Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




IA AKAN MEMULIAKAN AKU

(KHOTBAH NO. 5 TENTANG KEBANGUNAN ROHANI)

HE SHALL GLORIFY ME
(SERMON NUMBER 5 ON REVIVAL)
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Malam, 17 Augustus 2014


Dr. Martyn Lloyd-Jones adalah seorang pembelajar yang teliti tentang kebangunan rohani. Ia belajar sejarah kebangunan rohani, dan bahkan mengalami kebangunan rohani itu sendiri di jemaatnya sendiri di Wales pada tahun 1931. Dalam suatu kuliah yang ia sampaikan tentang seorang penginjil besar, Howell Harris (1714-1773) “Dokter” ini berkata, “Kita kembali ke dalam kondisi kegelapan dan mati yang sangat mirip dengan keadaan pada awal tahun-tahun abad ke-18” (D. M. Lloyd-Jones, The Puritans: Their Origins and Successors, The Banner of Truth Trust, 1996 edition, hlm. 302). Dalam buku lain, Dr. Lloyd-Jones berbicara tentang “penyesatan yang mengerikan yang semakin meningkat dan mengkharakteristik gereja selama seratus tahun [sekarang 150 tahun] terakhir” (Revival, Crossway Books, 1987, hlm. 55).

Dalam pengalaman saya sendiri selama 55 tahun dalam pelayanan, saya telah melihat penurunan dramatis dalam kehidupan dan kekuatan gereja-gereja kita. Gereja-gereja hari ini, untuk sebagian besar, hampir menyerupai gereja-gereja masa muda saya - dan perubahan belum membaik. Memang, “kita kembali ke dalam kondisi kegelapan dan mati.” Memang, kita sedang berada dalam “penyesatan yang mengerikan.”

Saya yakin bahwa kondisi mengerikan ini telah terjadi terutama karena para pendeta sudah melupakan apa yang membuat seseorang Kristen. Dalam pengalaman saya, sangat sedikit pengkhotbah yang tahu hal-hal praktis tentang pertobatan dan kelahiran baru, tetapi saya tidak akan berbicara tentang itu malam ini.

Banyak dari mereka yang berbicara tentang kebangunan rohani tahu bahwa kita membutuhkan Roh Kudus untuk melakukan sesuatu untuk menghidupkan kembali gereja-gereja kita! Tetapi sangat sedikit yang tahu persis bahwa kita membutuhkan Roh Kudus yang dapat melakukan itu. Mereka tidak tahu bahwa mereka membutuhkan Roh Kudus untuk melakukan itu karena mereka tidak menyadari kedalaman dari masalah yang mengerikan yang sedang dihadapi mereka. Mereka berpikir bahwa sebagian besar dari jemaat mereka telah diselamatkan dan mereka berpikir bahwa mereka tahu bagaimana caranya memimpin orang-orang baru ke dalam pengalaman keselamatan. Namun saya tidak tahu apakah ada pengkhotbah besar yang memiliki pemahaman yang cukup mengenai hal ini. Akibatnya, sejumlah besar gereja-gereja kita dipenuhi, dari dinding ke dinding, dengan orang-orang yang masih terhilang! Kami telah menulis secara mendalam tentang masalah ini dalam buku kami, Today’s Apostasy (klik di sini untuk membacanya).

Saya tidak akan masuk ke masalah kebangunan rohani dalam pengertian umum malam ini. Fokus saya akan berbicara tentang apa yang harus kita doakan jika kita ingin Allah mengirimkan kebangunan rohani bagi gereja lokal kita sendiri. Salah satu yang dapat membuat kita jatuh ke dalam perangkap ketika kita membaca buku-buku tentang kebangunan rohani adalah ketika kita mengharapkan perubahan besar dalam semua gereja - setidaknya dalam jumlah yang sangat besar dari antara mereka. Dan ketika kita tidak melihat hal itu terjadi kita merasa putus asa.

