Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




PENGALAMAN KESEPIAN!

THE EXPERIENCE OF LONELINESS!
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 17 Agustus 2014

“Pandanglah ke kanan dan lihatlah, tidak ada seorangpun yang menghiraukan aku; tempat pelarian bagiku telah hilang, tidak ada seorangpun yang mencari aku” (Mazmur 142:4).


Raja Saul telah berdosa dan ditolak oleh Allah. Kemudian Nabi Samuel mengurapi seorang pemuda bernama Daud menjadi raja baru. Saul sangat cemburu kepada Daud sehingga ia menjadi kerasukan setan. Dalam kemarahan gilanya, Raja Saul melemparkan tombak ke arah Daud, namun meleset. Daud harus melarikan diri demi menyelamatkan hidupnya. Daud pergi jauh ke padang gurun dan bersembunyi di sebuah gua. Dia takut dan lapar dan sendirian. Perhatikan kata-kata yang terinspirasi tepat di bawah kata-kata, “Mazmur 142,” “Nyanyian pengajaran Daud, ketika ia ada di dalam gua” Kata-kata ini adalah bagian dari teks suci yang diinspirasikan, tidak ditambahkan di kemudian hari. Jadi kita tahu Daud mengaku sangat terganggu, takut, dan sendirian - bersembunyi di sebuah gua dari raja yang sedang kerasukan setan itu. Tidak ada yang ingin menemani Daud karena mereka semua takut kepada Raja Saul. Dan Daud berkata,

“Tidak ada seorangpun yang mencari aku” (Mazmur 142:4).

Tidak ada seorangpun yang peduli padanya. Ia benar-benar sendirian. Namun ia memiliki Allah, lebih dari yang dimiliki oleh banyak anak muda hari ini.

Saya tidak kuliah di sebuah perguruan tinggi Kristen. Saya lulus dari Cal State L.A. Dalam beberapa hal saya senang bisa kuliah di sebuah perguruan tinggi sekuler. Ini membuat saya tahu apa yang diajarkan kepada orang-orang muda, dan apa yang mereka pikirkan. Saya belajar sastra modern. Sebagian penulis modern adalah ateis dan eksistensialis. Mereka berbicara tentang keterasingan dan kesepian hidup di dunia modern.

H. G. Wells adalah penulis buku The Time Machine dan The Outline of History. Dia berkata, “Aku berusia enam puluh lima tahun, dan aku kesepian dan tidak pernah menemukan kedamaian.” Seorang novelis pemenang Pulitzer Prize yang bernama Ernest Hemingway berkata, “Aku tinggal di sebuah kekosongan sesunyi radio ketika baterai mati dan tidak ada arus yang terhubung ke dalamnya.” Dalam dramanya, Long Day’s Journey Into Night, Eugene O'Neill mengatakan, “Satu-satunya makna kehidupan adalah kematian.” Tema dari drama itu adalah kesepian eksistensial manusia. J. D. Salinger berkarir sebagai penulis cerita pendek dan novel tentang keterasingan dan kesepian dari orang-orang muda dalam budaya kita.

H. G. Wells meninggal sebagai orang tua yang kesepian,dan putus asa. Ernest Hemingway bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri dengan senapan. Karakter utama dalam drama O'Neill adalah seorang pecandu yang putus asa, mencoba untuk menyembuhkan kesepian dengan obat-obatan. J. D. Salinger menjadi begitu terobsesi dengan kesepian kaum muda sehingga ia menjadi pertapa, dan menjalani kehidupan pertapa selama hampir lima puluh tahun.

Kesepian adalah masalah utama bagi orang-orang muda saat ini. Lagu Green Day, “Boulevard of Broken Dreams,” mengungkapkan apa yang kebanyakan anak SMA dan mahasiswa sedang rasakan, “Aku berjalan sendiri. Aku berjalan sendiri. Aku berjalan sendiri.” Ya, saya ingat bagaimana saya juga pernah merasakan itu ketika saya masih muda. Anda dapat merasa kesepian bahkan ketika Anda berada di tengah orang banyak. Salah satu website memberitahu kita bahwa “Kesepian adalah perasaan hampa atau kosong di dalam diri Anda. Anda merasa terisolasi atau terpisah dari dunia, terputus dari orang yang Anda inginkan menjadi teman” (http://www.counseling.ufl.edu/cwc/how-to-deal-with-loneliness.aspx). Itulah yang pernah dirasakan oleh Daud, bersembunyi di sebuah gua, ketika ia berkata,

“Tidak ada seorangpun yang mencari aku” (Mazmur 142:4).

