Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




MEMBERITAKAN KEKAYAAN KRISTUS YANG
TIDAK TERDUGA

PREACHING THE UNSEARCHABLE RICHES OF CHRIST
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 4 Mei 2014
A sermon preached at the Baptist Tabernacle of Los Angeles
Lord’s Day Morning, May 4, 2014

“Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu” (Efesus 3:8).


Semakin tua usia saya semakin saya mengasihi Rasul Paulus. Dia adalah seorang yang rendah hati, dan ia membuka bagi kita harta Kristus. Dalam teks kita ia mengatakan ia adalah “yang paling hina di antara segala orang kudus.” Paulus selalu memandang kerasulannya dengan sangat rendah hati. Dalam I Korintus 15:9 dia berkata bahwa dia adalah yang paling hina dari semua rasul sebab ia “telah menganiaya Jemaat Allah” sebelum pertobatannya. Dia mengulangi itu dalam I Timotius 1:12, 13.

Tetapi kemudian Paulus mengatakan bahwa kasih karunia yang diberikan kepadanya adalah memberitakan “kekayaan Kristus, yang tidak terduga.” Kenneth Wuest menunjukkan bahwa kata “tidak terduga” diterjemahkan dari kata Yunani yang berarti, “yang tidak dapat ditelusuri.” Dengan demikian Kekayaan Kristus dapat dikatakan tak terduga, “sebagai hal yang tidak dapat sepenuhnya dipahami oleh manusia” (Kenneth S. Wuest, Ph.D., Wuest’s Word Studies, Eerdmans, 1975, volume I, hlm. 84).

Selama bertahun-tahun saya diajar oleh para pendeta dan guru yang baik bahwa saya tidak harus hanya memberitakan Injil, atau jemaat saya akan menjadi orang Kristen yang dangkal. Saya mempercayai itu untuk waktu yang lama – sebelum akhirnya saya diberi satu set lengkap khotbah Spurgeon. Setelah membaca khotbah-khotbah Spurgeon untuk sementara waktu, saya mulai kagum pada kedalaman khotbahnya tentang Kristus. Jadi saya pikir saya akan mencoba untuk memberitakan Injil dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari berbagai sudut, seperti yang Spurgeon pernah lakukan. Saya ingat ketika saya berpikir, “Saya tidak akan bisa melakukan ini terlalu lama. Saya akan kehabisan bahan, dan jemaat kita akan mulai bosan.”

Betapa salahnya saya karena pernah berpikir begitu! Saya telah memberitakan Injil pada kebaktian Minggu pagi maupun Minggu malam selama beberapa tahun sekarang. Dan rasanya saya baru menggaruk permukaannya saja! Sekarang saya tidak berpikir bahwa saya akan pernah kehabisan bahan khotbah, karena saya sekarang memberitakan kekayaan Kristus yang tak terduga, yang tak sepenuhnya terselami, yang “tidak akan Anda pernah temukan dasarnya”! Tolong! Ada begitu banyak orang yang mengatakan bahwa kekayaan Kristus tidak akan pernah mampu selesai dibahas - tidak dalam seratus tahun!

Apakah terus-menerus mendengar Injil Kristus membuat jemaat kita menjadi dangkal – sebagaimana yang pernah mereka beritahukan kepada saya? SECARA MUTLAK TIDAK! Kita memiliki beberapa orang Kristen terbaik yang Anda akan temukan di mana saja di dunia! Ini bukan bualan. Ini kebenaran! Kita memiliki beberapa orang Kristen terkuat di dunia saat ini. Dan mereka telah dipertobatkan oleh pemberitaan Injil. Mereka diberi makan khotbah Injil. Dan mereka bertumbuh kuat karena pemberitaan Injil! Saya sekarang mulai memahami apa yang dimaksudkan Paulus ketika dia mengatakan,

“Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” (I Korintus 2:2).

Kita diselamatkan oleh iman dalam Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Kita bertumbuh dalam kasih karunia oleh iman dalam Kristus yang disalibkan. Kita dikuduskan oleh iman dalam Kristus yang disalibkan. Kristus adalah “Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang” (Wahyu 1:8). Kristus adalah “yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan” (Ibrani 12:2). Seperti yang telah saya khotbahkan tadi malam, Kristus “...membenarkan dan menguduskan dan menebus kita” (I Korintus 1:30). Karena seluruh lingkup penebusan, pengudusan, dan pemuliaan kita terletak di dalam Kristus - benar-benar tidak banyak lagi yang perlu kita khotbahkan selain itu! Mr. Griffith baru saja menyanyikan sebuah lagu Jerman klasik yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris,

Di pagi yang cerah, Hatiku bermadah: Puji Yesus Kristus!
Dalam kebaktian, Atau pekerjaan,
Puji Yesus kristus!

