Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




KITAB YANG DIINSPIRASIKAN ALLAH

THE GOD-BREATHED BOOK
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 30 November 2014


“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (II Timotius 3:16, 17).

Saya telah disebut “pengacau” oleh para pendeta yang takut untuk membela kebenaran. Saya telah disebut “fanatik” oleh para pendeta yang satu-satunya motif mereka adalah demi mempertahankan keamanan pekerjaan mereka. Saya telah disebut “pembuat masalah” oleh orang-orang yang tujuan utama dalam hidup mereka adalah untuk menyenangkan para anggota gereja mereka. Dan, ya, saya telah disebut “ekstrimis” oleh para pemimpin gereja yang tidak peduli sama sekali untuk membela Kitab Suci!

Pendirian saya tentang Alkitab selalu persis sama. Saya selalu mengatakan bahwa seluruh Alkitab, dari awal sampai akhir, adalah Firman Allah, setiap kata dalam bahasa Ibrani dan Yunani “diilhamkan oleh Allah” (II Timotius 3:16). Para pemimpin Baptis Selatan mengatakan bahwa saya akan “ditolak,” dan tidak akan pernah ada gereja yang menerima saya, jika saya terus mengatakan itu! Lalu saya menjadi seorang Baptis fundamental – dan mereka yang menyebut diri fundamentalis mulai menyerang saya dengan mengatakan hal yang sama sebagaimana reaksi Baptis Selatan liberal yang menentang saya!

Ruckmanisme adalah keyakinan bahwa kata-kata dalam Alkitab King James diilhamkan dalam bahasa Inggris dan tanpa salah. Beberapa bahkan lebih jauh lagi mengatakan bahwa kata-kata bahasa Inggris dalam KJV mengoreksi Alkitab bahasa Yunani dan Ibrani. Ide-ide aneh dan ide setan itu tidak pernah diyakini oleh siapapun sebelum tahun 1950, tetapi pengajaran itu dipopulerkan oleh Dr. Peter S. Ruckman (1921). Ruckmanisme telah menyebabkan banyak perpecahan, terutama di kalangan Baptis independen fundamental. Saya telah menulis sebuah buku tentang hal itu dengan judul “Ruckmanism Exposed,” yang Anda dapat peroleh dengan menulis e-mail kepada saya di rlhymersjr@sbcglobal.net. Banyak terjemahan Alkitab yang diterjemahkan langsung dari Alkitab bahasa Inggris KJV dalam bahasa Spanyol, Korea, Rusia dan bahasa lainnya, dan bukan dari Alkitab bahasa Ibrani dan Yunani, sehingga hal tersebut mempromosikan doktrin palsu dan doktrin setan Ruckmanisme di seluruh dunia. Seorang Ruckmanite tua yang marah membuat saya dibatalkan dari keterlibatan berbicara di Baptist Bible College, Springfield, karena mengatakan itu! Seorang pendeta yang marah di New York City membuat saya batal berbicara di sana karena mengatakan itu. Putra seorang teman dekat dari ayah istri saya bergereja di gereja orang ini. Dia memfitnah saya dan mengunyah saya begitu keras sehingga anak itu menjadi bingung dan meninggalkan gereja dalam kebingungan dan tidak diselamatkan sampai hari ini. Saya telah menderita karena serangan anak panah baik dari kaum liberal maupun konservatif, dari semua sisi, karena mengambil sikap untuk mempertahankan bahwa kata-kata dalam Alkitab bahasa Yunani dan Ibrani diilhamkan kata per kata dan sempurna (verbal plenary), dan diterjemahkan ke dalam Alkitab bahasa Inggris King James Version! Saya membawa Alkitab KJV ke kelas di dua seminari liberal, ketika setiap siswa lainnya telah menggunakan Revised Standard Version, terjemahan Alkitab liberal. Sampai hari ini saya membawa Alkitab KJV ke mimbar dan berkhotbah darinya pada setiap kebaktian.

Dr. Martyn Lloyd-Jones mengatakan bahwa ide bahwa kita harus memiliki terjemahan baru “... tidak lain hanyalah omong kosong belaka!” Dia mengatakan bahwa orang tidak berhenti membaca Alkitab “karena mereka tidak mengerti bahasanya, tetapi karena mereka tidak mempercayainya. Mereka tidak percaya pada Tuhan-nya... Masalah mereka bukanlah pada bahasa dan istilahnya; itu adalah keadaan hati” (Martyn Lloyd-Jones, M.D., Knowing the Times, The Banner of Truth Trust, 1989, hlm. 112, 114).

Saya selalu mengajarkan bahwa Alkitab dalam bahasa Ibrani dan Yunani diinspirasikan secara kata per kata dan sempurna (verbal dan plenary). Itulah apa yang dikatakan Rasul Paulus dalam ayat kita,

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (II Timotius 3:16, 17).

