (70-163). Papias mengatakan bahwa Markus menulis Injilnya dari Petrus. Papias mengatakan, “Markus, yang adalah [sekretaris] Petrus, menulis dengan hati-hati semua yang disampaikan oleh [Petrus].” Justinus Martyr (100-165) juga mengatakan bahwa Markus menuliskan Injil ini dari kata-kata Petrus. Bapa gereja lainnya, Eusebius (263-339) mengatakan bahwa orang-orang Kristen mula-mula “meminta Markus agar ia meninggalkan secara tertulis bagi mereka doktrin yang telah mereka terima [dari Petrus].

Markus adalah Injil tindakan (a Gospel of action) karena Petrus adalah orang yang cepat beraksi (a man of action). Injil ini ditulis khusus untuk orang-orang Romawi, yang dikenal sebagai orang-orang yang cepat beraksi. Kata “dan” [“and” dalam KJV] muncul 1.331 kali dalam Injil Markus. Kata-kata “segera” atau “seketika” juga muncul lagi dan lagi dalam Injil Markus. Kata “dan” selalu mengarah ke tindakan lebih lanjut. Perhatikan bahwa lima ayat yang mengarah ke teks kita semua dimulai dengan “dan.” Dan ketiga ayat dalam teks kita mulai dengan “dan.”

Dan seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus” (ay. 40).

Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan” (ay. 41).

Dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir” (ay. 42).

Bangsa Romawi percaya dalam kekuatan dan tindakan. Injil Markus hanya memiliki 16 pasal, dan semua pasal dikemas dengan kekuatan dan tindakan dari Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus dan karya-Nya yang tidak dijelaskan dengan ayat-ayat yang panjang dan kutipan dari Perjanjian Lama. Sebagian besar ini ditinggalkan oleh Markus saat ia menunjukkan kekuatan dan tindakan Yesus, yang menarik bagi pembaca Romawi Markus.

Perhatikan berapa banyak tindakan dikemas ke dalam pasal pertama dari Markus,

Pelayanan Yohanes Pembaptis.
Baptisan Yesus.
Pencobaan Yesus di padang gurun.
Pelayanan mula-mula Yesus di Galilea.
Panggilan Petrus dan Andreas.
Mengusir setan di Kapernaum.
Menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus.
Penginjilan keliling Yesus di Galilea.
Dan penyembuhan orang kusta dalam teks kita ini.

Kristus ditampilkan sebagai seorang pribadi dari tindakan dan kekuasaan. Dan kekuasaan serta tindakan-Nya dapat menyelamatkan Anda pagi ini.

Seribu lidah berpadu,
   Terpujilah nama Tuhan!
S'kalian nyanyi bagiMu,
   Terpujilah nama Tuhan!
      (“O For a Thousand Tongues” oleh Charles Wesley, 1707-1788/
      Nyanyian Pujian No. 32).

Sembilan peristiwa besar itu semua dikemas ke dalam pasal pertama dari Injil Markus! Dr. McGee berkata, “Mungkin ada lebih banyak konten dalam pasal pertama dari Markus daripada pasal lainnya dalam Alkitab, dengan pengecualian dari Kejadian 1” (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, volume IV, Thomas Nelson, 1983, p. 161).

Sekarang itu yang membawa kita ke teks kita, dan penyembuhan seseorang yang sedang menderita kusta,

“Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: ‘Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.’ Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: ‘Aku mau, jadilah engkau tahir.’ Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir” (Markus 1:40-42).

Mari kita mempelajari tiga kebenaran penting dari perikop ini.

I. Pertama, seorang yang sakit kusta.

Pasal ketiga belas dan keempat belas dari Imamat menjelaskan tentang penyakit kusta yang mengerikan. Ini menggambarkan penyakit kulit yang parah, termasuk kusta modern (atau penyakit Hansen). Seorang komentator mengatakan bahwa orang ini kemungkinan benar-benar memiliki penyakit kusta, atau peristiwa penyembuhan ini tidak akan menciptakan sensasi seperti itu, seperti yang terlihat dalam ayat empat puluh lima. The New Unger’s Bible Dictionary mengatakan, “Ada sedikit keraguan bahwa sebagian besar orang dalam Perjanjian Baru yang digambarkan sebagai orang kusta itu sebenarnya memiliki penyakit Hansen” (The New Unger’s Bible Dictionary, Moody Press, 1988, hlm. 307).