Kita harus memahami bahwa setiap pertobatan sejati adalah sebuah keajaiban. Dr. Cagan dan saya mendaftar mereka yang mudah-mudahan telah bertobat. Kami menemukan bahwa telah terdapat orang yang diharapkan bertobat setiap bulan. Artinya, keajaiban pertobatan telah terjadi setiap bulan di gereja kami selama lebih dari setahun. Tentu saja, saya tidak berbicara tentang orang yang mengambil “keputusan”, saya sedang berbicara tentang pertobatan sejati. Apa yang kami sedang doakan dalam kebangunan rohani adalah untuk lebih banyak mukjizat pertobatan, karena Allah turun dan mempertobatkan lebih banyak orang kepada Kristus.

Sekarang, apa sebenarnya yang harus kita doakan? Saya percaya bahwa perhatian utama kita seharusnya adalah berdoa kiranya Roh Kudus turun dalam kuasa yang lebih besar. Saya menyadari bahwa banyak orang akan menolak apa yang saya katakan tentang hal itu. Ada begitu banyak ajaran palsu tentang Roh Kudus pada abad kedua puluh sehingga saya tidak bisa menyalahkan mereka. Namun Roh Kudus adalah sumber dari pertobatan individu, serta kebangunan rohani. Hari ini anggota gereja memikirkan Roh Kudus yang membuat orang untuk “berbicara dalam bahasa roh,” atau dapat membuat seseorang banyak uang, atau mengalami kesembuh secara fisik. Tetapi tak satu pun dari semua itu yang ada hubungannya dengan pekerjaan utama Roh Kudus. Silahkan membuka Alkitab dalam Yohanes 16:14. Di sini kita melihat pekerjaan utama Roh Allah. Yesus berkata,

“Ia akan memuliakan Aku” (Yohanes 16:14).

Kata Yunani yang diterjemahkan “memuliakan” berarti “menghormati, menghargai, membesarkan, memuji” (Strong # 1392). Pekerjaan Roh Kudus adalah untuk memuliakan Kristus, supaya kita menghargai Kristus, untuk membesarkan Kristus, dan membuat kita menghormati Dia.

Ketika orang memiliki pertobatan palsu, itu selalu karena mereka telah menolak Yesus sendiri. Seperti yang Dr. Cagan tekankan dalam buku kami, Today’s Apostasy,

Orang-orang dengan latar belakang Katolik umumnya akan berpikir bahwa keselamatan adalah oleh perbuatan: berhenti berbuat dosa, pergi ke gereja, mengikuti Yesus, mengasihi Yesus, membuat pengakuan, dan umumnya “menjadi orang baik.”

Orang yang memiliki latar belakang Baptis, injili atau Reformed akan sering percaya pada baptisan, mengucapkan “doa orang berdosa” [“doa terima Yesus”] atau secara mental percaya pada doktrin Kristen, seperti mampu menghafal “rencana keselamatan,” atau “Westminster Katekismus.”

Orang-orang dengan latar belakang karismatik atau Pantekosta biasanya mekankan pada perasaan dan pengalaman. Jika seseorang telah memiliki pengalaman dengan apa yang dia pikir adalah “Roh Kudus,” merasakan berkat Allah dalam hidupnya, atau merasakan damai atau sukacita dalam hatinya, ia menganggap dirinya telah diselamatkan


Banyak kali orang-orang seperti itu datang kepada kami untuk konseling, mencari jaminan atau perasaan tertentu padahal sebenarnya mereka belum pernah diselamatkan melalui percaya Kristus (Today’s Apostasy, Hearthstone Publishing, 2001 edition, hlm. 141).

Berikut adalah cara yang sering dilakukan di gereja kita. Ketika pendeta meminta mereka untuk memberi kesaksian tentang hari ketika mereka diselamatkan, mereka selalu akan mulai dengan cerita panjang “anjing berbulu”, sering memberikan pikiran mereka tentang khotbah yang mereka dengar sebelumnya, dan banyak detail lainnya, yang bahkan mungkin termasuk perasaan bahwa mereka adalah orang berdosa. Umumnya mereka memberikan cerita lengkap, biasanya masuk ke detail yang besar, yang mengarah ke apa yang disebut pertobatan mereka. Kemudian mereka berhenti tiba-tiba. Mereka hampir selalu berakhir dengan mengatakan, “Dan kemudian aku percaya kepada Yesus,” atau “Dan kemudian aku datang kepada Yesus.”

