Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




BERIKANLAH KEPADAKU KUASA ITU

(KHOTBAH NO 2 TENTANG KEBANGUNAN ROHANI)

GIVE ME THIS POWER
(SERMON NUMBER 2 ON REVIVAL)
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 27 Juli 2014

“Berikanlah juga kepadaku kuasa itu” (Kisah Rasul 8:19).


Kata-kata ini diucapkan pada waktu kebangunan rohani terjadi di Samaria. Tetapi saya tidak akan mengomentari tentang kebangunan rohani itu. Ini akan membawa pikiran kita jauh dari subjek yang teks kita sajikan kepada kita di sini. Dalam khotbah ini sudah cukup untuk mengatakan bahwa Filipus pergi ke Samaria dan memberitakan Kristus, dan pelayanan tersebut diikuti oleh kebangunan rohani yang luar biasa. Hampir semua orang di kota itu dipertobatkan.

Tetapi tidak demikian halnya dengan Simon si tukang sihir itu! Ketika Petrus datang membantu Filipus dalam kebangunan rohani tersebut, Simon datang kepada dia. Dan Simon berkata,

“Berikanlah juga kepadaku kuasa itu” (Kisah Rasul 8:19).

Ia bahkan menawarkan uang kepada Petrus untuk membeli kuasa tersebut! Petrus berkata kepadanya, “Kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan” (Kisah Rasul 8:23). Charles Simeon (1759-1836) berkata,

Simon nampak tulus ketika melakukan pengakuan imannya, dan karena itu Filipus membaptiskan dia... oleh karena itu orang Kristen sejati menganggapnya sebagai saudara, tetapi [Filipus] segera menemukan kemunafikan hatinya... dia masih, sama seperti sebelumnya, masih dalam keadaan duniawi [dalam kondisi tanpa pertobatan]. Oleh karena itu Petrus menunjukan kata-kata ini untuk dia... “Kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan”... [dalam] keadaan sebagai hamba dosa... [dalam] keadaan terkutuk karena dosa (Charles Simeon, Expository Outlines on the Whole Bible, Zondervan Publishing House, 1955 edition, volume 14, hlm. 339, 340).

Petrus meminta kepada Simon, “Bertobatlah dari kejahatanmu ini.” Namun Simon tidak bertobat. Ia tetap dalam keadaan sebagaimana ia sebelumnya. Ia berkata kepada Petrus,

“Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu” (Kisah Rasul 8:24).

Dr. McGee berkata,

Simon tidak meminta untuk diselamatkan. Dia tidak meminta doa untuk keselamatannya. Dia hanya meminta agar tidak ada hal-hal yang mengerikan terjadi padanya (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983, volume IV, hlm. 545; catatan untuk Kisah Rasul 8:24).

Dr. McGee berkata, “Ia tidak bertobat” (ibid., catatan atas Kisah Rasul 8:21). Sungguh menyedihkan, tulisan-tulisan kuno dari para bapa gereja mengatakan bahwa ia tidak pernah diselamatkan. Bahkan, mereka memberitahu kita bahwa ia menjadi pemimpin ajaran sesat Gnostik dan menjadi “musuh utama gereja” (The Reformation Study Bible, Ligonier Ministries, 2005, hlm. 1572; catatan atas Kisah Rasul 8:9). Ia terus percaya di dalam suatu “kuasa,” namun tidak di dalam Kristus itu sendiri. Sehingga ia berkata,

“Berikanlah juga kepadaku kuasa itu” (Kisah Rasul 8:19).

Bagaimana mengaplikasikan ini bagi kita hari ini?

I. Pertama, etos, atau karakter dari kepercayaan zaman kita adalah Pelagian dan Gnostik.

“Etos” yang saya maksudkan di sini adalah pemikiran tentang bagaimana seseorang diselamatkan. Dalam bukunya yang berjudul, Christless Christianity, Dr. Michael Horton mengatakan bahwa kebanyakan orang Amerika menggabungkan “penekanan Pelagian pada keselamatan diri dengan penekanan Gnostik pada pengalaman batin dan pencerahan” (Baker Books, 2008, hlm. 251). Ini berarti bahwa orang hari ini berpikir bahwa mereka dapat melakukan sesuatu untuk diselamatkan (Pelagianisme). Yang mereka butuhkan adalah mempelajari “rahasia” apa yang harus dikatakan atau dipikirkan (Gnostisisme).