Bentuk parah dari penyakit kusta orang ini telah menghasilkan bercak kulit berwarna putih dan mati rasa. Pembengkakan terjadi di berbagai bagian tubuhnya. Dan penyakit itu menjadi memborok atau membisul, mengalirkan cairan dari luka-luka itu. Penyakit ini lama kelamaan akan membuat tangan dan kakinya berubah dan membengkak. Penyakit ini mungkin telah menyebabkan kelemanyuh, dengan bagian-bagian tubuhnya benar-benar membusuk. Luka-luka tuberkulosis akan naik ke wajahnya, menghasilkan tampilan wajah seperti topeng yang mengerikan - mirip dengan “Elephant Man” di Victoria Inggris, yang begitu mengerikan sehingga ia harus memakai penutup wajahnya. Sebagian besar kulit penderita kusta telah menjadi menebal dan merah. Ini adalah benar-benar kusta, sekarang dikenal sebagai penyakit Hansen. Penyakit itu mengerikan! (Lihat The New Unger’s Bible Dictionary, ibid.).

Dr. Walter L. Wilson mengatakan bahwa penyakit ini adalah tipe (atau gambaran) dari dosa. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan dan menular. Dalam Alkitab kusta harus “tahirkan.” Karena penyakit ini menular, seorang penderita kusta harus hidup sendirian. Dia harus memakai kain penutup mulutnya dan berteriak “Najis! Najis!” Dia harus keluar kemah atau kota.

Semua ini adalah gambaran sejati dari orang yang belum bertobat. Dia tidak bisa menjadi anggota gereja. Dia tidak bisa masuk surga karena penyakit dosanya. (Lihat Walter L. Wilson, M.D., A Dictionary of Bible Types, Hendrickson Publishers, 1999 reprint, hlm. 257). Imamat 13:45, 46 mengatakan,

“Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis! Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya” (Imamat 13:45, 46).

Catatan The Scofield pada Imamat 13:1 mengatakan, “Kusta berbicara tentang dosa seperti (1) di dalam darah; (2) menjadi terbuka dengan cara menjijikkan; (3) tidak dapat disembuhkan dengan usaha manusia” (The Scofield Study Bible, Oxford University Press, 1917, hlm. 141; catatan untuk Imamat 13:1).

Kusta adalah tipe, atau gambaran, dari kerusakan total manusia. Kebobrokan dalam darah kita, diturunkan kepada kita dari Adam. Ini mulanya kecil, dengan pemberontakan kecil, dan pada akhirnya menjadi mengerikan dan menjijikkan.

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7).

Dan Alkitab berkata,

“Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak” (Roma 3:11-12).

John Wesley (1703-1791) bukan seorang Calvinis, tetapi ia mengatakan tentang bagian ini, bahwa orang-orang yang belum bertobat adalah “tak tertolong, tak berdaya, tidak mampu untuk mendapatkan keuntungan baik dari diri sendiri atau orang lain... [semua manusia ada] di bawah kesalahan dan kuasa [dosa],” catatan untuk Roma 3:12, 9 (John Wesley, M.A., Explanatory Notes Upon the New Testament, volume II, Baker Book House, 1983 reprint, hlm. 33, 34; catatan untuk Roma 3:12, 9).

Dr. Martyn Lloyd-Jones (1899-1981) mengatakan, “Manusia ada di dalam dosa... diatur dan diperintah dan dikendalikan oleh dosa” (Martyn Lloyd-Jones, M.D., Assurance, Romans 5, The Banner of Truth Trust, 1971, hlm. 306).

Dr. Isaac Watts menjelaskan itu seperti ini dalam himnenya,

Tuhan, aku keji, dikandung dalam dosa, dan lahir dalam dosa dan najis;
Lahir dari manusia yang telah jatuh dalam dosa
Merusak umat, dan menodai kita semua.

Sesungguhnya, aku jatuh di hadapan wajah-Mu;
Satu-satunya perlindunganku hanyalah anugerah-Mu;
Bukan ibadah lahiriah yang dapat membuatku bersih; Kusta ini terletak jauh di dalam.
   (Psalm 51, oleh Isaac Watts, D.D., 1674-1748).

