Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




MEREKA AKAN BERPUASA

(KHOTBAH NO 4 TENTANG KEBANGUNAN ROHANI)

THEN SHALL THEY FAST
(SERMON NUMBER 4 ON REVIVAL)
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 10 Augustus 2014

“Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa” (Lukas 5:35).


Yesus memanggil Matius sebagai murid-Nya. Kemudian Matius mengadakan pesta besar dirumahnya. “datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa” dan duduk bersama-sama dengan Yesus pada pesta itu (band. Matius 9:10). Orang-orang Farisi melihat itu dan bertanya mengapa Yesus makan dengan orang-orang berdosa seperti itu. Yesus berkata, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Matius 9:13). Yang Ia maksudkan ialah bahwa Ia tidak dapat untuk memanggil orang-orang yang berpikir bahwa mereka adalah orang benar. Ia datang untuk memanggil mereka yang tahu bahwa diri mereka adalah orang-orang berdosa.

Murid-murid Yohanes Pembaptis datang ke pesta itu untuk bertanya kepada Yesus. Mereka bertanya kepada-Nya mengapa mereka, dan orang-orang Farisi, sering berpuasa - tetapi murid-Nya sendiri tidak berpuasa. Yesus berkata,

“Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa” (Lukas 5:34-35).

Yang Yesus maksudkan adalah bahwa itu tidak cocok untuk murid-Nya untuk berpuasa - karena Ia masih di sana bersama dengan mereka. Dia menyebut diri-Nya “mempelai laki-laki” dan membandingkan pesta untuk pernikahan Yahudi. Tetapi Yesus berkata bahwa Ia akan segera “diambil dari mereka” (Lukas 5:35). Yang Dia maksudkan ialah bahwa Ia akan naik kembali ke surga - dan kemudian mereka akan berpuasa.

“Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa” (Lukas 5:34-35).

Selanjutnya, saya ingin Anda fokus pada kata-kata Kristus ini,

“pada waktu itulah mereka akan berpuasa” (Lukas 5:34-35).

Dr. John R. Rice berkata,

Waktu penderitaan mereka, penantian kuasa rohani dan penganiayaan mereka akan datang setelah [Yesus] diambil dari mereka, sehingga mereka akan berpuasa. [Kata-kata “mereka akan berpuasa”] menunjukkan bahwa para murid harus berpuasa selama waktu penantian sebelum Pentakosta setelah Yesus diambil dari mereka (Kisah Para Rasul 1:12-14). Paulus juga berpuasa, berdoa untuk kuasa Roh Kudus (Kisah Para Rasul 9: 9, 11, 17). Kemudian Barnabas, Paulus dan para pengkhotbah dan para pengajar lainnya berpuasa dan mereka berdoa dan menunggu di hadapan Allah, Kisah Para Rasul 13:1-3 (John R. Rice, D.D., King of the Jews, Sword of the Lord Publishers, 1980 edition, hlm. 144).

Alkitab mengutuk puasa yang dilakukan secara munafik, tetapi tidak pernah mengutuk puasa yang dilakukan dengan tulus. Alkitab dengan jelas mengatakan kepada kita bahwa Kristus sendiri berpuasa di padang gurun menjelang awal pelayanan-Nya (Matius 4:1, 2). Ketiga injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas) mencatat perkataan Yesus kepada kita, “Pada waktu itulah mereka akan berpuasa.” Kita masih hidup pada masa yang disebut “Pada waktu itulah” – oleh sebab itu perintah Kristus ini adalah bagi kita pada dispensasi sekarang ini – “pada waktu itu” adalah waktu di mana kita hidup sekarang ini. Dr. J. Vernon McGee berkata, “Hari ini puasa memiliki nilai riil... Puasa harus dilakukan dengan gagasan bahwa kita menundukkan diri di hadapan Allah karena kita membutuhkan rahmat-Nya dan pertolongan-Nya” (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983, volume IV, p. 53; catatan atas Matius 9:15).