Saya menyadari bahwa kita sedang terus-menerus berjuang melawan ajaran-ajaran sessat dalam gereja kita sendiri. Orang-orang yang datang dari dunia, dan bahkan mereka yang lahir dan dibesarkan di gereja ini, telah mendarah daging dalam diri mereka ide-ide dari Pelagianisme dan Gnostisisme.

Pergilah keluar di jalan dan berbicara dengan sepuluh atau lima belas orang, dan Anda akan melihat bahwa hal ini benar. Tanyakan apakah mereka adalah orang berdosa yang tak berdaya, dan setiap satu dari mereka akan memberitahu Anda bahwa mereka dapat melakukan sesuatu, atau berhenti melakukan sesuatu, yang akan menyelamatkan mereka. “Saya sedang berusaha melakukan yang terbaik yang saya bisa.” “Saya tidak lebih buruk daripada orang lain.” Anda akan mendengar itu sepanjang waktu. Mereka bahkan tidak tahu itu, tetapi ada nama untuk apa yang mereka yakini - Pelagianisme. Mereka berpikir seseorang bisa melakukan sesuatu, atau berhenti melakukan sesuatu, dan hal itu akan menyelamatkannya. Tentu saja, itu benar-benar bertentangan dengan apa yang Alkitab katakan. Alkitab berkata,

“Kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita” (Efesus 2:5).

“Pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka” (Efesus 4:18).

Dua ayat di atas menunjukkan bahwa manusia benar-benar telah rusak - hamba dosa, yang tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan diri dari perbudakan dosa - mati dalam dosa - dan karena itu pasti akan masuk Neraka. Apakah Anda tahu siapa pun dalam hidup Anda di luar gereja sana yang mempercayai itu? Saya tidak pernah menemuinya! Tak seorang pun, dalam masyarakat kita yang percaya bahwa mereka adalah hamba dosa. Bahkan gereja-gereja tidak memberitakan hal itu! Itulah sebabnya setiap orang yang terhilang, termasuk mereka yang dibesarkan di gereja, berpikir bahwa mereka bisa melakukan sesuatu, atau berhenti melakukan sesuatu, dan itu akan menyelamatkan mereka. Mereka adalah para Pelagianis. Mereka tidak tahu bahwa mereka adalah penjahat yang tanpa pengharapan dan tidak pernah memiliki kesempatan sedikit pun untuk memberikan kontribusi apapun untuk keselamatan mereka sendiri.

Kedua, mereka adalah Gnostik. Itu berarti mereka berpikir bahwa mereka bisa belajar sesuatu dan tercerahkan, dan menggunakan pengetahuan ini untuk diselamatkan. Kita melihat itu sepanjang waktu. Kami memiliki orang-orang yang datang ke gereja kami dan selama beberapa bulan, kadang-kadang bahkan bertahun-tahun, mencoba untuk mempelajari “rahasia” yang dapat mereka gunakan untuk mendapatkan Kristus untuk menyelamatkan mereka. Inilah yang Dr. Horton disebut “penekanan Gnostik pada pengalaman batin dan pencerahan.” Saya memberitahu mereka, berulang-ulang, bahwa mereka

“yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran” (II Timothy 3:7).