Dosa membutakan pikiran dalam kegelapan. Ini membuat Anda berpikir, “Ada terlalu banyak untuk dikorbankan. Jika saya menjadi seorang Kristen sejati, saya harus mengorbankan terlalu banyak hal.” Dengan demikian, Anda tetap dalam perbudakan dosa, terkutuk tanpa harapan untuk selamanya dan kekal. Atau dosa membuat Anda berpikir, “Saya ada di gereja setiap hari Minggu. Saya baik-baik saja.” Jadi Anda terus berada dalam kusta dosa, tanpa pengharapan sama sekali. Atau dosa membuat Anda berpikir, “Saya harus memiliki perasaan tertentu untuk membuktikan bahwa saya telah diselamatkan.” Tetapi Alkitab tidak pernah mengatakan kepada kita bahwa kita diselamatkan oleh perasaan. Kita diselamatkan melalui percaya kepada Yesus Kristus. Beberapa orang selama berbulan-bulan, dan beberapa selama bertahun-tahun, terus mencari perasaan bukan percaya kepada Yesus. Apa itu kalau bukan hati yang telah dirusak oleh kusta dosa! Augustus Toplady mengatakan, di salah satu lagunya.

Dengan heran dan sedih,
Ku palingkan mata melihat ke dalam;
Hatiku yang tertindas oleh beban dosa,
Tempat dari setiap dosa,
Dipenuhi oleh pikiran-pikiran jahat,
Betapa kekejian ada di sana!
Ketidakpercayaan, kecongkakan. penuh tipu daya,
Kesombongan, iri hati, takut direndahkan
   (“The Heart” oleh Augustus Toplady, 1740-1778).

Lagi, Dr. Watts berkata,

“Bukan ibadah lahiriah yang dapat membuatku bersih;
Kusta ini terletak jauh di dalam.”

Tidaklah akan membuat Anda menjadi baik dengan mengucapkan kata-kata yang disebut “doa orang berdosa.” Satu orang muda mengatakan kepada kami, “Saya hanya mengucapkan doa sehingga saya bisa pergi keluar dan bermain!” Hal seperti itu tidak akan menyelamatkan siapapun! Yang lainnya “maju ke depan” pada akhir kebaktian untuk “mendedikasikan” diri mereka. Itu juga tidak membantu. Itu hanyalah “bentuk ibadah lahiriah” yang palsu dan sia-sia.

“Bukan ibadah lahiriah yang dapat membuatku bersih;
Kusta ini terletak jauh di dalam.”

Itu adalah kasus orang yang sakit kusta yang sungguh kasihan dalam teks kita. Pria itu memiliki kusta. Dia tahu bahwa tidak ada yang bisa ia lakukan atau katakan yang akan membuatnya menjadi tahir.

II. Kedua, seseorang datang kepada Yesus.

“Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku” (Markus 1:40).

Seorang yang sakit kusta itu pasti telah mendengar tentang Yesus. John Wesley mengatakan bahwa ia bahkan mungkin pernah mendengar Yesus berkhotbah. Wesley mengatakan, “Mungkin orang kusta ini, meskipun ia tidak [bisa] berbaur dengan orang-orang, telah mendengar Tuhan kita dari jauh” (ibid.). Mr. Wesley akan memahami itu, karena begitu banyak atau ribuan orang datang untuk mendengar dia berkhotbah dari kejauhan - dan diselamatkan! Berikut ini adalah bagian dari surat yang ditulis Mr Wesley pada tahun 1745,

Sebelum saya mendengar saudara Anda [Charles] dan Anda, saya tidak mengenal diri saya sendiri. Kemudian saya menemukan bahwa saya adalah orang yang tidak percaya, bahwa tidak ada yang bisa membantu saya selain Kristus. Saya berseru kepada-Nya, dan Dia mendengar saya dan mengucapkan kata-kata yang penuh kuasa ini ke dalam hati saya, “Pergilah, dosa-dosamu sudah diampuni bagimu.” ((John Wesley, M.A., The Works of John Wesley, volume I, Baker Book House, 1979 reprint, hlm. 527).

Dan itulah yang Yesus lakukan untuk si penderita kusta yang miskin ini. Dan Dia akan melakukan hal yang sama untuk Anda ketika Anda merendahkan diri dan percaya kepada-Nya, seperti yang dilakukan si kusta tersebut.

