Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




AYAT LUTHER

LUTHER’S TEXT
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 26 Oktober 2014

“Aku tidak malu akan Injil Kristus: karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; pertama-tama orang Yahudi, dan juga bagi orang Yunani. Karena di dalamnya adalah kebenaran Allah yang dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis, orang benar akan hidup oleh iman” (Roma 1:16, 17 [diterjemahkan dari KJV]).


Rasul Paulus berbicara di sini untuk orang-orang Kristen di Roma. Kota Roma adalah ibu kota dari dunia pada waktu itu. Di kota besar itu ada kuil-kuil marmer, dan patung-patung besar dewa-dewa Romawi. Tidak ada bangunan gereja. Orang-orang Kristen di Roma sebagai kelompok kecil, kelompok yang tidak dipandang - sama sekali bukan agama yang diakui. Tetapi Paulus mengatakan dengan sangat berani, “Aku tidak malu akan Injil Kristus.”

Bagaimana ia bisa berkata demikian? Bagaimana ia bisa memiliki kepercayaan diri untuk mengatakan itu? “Aku tidak malu akan Injil Kristus.” Injil Kristus berbicara tentang kematian-Nya di kayu Salib untuk membayar dosa-dosa kita, dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati untuk memberikan kita kehidupan. Paulus berkata, “Aku tidak malu sama sekali.” Mengapa tidak? “Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan.” Kata Yunani yang diterjemahkan “kekuatan” di sini adalah “dunamis.” Kita mendapatkan kata “dinamit” dalam Bahasa Inggris [dan Indonesia] dari kata Yunani ini. Ada kekuatan di dalam Injil! Dr. Marvin R. Vincent menyebutnya sebagai “energi ilahi.” Injil Kristus penuh kuasa! Injil melahirkan kembali jiwa yang telah mati. Jiwa yang telah mati menjadi hidup kembali oleh Injil!

Anda datang ke sini ke gereja ini dan hal-hal yang Anda dengar tentang Allah dan Kristus tidak berarti apa-apa bagi Anda. Tetapi saya memberitakan Injil kepada Anda. Anda berkata, “Mengapa ia terus berbicara tentang hal itu? Dia terus menerus, berbicara tentang Kristus di kayu Salib dan Kristus yang bangkit dari antara orang mati. Mengapa dia tidak berbicara tentang sesuatu yang lain?” Yah, saudaraku, saya tahu bahwa tidak ada lagi yang bisa mengubah Anda dari orang berdosa menjadi orang Kristen sejati! Saya tidak bisa mengajarkan Anda untuk menjadi orang Kristen! Tetapi saya bisa memberitakan Injil kepada Anda. Jika Anda adalah salah satu dari orang-orang pilihan, Allah akan mengambil Injil Kristus dan menggunakannya seperti dinamit - untuk memecah ide-ide palsu Anda - untuk membuka hati Anda kepada Kristus - untuk membawa jiwa Anda untuk hidup! Ketika Injil menarik Anda, Anda akan datang untuk beroleh hidup dalam Roh - Anda percaya Kristus dan Anda dilahirkan kembali! Tiada lain selain Injil Kristus yang memiliki kekuatan untuk melakukan itu! Tidak ada yang pernah mengatakan itu lebih baik daripada Charles Wesley,

Kuasa dosa binasa,
Tuhan memusnahkan;
Bersihlah najis dan noda,
Tuhan menyucikan.
(“O For a Thousand Tongues to Sing” oleh Charles Wesley, 1707-1788/
      Terjemahan Nyanyian Pujian No. 36).

Kemudian Rasul berkata, “Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.” Kekuatan Injil Kristus membawa kehidupan dan keselamatan kepada setiap orang yang percaya. Injil tidak menyelamatkan semua orang. Banyak orang menertawakan hal itu. Banyak orang berpikir bahwa mereka bisa diselamatkan dengan cara lain. Kristus hanya menyelamatkan mereka yang percaya Injil dan percaya kepadaNya. Mereka adalah satu-satunya yang mengalami “kekuatan Allah yang menyelamatkan.”