Ketenangan rohku hanya di dalam Dia,
Puji Yesus Kristus!
Ketika pikiran jahat menekan, dengan ini kulindungi dadaku,
Puji Yesus kristus!

Hai bangsa s'kalian, Suaramu padukan: Puji Yesus Kristus!
Seluruh dunia mengumandangkannya:
Puji Yesus Kristus!

Seumur hidupku, Tetap nyanyianku: Puji Yesus Kristus!
Di surga yang baka, Lagu yang terindah:
Puji Yesus Kristus! Amin
(“May Jesus Christ Be Praised,” penulis tidak dikenal; diterjemahkan dari
     bahasa Jerman oleh Edward Caswall, 1814-1878).

Atau seperti lagu yang dinyanyikan Mr. Griffith malam yang lalu,

Yesus Kristus ada untukku, Semua yang kuperlukan, semua yang kuperlukan.
   Hanya dia satu-satunya permohonanku, Hanya Dia yang ku kuperlukan.
Hikmat, kebenaran dan kuasa, Kesucian,
   Penebusanku penuh dan cuma-cuma, Hanya Dia yang kuperlukan!
(“All I Need,” pengarang tidak dikenal; copyright 1965 oleh Dr. John R. Rice
      dalam “Revival Specials No. 2”).

Ketika saya mengambil proyek mencoba untuk memberitakan Injil dari berbagai sudut, saya takut bahwa khotbah saya akan memiliki sedikit daya tarik di Internet. Tetapi saya telah didorong oleh begitu banyak orang yang sekarang membaca khotbah-khotbah saya. Misalnya, bulan lalu ada 100.989 “hits” di website kami, dan kami telah memiliki banyak e-mail yang membuat kami bersemangat. Salah satu misionaris di Indonesia mengirim pesan berikut kepada saya bulan lalu, pada kesempatan ulang tahun ke-73 saya. Saya ragu untuk membacakannya bagi Anda karena mungkin tampak saya sedang membual. Tetapi bagi saya itu begitu indah sehingga saya harus berbagi. Bahasa Inggris bukan bahasa pertamanya. Dia berbicara dalam bahasa Indonesia. Jadi saya tahu dia mengambil banyak waktu untuk menulis ucapan yang menarik ini.