III. Ketiga, orang itu menjadi tahir.

Saya harus mengatakan beberapa kata di sini tentang “para penyembuh” Pentakosta dan Karismatik. Ketika penekanan utama diletakkan pada penyembuhan fisik, kekuatan Injil dikaburkan, dan sering ditinggalkan sepenuhnya. Kita tidak harus fokus pada penyembuhan tubuh manusia. Yesus mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita dari kusta dosa, bukan untuk menyembuhkan kita dari sakit telinga atau tonsilitis! Berbicara tentang “para penyembuh” Dr. AW Tozer (1897-1963) berkata,

Hal ini telah mengakibatkan banyak eksibisionisme tak tahu malu, kecenderungan untuk bergantung pada pengalaman dan bukan kepada Kristus dan sering kurang mampu untuk membedakan antara perbuatan daging dan pekerjaan Roh (A. W. Tozer, D.D., Keys to the Deeper Life, Zondervan Publishing House, n.d., hlm. 41, 42).

Ya, saya percaya bahwa Allah dapat menyembuhkan tubuh kita. Saya sangat percaya bahwa Dia bisa melakukannya! Tetapi bagaimana jika kita harus memilih antara penyembuhan tubuh kita dan penyembuhan jiwa berdosa kita? Bagi saya, pilihannya akan mudah. Tubuh kita akan berlalu dengan begitu cepat. Namun jiwa kita hidup melintasi kekekalan tak berujung. Sangat mudah untuk melihat yang mana yang paling penting!

Dalam kisah tentang penderita kusta yang disembuhkan ini kita melihat bukan hanya secara fisik, tetapi juga penyembuhan spiritual. Kita tentu bisa mengikuti ajaran Kristus,

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia [termasuk kesembuhan tubuh jasmani], tetapi ia kehilangan nyawanya?” (Markus 8:36).

Tidak, orang ini tahu bahwa penyakit kustanya adalah tanda dari sesuatu yang lebih mendalam. Dia tidak meminta Yesus untuk menyembuhkannya. Dia berkata, “Tuhan, kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Dia tidak “mencari kesembuhan tubuh yang fana” saja. “Kusta itu terletak jauh di dalam.” Dan itulah sebabnya Yesus dengan begitu cepat dan mengagumkan menyelamatkannya.

“Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku” (Markus 1:40).

“Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: Aku mau, jadilah engkau tahir” (Markus 1:41).

Dan seketika itu juga “ia menjadi tahir” (Markus 1:42).

Itu menunjukkan kekuatan Injil. Yesus mencurahkan Darah-Nya di kayu salib untuk mentahirkan Anda dari segala dosa. Yesus bangkit dari antara orang mati untuk memberikan kehidupan baru. Ketika Anda datang kepada Yesus dengan iman yang sederhana, seperti laki-laki ini, Yesus akan menyelamatkan “seketika,” segera! Bagi saya, itu adalah berita yang terbesar dari Alkitab! “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” “Aku mau, jadilah engkau tahir” – dan ia menjadi tahir! Itulah Injil! Itu adalah kabar baik tentang keselamatan! Itu adalah satu-satunya harapan Anda! “Yesus, kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” “Aku mau, jadilah engkau tahir” Datanglah kepada Yesus. Percayalah kepada-Nya. Sangat mudah untuk percaya kepada Yesus. Dia akan membuat Anda bersih dalam sekejap! - Sama seperti Dia telah melakukan untuk orang ini! Tidak perlu menunggu lebih lama lagi! Percayalah Yesus dan menjadi tahir! Bapa, hamba berdoa kiranya seseorang mau percaya Yesus pagi ini, dan disucikan oleh Darah-Nya! Amin.

Dan aku tahu, Ya, aku tahu,
   Darah Yesus dapat membuat orang berdosa yang paling hina bersih;
Dan aku tahu, Ya, aku tahu,
   Darah Yesus dapat membuat orang berdosa yang paling hina bersih
(“Yes, I Know!” oleh Anna W. Waterman, 1920).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Markus 1:40-42.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Yes, I Know!” (oleh Anna W. Waterman, 1920).


GARIS BESAR KHOTBAH

AKU MAU – JADILAH ENGKAU TAHIR!

I WILL – BE THOU CLEAN!

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: ‘Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.’ Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: ‘Aku mau, jadilah engkau tahir.’ Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir” (Markus 1:40-42).

(I Petrus 5:13)

I.   Pertama, seorang yang sakit kusta, Imamat 13:45, 46; Roma 8:7;
Roma 3:11-12.

II.  Kedua, seseorang datang kepada Yesus, Markus 1:40.

III. Ketiga, orang itu menjadi tahir, Markus 8:36; 1:40, 41, 42.