Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




LEBIH BERAKAL BUDI DARI PADA SEMUA PENGAJARKU

MORE UNDERSTANDING THAN MY TEACHERS!
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 7 Desember 2014


Sebelum saya membaca teks kita, saya akan membaca satu e-mail yang dikirimkan kepada saya minggu lalu oleh seorang pria yang secara finansial mendukung pelayanan internet kita. Dia berkata,

“Saya menyukai khotbah Minggu Anda yang berjudul “Kitab yang Diinspirasikan Allah”. Saya telah menerima kedalaman pemahaman yang lebih besar. Terima kasih.... Anda tahu, saya tidak berpikir bahwa kebanyakan orang menyadari bahwa pengajaran Anda ‘setingkat perguruan tinggi’!... Saya yakin bahwa dalam kerajaan Allah, Dia menganggap Anda seorang ‘Profesor Emeritus.’ Saya yakin itu.”

Terima kasih, Tuan, untuk kata sambutan yang baik ini! Saya tidak pernah menganggap diri saya sebagai seorang sarjana, walaupun demikian. Saya selalu menganggap diri saya sebagai seorang pengkhotbah dan misionaris, bukan seorang pemikir besar. Kini mari bersama dengan saya untuk membuka Mazmur 119.

“Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan… Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku. Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta” (Mazmur 119:99, 103-104).

Mazmur 119 adalah pasal terpanjang dari seluruh Alkitab. Tema Mazmur ini adalah Alkitab, yang Pemazmur sebut dengan berbagai nama: “firman,” “hukum,” “kesaksian-kesaksian-Mu,” “ketetapan-Mu” dan lain-lain. Pasal ini membela Alkitab. Itulah tema pasal tersebut.

Dr. WA Criswell adalah seorang teolog besar dan pembela kuat Kitab Suci. Dia adalah pendeta dari Gereja First Baptist di Dallas, Texas selama hampir enam puluh tahun. Saya mengasihi Dr. Criswell! Suaranya yang kaya dan imannya yang rendah hati telah mengilhami saya selama lima puluh tahun! Bukunya, yang berjudul Why I Preach that the Bible is Literally True (Mengapa Aku Memberitakan bahwa Alkitab Secara Harfiah Benar), telah terus menerus menjadi inspirasi dan menolong saya.

Dan saya mengasihi Kitab Suci ini. Saya tidak dibesarkan dalam keluarga Kristen. Saya tidak memiliki hak istimewa tumbuh dalam keluarga Kristen. Jika bukan karena Alkitab, saya sendiri tidak akan menjadi Kristen saat ini.

Saya diberitahu oleh orang-orang Baptis Selatan bahwa saya harus memiliki gelar sarjana untuk menjadi seorang pengkhotbah. Itu adalah persyaratan di kalangan Baptis Selatan. Tetapi saya tidak punya uang untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi Kristen. Saya harus bekerja sepanjang hari dan pergi ke perguruan tinggi di malam hari. Saya hanya mampu untuk kuliah di sebuah universitas sekuler, dan mengambil kuliah setelah bekerja selama delapan jam setiap harinya.

Ketika saya belajar di sekolah sekuler para profesor menyerang Alkitab tanpa ampun. Dari kelas demi kelas mereka terus mengejek Kitab Suci, mereka mengejek Firman Allah, mereka melakukan sebisa mungkin untuk menggoncangkan iman saya di dalam Kitab Allah ini. Di sanalah, di perguruan tinggi sekuler itu, untuk pertama kalinya saya menemukan kekuatan dalam kata-kata dari ayat kita,

“Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan… Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku. Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta” (Mazmur 119:99, 103-104).