Kemudian kita meminta mereka untuk bersaksi sedikit tentang Yesus, dan tentang apa yang terjadi ketika mereka datang kepada-Nya (atau terpercaya kepada-Nya). Saat itulah semuanya berantakan. Mereka tidak bisa berkata banyak, jika ada, tentang Yesus sendiri. Dalam bukunya, Around the Wicket Gate, Spurgeon berkata, “Ada kecenderungan jahat di antara orang-orang untuk meniadakan Kristus dari Injil” (Pilgrim Publications, 1992 edition, hlm. 24). Saya memberitahu mereka bahwa saya ingin mereka terus datang dan mendengarkan Injil. Saya ingin memastikan bahwa Yesus adalah pusat dalam kesaksian mereka. Tidak peduli seberapa menarik kesaksian seseorang, jika Kristus tidak menjadi pusatnya, mereka masih belum diselamatkan!

Roh Kudus melakukan dua hal utama dalam setiap pertobatan sejati. Yang pertama adalah dalam Yohanes 16: 8-9,

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku” (Yohanes 16:8-9).

Keinsafan akan dosa merupakan karya pertama dari Roh Allah. Kita cenderung untuk membuat pertobatan sebagai hal yang sepele, hal kecil, bahwa seseorang dapat memilikinya hanya dengan bergumam beberapa kata, atau belajar untuk mengatakan hal-hal tertentu. Kiranya Allah menolong kita! Kita telah meniadakan Roh Kudus! Kita telah lupa bahwa Dia harus menginsafkan kita akan dosa yang mendalam dan pemberontakan terhadap Allah! Dr. Lloyd-Jones menggambarkan keinsafan dengan melihat penyakit hati Anda sendiri, dan kotornya sifat yang Anda warisi dari Adam. Keinsafan adalah melihat diri Anda yang tanpa pengharapan, dan keputus-asaan Anda, di hadapan Allah yang kudus dan adil, yang membenci dosa dengan seluruh keberadaan-Nya (diparafrasekan dari Revival, Crossway Books, 1987, hlm. 42). Itu, kurang lebih, terjadi dalam semua orang yang benar-benar bertobat. Dr. Lloyd-Jones berkata, “Setiap orang yang terbangun dan diinsafkan akan dosa harus berada dalam kesusahan tentang hal ini. Bagaimana bisa dia mati dan menghadap Tuhan?” (Assurance, Romans 5, The Banner of Truth Trust, 1971, hlm. 18).

Jadi itu adalah hal pertama yang Roh Kudus lakukan dalam pertobatan sejati. Dia menginsafkan manusia. Jika Anda belum menjadi sangat terganggu akan sifat berdosa Anda, Anda tidak akan berpikir banyak tentang Tuhan Yesus Kristus. Anda mendengar kata-kata tentang Dia yang telah mati di kayu Salib, tetapi semua itu berarti sangat sedikit bagi Anda. Mengapa? Karena Anda tidak pernah diinsafkan akan “dosa, dan kebenaran, dan penghakiman” (Yohanes 16: 8). Namun orang berdosa yang terhilang tidak harus berhenti hanya pada keinsafan itu sendiri! Keinsafan saja tidak akan menyelamatkan Anda!

Saya baru-baru ini berbicara dengan seorang pemuda yang berada di bawah keinsafan yang mendalam akan dosa selama beberapa hari. Saya menyuruhnya untuk datang kepada Yesus untuk diselamatkan oleh Darah-Nya. Dia tampaknya telah melakukan itu. Dia tampaknya telah datang kepada Yesus. Saya menunggu beberapa minggu dan kemudian memintanya untuk memberitahu saya bagaimana ia diselamatkan. Dia masih terus dihakimi oleh dosanya. Tidak ada pertanyaan bahwa ia telah berada di bawah keinsafan yang mendalam. Tetapi ia mengakhiri dengan mengatakan, “Dan kemudian aku datang kepada Yesus.” Saya memintanya untuk menceritakan lebih banyak tentang Yesus. Dia tersandung di situ, tetapi itu sangat jelas bahwa, meskipun ia telah diinsafkan, ia tidak menemukan kedamaian melalui Juruselamat dan Darah-Nya!