Kemudian Rasul berkata, “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah dinyatakan.” “Di dalamnya” di sini mengacu kembali kepada Injil itu. Dalam Injil Kristus kebenaran Allah dinyatakan. Allah mengutus Anak-Nya, Yesus Kristus, untuk menebus dosa-dosa kita di kayu Salib. Allah tidak akan benar jika Dia mengabaikan dosa kita. Ia mengirim Yesus untuk mati di kayu Salib sebagai pengganti kita, untuk membayar hukuman atas dosa kita. Ketika Anda mempercayai Yesus, Anda mengenakan apa yang Luther disebut “kebenaran orang lain.” Anda tidak mengenakan kebenaran Anda sendiri, yang diperoleh melalui menjadi “orang baik.” Ketika Anda mempercayai Yesus, Anda mengenakan kebenaran-Nya. Ini adalah “kebenaran orang lain” karena itu bukan milik Anda - itu adalah kebenaran Kristus yang menyelamatkan Anda. Dia mengenakan kebenaran-Nya kepada Anda.

Dan kemudian Rasul berkata, “Seperti ada tertulis, orang benar akan hidup oleh iman” (Roma 1:17). “Seperti ada tertulis.” Ia mengutip dari kitab Perjanjian Lama Habakuk. Nabi Habakuk berkata, “Orang benar akan hidup oleh iman” (Habakuk 2:4). Paulus mengutip ayat dari Habakuk itu tiga kali dalam Perjanjian Baru - Roma 1:17, Galatia 3:11, dan Ibrani 10:38. Dalam setiap kasus itu mengatakan, “Orang benar akan hidup oleh iman.” Ini adalah teks yang digunakan Allah untuk membuka mata Martin Luther. Ini adalah teks yang mengubah dunia dan membawa kebangunan rohani yang agung yang disebut “Reformasi.” Berikut adalah apa yang dikatakan Dr. McGee tentang kata-kata, “Orang benar akan hidup oleh iman,”

Pembenaran oleh iman berarti bahwa orang berdosa yang percaya Kristus tidak hanya diampuni karena Kristus telah mati, tetapi dia juga berdiri di hadapan Allah sempurna di dalam Kristus. Ini berarti tidak hanya penghapusan dosa, tetapi juga penambahan kebenaran. Kristus “Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita” (Roma 4:25) - sehingga kita mungkin berdiri di hadapan Allah dengan sempurna di dalam Kristus (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, volume IV, hlm. 651; catatan atas Roma 1:17).

Anda mungkin berkata, “Banyak hal untuk diingat!” Ya, tetapi semua itu dibuat jelas dalam kehidupan Martin Luther. Ia hidup dari tahun 1483 sampai 1546. Luther berada dalam kategori sangat sedikit orang yang seperti dia. Dia seperti Paulus, Columbus, Magellan, atau Edison, atau Einstein - seorang pria yang mengubah dunia dan perjalanan sejarah manusia. Tetapi kebutuhannya akan keselamatan tidak berbeda dari Anda.

Penulis modern menyebut Luther sebagai orang “abad pertengahan”. Mereka mengkritik keyakinannya tentang malaikat, setan, dan Iblis. Mereka berpikir bahwa pandangannya bahwa ras manusia terkunci dalam pertempuran antara Allah dan Iblis adalah berlebihan. Mereka terutama bereaksi terhadap rasa takutnya akan murka Allah dan penderitaan yang mendalam atas dosanya. Bagi saya, ini mengungkapkan lebih lanjut tentang penulis modern itu sendiri daripada tentang Luther. Hal ini menunjukkan bahwa para penulis “neo-evangelikal” tidak mempercayai keberadaan malaikat, setan dan Iblis! Ini menunjukkan bahwa mereka tidak percaya apa yang Alkitab ajarkan tentang konflik antara baik dan jahat! Dan, terutama, hal itu menunjukkan bahwa “neo-evangelikal” tidak takut akan Allah dan tidak ada keinsafan akan dosa! Luther keluar untuk menjadi orang Kristen sesungguhnya! Neo-evangelikal modern yang mengkritik dia keluar untuk menjadi orang sekuler yang terhilang - bukan orang Kristen sama sekali! Kiranya Allah menolong kita!