Saya lulus dari perguruan tinggi duniawi, dan sekuler itu. Kemudian orang-orang Baptis Selatan berkata kepada saya, “Anda harus memiliki gelar master dari sebuah seminari untuk menjadi seorang pendeta Baptis Selatan.” Tetapi saya tidak punya uang untuk melanjutkan kuliah di seminari konservatif, seminari yang percaya Alkitab. Itu terlalu mahal untuk seorang anak miskin seperti saya. Karena saya adalah anggota dari sebuah gereja Baptis Selatan, saya bisa melanjutkan kuliah di seminari mereka karena biayanya lebih murah dibandingkan bila kuliah di Talbot Seminary, atau sekolah teologi konservatif lainnya. Dibutuhkan tiga tahun untuk mendapatkan gelar master di bidang teologi. Saya bertanya kepada pendeta saya apakah saya harus melanjutkan kuliah di sekolah Baptis Selatan yang liberal, Golden Gate Baptist Theological Seminary. Beliau berkata, “Silahkan, Bob. Kamu mengenal Alkitab. Ini tidak akan menyakiti kamu. “Beliau benar. Ini tidak “menyakiti” saya. Tetapi itu hampir membunuh saya! Saya bersungguh-sungguh!

Jika bukan karena kasih karunia Allah saya pikir saya tidak akan hidup hari ini - dan saya pasti tidak akan ada dalam pelayanan! Saya menjadi begitu putus asa dan patah hati di sekolah mengerikan itu sehingga saya benar-benar berhenti pelayanan selama beberapa hari. Saya menghabiskan tiga tahun yang mengerikan di sana, dalam lubang neraka yang dingin, sunyi, dalam ketidak-percayaan! Saya tidak akan pernah berhasil dan lulus jika bukan karena Alkitab. Saya tidur di kamar asrama saya dengan Alkitab terbuka dalam pelukan saya. Hampir setiap hari saya membaca kata-kata dari ayat kita ini,

“Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan… Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku. Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta” (Mazmur 119:99, 103-104).

Saya merasa seperti telah jatuh ke dalam Neraka. Saya berpikir bahwa saya tidak akan pernah keluar dari seminari hidup-hidup. Saya bersungguh-sungguh.

“Aku berseru dengan segenap hati; jawablah aku, ya TUHAN! Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang. Aku berseru kepada-Mu; selamatkanlah aku! Aku hendak berpegang pada peringatan-peringatan-Mu” (Mazmur 119:145-146).

Tetapi itu di sana, dalam api penderitaan, sendirian tersapu angin, tempat yang dingin dan kesepian di antara ketidakpercayaan, sehingga justru saya belajar untuk mencintai Alkitab lebih dari hidup itu sendiri.

Profesor yang mengajar ilmu berkhotbah berkata kepada saya bahwa saya telah mendapatkan nama buruk karena membela Alkitab dalam kelas. Dia mengatakan bahwa saya adalah seorang pengkhotbah yang baik, tetapi saya mendapatkan reputasi buruk karena membela Alkitab di kelas. Ia mengatakan, “Anda tidak akan pernah mendapatkan gereja yang akan menerima Anda.” Presiden seminari itu memanggil saya ke kantornya dan mengatakan hal yang sama – “Anda tidak akan pernah mendapatkan gereja yang mau menerima Anda. Mereka akan mengetahui bahwa Anda adalah pembuat masalah di sini. “Ketika saya membaca kata-kata dari Luther yang tersohor itu, kata-kata itu bisa saja menjadi kata-kata saya sendiri,

Di sini aku berdiri, aku tidak bisa melakukan yang lain. Kecuali aku diyakinkan bahwa ada kesalahan yang dibuat Kitab Suci, aku tidak dapat atau berani untuk mundur; Suara hatiku ditawan oleh Firman Allah.

Kata itu di atas semua kekuatan duniawi, Tiada kompromi, tuk tetap bertahan;
Roh dan karunia adalah milik kita, Melalui Dia yang bersama dengan kita.
Biarkan semua harta dan keluarga pergi, Hidup ini memang fana;
Tubuh mereka mungkin mati, namun kebenaran Allah hidup untuk selamanya:
Kerajaannya kekal selamanya.
   (“A Mighty Fortress Is Our God” oleh Martin Luther, 1483-1546).

“Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan” (Mazmur 119:99).

Alkitab bukanlah buku ilmu pengetahuan. Tetapi Alkitab juga bukan buku teks teologi sistematis. Namun, ketika Alkitab berbicara tentang masalah teologi, apa yang dikatakannya adalah benar. Dan ketika Alkitab berbicara tentang masalah ilmu pengetahuan, ia juga selalu benar.