Banyak anak muda yang merasa seperti itu di zaman kita. Itulah sebabnya saya akan memberikan tiga pemikiran pagi ini dan saya berdoa kiranya itu akan membantu Anda mengatasi kesepian

I. Pertama, ada macam-macam kesepian yang berbeda-beda.

Website itu berkata,

Ada berbagai jenis kesepian dan derajat yang berbeda dari kesepian. Anda mungkin mengalami kesepian sebagai perasaan samar-samar bahwa ada sesuatu yang tidak benar, semacam kekosongan kecil. Atau Anda mungkin merasa kesepian seperti rasa sakit yang menyiksa dan nyeri yang mendalam. Salah satu jenis kesepian mungkin berkaitan dengan kehilangan seseorang yang penting karena mereka telah meninggal atau karena mereka begitu jauh. Tipe lain mungkin melibatkan perasaan sendiri dan kehilangan kontak dengan orang-orang karena Anda benar-benar secara fisik terisolasi dari orang-orang yang menyukai Anda, yang mungkin [terjadi] jika Anda bekerja sendirian di shift malam atau jauh sendirian di bagian bangunan di mana orang jarang pergi. Anda bahkan mungkin merasa terisolasi secara emosional [dan kesepian] ketika Anda dikelilingi oleh banyak orang, tetapi mengalami kesulitan menjangkau mereka (ibid.).

Menurut beberapa penelitian psikologis, mahasiswa sangat rentan terhadap kesepian. Kampus tampaknya tidak menarik orang untuk bersama membangun hubungan permanen. Orang-orang muda yang kuliah di universitas atau perguruan tinggi sering merasa seperti seluruh dunia melewati mereka begitu saja, dan tidak ada yang mengerti mereka atau peduli tentang mereka. Mereka tidak memiliki seorangpun untuk berpaling.

Sungguh ironis bahwa sebuah peradaban yang telah mampu memproduksi mobil, pesawat terbang, televisi, dan perjalanan ruang angkasa tidak memberikan apa-apa untuk menjaga Anda dari kesepian! Orangtua Anda pulang dari kerja dalam keadaan lelah dan duduk di depan TV. Mereka tidak memiliki waktu untuk berbicara dengan Anda, atau mendengarkan Anda. Banyak dari Anda datang dari keluarga berantakan. Anak-anak dari orangtua yang telah bercerai melewati neraka kesepian. Tetapi hampir setiap orang muda yang saya ajak bicara telah merasakan hal itu.

Seorang gadis berkata, “Saya pernah sangat kesepian. Tetangga saya tidak pernah berbicara dengan saya.” Seorang pemuda berkata, “Saya tidak pernah bisa menjalin pertemanan, karena cepat atau lambat orang-orang yang tampaknya menjadi teman meninggalkan saya.” Apakah Anda pernah merasa seperti itu? Daud pernah merasa seperti itu ketika ia bersembunyi di gua. Dia berkata,

“Tidak ada seorangpun yang mencari aku” (Mazmur 142:4).

Saya percaya bahwa kesepian adalah salah satu alasan utama begitu banyak anak muda melakukan bunuh diri hari ini. Apakah Anda tahu bahwa bunuh diri adalah salah satu penyebab terbesar kematian di kalangan anak muda antara usia 15 dan 24 tahun? Satu orang muda melakukan bunuh diri setiap dua jam dan enam menit, siang dan malam, di Amerika Serikat. Dan psikolog mengatakan bahwa alasan utama mereka bunuh diri adalah kesepian. Allah benar ketika Ia berfirman,

“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja” (Kejadian 2:18).