Saya menemukan bahwa komentar Luther tentang Kitab Roma, hampir tanpa kecuali, jelas dan benar. Saya terkejut menemukan bahwa ia bahkan benar tentang orang-orang Yahudi. Dia berkata, “Dari perikop ini umumnya menyimpulkan bahwa orang-orang Yahudi pada akhir dunia akan bertobat kepada iman di dalam Kristus... Orang-orang Yahudi yang sekarang jatuh, akan bertobat dan diselamatkan, setelah jumlah orang-orang non Yahudi yang dipilih telah masuk semua. Mereka tidak akan tetap berada di luar selamanya, tetapi pada waktu mereka sendiri mereka akan bertobat” (Luther’s Commentary on Romans, Kregel Publications, 1976 edition, hlm. 161, 162; catatan atas Roma 11:25-36).

Yang tampaknya cukup dekat dengan apa yang Alkitab ajarkan. Saya tahu dia kemudian mengatakan beberapa hal yang keras, ketika ia sudah tua dan sakit, tetapi kita harus memakluminya. Pandangannya keluar dari “teologi penggantian” Katolik, keyakinan bahwa Gereja menggantikan Israel - sebuah doktrin palsu yang dipertahankan bahkan hingga saat ini oleh banyak Calvinis dan yang lainnya. Kiranya Tuhan memberikan rahmat kepada kita! Allah masih memiliki perjanjian dengan Israel dan orang-orang Yahudi di dunia ini, sebagaimana dinyatakan dengan jelas dalam Roma 11: 25-27.

Ayah Luther adalah seorang penambang, yang menginginkan dia untuk menjadi seorang pengacara. Dia mulai belajar untuk tujuan itu. Tetapi suatu hari ia berjalan di tengah badai. Petir menyambar sangat dekat dengannya. Dia jatuh ke tanah dan berseru, “Santa Anne tolonglah saya. Saya mau menjadi seorang biarawan!” Itu berarti dia akan masuk biara dan mengasingkan diri dari dunia ini. Tetapi keterlibatannya yang mendalam dalam praktek keagamaan tidak membantunya menemukan kedamaian dengan Allah. Para penulus “neo-evangelikal” modern cenderung mengatakan ketakutannya akan Allah adalah salah dan konsep takut akan Allah dari “abad pertengahan.” Betapa itu salah! Betapa itu benar-benar salah! Takut akan Allah yang dimiliki oleh Luther sepenuhnya benar. Alkitab berbicara tentang orang-orang yang belum diselamatkan ketika mengatakan, “rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu” (Roma 3:18). Luther berkata, “Secara alami kita tidak benar dan tanpa takut akan Allah. Oleh karena itu, kita harus sungguh merendahkan diri dan mengakui kebobrokan dan kebodohan kita di hadapan Allah” (Luther, ibid, hal 74; catatan atas Roma 3:18). Adalah kasih karunia Allah yang membangunkan orang berdosa untuk menyadari kondisinya yang terhilang. Seperti John Newton (1725-1807) mengatakan, “Oleh anugerah hilanglah segala takutku” (“Amazing Grace”). Tidak adanya rasa takut adalah tanda dari ateisme praktis.

Luther sangat sadar akan dosanya. Dia menyebutnya sebagai penyakit dari hatinya sendiri. Tidak ada yang bisa dia lakukan yang dapat membebaskannya dari rasa bersalah. Saat mempelajari Alkitab ia memikirkan kata-kata Johann Staupitz, gurunya, yang pernah berkata kepadanya, “Lihatlah luka sang Juruselamat yang terkasih.” Di ruang kerjanya ia melihat salib Kristus. Dia melihat bagaimana murka dan kasih Allah menyatu di dalam Kristus di kayu Salib. Luther menulis kepada ibunya,

Siang dan malam saya merenungkan sampai saya melihat hubungan antara keadilan Allah dan pernyataan bahwa “orang benar akan hidup oleh iman.” Kemudian saya memahami bahwa keadilan Allah adalah bahwa kebenaran dimana melalui anugerah dan kemurahan Allah belaka yang membenarkan kita melalui iman [di dalam Kristus]. Kemudian saya merasa diri saya dilahirkan kembali dan telah melalui pintu terbuka ke dalam surga. Seluruh Alkitab membawa makna baru (Roland H. Bainton, Here I Stand, Mentor Books, 1977, hlm. 49).