Khotbah-khotbah Anda memiliki tema berulang seperti simfoni, seperti Simfoni Kelima Beethoven. Tema terjadi lagi dan lagi. Pentingnya khotbah tentang Darah dan penebusan Kristus, dan pertobatan, muncul lagi dan lagi dalam khotbah Anda. Anda juga berkhotbah melawan “decisionisme” dan penyesatan di gereja-gereja hari ini lagi dan lagi. Tema-tema ini berulang-ulang seperti Simfoni Kelima Beethoven. Itu muncul lagi dan lagi dan lagi.
     Khotbah Anda bergema di telinga kami dan mengingatkan kami lagi dan lagi bahwa kehidupan dan kesempatan akan segera berlalu. Oleh karena itu kita harus terus memberitakan Kristus selagi kesempatan masih ada. Hidup dan kesempatan kita laksana daun kering yang terlepas dari batangnya, terbebas dari belenggu dan terbang menikmati kebebasan, meliuk-liuk mengikuti irama tarian sang bayu kemudian jatuh selamanya dan membusuk. Saat ini kita melihat dan menikmati kebebasan, namun waktu ini akan segera berlalu dan kebebasan akan pergi, hingga kita sadar bahwa hidup kita tidaklah produktif lagi dan kita kehilangan kesempatan untuk bekerja bagi Tuhan.
     Khotbah Anda bergema di telinga kami dan mengingatkan kami lagi dan lagi untuk menjadi pelaku Firman dan bukan hanya sekedar pendengar, menjadi pelaku dalam memberitakan Injil Kristus. Hidup dan kesempatan kita laksana pelangi dengan indah warna-warninya yang membuat mata kagum dan terpana memandanginya, namun belum sempat tangan menggapai, angin badai meniup dan menerbangkan segala keindahan dan eksistensinya. Kita sering melihat kesempatan yang luar biasa untuk memberitakan Injil, tetapi kita hanya kagum dan hanya menatap keindahan itu. Ketika kesadaran menghampiri kita, kesempatan yang indah telah berlalu dan tidak ada yang tersisa selain kekosongan. Waktu yang diberikan kepada kita untuk menjangkau jiwa-jiwa yang masih terhilang adalah sekarang. Meskipun ada banyak kendala, masih ada banyak yang terbuka. Dari antara mereka yang menolak khotbah kita, pasti akan selalu ada beberapa orang yang menerima Kristus.
     Khotbah Anda bergema di telinga kami dan mengingatkan kami lagi dan lagi untuk menyadari bahwa kekuatan kita untuk bekerja akan segera melemah. Hidup dan kesempatan kita laksana ombak menderu, bergulung-gulung disertai suara gemuruh menggetarkan setiap jiwa yang hendak menantangnya, namun kekuatannya segera sirna dan berubah menjadi desiran ombak kecil nan lembut tatkala menyentuh bibir pantai – sama seperti seperti semangat kita untuk bekerja yang tidak stabil sepanjang waktu. Kadang-kadang kita sangat bersemangat, tetapi sering kita merasa putus asa dan meninggalkan pekerjaan. Sementara Roh membakar di dalam jiwa kita, biarkan api itu terus mengobarkan semangat kita untuk memberitakan Injil dan semangat kita untuk melayani. Khotbah Anda bergema di telinga kami dan menginspirasi kami, seperti yang dikatakan Rasul Paulus, “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan” (Roma 12:11).
     Khotbah-khotbah Anda selalu mengingatkan kami bahwa Firman Allah berkata, “Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi” (Mazmur 103:15-16).
     Terimakasih untuk khotbah-khotbah Anda. Terimakasih untuk semangat yang selalu Anda berikan, mendorong kami untuk terus memberitakan Injil. Terimakasih untuk semua yang Anda lakukan bagi Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
     Selamat ulang tahun, Pastor. Tuhan memberkati Anda dan keluarga Anda serta seluruh anggota jemaat Anda.
     Anakmu di dalam Pelayanan,
     Edi

Pesan yang tulus tersebut dikirim kepada saya oleh seorang misionaris yang setia di Indonesia. Itu menyentuh hati saya, dan saya ingin berbagi dengan Anda. Ya, kita harus terus memberitakan pesan Injil. Dan kita harus kerja dengan semangat untuk memberitakan “kekayaan Kristus yang tidak terduga.”

Saya percaya bahwa setiap orang Kristen perlu mendengar Injil sesering mungkin. “Kekayaan Kristus yang tidak terduga” tidak hanya diberikan untuk orang-orang yang belum percaya. Bahkan, Surat Efesus ditulis untuk “orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus” (Efesus 1:1). Rasul Paulus memberikan banyak poin Injil dalam surat besar ini. Ini adalah salah satu kitab dalam Alkitab favorit saya karena memuliakan Yesus begitu baik, dan memberitakan Injil begitu jelas. Dan Rasul ini mendorong orang-orang Kristen dengan mengingatkan mereka apa yang Yesus telah lakukan untuk menyelamatkan mereka. Berikut adalah dua ayat favorit saya.

“Bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus” (Efesus 2:12-13).

Setiap orang Kristen perlu mendengar Injil berulang-ulang. Kita perlu diingatkan bahwa kita tidak memiliki harapan, dan tanpa Allah di dalam dunia. Kita perlu diingatkan bahwa kita “menjadi "dekat" oleh darah Kristus.”