Spurgeon berkata, “Doa dan puasa memiliki kuasa besar” (“The Secret of Failure”). Saya tahu itu adalah benar. Dalam kebangunan rohani pertama yang telah saya saksikan, orang-orang sampai lupa makan, mereka begitu terjebak dalam doa. Ratusan orang bertobat selama periode tiga tahun. Dalam kebangunan rohani ketiga yang telah saya saksikan, pengkhotbah berpuasa dan berdoa sepanjang hari sebelum Allah mencurahkan kebangunan rohani dalam kebaktian Minggu malam. Sekitar 500 orang bertobat, mulai malam itu dan terus selama sekitar tiga bulan. Saya tahu dari pengalaman pribadi bahwa Spurgeon benar ketika ia berkata, “Doa dan puasa memiliki kuasa besar.” Tetapi Dr. Martyn Lloyd-Jones mengatakan, “Seluruh subjek ini [puasa] tampaknya telah keluar dari kehidupan kita, dan keluar dari pemikiran seluruh Kekristenan kita” (Studies in the Sermon on the Mount, Eerdmans, 1987, hlm. 39). Dr. John R. Rice berkata, “Puasa adalah suatu seni yang telah hilang, begitu sedikit dilakukan, begitu sedikit diajarkan, sehingga kita perlu mempertimbangkan... apa arti puasa itu” (John R. Rice, D.D., Prayer – Asking and Receiving, Sword of the Lord Publishers, 1970 edition, hlm. 216). Berikut ini adalah beberapa hal yang Dr. Rice katakan tentang puasa.

1. Berpuasa berarti menempatkan Tuhan menjadi yang pertama. Ada kalanya kita harus berpaling dari segala sesuatu di dunia dan mencari wajah Tuhan. Waktu tersebut harus menjadi saat berpuasa dan berdoa.

2. Puasa berarti memberikan seluruh hati untuk berdoa dan menanti-nantikan Tuhan. Jadi puasa sesungguhnya menempatkan Tuhan menjadi yang pertama ketika seseorang berdoa, menantikan Tuhan lebih dari keinginan untuk makan.

3. Berpuasa berarti ketekunan dalam doa. Tidak ada gunanya berpuasa seperti menghukum diri, jika kita tidak berdoa. Puasa harus disertai dengan doa yang sungguh-sungguh dan khusuk.

4. Berpuasa menunjukkan ketulusan dan keyakinan seseorang bahwa Allah akan menjawab. Doa sering dilakukan secara dangkal dan tidak tulus. Itulah salah satu alasan mengapa banyak doa tidak dijawab. Puasa menunjukkan kepada Tuhan bahwa kita sangat serius menantikan jawaban doa kita dari-Nya (ibid., hlm. 218-220).


Kemudian Dr. Rice mendaftarkan beberapa hal yang kita dapat peroleh dari Allah melalui puasa dan doa (ibid., hlm. 220-227).

1. Pertolongan dalam suatu waktu kesesakan sering datang dari doa dan puasa. Waktu sedang menghadapi masalah adalah waktu yang baik untuk berdoa. Dan jika masalah ini benar-benar buruk, maka itu adalah waktu yang baik untuk berpuasa serta berdoa.

2. Kadang-kadang kita harus berpuasa dan berdoa untuk mengetahui apa yang salah, apa yang tidak berkenan kepada Allah.

3. Doa dan puasa sering membawa kemenangan atas dosa. Dalam kebangunan rohani pertama yang pernah saya saksikan, orang-orang muda mencari perkenanan Allah, bahkan mengakui dosa-dosa mereka secara terbuka satu sama lain. Itu kadang-kadang terjadi dalam kebangunan rohani. Kemenangan besar atas dosa datang kepada mereka, ketika kita berpuasa dan berdoa

4. Puasa dan doa membantu kita berdoa bagi orang lain. Jika Anda berdoa untuk orang lain agar dia diselamatkan, berdoa secara khusus untuk satu orang pada satu waktu, bukan hanya dengan doa umum, “Oh, Tuhan selamatkan seseorang.” Berpuasalah dan berdoalah untuk seseorang yang terhilang dengan menyebut namanya. Apakah Anda ingin berdoa untuk seseorang? Maka berpuasa dan berdoalah untuk orang tersebut sampai jawabannya datang dari Allah! Sebuah lagu lama mengatakan dengan sangat baik,


Apakah engkau berdoa sampai jawabannya datang?
Ada janji yang benar untuk jiwa engkau klaim;
Di tempat doa Yesus menunggu engkau,
Apakah engkau bertemu dengan-Nya di sana, Apakah engkau berdoa dengan tekun?
Apakah engkau berdoa sampai jawabannya datang,
Apakah engkau memohon dalam nama Juruselamat?
Apakah engkau berdoa dan berjuang [jauh ke dalam malam],
Apakah engkau berdoa sampai jawabannya datang?
      (“Have You Prayed It Through?” oleh Rev. William C. Poole, 1875-1949;
            diubah oleh Pendeta).