Saya telah mengajarkan itu selama hampir enam puluh tahun, dan saya tidak pernah mempunyai niat untuk berubah! Ambil atau tinggalkan! Itulah apa yang Alkitab katakan tentang dirinya sendiri!

I. Pertama, saya percaya bahwa Alkitab “diinspirasikan oleh Allah.”

Kata Yunani yang diterjemahkan “inspirasi” adalah “theopneustos.” Ini berarti “dinafaskan Allah.” Kitab Suci “dinafaskan oleh Allah.” Rasul Petrus mengatakan bahwa para penulis Kitab Suci “berbicara karena mereka digerakkan oleh Roh Kudus” (II Petrus 1:21). Kata Yunani yang diterjemahkan “digerakkan” adalah dari kata “phero” dan berarti “mempengaruhi.” Dari II Timotius 3:16 dan II Petrus 1:21 kita melihat bahwa Roh Kudus mempengaruhi pikiran penulis selama mereka menuliskan kata-kata yang dinafaskan Allah dalam Alkitab. Misalnya, dalam Yeremia 1: 9, kita membaca,

“TUHAN berfirman kepadaku: Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu” (Jeremiah 1:9).

Yesus sendiri menubuatkan inspirasi dari Perjanjian Baru ketika Ia berkata,

“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Markus 13:31).

Bukan ide-ide dalam Alkitab yang diberikan oleh Allah. Bukan pikiran-pikiran dalam Alkitab yang diberikan oleh Allah. Tetapi setiap kata yang dinafaskan oleh Allah! Adalah setiap kata yang ditulis oleh penulis dengan dorongan Roh Kudus! Dan pemberontakan melawan kata-kata dalam Alkitab akan membawa penghakiman, “Karena mereka memberontak terhadap perintah-perintah Allah” (Mazmur 107: 11).

Raja Yoyakim yang jahat bertanya kepada Barukh di mana ia bisa mendapat Kitab Yeremia. Barukh menjawab bahwa “Segala perkataan ini langsung dari mulut Yeremia kepadaku, dan aku menuliskannya dengan tinta dalam kitab” (Yeremia 36:18). Jangan percaya siapa pun yang memberitahu Anda kata-kata dalam Alkitab tidak diinspirasikan Allah! Setiap kata dalam Alkitab bahasa Ibrani Perjanjian Lama, dan setiap kata dalam Alkitab bahasa Yunani Perjanjian Baru - setiap kata dalam seluruh Alkitab – “dinafaskan oleh Allah”! “Segala tulisan yang diilhamkan Allah” (II Timotius 3:16). Dan itu membawa kita ke poin berikutnya.

II. Kedua, saya percaya bahwa seluruh isi Alkitab diinspirasikan oleh Allah.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah… ” (II Timotius 3:16).

Itu berarti bahwa semua kata dalam Alkitab bahasa Ibrani dan Yunani, dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu, diilhamkan oleh Allah, setiap kata dinafaskan oleh Allah. Para sarjana menyebutnya “inspirasi kata per kata dan sempurna (verbal plenary inspiration). “Verbal” berarti bahwa setiap kata diinspirasikan. “Plenary” berarti “seluruh.” Seluruh Alkitab diilhamkan, diinspirasikan

.

Dr. W. A. Criswell, pendeta besar dari First Baptist Church of Dallas, Texas, mengatakan,

“Alkitab adalah plenary dalam arti bahwa semuanya, semua kata dalam kitab suci adalah theopneustos, semua kata adalah dinafaskan oleh Allah. Dan Alkitab adalah verbal dalam arti bahwa setiap iota dan titik diinspirasikan...” (W. A. Criswell, Ph.D., The Bible for Today’s World, Zondervan Publishing House, edisi 1967, hlm. 49).

Yesus berkata,

“Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi” (Matius 5:18).

“Iota” terjemahan dari “yot” yang mengacu pada huruf Ibrani terkecil, yang seperti sebuah koma, tanda kecil. “Titik” adalah titik kecil dalam huruf Ibrani. Bahkan ini adalah aksen kecil pada kata-kata Ibrani dari Kitab Suci yang diinspirasikan secara supernatural dari Tuhan Yang Mahakuasa!

Ketika saya memegang Alkitab di tangan saya, saya memegang harta yang terbesar. Ini adalah terjemahan dari kata per kata yang diilhamkan Allah, Tuhan kita! Saya memegang di tangan saya terjemahan Firman Allah kata demi kata! Jika saya ingin tahu apa yang Allah pikirkan tentang suatu subjek, saya tidak melihat apa seorang filsuf pikirkan, atau apa yang seorang sarjana sekuler pikirkan. Ketika saya ingin tahu apa yang Allah pikirkan tentang suatu subjek, saya membuka Alkitab saya dan membaca kata-kata yang diilhami secara kata per kata yang Allah telah diberikan. Dan saya tidak harus “memutar-balikan” firman ini. Saya harus menyampaikan kebenarannya yang jelas. Ketika Allah berbicara tentang pohon, yang Dia maksudkan adalah sebuah pohon. Ketika Dia berbicara tentang sebuah mezbah, maka yang Dia maksudkan adalah sebuah mezbah.