Tetapi mereka tidak percaya kepada saya. Mereka terus berpikir bahwa ada “rahasia” rumusan Gnostik yang mereka dapat pelajari untuk menjadi orang Kristen. Saya bahkan melihat orang menangis, dengan air mata mengalir di pipi mereka, mencoba untuk belajar, mencoba untuk mencari tahu, “rahasia” rumusan yang dapat mereka gunakan untuk diselamatkan! Baru-baru ini dua pemuda berpikir bahwa mereka telah “menemukan jawabannya.” Mereka berdua berkata, “Saya tidak melakukan apa-apa - jadi saya tahu bahwa saya telah diselamatkan.” Saya mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka dan menemukan bahwa, memang, mereka tidak melakukan apa-apa! Mereka berpikir bahwa itu adalah rahasia Gnostik untuk keselamatan. Saya mengatakan kepada mereka bahwa itu bukan doktrin Reformed, bukan doktrin Alkitab. Saya mengatakan kepada mereka bahwa itu ajaran sesat “quietisme,” yang ditentang dengan begitu keras dalam khotbah-khotbah Wesley dan Whitefield pada abad kedelapan belas. Saya mengatakan kepada mereka bahwa ada sesuatu yang harus mereka lakukan. Mereka harus percaya kepada Kristus. Alkitab membuatnya begitu sangat jelas,

“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” (Kisah Rasul 16:31).

“Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman” (Yohanes 3:18).

Tetapi mereka berdua pergi dengan wajah bingung, masih berpikir bahwa mereka bisa belajar “rahasia” Gnostik suatu hari nanti! Betapa itu menghancurkan hati saya! Yesus mengasihi mereka. Yang harus mereka lakukan adalah percaya kepada-Nya. Tetapi mereka terus mencari rumusan rahasia! Mereka memperlakukan Yesus seperti kekuatan atau kuasa, seperti Simon, yang mengatakan, “Berikanlah juga kepadaku kuasa itu” (Kisah Rasul 8:19). Simon kemudian menjadi Gnostik. Reformasi Study Bible berkata,

Gnostikisme (istilah dari kata Yunani gnosis, yang berarti “pengetahuan”) mengajarkan bahwa seseorang beroleh keselamatan bukan oleh anugerah kematian Kristus bagi orang-orang berdosa, namun melalui pengetahuan khusus... (The Reformation Study Bible, ibid.).

Ketika seseorang memperoleh pemikiran-pemikiran tersebut di kepala mereka, secara manusiawi tidak mugkin untuk mengeluarkannya. Mereka seperti orang-orang Katolik Hispanik yang berpikir tentang Kristus sebagai hakim (Cristo) daripada Juruselamat yang mengasihi! Seorang wanita Katolik yang sudah tua benar-benar keluar dari gereja ini dalam kemarahan ketika saya berkata bahwa Yesus bukan hakim, namun Juruselamat yang mengasihi! Ia mau terus menjadi takut akan Yesus dari pada mengubah pikirannya! Dan itulah cara kebanyakan kaum evangelikal hari ini! Mereka lebih baik terus memikirkan Yesus sebagai “kuasa” Gnostrik yang mereka dapat manipulasi melalui mempelajari rahasia-rahasia, dari pada memikirkan Dia sebagai Juruselamat yang akan seketika mengampuni dosa mereka jika mereka mau percaya kepada Dia! Betapa menyedihkan!

Dan, Anda tahu, itu adalah ajaran setan! Dr. Martyn Lloyd-Jones berkata,

Ada banyak kesempatan ketika [Iblis] berkonsentrasi pada orang-orang Kristen secara individu, atau secara kelompok Gereja Kristen, hampir atas negara-negara di berbagai kesempatan (The Christian Soldier, Ephesians 6:10-13, The Banner of Truth Trust, 1977, hlm. 302).

Saya percaya bahwa Amerika dan Barat berada di bawah kuasa Setan, dan bahkan gereja yang terbaik kita telah sangat dipengaruhi oleh doktrin setan. Rasul Paulus berkata,

“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan” (I Timothy 4:1).

Saya percaya bahwa pandangan Pelagian dan Gnostik, yang begitu lazim dalam Kekristenan evangelikal, sesungguhnya itu adalah – “ajaran setan-setan.”