II. Kedua, Anda dapat berkontribusi pada kesepian Anda sendiri.

Itu benar, Anda mungkin menjadi orang yang paling bertanggung jawab yang menyebabkan kesepian Anda sendiri. Website tentang kesepian itu benar ketika berkata,

Kesepian adalah keadaan pasif. Artinya, dikelola oleh kepasifan kita dengan membiarkannya terus berlanjut dan tidak melakukan apapun untuk mengubahnya. Kita berharap itu akan pergi dengan sendirinya, pada akhirnya, [tetapi] kita tidak melakukan apapun selain membiarkan itu terus menyelimuti kita. Anehnya, ada kalanya kita bahkan mungkin mempertahankan perasaan itu. Namun, memeluk kesepian dan tenggelam ke dalam perasaan yang terkait dengan itu biasanya menyebabkan rasa depresi dan tidak berdaya, yang pada gilirannya, menyebabkan keadaan lebih pasif dan lebih depresi [dan kesepian yang lebih besar] (ibid.).

“Kesepian adalah keadaan pasif. Artinya, dikelola oleh kepasifan kita dengan membiarkannya terus berlanjut.” Itu tepat sekali. Ini berarti bahwa Anda akan terus merasa kesepian kecuali Anda melakukan sesuatu untuk mengubah situasi!

Beberapa waktu yang lalu saya menyampaikan khotbah tentang kesepian Yakub dari Kejadian 32:24. Di tengah khotbah itu seorang pemuda melompat berdiri dan berlari keluar dari gereja. Dia lari dan bukannya mendengarkan apa yang saya katakan tentang gereja yang menyembuhkan kesepian. Tetapi Anda tidak bisa mengatasi kesepian dengan melarikan diri! Itulah yang Kain temukan. Allah berkata kepadanya,

“Engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.” (Kejadian 4:12).

Mereka yang melarikan diri dari gereja menjadi mengembara, orang-orang muda yang kesepian, seperti Kain! Dan Alkitab berkata

“Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain” (Yudas 11).

Itu adalah hal yang mengerikan dengan menjalani hidup sendirian, seperti yang Kain alami - seperti yang begitu banyak anak muda lakukan hari ini!

Itulah alasan kami mengatakan, “Mengapa kesepian? Pulanglah - ke gereja! Mengapa membiarkan diri terhilang? Pulanglah - kepada Yesus, Anak Allah! Allah berkata,

“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja” (Kejadian 2:18).

Itu sebabnya Allah memberi Adam seorang istri yang bernama Hawa. Dan istri Adam adalah gambaran dari gereja menurut The Scofield Study Bible. Komentarnya tentang Kejadian 2:23 mengatakan,

Hawa, tipe dari Geraja sebagai mempelai Kristus (catatan atas Kejadian 2:23).

Ini berarti bahwa istri Adalm adalah sebuah ilustrasi, atau gambaran, tentang jemaat lokal. Allah berfirman,

“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2:18).

Dan Allah memberikan kepada Adam seorang pendamping dan penolong. Dan dia adalah suatu gambaran, ilustrasi, “tipe” dari gereja lokal. Allah memberikan Hawa kepada Adam untuk menyembuhkan kesepiannya, dan Allah menempatkan gereja ini di sini untuk membantu menyembuhkan kesepian Anda! Gereja ini di sini untuk membantu menyembuhkan kesepian Anda!

“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, (Kejadian 2:18).

Dan “penolong” yang Allah telah berikan untuk menyembuhkan kesepian Anda adalah gereja ini! Saya tahu banyak gereja tidak dapat membantu Anda. Tetapi saya tidak berbicara tentang mereka. Saya sedang berbicara tentang gereja ini. Ini adalah sebuah gereja yang sangat memperhatikan anak-anak muda. Kami di sini ada untuk membantu Anda!

Jangan berkontribusi terhadap kesepian Anda sendiri dengan tinggal jauh dari gereja! Kembalilah Minggu depan! Kembalilah pada Sabtu malam! Kembalilah malam ini jika Anda bisa! Kami punya sesuatu bagi kaum muda beberapa malam dalam seminggu. Mengapa kesepian? Pulanglah ke gereja!

III. Namun, ketiga, Anda memiliki kesepian yang lebih mendalam.

Itu adalah kesepian yang dibicarakan oleh Hemingway ketika ia berkata,

Aku tinggal di sebuah kekosongan sesunyi radio ketika baterai mati dan tidak ada arus yang terhubung ke dalamnya.