Itulah yang mengganggu saya tentang Dr. MacArthur. Dia berbicara banyak hal yang baik. Tetapi kemudian ia berkata, “Darah digunakan sebagai kata pengganti kematian” (The MacArthur Study Bible; catatan atas Ibrani 9:14). Dia mengatakan kata-kata ini, “Berapa banyak lagi darah Kristus akan... membersihkan hati nurani Anda dari pekerjaan sia-sia.” Tetapi karena saya percaya pada inspirasi verbal Alkitab, saya tahu dia tidak benar. Dia mengatakan bahwa “darah” Kristus “kata pengganti kematian.” Oh, betapa itu salah! Kematian Kristus tidak membersihkan hati nurani kita. Oh, tidak! Hanya darah Kristus yang dapat melakukannya! Kesalahannya menunjukkan betapa pentingnya untuk memahami bahwa setiap kata dari Alkitab diinspirasikan – datang dari Allah, setiap “iota” dan setiap “titik”-nya! Kata Yunani dalam Ibrani 9:14 adalah “haima.” Ini berarti “darah.” Kita mendapatkan kata Inggris “hemorrhage” (“perdarahan”) dari kata Yunani ini. “Hematologi,” dalam bidang kedokteran, mengacu pada studi tentang darah. Kedua kata atau istilah dalam bahasa Inggris tersebut berasal dari kata Yunani “haima” tersebut. Sehingga itu jelas menunjukkan bahwa Dr. MacArthur salah ketika ia berkata, “Darah digunakan sebagai kata pengganti kematian.” Tidak – kata Yunani “haima” berarti darah! Itu tidak bisa berarti “kematian.” Kata Yunani untuk kematian adalah “Thanatos.” Kata Yunani ini terserap ke dalam bahasa Inggris untuk “euthanasia.” “Thana” adalah bagian dari kata bahasa Inggris dari “Thanatos” dan berarti “kematian.” “Eu” berarti “baik” dalam bahasa Yunani. Jadi “euthanasia” secara harfiah berarti “kematian yang baik.” Itulah cara orang liberal berbicara tentang membantu orang bunuh diri. Intinya adalah ini – kata “haima” berarti darah. “Thanatos” berarti kematian. MacArthur salah dengan berkata, “Darah digunakan sebagai kata pengganti kematian.” Yang Rasul Paulus maksudkan di sini adalah “darah.” Jika itu berarti “kematian”, pasti ia akan menggunakan kata Yunani “Thanatos.” The Reformation Study Bible mengatakan, “Tidak ... metode aneh yang mengabaikan makna yang dimaksudkan oleh penulis aslinya tidak dapat diterima” (catatan di halaman. 844, “Memahami Firman Allah”). Saya pikir Dr. MacArthur belajar untuk mengubah kata “darah” menjadi “kematian” dari Kolonel R. B. Thieme. Saya ada di sana pada musim gugur tahun 1961, dan menjadi saksi mata. Saya melihat John MacArthur muda menulis kata-kata ini pada buku catatan seperti yang Thieme katakan kepada mereka, “Darah digunakan sebagai kata pengganti kematian.” Tentu saja, banyak sarjana tahu bahwa Kolonel Thieme salah dalam hal ini. Kolonel Thieme tampaknya tidak menghargai dan tidak menyukai Darah Kristus. Dan kesalahannya itu sampai kepada kita melalui Dr. MacArthur. Kita tidak pernah seharusnya memutar-balikan satu kata Yunani dengan memberi arti yang lain, sehingga mengabaikan “makna yang dimaksudkan oleh penulis aslinya” (Reformation Study Bible, ibid.).

Saya telah menggunakan masalah Thieme/MacArthur untuk menggambarkan pentingnya inspirasi verbal Alkitab, ajaran bahwa Allah menafaskan setiap kata dalam Alkitab dalam bahasa Ibrani dan Yunani.