Ketika saya diselamatkan, pada awal tahun 1960-an, saya membaca John Wesley’s Journal hampir setiap hari. Ini seperti membaca Kitab Kisah Para Rasul. Ini bercerita tentang kebangunan rohani agung yang disebut “The First Great Awakening. ” Saya hanyalah seorang remaja, berusia sekitar 22 tahun pada waktu itu. Saya tidak tahu bahwa belum ada kebangunan rohani seperti itu selama seratus tahun. Saya berpikir, “Jika hal itu bisa terjadi pada zaman Mr. Wesley, maka Allah pasti bisa melakukannya kembali sekarang!” Ketidaktahuan saya membuat saya meragukan apakah Allah dapat mencurahkan kebangunan rohani ke gereja Cina di mana saya menjadi anggotanya. Saya berpuasa dan berdoa kiranya Allah mencurahkan kebangunan rohani. Saya berdoa untuk kebangunan rohani setiap Rabu malam pada kebaktian doa, di hadapan seluruh jemaat. Satu kali saya diminta oleh Murphy Lum untuk memohon berkat Allah atas makanan sebelum perjamuan makan. Saya berdiri dan berdoa selama sekitar sepuluh menit untuk kebangunan rohani! Saya duduk tanpa ingat untuk berdoa atas makanan tersebut! Saya harus membuat gangguan dari diri sendiri, berdoa untuk kebangunan rohani sepanjang waktu! Beberapa orang mengatakan, “Yah, dia hanya bocah. Dia akan menyerah kemudian!” Tetapi suatu pagi, di camp, sementara saya masih tidur, Allah menjawab doa saya! Saya tidak akan pernah melupakan kebangunan rohani yang mengguncang gereja itu, dengan ratusan orang muda China datang dan diselamatkan.

Setelah bertahun-tahun saya telah lupa bagaimana saya telah berdoa. Namun suatu hari Dr. Lum berkata kepada saya, “Bob, apakah kamu ingat bagaimana kamu berdoa sepanjang waktu untuk kebangunan rohani pada tahun 1960-an?” Kemudian saya mengingatnya. Dr. Lum berkata, “Bob, kamu telah memperoleh apa yang kamu minta!” Air mata menetes dari mata saya ketika saya menyadarinya, untuk pertama kalinya, saya telah “berdoa secara terus-menerus” untuk pencurahan Roh Allah!

Pada kesempatan yang lain, ada beberapa pemuda di seminari berdoa di kamar asrama saya memohon kiranya Allah mempertobatkan para profesor yang belum percaya atau menyingkirkannya. Banyak dari antara kami yang berpuasa dan berdoa demi hal itu terjadi. Terakhir kali pertemuan doa itu diadakan, lebih dari 100 mahasiswa berdesakan dalam kamar saya, yang kebanyakan di aula, dan di luar ruangan. Kira-kira sudah 35 tahun itu berlalu, dan saya lupa bagaimana kita berpuasa dan berdoa. Lalu suatu hari saya menemukan bahwa profesor liberal yang terakhir sudah pergi - dan setiap professor baru percaya Alkitab, dan sebagian besar dari mereka bahkan Reformed! Para pemuda yang datang ke kamar saya untuk berdoa setiap minggu telah berhenti berdoa! Namun Allah telah menjawab doa kami di atas dan melampaui apa yang kami pernah harapkan!

Apakah engkau berdoa sampai jawabannya datang,
Apakah engkau memohon dalam nama Juruselamat?
Apakah engkau berdoa dan berjuang [jauh ke dalam malam],
Apakah engkau berdoa sampai jawabannya datang?

Saya telah menunggu selama bertahun-tahun untuk mendapatkan seorang istri. Saya berusia lebih dari empat puluh tahun. Tidak ada seorangpun yang saya kenal yang bisa menjadi istri seorang pendeta. Jadi saya berdoa dan berdoa untuk seorang istri. Dan ya, saya bahkan berpuasa dan berdoa! Lalu suatu malam saya melihat ke seberang ruangan dan melihat Ileana. Dan Allah seolah-olah berkata, “Itulah orang yang kamu doakan!” Beberapa orang berkata, “Kau tidak akan menikah dengan gadis muda, kan?” Tetapi saya melakukannya. Dan dia telah menjadi istri yang sempurna bagi seorang pendeta - benar-benar sempurna! Saya telah berdoa terus menerus - dan Allah telah menjawab