Gerakan “Firman Iman” dipromosikan oleh nama-nama terkenal seperti T. D. Jakes, Benny Hinn, Joyce Meyer, dan Joel Osteen. Mereka menyebarkan injil kemakmuran ke seluruh dunia. Bahkan gereja-gereja Baptis kita sering tanpa menyadarinya dipengaruhi oleh mereka. Dr. Horton berkata bahwa ada “kemiripan antara injil kemakmuran dan Gnostikisme kuno (ibid., hlm. 67). Ia berkata bahwa banyak gereja sekarang mengkhotbahkan “kombinasi ajaran Pelagian tentang usaha menolong diri sendiri dan pengagungan pengetahuan diri Gnostik” (ibid., hlm. 68). “[Allah] memiliki beberapa aturan dan prinsip untuk memperoleh apa yang Anda ingin keluarkan dari hidup, dan jika Anda mengikutinya, Anda dapat memiliki apa yang Anda inginkan” (ibid.). Tentu saja itu adalah esensi dari Pelagianisme dan Gnostikisme. Itulah apa yang orang pada umumnya percaya – jika Anda mempelajari aturan-aturan, dan mengucapkan kata-kata yang benar, Anda memperoleh apa yang Anda inginkan – termasuk keselamatan.

Di akhir setiap siaran Joel Osteen memandang ke kamera dan berkata kepada para pemirsa TV,

Hanya katakan, “Tuhan Yesus, saya berpaling dari dosa-dosa saya. Masuklah ke dalam hati saya. Saya mau menjadikan Engkau Tuhan dan Juruselamat pribadi saya.” Saudara-sudari, jika Anda menaikkan doa sederhana itu, kami percaya Anda dilahirkan kembali.

Mr. Osteen memberikan khotbah tanpa Kristus dan doa di atas dengan tanpa menekankan Injil di dalamnya! Tidak menekankan Kristus yang mati sebagai pengganti orang-orang berdosa di kayu Salib, baik dalam khotbah ataupun dalam doa! Tidak menekankan Darah Kristus yang membersihkan dosa orang terhilang, baik dalam khotbah ataupun doa! Dengan kata lain, tidak ada penekanan Injil sama sekali (I Korintus 15: 1-4). Namun Osteen mengatakan, “Jika Anda mengucapkan doa itu, kami percaya Anda dilahirkan kembali.” Hanya ada dua kemungkinan - entah Osteen sepenuhnya adalah seorang dukun - atau (lebih mungkin) ia telah memberikan “pelajaran mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.”

Pelagianisme dan Gnostisisme telah disebarkan oleh Setan ke seluruh dunia - terutama di Amerika Serikat. Dan Anda mempercayainya! Itulah sebabnya Anda tidak diselamatkan!

II. Kedua, Anda harus diselamatkan dari dua pengajaran setan tersebut atau Anda tidak akan pernah diselamatkan!

Doktrin sesat pertama adalah Pelagianisme. Ini adalah ide bahwa Anda dapat melakukan sesuatu, atau berhenti melakukan sesuatu, dan dengan demikian Anda diselamatkan. Ini jelas-jelas bidat sehingga saya hampir malu untuk membicarakannya. Tetapi banyak dari Anda mendengarkan saya malam ini mempercayainya! Apakah Anda tidak membaca ayat-ayat ini dalam Alkitab?

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8, 9).

Tidak ada yang Anda lakukan dapat menyelamatkan Anda! Tidak ada! Tidak ada hal seperti Anda berhenti melakukan sesuatu dan melaluinya dapat menyelamatkan Anda! Tidak ada! Hanya ada satu hal yang diperintahkan untuk dilakukan oleh orang-orang berdosa dan terhilang, dan itu adalah,

“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” (Acts 16:31).