Dr. Harold Lindsell adalah seorang teolog besar, dan pembela iman terhadap ketidak-salahan atau ineransi Alkitab yang tersohot. Bukunya yang berjudul, The Battle for the Bible, tidak diragukan lagi merupakan salah satu buku yang paling penting dari zaman kita. Dr. Lindsell berkata, “Inspirasi mencakup seluruh bagian Firman Allah yang tertulis dan itu termasuk bimbingan tangan Roh Kudus bahkan dalam pemilihan kata-kata dari Kitab Suci” (Harold Lindsell, Ph.D., The Battle for the Bible, Zondervan Publishing House, edisi 1978, hlm. 31; penekanan oleh saya). Tentu saja Dr. Lindsell mengacu pada kata-kata Ibrani dan Yunani, ketika ia mengatakan bahwa Roh Kudus membimbing para penulis Alkitab “bahkan dalam pemilihan kata-kata dari Kitab Suci.” Dr. Henry M. Morris berkata bahwa Paulus membuat “penegasan yang sangat kuat untuk inspirasi verbal” dari setiap kata dari Kitab Suci di dalam Galatia 3:16. Dia mengatakan bahwa Paulus mendasarkan argumen di sana, “tidak hanya setiap kata, tetapi setiap huruf, ‘benih’ (‘seed’) bukan ‘benih-benih’ (‘seeds’)” (Henry M. Morris, Ph.D., The Defender’s Study Bible, World Publishing, edisi 1995, hlm. 1296; catatan atas Galatia 3:16; penekanan dari saya).

Saya sepenuhnya setuju dengan Dr. Lindsell dan Dr. Morris. Saya mengenal mereka berdua, dan mereka benar. Itulah sebabnya mengapa saya begitu prihatin atas pernyataan Dr. MacArthur bahwa “Darah digunakan sebagai kata pengganti kematian.” Kita tidak pernah harus melakukannya jika kita benar-benar percaya pada inspirasi verbal Alkitab. Apa yang dimaksudkan Allah adalah seperti apa yang Ia katakan dalam Alkitab. Dan Anda bisa percaya sepenuhnya apa yang dikatakan Alkitab dalam bahasa Ibrani dan Yunani. Yesus berkata, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Matius 4: 4; dikutip oleh Kristus dari Ulangan 8:3; penekanan dari saya).

Ketika Anda membaca Alkitab, Anda dapat yakin bahwa Anda sedang membaca Firman Allah. Ketika Anda membaca kata-kata, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat,” Anda dapat mempercayai apa yang dikatakan Allah dalam Kisah Para Rasul 16:31 itu. Ketika Anda sendiri “percaya kepada Tuhan Yesus Kristus” Anda akan diselamatkan dari dosa Anda oleh Anak Allah. Ketika Anda membaca kata-kata Yesus, “barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” Anda dapat yakin bahwa Yesus tidak akan membuang Anda ketika Anda datang kepada-Nya (Yohanes 6:37). Ketika Anda membaca kata-kata Yesus, “Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu,” Anda dapat yakin bahwa ketika Anda datang kepada Yesus Dia akan memberi Anda kelegaan (Matius 11:28). Ketika Anda membaca kata-kata Yesus, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal,” Anda dapat yakin bahwa Anda tidak akan binasa, tetapi memiliki hidup yang kekal ketika Anda percaya kepada-Nya (Yohanes 3:16). Ketika Anda membaca kata-kata, “Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa,” Anda dapat yakin bahwa sungguh “darah Yesus” dapat menyucikan Anda “dari segala dosa” (I Yohanes 1:7).

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (II Timotius 3:16, 17).

Jika Anda percaya kata-kata dalam Alkitab adalah benar, mengapa Anda tidak percaya Yesus dan diselamatkan dari dosa Anda oleh Dia? Jika Anda percaya apa yang Allah katakan, maka datang dan percayalah kepada Putra-Nya, yang mengasihi Anda dan telah mati di kayu salib untuk menyelamatkan Anda dari dosa, kematian dan Neraka! Katakanlah, dalam kata-kata himne klasik yang terkenal ini,

Kini ku datang,
   Datang pada-Mu!
Basuhkanlah dosaku
   Di dalam darah-Mu
(“I Am Coming, Lord” oleh Lewis Hartsough, 1828-1919).

Amin. Dr. Chan, silahkan memimpin kita di dalam doa.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: II Timotius 3:12-17.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“I Know the Bible is True” (oleh Dr. B. B. McKinney, 1886-1952).


GARIS BESAR KHOTBAH

KITAB YANG DIINSPIRASIKAN ALLAH

THE GOD-BREATHED BOOK

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (II Timotius 3:16, 17).

I.   Pertama, saya percaya bahwa Alkitab “diinspirasikan oleh Allah,”
II Petrus 1:21; Yeremia 1:9; Markus 13:31; Mazmur 107:11;
Yeremia 36:18.

II.  Kedua, saya percaya bahwa seluruh isi Alkitab diinspirasikan oleh Allah, Matius 5:18; 4:4; Kisah Rasul 16:31; Yohanes 6:37; Matius 11:28; Yohanes 3:16; I Yohanes 1:7.