Sering kali orang akan bertanya, “Bagaimana Anda datang kepada Yesus?” Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus melihat Yohanes 6:44,

“Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku” (Yohanes 6:44a).

Anda harus ditarik kepada Yesus oleh Allah Bapa melalui Roh Kudus. Secara umum, Roh Allah hanya akan menarik orang berdosa kepada Yesus ketika ia berada di bawah keinsafan akan dosa, dan memanggil keluar untuk memperoleh rahmat. Ketika Roh Kudus menarik seseorang kepada Yesus, sering tampak seperti yang sebelumnya mereka buta, dan sekarang mata mereka terbuka - dan mereka melihat Juruselamat yang indah, merentangkan lengan-Nya lebar-lebar untuk memeluk mereka! Mereka bisa bernyanyi bersama dengan John Newton (1725-1807),

Sesat aku dulu kala,
S’lamatlah ku kini.
   (“Amazing Grace”).

Jadi, ketika kita berbicara tentang kebangunan rohani, kita harus berpikir dalam kerangka Injil. Kebangunan rohani tidak lebih, atau kurang, dari Roh Allah yang membuat orang merasa diri mereka berdosa, dan kemudian menarik mereka kepada Yesus untuk keselamatan melalui Darah-Nya. Ketika itu terjadi pada satu orang, seperti halnya setiap beberapa minggu di gereja kami, yaitu pertobatan, mujizat pertobatan! John W. Peterson telah memberikan penjelasan dalam salah satu lagunya,

Dibutuhkan mukjizat untuk meletakkan bintang-bintang di tempatnya,
   Dibuthkan mujizat untuk menggantung bumi dai ruang angkasa;
Tetapi ketika Dia menyelamatkan jiwaku, menyucikan seluruh hidupku,
   Dibutuhkan mukjizat kasih dan anugerah!
(“It Took a Miracle” oleh John W. Peterson, 1921-2006).

Dan ketika keajaiban yang terjadi pada sejumlah orang sekaligus, misalnya 10 atau 12 orang sekaligus dalam sebuah gereja lokal, itu adalah suatu kebangunan rohani! Sesederhana itu! Apa yang terjadi dalam pertobatan tunggal terjadi pada beberapa orang dalam waktu singkat dalam kebangunan rohani. Ketika Roh Kudus datang dalam kuasa kebangunan rohani, Dia selalu memuliakan Yesus dalam kehidupan beberapa petobat!

“Ia akan memuliakan Aku” (Yohanes 16:14).

Perhatikan Dr. Lloyd-Jones satu kali lagi.

     Kebangunan rohani, di atas segalanya, adalah pemuliaan Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah. Ini adalah pemulihan-Nya ke pusat kehidupan gereja... Tidak ada nilai dalam apa yang disebut kekristenan yang tidak meninggikan Dia, dan hidup bagi Dia, dan hidup untuk bersaksi [tentang] Dia... terutama penebusan-Nya, kematian-Nya di atas kayu salib, tubuh-Nya yang dihancurkan dan darah-Nya yang tertumpah. Sekali lagi saya mengutip untuk Anda fakta murni yang dapat Anda periksa sendiri. Anda akan menemukan bahwa dalam setiap periode kebangunan rohani, tanpa kecuali, telah terjadi penekanan yang besar pada darah Kristus. Hampir semua himne yang telah dinyanyikan pada periode kebangunan rohani, adalah seputar tentang darah itu... Sungguh... jantung dari Injil Kristiani adalah ini, “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya” (Roma 3:25)... Saya melihat tidak ada harapan untuk kebangunan rohani sementara laki-laki maupun perempuan menyangkal darah dari salib itu... (Revival, ibid., hlm. 47, 48, 49).