Sejak saat itu teologi Luther disebut “teologi salib.” Dia berkata, “Salib saja yang adalah teologi kita.” Jika Anda ingin diselamatkan dari dosa Anda, itu harus melalui iman di dalam Kristus yang telah disalibkan! Kristus di kayu Salib! Tidak ada cara lain untuk datang ke hadapan Allah yang suci.

Di ruang kerjanya Luther melihat ini. Ia melihat bahwa kebenaran Allah dalam ayat kita tidak mengacu pada atribut Allah - itu adalah kebenaran yang dari Allah untuk kita, dan Dia memberikan kepada kita melalui iman di dalam Yesus. “Orang benar akan hidup oleh iman” (Roma 1:17). Dr. Lloyd-Jones berkata, “Iman kita tidak membenarkan kita. Ini adalah kebenaran Yesus Kristus yang membenarkan - dan tidak ada yang lain... Allah menyelamatkan kita bertolak dari iman kepada pekerjaan, dan mencoba untuk membenarkan kita dengan iman kita. Itu adalah kebenaran [Kristus] yang menempatkan saya benar, dan datang kepada saya melalui iman. Iman adalah... saluran, melalui mana kebenaran Kristus ini diberikan kepada saya...” (Martyn Lloyd-Jones, M.D., Romans – Exposition of Chapter 1, The Gospel of God, Banner of Truth, 1985 edition, hlm. 307).

Ketika Luther membaca kata-kata ini, “Orang benar akan hidup oleh iman” ia berkata, “Ini merupakan ekspresi Paulus untuk saya... Gerbang ke surga.” Dr. Lloyd-Jones berkata, “Betapa ini merupakan wahyu! Betapa ini adalah suatu transformasi! Dari seorang biarawan yang sengsara, menyedihkan, tidak bahagia, menghitung manik-maniknya dan berpuasa dan berjuang dan berdoa, namun lagi dan lagi merasa gagal, bagi pemberita Reformasi ini! Kepada pengkhotbah Injil yang mulia, bersukacita dalam ‘kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah’!” (Lloyd-Jones, ibid., hlm. 309). Dalam kata-kata yang Mr. Griffith yanyikan beberapa saat yang lalu, Count Zinzendorf berkata,

Yesus, darah dan kebenaran-Mu
   Keindahan-Mu adalah pakaian kemuliaanku;
Di tengah dunia yang membara, dalam pertempuran ini,
   Dengan sukacita aku akan mengangkat kepalaku
(“Jesus, Thy Blood and Righteousness”
      oleh Count Nicolaus von Zinzendorf, 1700-1760).

Atau, seperti Edward Mote tuangkan,

Tak ada lain landasanku,
   Hanyalah pada darahMu;
Tak ada lain harapanku;
   Ku bersandarkan namaMu.
Kristuslah Batu Karangku,
   Di atas Dia ku teguh;
Landasan lain hancur luluh
      (“The Solid Rock” oleh Edward Mote, 1797-1874/ Nyanyian Pujian No. 218).

Saya meminta Anda malam ini untuk percaya kepada Yesus, “Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29). Saat Anda percaya Yesus, Anda diselamatkan, dibenarkan, dan aman selama-lamanya. Saya berharap Anda mau percaya Yesus malam ini. Seperti Luther, Anda akan “terlahir kembali dan [pergi] melalui pintu terbuka ke dalam surga.” Seperti yang dikatakan oleh Johann Staupitz kepada Luther, “Lihatlah luka sang Juruselamat terkasih.”

“Orang benar akan hidup oleh iman” (Roma 1:17).

Dr. Chan, silahkan berdoa kiranya seseorang mau percaya Yesus dan diselamatkan! Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Roma 1:15-17.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Jesus, Thy Blood and Righteousness”
(oleh Count Nicolaus von Zinzendorf, 1700-1760;
diterjemahkan oleh John Wesley, 1703-1791).