Pada tahun ketiga dan tahun terakhir saya di seminari itu, saya dipilih oleh teman-teman dan para pendukung saya di organisasi mahasiswa untuk menjadi editor majalah mahasiswa, The Current. Saat itulah saya benar-benar membuka kedua barel melawan para profesor liberal yang menolak Alkitab. Dalam kolom saya, dalam makalah itu, saya menaruh jawaban atas serangan terhadap Alkitab yang dibuat di kelas. Para mahasiswa akan benar-benar berburu untuk mendapatkan The Current ketika itu terbit. Saya mendengar seorang mahasiswa berkata, “Tidak ada yang pernah membaca yang seperti ini sebelum Hymers menjadi editor.” Salah satu hal yang saya tulis adalah tentang akurasi ilmiah dari Alkitab. Ketika Alkitab membuat pernyataan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan itu selalu akurat dan benar. Berikut adalah beberapa fakta ilmiah yang terungkap dalam Alkitab, yang belum diketahui ketika Alkitab ditulis.

I. Pertama, apa yang Alkitab katakan tentang darah manusia belum ada yang mengetahuinya ketika Kitab Suci ditulis.

Mari kita membuka Imamat 17:11. Ini pada halaman 150 dari Alkitab Scofield Bible. Mari kita berdiri dan membaca 7 kata (10 kata dalam KJV) pertama,

“Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya” (Imamat 17:11).

Anda dipersilahkan untuk duduk kembali. Dr. Henry M. Morris berkata,

Ayat ini penting sama halnya yang lainnya (Kejadian 9: 3-6) yang menunjukkan bahwa sirkulasi darah adalah faktor kunci dalam kehidupan fisik (penemuan yang dibuat pada tahun 1616 oleh William Harvey)... pengetahuan yang relatif modern ini hanya menegaskan apa yang Allah telah wahyukan ribuan tahun yang lalu (Henry M. Morris, Ph.D., The Defender’s Study Bible, World Publishing, 1995, hlm. 154; catatan atas Imamat 17:11).

Meskipun William Harvey menemukan bahwa arteri-arteri berisisi darah dan bukan udara pada tahun 1616, “hampir tidak diketahui bahwa kerja darah mempertahankan hidup sampai zaman modern” (John R. Rice, D.D., Our God-Breathed Book – The Bible, Sword of the Lord Publishers, 1969, hlm. 319). Ketika presiden pertama kita, George Washington sakit, seorang dokter mengambil darahnya tiga kali. Ketiga kalinya ia mengambil lebih dari satu liter darah dari Washington. Presiden itu meninggal karena dokter itu tidak tahu apa yang Alkitab telah wahyukan berabad-abad sebelumnya, “Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya.” “Dia dengan bodoh berpikir bahwa sebagian besar penyakit disebabkan oleh karena terlalu banyak darah” (Rice, ibid.).

II. Kedua, apa yang Alkitab katakan tentang bumi ini belum ada yang mengetahuinya ketika Kitab Suci ini ditulis.

Mari kita membuka Ayub 26:7. Itu terdapat pada halaman 585 dalam Scofield Bible. Mari kita berdiri dan membacanya dengan lantang,

“Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan” (Ayub 26:7).

Ini ditulis 1.500 tahun sebelum Masehi (sebelum Kristus). Terjemahan modern menerjemahkan seperti ini, “Dia membentangkan utara di atas kekosongan; dan menggantungkan bumi di atas kehampaan” (NIV). Sarjana terkenal Dr. Charles John Ellicott berkata tentang Ayub 26:7 ini demikian,

…sebuah contoh yang sangat luar biasa [yang mengantisipasi] penemuan ilmu pengetahuan. Di sini kita menemukan Ayub, lebih dari tiga ribu tahun yang lalu, menjelaskan dalam bahasa akurasi ilmiah kondisi bumi kita, dan memberikan suatu bukti kuasa Allah (Charles John Ellicott, Ph.D., Ellicott’s Commentary on the Whole Bible, Zondervan Publishing House, n.d., volume IV, hlm. 46; catatan atas Ayub 26:7).