Saya telah membaca khotbah yang begitu indah oleh Pendeta Warren Peel, pendeta dari gereja Trinity Presbyterian Church di Newtownabbey, Irlandia Utara. Dalam khotbah yang dicetak dalam Banner of Truth Magazine Rev. Peel menunjukkan bahwa semua orang Kristen, bahkan pendeta, perlu mendengar Injil sesering mungkin. Dia mengatakan, “Kita harus mendengar Injil dan mempercayai itu setiap hari dalam hidup kita” (Banner of Truth Magazine, Agustus/September 2013, hlm. 4). Wow! Dia mengatakan itu kepada para pengkhotbah dalam sebuah konferensi Alkitab! “Kita harus mendengar Injil dan mempercayai itu setiap hari dalam hidup kita.” Itu hal yang baik, pendeta! Terima kasih karena mengatakan itu! Ketika saya membaca khotbahnya, saya menuliskan delapan alasan mengapa orang Kristen yang telah dilahirkan kembali perlu mendengar Injil sesering mungkin, dan memikirkannya setiap hari! Berikut ini adalah delapan poin tersebut. Poin-poin tersebut tidak diberikan dalam urutan tertentu. Poin-poin ini hanya apa yang saya pikirkan. Mungkin Anda akan berpikir lebih. Berikut adalah daftar alasan mengapa orang Kristen perlu mendengar khotbah Injil.


1. Injil membebaskan kita dari rasa bersalah. (Pastor Peel memberikan poin itu dalam pesannya).

2. Injil memberi kita harapan untuk masa depan - karena Kristus bangkit dari antara orang mati dan akan datang kembali!

3. Injil memberikan kelegaan kepada kita. (Yesus berkata, “Aku akan memberikan kelegaan kepadamu,” Matius 11:28).

4. Injil memberikan kita kuasa atas Setan. (“Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,” Wahyu 12:11).

5. Injil memberikan kita jaminan doa. (“Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,” Ibrani 10:19).

6. Injil memberikan kita kekuatan pada saat mengalami penderitaan. (“Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya,” I Petrus 5:10).

7. Injil memberikan kepada kita kekuatan melakukan hal yang sebelumnya tak terpikirkan dapat kita lakukan. (“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku,” Filipi 4:13).

8. Injil memberikan keyakinan kepada kita bahwa kita akan bertumbuh di dalam kasih karunia. (“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus,” Filipi 1:6).


Beberapa minggu yang lalu saya mengkhotbahkan sebuah khotbah dengan tema “My Early Life.” Saya menjelaskan tentang beberapa kesulitan yang saya pernah lalui sebagai orang muda. Iblis memutar-balikan pesan itu dalam pikiran seorang pemuda. Kemudian pemuda itu berkata kepada saya bahwa dia takut untuk percaya Yesus karena ia takut akan melalui semua kesulitan yang sama. Lihat bagaimana Iblis memutarbalikan hal itu! Poin khotbah saya adalah bahwa Tuhan Yesus Kristus memberikan saya kekuatan untuk melewati semua hal itu. Dan Kristus juga akan memberi Anda kekuatan untuk menghadapi tantangan hidup Anda! Bertobatlah dari dosa Anda, dan percayalah kepada Yesus! Dia akan membasuh dosa-dosa Anda dengan Darah-Nya dan memberikan kehidupan baru dan lebih baik daripada yang Anda akan pernah miliki tanpa Dia! Berikut adalah lagu saya saat saya belajar menyanyi ketika masih kanak-kanak,

Aku bertekad Kristus kut'rima,
   Dosa kutinggalkan;
Tuhanlah Jalan dan Kebenaran
   Serta Kehidupan
S'karang aku datang,
   Ku bebas dan senang;
Yesus Mahamulia;
   S'karang ku datang
(“I Am Resolved” oleh Palmer Hartsough, 1844-1932/
      Nyanyian Pujian No. 130).

Berbaliklah dari dosa Anda dan percayalah kepada Yesus hari ini! Anda tidak akan menyesal! Dan kemudian pikirkan tentang Injil setiap hari selama sisa hidup Anda. Yesus telah mati di kayu Salib untuk membayar penghukuman dosa Anda. Yesus mencurahkan Darah-Nya untuk menyucikan kita dari segala dosa. Yesus bangkit secara fisik dari kematian untuk memberi kita hidup! Berpalinglah dari dosa dan percayalah kepada-Nya! Anda tidak akan menyesal!

Jika Anda ingin berbicara dengan kami tentang bagaimana percaya kepada Yesus, dan menjadi orang Kristen sejati, silahkan tinggalkan kursi Anda sekarang dan berjalan ke bagian belakang auditorium ini. Dr. Cagan akan membawa Anda ke ruangan lain di mana kita bisa berdoa dan berbicara. Dr. Chan, silahkan berdoa kiranya seseorang akan percaya Yesus pagi ini. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Efesus 3:1-8.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“May Jesus Christ Be Praised” (pengarang tak dikenal; diterjemahkan oleh Edward Caswall, 1814-1878).