Saya akan memberitahu Anda tiga hal lagi. Tak seorang pun berpikir bahwa ibu saya akan diselamatkan. Saya bahkan tidak berpikir dia akan diselamatkan. Saya terus berdoa untuknya, tetapi tidak ada harapan. Namun saya berdoa dan terus berdoa. Saya sering berpuasa dan berdoa untuk ibu saya supaya mau diselamatkan. Dia waktu itu sudah hampir berusia 80 tahun, dan tidak tampak sedikitpun yang menunjukkan dia mendekat untuk diselamatkan. Ileana dan saya berada di New York, di mana saya berkhotbah di beberapa pertemuan khusus. Saya ingat persis di mana saya berada waktu itu. Saya berpuasa dan berdoa untuk kebaktian malam itu. Pada satu titik, saya mulai berdoa untuk ibu saya agar diselamatkan. Tiba-tiba Allah berbicara kepada saya. Itu bukan suatu suara yang terdengar, tetapi hampir tampak seperti itu. Allah berkata kepada saya, “Ibumu akan diselamatkan sekarang.” Dengan air mata mengalir di wajah saya, saya menelepon Dr. Cagan yang berada di sini, di Los Angeles. Saya berkata, “Dokter, maukah Anda pergi dan memimpin ibu saya kepada Kristus?” Dia berkata, “Oh, saya tidak bisa melakukan itu!” – dia berkata seperti itu - karena Ibu marah padanya ketika ia pernah berbicara dengan dia sebelumnya. Saya berkata, “Pergilah Doc, Allah baru saja mengatakan kepada saya bahwa dia akan diselamatkan sekarang.” Singkat cerita, ia segera melaju untuk menemui ibu saya dan cukup mudah membawanya kepada Kristus! Anak-anak saya dapat memberitahu Anda bahwa itu mengubah hidupnya sepenuhnya! Dia ada di sini di gereja ini bersama dengan saya setiap malam, demikian sampai akhir hidupnya! Saya telah berdoa terus menerus untuk ibu saya! Oleh kasih karunia Allah, saya berdoa sampai jawabannya datang!

Berikut ini satu lagi. Ngomong-ngomong, semua ini adalah waktu berdoa dan berpuasa. Ya, puasa sangat menonjol dalam semuanya itu! Ketika istri saya sedang hamil, kami memiliki dokter yang sangat jorok, dokter yang buruk. Dia kemudian kehilangan lisensi untuk praktek kedokterannya. Kami pergi kepadanya untuk melakukan USG untuk melihat bayi kami. Ketika hasil USG selesai, dokter meminta kami untuk duduk dan memberitahu kami bahwa bayi kami cacat. Tetapi dia akan mengambil gambar lain dan memberi kami jawaban akhir pada hari Seninnya. Kami pulang ke rumah pada hari Jumat sore dan saya merasa hampir histeris memikirkan bayi kami yang cacat. Tetapi, karena sudah menjadi kebiasaan, saya berpuasa dan berdoa kiranya hal itu tidak akan menjadi kenyataan. Malam itu Allah datang kepada saya dalam mimpi. Itu sungguh benar, tanyakan kepada istri saya! Allah datang kepada saya dalam mimpi dan berkata, “Robert, istri kamu akan memiliki anak kembar - dan itu akan membuat dokter tersebut menjadi bingung.” Ketika kami bangun keesokan paginya, saya mengatakan Ileana, “Jangan khawatir. Kamu akan memiliki anak kembar.” Pada hari Senin kami kembali, dan dokter mempersilahkan kami untuk duduk lagi. Saya berkata, “Saya tidak perlu duduk. Dia akan memiliki anak kembar.” Dia berkata, “Bagaimana Anda tahu? Saya berkata, “Tuhan yang telah mengatakan kepada saya dalam mimpi pada Jumat malam yang lalu.” Jadi, dua putra kembar ini diberikan kepada kami, dalam keadaan utuh dan sehat, sebagai jawaban doa.

Berikut ini adalah yang terakhir. Saya bisa memberikan begitu banyak lagi, tetapi kita hanya punya waktu untuk ini. Itu adalah malam terakhir dari suatu konferensi Alkitab besar. Gereja itu penuh sesak, dan beberapa pengkhotbah yang paling terkenal di dunia berada di sana. Pendeta gereja itu telah meminta saya untuk memberikan khotbah akhir pada Minggu malam. Semua yang saya miliki hanyalah khotbah penginjilan sederhana. Pagi itu saya bertanya kepada seorang pemuda yang menjadi anggota gereja itu, kira-kira khotbah apa yang dia pikir harus saya sampaikan malam itu. Dia berkata, “Apa pun yang Anda sampaikan, jangan memberitakan khotbah penginjilan. Pendeta di sini telah berkhotbah khotbah penginjilan setiap hari Minggu, dan semua orang yang datang malam ini tentunya sudah diselamatkan. Jadi apa pun yang Anda sampaikan, jangan memberitakan pesan keselamatan malam ini!”