Salah satu pemuda kita bercerita bahwa dia pernah membaca sebuah cerita oleh Hemingway untuk kelas kuliah yang dia ambil. Itu berjudul, “A Clean, Well Lighted Place.” Ini adalah tentang kesepian eksistensial manusia. Hemingway tahu semua tentang itu. Dia benar-benar mengetahui kesepian yang sedang menggerogoti karena terpisahnya alam semesta dari Allah. Dia tidak pernah mampu mengatasinya. Beberapa tahun kemudian dia bunuh diri. Filsuf Friedrich Nietzsche berkata, “Allah sudah mati.” Dia menjadi seorang ateis. Beberapa tahun kemudian ia menjadi gila. Dia tidak bisa hidup di dunia tanpa Allah, tanpa makna, tanpa pengampunan atau harapan.

Datanglah ke gereja ini, dan datang ke sini setiap minggu, Anda lihat, bahwa itu akan membantu menyembuhkan kesepian Anda karena memperoleh banyak teman. Tetapi bagaimana dengan kesepian Anda karena terpisah dari Allah? Salah satu tragedi terbesar dari abad kedua puluh satu adalah bahwa begitu banyak orang muda tidak benar-benar mengenal Allah. Dan tanpa Allah tidak ada harapan!

Ya, saya ingin Anda kembali ke sini ke gereja dan membangun pertemanan - tetapi saya juga ingin Anda menemukan Allah. Agustinus berkata, “Hati kami gelisah sampai mereka menemukan damai di dalam Engkau.” Seorang filsuf Prancis yang bernama Blaise Pascal mengatakan bahwa ada “tempat kosong bagi Allah” dalam hati kita. Yang dia maksudkan adalah bahwa ada tempat kosong dalam hati setiap manusia yang hanya bisa diisi oleh Allah.

Namun Alkitab mengajarkan bahwa Anda terpisah dari Allah oleh karena dosa Anda. Alkitab berkata,

“Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan… segala dosamu” (Yesaya 59:2).

Ada pemisahan antara Anda dan Allah yang disebabkan oleh dosa. Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden karena mereka berdosa. Dosa mereka memisahkan mereka dari Allah.

Alkitab mengajarkan bahwa Allah murka dengan Anda karena dosa-dosa Anda. Namun, pada saat yang sama, Dia mengasihi Anda. Allah marah dengan Anda karena dosa Anda, tetapi pada saat yang sama Allah mengasihi Anda. Itulah sebabnya Dia mengutus Yesus Kristus untuk mati di kayu Salib. Dia mati di kayu Salib itu untuk mendamaikan Allah kepada Anda. Allah tidak bisa begitu saja mengabaikan dosa Anda. Ia mengutus Yesus Kristus untuk membayar dosa-dosa Anda di kayu Salib, “Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus” (Roma 3:26). Allah yang murka hanya bisa didamaikan melalui pengorbanan Kristus di kayu Salib!

Itu bukanlah suatu kecelakaan sehingga Yesus mati di kayu Salib. Dia pergi ke sana dengan sukarela. Alkitab mengatakan bahwa, ketika tiba saatnya bagi Dia untuk disalibkan, “Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem” (Lukas 9:51). Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

“Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan...” (Matius 20:18-19).

Dia pergi ke sana pada tujuan, untuk mati di kayu Salib, sehingga dosa-dosa kita bisa diampuni - dan dicuci bersih oleh Darah yang Ia curahkan di sana!

Para penjaga datang dan menangkap Dia dalam kegelapan Getsemani. Mereka membelenggu Dia, mereka memukul wajah-Nya, mereka mencabut jenggot-Nya, mereka menyeret-Nya kepada gubernur Romawi, Pontius Pilatus. Mereka memukuli punggungnya sampai Ia hampir mati. Mereka menempatkan salib di bahu-Nya dan memaksa Dia memikulnya melalui jalan-jalan itu. Mereka memaku tangan dan kaki-Nya di atas kayu salib itu. Yesus memandang mereka dari Salib dan berkata,

“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34).

Hampir ajal-Nya, dipinta-Nya:
   “Dosa mereka ampunilah!”
Dalam sengsara Ia setia,
   Kasih-Nya tiada bandingnya.
Ku insaf kini, Yesus, aduhai
   Junjunganku disalib terpaku;
Berdarah luka, Membela kita,
   Ia mend’rita, Penebusku!
(“Blessed Redeemer” by Avis B. Christiansen, 1895-1985/
      terjemahan Nyanyian Pujian No. 73.).