Anda berkata, “Tetapi itu begitu mudah!” Ya, tetapi itu adalah satu hal yang tidak akan dilakukan oleh orang berdosa yang masih terhilang - tidak peduli betapa Anda meminta dia! Tidak peduli seberapa sering Anda mengkhotbahkan itu! Orang berdosa yang terhilang menolak Kristus dan melakukan sesuatu yang lain. Ia begitu percaya pada kemampuannya sendiri (Pelagianisme) sehingga ia akan menolak untuk percaya pada Yesus setiap kali. Sebaliknya, ia akan percaya pada ayat Alkitab, atau atribut Yesus, tetapi bukan Yesus itu sendiri. DIA TIDAK AKAN PERCAYA YESUS SENDIRI! Mengapa? Karena Pelagianisme adalah sebuah kebohongan, itu sebabnya! Tanpa kasih karunia Allah orang berdosa yang terhilang tidak akan pernah datang kepada Yesus dan hanya percaya kepada-Nya! Dia akan menolak Yesus itu sendiri setiap kali - karena dia benar-benar bobrok!

“Sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa” (Efesus 2:1).

Doktrin sesat kedua adalah Gnostisisme. Hal ini ditandai dengan gagasan bahwa Allah adalah suatu kekuatan impersonal atau kuasa yang dapat dimanipulasi atau “digunakan” oleh mereka yang memiliki pengetahuan khusus (kata Yunani “gnosis” berarti “pengetahuan”). Ide ini merasuk ke dalam semua denominasi melalui pemikiran injili populer. Dr. Horton mengatakan bahwa injili Gnostisisme membawa kita “untuk melihat ke dalam diri kita sendiri untuk menciptaan berhala dari imajinasi kita sendiri sehingga kita dapat memanipulasi dan mengontrolnya” (ibid., hlm. 167).

Orang-orang muda hari ini melakukan hal tersebut tanpa menyadarinya. Mereka membuat Yesus menjadi “kekuatan” imajiner yang mereka dapat manipulasi. Bukankah itu persis seperti apa yang Simon si penyihir itu lakukan? Dia berkata, “Berikanlah juga kepadaku kuasa itu” (Kisah Rasul 8:19). Jadi Allah hanya suatu “kekuatan” yang bisa diberikan atau diterima oleh seseorang.

Penekanan Gnostik ini menyebabkan “sihir putih.” Dalam ilmu hitam seorang penyihir menggunakan kata-kata tertentu untuk mengontrol dan memanipulasi roh-roh jahat. Dalam apa yang disebut “sihir putih” si penyihir menggunakan kata-kata tertentu, mantera atau doa-doa untuk mengontrol dan memanipulasi roh yang baik - bahkan Allah. Perhatikan bahwa “doa orang berdosa” Joel Osteen benar-benar sebuah mantra sihir putih

,

Hanya katakan, “Tuhan Yesus, saya berpaling dari dosa-dosa saya. Masuklah ke dalam hati saya. Saya mau menjadikan Engkau Tuhan dan Juruselamat pribadi saya.” Saudara-sudari, jika Anda menaikkan doa sederhana itu, kami percaya Anda dilahirkan kembali.

Jika Anda mengucapkan kata-kata ini, kuasa mengalir ke dalam hati Anda! Anda dapat membuat diri Anda dilahirkan kembali dengan mengucapkan kata-kata itu! Ini adalah murni Gnostisisme! Itu adalah murni sihir putih! Mengucapkannya dan mengklaimnya! Itulah pesan dari Firman Iman! Mengucapkannya dan mengklaimnya! Ini semua melalui evangelikalisme, dan itu adalah sihir putih! Ingat bahwa Simon adalah seorang tukang sihir, seorang penyihir (Kisah Para Rasul 8: 9), salah satu bapak dari Gnostisisme! Jadi dia berkata, “Berikanlah juga kepadaku kuasa itu.”