Tercurah darah yang kudus, Di bukit Golgota
Yang mau bertobat ditebus, Terhapus dosanya
Terhapus dosanya, Terhapus dosanya,
Yang mau bertobat ditebus, terhapus dosanya
   (“There Is a Fountain” oleh William Cowper, 1731-1800; untuk lagu
      “Ortonville,” “Majestic Sweetness Sits Enthroned”).

Bila ku ingat salib-Nya,
   Di mana Yesus dipaku,
Harta yang dulu ku sembah
   Tidak mengikat hidupku

Lihatlah pada dahi-Nya;
   Duka dan kasih tercurah.
Dahsyat mahkota duri-Nya:
   Yang hina jadi yang mulia.
      (“When I Survey the Wondrous Cross,” oleh Dr. Isaac Watts, 1674-1748/
      Terjemahan “Bila Kuingat SalibNya” dalam Nyanyian Pujian No. 189).

Agar tidak disalahpahami, saya merasa bahwa saya harus mengatakan bahwa ini adalah di mana karismatik dan Pentakosta tidak benar. Mereka cenderung fokus pada Roh Kudus itu sendiri. Kematian Yesus di kayu Salib bukanlah hal utama. Mereka sangat antusias tentang penyembuhan, pembunuhan dalam Roh, tanda-tanda dan mujizat. Tidak peduli berapa banyak mereka dapat memprotes apa yang saya katakan, mereka tidak membuat kematian Yesus di kayu Salib menjadi subjek utama! Keinsafan akan dosa, dan pengampunan melalui darah Kristus tidak menjadi pusatnya Tetapi saya juga harus mengatakan bahwa kita yang injili dan fundamentalis tidak lebih baik! Kita sibuk mengajar Alkitab ayat per ayat kepada orang-orang yang terhilang yang mengaku bahwa diri mereka telah menjadi Kristen di gereja-gereja kita. Di sinilah kita semua salah. Pusat dari Injil Kristen hanyalah Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Pengkhotbah terbesar yang pernah dihasilkan Kekristenan berkata,

“Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” (I Korintus 2:2).

Kita tidak akan pernah memiliki kebangunan rohani ketika pria dan wanita hanya dapat berkata, “Lalu aku datang kepada Yesus.” Kiranya Allah menolong kita! Jika hanya itu yang dapat Anda katakan tentang Anak Domba Allah yang disiksa dan disalibkan untuk menyelamatkan Anda, maka saya pikir Anda sama butanya seperti Saksi Yehova! Mereka juga berbicara tentang Yesus! Dimana Darah itu? Dimana kasih yang tiada bandingnya yang mendorong Dia turun dari tahta agungnya di Sorga untuk dicambuk, diludahi, dan dipakukan di kayu salib?

Kadang-kadang saya pikir bahwa saya telah gagal memimpin Anda. Entah bagaimana saya tidak mengajarkan Anda untuk mengasihi Yesus paling tidak hanya dengan cukup berbicara tentang Dia. Entah bagaimana saya tidak bisa membuat Anda mengasihi Yesus. Saya tidak bisa membuat Anda benar-benar merasakan, dan bisa berkata,

Aku mengasihi Engkau, Kar’na Kau mengasihiku lebih dulu,
Dan membayar pengampunanku pada kayu salib di Kalvari;
Aku mengasihi Engkau mahkota duri di dahi-Mu,
Jika aku pernah mengasihi Engkau, Yesusku, itu adalah sekarang.
   (“My Jesus, I Love Thee” oleh William Featherstone, 1842-1878).

Oh, saudara-saudara yang terkasih, mari kita berpuasa dan berdoa lagi Sabtu depan sampai pukul 5:00. Mari kita berpuasa dan berdoa agar Roh Kudus melakukan dua hal - menginsafkan dosa, dan memuliakan Yesus dengan menarik orang berdosa kepada-Nya, untuk menyucikannya dalam Darah-Nya. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Yohanes 16:7-14.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“There Is a Fountain” (by William Cowper, 1731-1800; untuk lagu
“Ortonville,” “Majestic Sweetness Sits Enthroned”).