“Dia menggantungkan (suspends) bumi pada kehampaan” (NIV). “Dan menggantungkan (hangeth) bumi pada kehampaan” (KJV). Kata-kata ini telah ditulis di dalam Alkitab sebelum Kristus, ketika orang-orang Romawi percaya bahwa dunia bertumpu di atas punggung dewa besar yang disebut Atlas, dan pada saat umat Hindu mengatakan bahwa bumi itu datar dan bertumpu di atas punggung seekor gajah, yang bertumpu di atas punggung kura-kura raksasa, yang berenang di lautan kosmik! Dr. J. Vernon McGee berkata, “Ingatlah bahwa orang ini, Ayub hidup pada zaman para leluhur, namun orang ini tahu bahwa bumi ini menggantung di ruang angkasa. Bahwa Allah yang menggantungkan bola dunia yang besar ini di ruang angkasa dengan menggantungkannya pada kehampaan... adalah suatu konsep yang belum diketahui oleh para astronom kuno” (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1982, volume II, hlm. 632; catatan atas Ayub 26:7). Saat itu, lebih dari tiga ribu tahun yang lalu, Kitab Ayub telah mengatakan bahwa Allah “menggantungkan bumi pada kehampaan,” “menggantung dalam ruang angkasa yang kosong,” sebagaimana dikatakan oleh Dr. A. R. Fausset (Jamieson, Fausset and Brown’s Commentary, William B. Eerdmans Publishing Company, 1976 edition, volume II, hlm. 62; catatan atas Ayub 26:7).

Selanjutnya mari kita membuka Yesaya 40:22. Ini ada pada halaman 748 dari Scofield Bible. Mari kita berdiri dan membaca tujuh kata pertama, yang berakhir dengan kata “bumi” dengan lantang

.

“Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi...” (Yesaya 40:22).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Catatan tengah “g” pada The Scofield Study Bible mengatakan, “Sebuah referensi yang luar biasa tentang kebulatan bumi.” Dr. WA Criswell berkata, “Yesaya, yang menulis sekitar tujuh ratus tahun Sebelum Masehi (Sebelum Kristus), sudah mengetahui tentang bentuk bulat dari bumi ini. Ini adalah pengetahuan yang luar biasa, yang diilhamkan Allah” (The Criswell Study Bible, Thomas Nelson Publishers; catatan atas Yesaya 40:22). Dr. Henry M. Morris mengatakan bahwa kata Ibrani yang diterjemahkan “bulatan” di sini adalah “khug,” dan “jelas mengacu pada bentuk bulat dari bumi ini” (The Defender’s Study Bible, ibid.; catatan atas Yesaya 40:22).

Jadi, Alkitab mengajarkan bahwa bumi ini bulat dan menggantung di ruang angkasa yang hampa! Dr. John R. Rice berkata, “... ini ditulis ribuan tahun sebelum Galileo, Columbus dan Magellan mengetahui bahwa bumi ini bulat” (Rice, ibid., p. 320).

III. Ketiga, apa yang Yesus ketahui tentang perputaran dan rotasi bumi belum diketahui oleh dunia ketika Kitab Suci ini ditulis.

Orang-orang Yunani berteori bahwa bumi ini bulat, tetapi mereka tidak tahu bahwa bumi ini berputar. Pada zaman itu rata-rata orang berpikir bumi ini datar. Sampai hari ini masih ada kelompok yang menamakan diri “The Flat Earth Society” (Masyarakat yang Percaya Bumi Datar). Tetapi Tuhan Yesus Kristus tahu bahwa bumi ini bulat, dan bahwa bumi ini terus berputar. Dia telah mengetahuinya lebih dari 1.400 tahun sebelum Magellan berlayar ke seluruh dunia. Bukalah Alkitab dari Lukas 17:34-36. Ini ada pada halaman 1100 dari Scofield Bible. Mari kita berdiri dan membaca Lukas 17:34 sampai 36.

“Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan” (Lukas 17:34-36).

Anda dipersilahkan duduk kembali. Yesus berkata bahwa, ketika Dia datang pada hari pengangkatan, dua orang akan berada di tempat tidur, dua wanita menggiling makanan, dan dua orang ada di ladang. Dr. Henry M. Morris berkata,

Ketika Tuhan datang, maka akan terjadi pada malam hari ketika dua orang di atas tempat tidur. Tetapi itu juga pada pagi hari ketika wanita menggiling makanan, dan tengah hari ketika orang-orang sedang bekerja di ladang. Hal ini dapat terjadi karena dunia ini bulat dan berputar pada porosnya setiap hari (Henry M. Morris, Ph.D., ibid., hlm. 1116; catatan atas Lukas 17:34).