Saya kembali ke motel kami dan saya berkata kepada Ileana untuk membawa anak-anak ke suatu tempat sehingga saya bisa menghabiskan sore hari sendirian. Semua yang saya miliki bersama dengan saya hanyalah khotbah penginjilan yang sangat sederhana. Saya mondar-mandir di kamar. Saya berkeringat. Iblis mengatakan kepada saya bahwa saya akan membuat diri saya bodoh di depan semua pengkhotbah terkenal yang ada di sana. Saya berjalan mondar-mandir. Tak perlu dipertanyakan saya tentu saja berpuasa! Saya mencoba untuk mempersiapkan khotbah yang lain, tetapi saya tidak bisa. Tampaknya jelas bahwa saya harus memberitakan khotbah singkat penginjilan yang sederhana itu. Jadi saya berdoa kiranya Allah menarik dua atau tiga orang untuk “maju ke depan.” Saya berkata, “Tolong, Tuhan, jangan biarkan saya malu di depan semua pengkhotbah besar itu!” Kemudian Allah seolah-olah berkata, “Kamu berkhotbah untuk mereka, atau untuk Aku?” Kemudian saya berkata, “Tuhan, saya akan berkhotbah untuk-Mu, bukan untuk mereka. Saya tidak peduli jika saya membuat diri sendiri nampak seperti orang bodoh, saya akan berkhotbah untuk-Mu saja.”

Ketika Ileana dan anak-anak kembali, saya masih gemetar karena cemas sebelum kami tiba di gereja itu. Saya gemetar dan berkeringat ketika himne dinyanyikan. Kemudian pendetanya memperkenalkan saya, dan tiba-tiba saya menjadi setenang serasa saya sedang berada di gereja saya sendiri! Saya memberitakan khotbah itu dengan segenap kekuatan yang ada dalam diri saya.

Singkat cerita, sekitar 75 orang maju ke depan untuk diselamatkan malam itu, termasuk anak pendeta itu sendiri - yang adalah seorang pria yang masih terhilang yang sedang berusaha untuk menjadi seorang pengkhotbah - dan seorang pria tua, yang merangkak ke depan di gereja itu dengan tangan dan lutut sambil menangis, “Saya tersesat! Saya tersesat! Saya tersesat! Saya tersesat!” Tiga gadis remaja bangkit untuk menyanyi sebagai trio. Mereka mencucurkan air mata dan mengaku bahwa mereka juga masih terhilang. Kebaktian malam itu berlangsung sampai hampir pukul 23:00. Tidak ada yang bergerak. Mereka merasa ini adalah sesuatu yang tidak biasa. Putra Dr. Ian Paisley mengatakan kepada istri dan anak-anak saya, “Saya belum pernah melihat hal yang seperti ini.” Dia adalah putra dari seorang pengkhotbah terkenal di dunia. Kebangunan rohani telah datang ke gereja itu. Lebih dari 500 orang diselamatkan dan bergabung dengan gereja dalam beberapa minggu berikutnya.

Iblis telah berbicara melalui pemuda yang mengatakan, “Apa pun yang Anda sampaikan, jangan memberitakan khotbah penginjilan.” Tetapi Allah bisa membatalkan Iblis dan mengirimkan kebangunan rohani untuk menjawab doa-doa saya sore itu, saat saya berpuasa dan mencari pesan Allah.

Saudara-saudara yang terkasih, kita dapat memiliki kebangunan rohani. Itu adalah mungkin. Allah dapat melakukan dalam beberapa menit apa yang kita belum mampu lakukan selama bertahun-tahun! Bawa naskah khotbah ini pulang! Bacalah beberapa kali minggu depan. Ini akan meningkatkan iman Anda! Bergabunglah dengan kami untuk hari lain dari doa dan puasa Sabtu depan. Berdoa dan berpuasa agar kiranya Allah turun ke antara kita dan meninggikan nama-Nya yang kudus!

Yesus telah mati di kayu Salib untuk membayar penuh hukuman dosa Anda! Ia telah mencurahkan Darah-Nya di kayu salib untuk menyucikan Anda dari segala dosa! Dia telah bangkit secara fisik dari antara orang mati untuk memberikan hidup kepada Anda! Percayalah kepada Yesus dengan iman dan Dia akan menyelamatkan Anda - untuk selama-lamanya! Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Matius 9:10-15.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Have You Prayed It Through?” (oleh Rev. William C. Poole, 1875-1949; diubah oleh Pendeta).