Konklusi

Yesus Kristus bukanlah suatu “kuasa” yang dapat Anda kendalikan, atau manipulasi, atau gunakan! Dia adalah seorang manusia, dalam daging manusia. Dia telah mati di kayu Salib untuk membayar penghukuman dosa Anda. Anda tidak dapat “mencari tahu” atau “mempelajari” bagaimana “mendapatkan” Dia untuk menyelamatkan Anda! Anda dapat mencoba untuk mempelajari “rahasia” tentang bagaimana untuk diselamatkan selama sisa hidup Anda - tetapi Anda masih akan terhilang, seperti Simon si Penyihir. Anda harus datang kepada Kristus sebagai orang berdosa yang tidak bisa “memahami” ini. Anda harus jatuh di hadapan-Nya dan percaya kepada-Nya. Anda harus diselamatkan dari dosa oleh Kristus yang tersalib! Anda harus disucikan dari dosa Anda dengan Darah-Nya yang berharga. Tidak ada cara lain untuk diselamatkan dari dosa! Tidak ada lagi untuk belajar! Tidak ada “kunci rahasia” atau kata-kata khusus untuk belajar! “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat” (Kisah Rasul 16:31).

Mengapa Anda tidak percaya kepada Yesus? Jawabannya sangat sederhana. Anda belum pernah diinsafkan akan dosa! Dosa Anda tidak pernah mengganggu Anda dan terus membuat Anda tidak bisa tidur di malam hari! Hati Anda yang penuh dosa tidak pernah tampak menjijikkan bagi Anda!

Tanpa keyakinan hati yang penuh dosa tidak akan ada pertobatan sejati. Sampai seseorang menjadi sangat terganggu karena hatinya yang penuh dosa, ia tidak akan pernah melihat kebutuhannya akan Yesus.

Jadi, kami berdoa untuk datangnya kebangunan rohani dan pertobatan sejati. Tetapi apa poin yang kita tekankan dalam doa-doa kita? Apakah kita hanya berdoa, “Ya Tuhan, bawalah lebih banyak orang untuk masuk” - atau “Oh Tuhan, kirimkanlah kebangunan rohani”? Jika itu doa kita, maka kita tidak berdoa untuk hal yang tepat yang kita butuhkan. Kita hanya berdoa dengan doa umum yang kabur. Allah memberikan apa yang Anda minta dalam doa. Jika doa itu umum saja, biasanya Anda tidak akan mendapatkan apa-apa! Mari kita berdoa untuk satu hal yang paling dibutuhkan – keinsafan dari hati yang penuh dosa. Katakan itu bersama dengan saya – “keinsafan dari hati yang penuh dosa.” Itu saja! Itulah yang paling kita butuhkan! Itulah yang kita butuhkan untuk Roh Allah lakukan! Sebelum Anda diinsafkan karena memiliki hati yang penuh dosa, Injil akan tampak kabur dan tidak jelas! Tidak nyata!

Kami akan berpuasa dan berdoa untuk itu Sabtu depan sampai pukul 17:00. Kemudian kita akan datang ke sini ke gereja untuk berdoa dan makan bersama. Itulah apa yang kita perlukan, yaitu berpuasa dan berdoa – “keinsafan dari hati yang penuh dosa.” Ketika Allah melakukan itu, kita akan melihat lebih banyak orang percaya kepada Yesus! Ketika itu terjadi kepada sejumlah orang sekaligus kita akan memiliki kebangunan rohani! Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Kisah Rasul 8:18-24.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Depth of Mercy! Can There Be?” (oleh Charles Wesley, 1707-1788; diubah oleh Pendeta).


GARIS BESAR KHOTBAH

BERIKANLAH KEPADAKU KUASA ITU

(KHOTBAH NO 2 TENTANG KEBANGUNAN ROHANI)

GIVE ME THIS POWER
(SERMON NUMBER 2 ON REVIVAL)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Berikanlah juga kepadaku kuasa itu” (Kisah Rasul 8:19).

(Kisah Rasul 8:23, 24)

I.   Pertama, etos, atau karakter dari kepercayaan zaman kita adalah Pelagian dan Gnostik, Efesus 2:5; 4:18; II Timotius 3:7; Kisah Rasul 16:31; Yohanes 3:18; I Timotius 4:1.

II.  Kedua, Anda harus diselamatkan dari dua pengajaran setan tersebut atau Anda tidak akan pernah diselamatkan! Efesus 2:8, 9; Kisah Rasul 16:31; Efesus 2:1; Kisah Rasul 8:9.