Kristus akan datang “dalam sekejap mata” (I Korintus 15:52). Jadi dalam satu waktu yang sama itu akan menjadi malam di salah satu bagian dari bumi, fajar di bagian lain, dan tengah hari di tempat lainnya lagi. Dr. John R. Rice mengatakan, “Tuhan Yesus tahu... fakta ilmiah tentang revolusi bumi yang membuat siang dan malam di sisi berlawanan dari bumi pada saat yang sama” (Rice, ibid., p. 321).

Keempat bagian ini jelas menunjukkan bahwa, ketika Alkitab berbicara tentang masalah ilmu pengetahuan, ia selalu benar. Bahkan ketika belum ada seorang pun di bumi ini yang mengetahui fakta-fakta tersebut, Alkitab selalu benar tentang masalah ilmu pengetahuan tersebut. Kita akan melihat tiga lagi tentang tema ini Minggu depan.

Saya memberikan fakta-fakta sederhana seperti ini di koran mahasiswa, ketika saya masih menjadi editor, di seminari Baptis Selatan liberal yang menolak Alkitab itu. Beberapa orang berteriak kepada saya. Yang lainnya menertawakan saya. Presiden seminari mengancam akan mengusir saya, tetapi dia tidak bisa melakukannya karena saya menjadi mahasiswa dengan nilai A selama lebih dari dua tahun. Mereka mengatakan kepada saya bahwa tidak akan pernah ada gereja Baptis Selatan yang menerima saya. Tetapi saya tidak perlu berusaha “memperoleh pekerjaan” di gereja! Saya mulai merintis gereja sekitar dua mil jauhnya dari seminari itu. Gereja itu masih ada hari ini! Itu adalah gereja Baptis Selatan. Dan empat puluh gereja, di seluruh dunia, telah berdiri dari gereja itu. Anehnya, saya berkhotbah di Auditorium Golden Gate Baptist Theological Seminary dua tahun lalu, pada ulang tahun keempat puluh gereja yang saya rintis di Mill Valley, California! Setiap profesor liberal, yang menolak Alkitab di sana telah pergi - dan saya ada di sana dan berkhotbah! Terpujilah nama Yesus! Dan saya masih bisa mengatakan, dengan segala kerendahan hati, bahwa itu adalah hanya oleh kasih karunia Allah,

“Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan… Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku. Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta” (Mazmur 119:99, 103-104).

Saya harap Anda tidak akan pernah malu untuk mempercayai Alkitab. Yesus berkata,

“Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus” (Lukas 9:26).

Datanglah kepada Yesus dengan iman. Percayalah kepada-Nya dan berilah diri Anda disucikan dari dosa Anda dengan Darah-Nya! Ia telah bangkit dari antara orang mati! Pandanglah Surga dan percayalah kepada-Nya!

Pandanglah pada Yesus,
O Pandang wajahNya mulia;
Isi dunia menjadi suram
Oleh sinar kemuliaanNya.
(“Turn Your Eyes Upon Jesus” oleh Helen H. Lemmel, 1863-1961).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Mazmur 119:97-104.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith: Mazmur 19:7-10.


GARIS BESAR KHOTBAH

LEBIH BERAKAL BUDI DARI PADA SEMUA PENGAJARKU
MORE UNDERSTANDING THAN MY TEACHERS!

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan… Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku. Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta” (Mazmur 119:99, 103-104).

I.   Pertama, apa yang Alkitab katakan tentang darah manusia belum ada yang mengetahuinya ketika Kitab Suci ditulis, Imamat 17:11.

II.  Kedua, apa yang Alkitab katakan tentang bumi ini belum ada yang mengetahuinya ketika Kitab Suci ini ditulis, Ayub 26:7; Yesaya 40:22.

III. Ketiga, apa yang Yesus ketahui tentang perputaran dan rotasi bumi belum diketahui oleh dunia ketika Kitab Suci ini ditulis, Lukas 17:34-36; I Korintus 15:52; Lukas 9:26.