Yesus telah mati di kayu salib, menanggung dosa-dosa Anda di dalam tubuh-Nya sendiri (lihat I Petrus 2:24). Langit menjadi gelap di tengah hari. Ketika Dia mati, gempa bumi yang dahsyat menyebabkan tanah bergetar. Tirai tebal yang memisahkan ruang maha kudus di Bait Allah terbelah dua. Kematian Kristus di kayu Salib membayar hukuman atas dosa kita. Darah yang Ia telah curahkan untuk membersihkan dosa kita memungkinkan kita untuk datang di hadirat Allah!

“Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus” (Ibrani 10:19).

Anda hanya dapat datang kepada Allah dengan memberikan dosa-dosa Anda disucikan oleh darah Anak-Nya, Yesus Kristus. Anda hanya dapat diperdamaikan dengan Allah dengan memberikan dosa-dosa Anda disucikan dengan Darah Kristus.

Jika Anda terlibat dalam gereja ini, beberapa orangtua Anda mungkin mengatakan kepada Anda bahwa Anda sedang membuang-buang waktu Anda. Saya memberitahu Anda bagaimana caranya belajar dan mendapat nilai baik di setiap kebaktian. Saya mengajarkan cara untuk mendapatkan nilai yang lebih baik. Tetapi beberapa orangtua akan mengatakan Anda harus tinggal di rumah dan belajar lebih banyak, sehingga Anda dapat menghasilkan lebih banyak uang ketika Anda lulus.

Betapa kasihannya Robin Williams, seorang komedian Amerika yang terkenal? Dia telah menghasilkan banyak uang lebih daripada siapa pun yang Anda tahu! Dia memiliki semuanya. Tetapi dia tidak memiliki gereja. Dia tidak memiliki Allah. Beberapa hari setelah dia bunuh diri istrinya mengungkapkan bahwa ia menderita penyakit Parkinson. Dia tidak bisa menghadapinya. Dia sendirian di rumah yang besar di daerah makmur di Marin County, di California Utara. Dia mengikat lehernya dengan ikat pinggang dan menggantung diri. Sungguh tragis! Saya mengasihi Robin Williams! Saya merasa sangat kasihan kepadanya sehingga saya menangis.

Beritahu orangtua Anda tentang itu! Anda dapat menghasilkan banyak uang, tetapi apa yang akan terjadi ketika berita buruk datang, karena itu akan datang kepada semua orang, cepat atau lambat? Apa yang akan terjadi jika Anda tidak memiliki teman Kristen untuk berpaling? Apa yang akan terjadi jika Anda tidak memiliki Allah untuk berpaling ke dalam Dia pada waktu kesesakan?

Kiranya Allah membantu Anda untuk melihat bahwa Anda perlu gereja, bahwa Anda membutuhkan teman-teman Kristen, bahwa Anda membutuhkan Yesus Kristus untuk mengampuni dosa Anda dan memberi Anda damai dengan Allah. Itulah alasan kami mengatakan, “Mengapa kesepian? Pulanglah - ke gereja! Mengapa terhilang? Pulanglah - kepada Yesus Kristus, Anak Allah.” Kiranya Allah memberkati Anda semua! Amin. Dr. Chan, silahkan memimpin kita dalam doa.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Mazmur 142:1-7.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Boulevard of Broken Dreams” (oleh Green Day, 2004)/
“It Is No Secret” (oleh Stuart Hamblen, 1908-1989).


GARIS BESAR KHOTBAH

PENGALAMAN KESEPIAN!

THE EXPERIENCE OF LONELINESS!

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Pandanglah ke kanan dan lihatlah, tidak ada seorangpun yang menghiraukan aku; tempat pelarian bagiku telah hilang, tidak ada seorangpun yang mencari aku” (Mazmur 142:4).

I.   Pertama, ada macam-macam kesepian yang berbeda-beda,
Kejadian 2:18.

II.  Kedua, Anda dapat berkontribusi pada kesepian Anda sendiri,
Kejadian 4:12; Yudas 11; Kejadian 2:18.

III. Ketiga, Anda memiliki kesepian yang lebih mendalam, Yesaya 59:2;
Roma 3:26; Lukas 9:51; Matius 20:18-19; Lukas 23:34;
I Petrus 2:24; Ibrani 10:19.