AJARAN SETAN-SETAN

(DOCTRINES OF DEMONS)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Malam, 4 Juli 2010

“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka” (I Timotius 4:1-2).


Dalam pengantarnya untuk buku Dr. Merrill F. Unger yang berjudul Biblical Demonology (Kregel Publications, 1994 edition), Dr. Wilbur M. Smith berbicara tentang Bapa-bapa Gereja mula-mula, dan apa yang mereka tulis tentang iblis. Dr. Smith berkata,

Pada empat abad pertama dari Gereja Kristen, mereka para teolog besar, banyak dari antara mereka yang melihat jauh ke dalam Firman Allah, menulis secara ekstensif tentang kuasa iblis (Unger, ibid., hal. vii).

Dr. Smith mengutip Justin Martyr (103-165) yang dengan keras menentang mitologi para penyembah berhala yang berasal dari tipu daya iblis. Dr. Smith juga mengutip Lactantius (240-320) yang berkata bahwa setan-setan adalah,

Para penemu astrologi, dan peramal, dan ramalan... dan seni magis, dan apapaun praktek jahat yang dilakukan orang-orang ini, baik secara terbuka maupun secara rahasia... Ini adalah mereka yang mengajar orang untuk membuat gambar dan patung-patung, yang, supaya mereka dapat membalikkan pikiran orang dari penyembahan kepada Allah yang benar, yang menyebabkan [gambar-gambar] para raja yang mati ditegakkan dan dikultuskan, dan dengan nama alias mereka sendiri (Unger, ibid.).

Kemudian Dr. Smith mengutip Augustinus (354-430) yang “menentang keras kuasa mengerikan dari iblis baik pada zaman sebelumnya maupun zaman-zaman yang akan datang” (ibid., hal. viii). Dr. Smith mengutip dari The City of God, yang mana di dalamnya Augustinus mengajukan pertanyaan ini,

Roh apa yang dapat, yang mana oleh inspirasi tersembunyi mengacaukan kebobrokan manusia, dan membawa mereka kepada perzinahan… kecuali ini ada yang sama yang menemukan kesenangan di dalam misalnya upacara-upacara keagamaan, memasukannya dalam kuil-kuil berhala dari setan-setan… yang berbisik secara rahasia dalam pertakaan-perkataan yang sepertinya benar menyesatkan beberapa orang yang baik, dan… menarik jutaan orang yang jahat? [Agustinus melanjutkan dengan mengatakan bahwa Kekristenan, satu-satunya agama yang benar] yang dapat menyatakan bahwa illah-illah dari bangsa-bangsa adalah murni setan-setan, yang inggin dianggap sebagai allah… cemburu terhadap pertobatan jiwa-jiwa manusia kepada Allah yang benar (Unger, ibid.).

Dr. Smith kemudian mengatakan, di dalam pengantarnya untuk buku Dr. Unger, bahwa demonologi telah diremehkan, dan bahkan dilupakan, di zaman modern ini, “Pada abad ke-19 keseluruhan subyek ini dicemooh oleh banyak orang sebagai gagasan takhyul” (Ibid.). Dr. Smith menekankan bahwa hanya dengan datangnya dua perang dunia di abad ke-20, dan bangkitnya atheisme dan bidat-bidat, subyek demonologi mulai didiskusikan kembali (Unger, hal. viii-ix). Kemudian ia berkata,

Pada saat seperti ini, filsafat tidak akan menolong kita untuk memahami apa yang sesungguhnya mengambil tempat dalam pikiran manusia yang belum lahir baru; dan demikian juga halnya dengan ekonomi, sosiologi, atau psikologi tidak bisa menjelaskan kepada kita apa yang belum terjadi. Kita [harus] berbalik saat ini dari kelamnya kegelapan kepada terang yang berasal dari Firman Allah (Unger, ibid., hal. x).

Ini membawa kita kembali ke ayat kita,

“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka”
       (I Timotius 4:1-2).

Roh Kudus “dengan tegas mengatakan,” itu jelas, menyatakan apa yang tidak dapat diketahui oleh akal manusia. Dan apa yang Roh Allah nyatakan di sini adalah bahwa akan ada orang yang berpaling atau murtad dari iman Kristen “di waktu-waktu kemudian.” Kemudian kita diberi alasan untuk kemurtadan ini yaitu dengan “mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.” Kita diberitahu, di permulaan teks ini bahwa kemurtadan atau penyesatan besar akan terjadi “di waktu-waktu kemudian.” Ini mengacu, pada umumnya, kepada keseluruhan dispensasi Kristen, namun bagian lain dari Kitab Suci, sama dengan ini, menekankan tendensi pertumbuhan dari penyesatan dan ajaran-ajaran setan, yang terus semakin meningkat mulai zaman ini sampai zaman penutupan, yang mencapai puncaknya pada masa Kesusahan Besar, sebelum Kedatangan Kristus yang Kedua.

Ini adalah kepercayaan saya bahwa nubuatan ini mulai digenapi pada masa apa yang disebut sebagai masa “Pencerahan” dari abad ke-18, ketika orang-orang mulai bergantung pada akal mereka sendiri dari pada bergantung pada Firman Allah. Ini menyebabkan gangguan teologi dan, bersama C. G. Finney (1792-1875) – yang pandangannya dibentuk oleh Pencerahan dari pada Reformasi – bangkitlah “decisionisme,” yang memenuhi gereja-gereja dengan jutaan orang belum bertobat, sehingga menghasilkan, dari orang-orang yang belum bertobat ini, orang-orang yang mengajarkan pandangan-pandangan liberal, mengingkari Kitab Suci,

“Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus” (Yudas 4).

Juga, tidak lama sebelum masa Finney, Johann Semler (1825-1791) dari Jerman, mulai mengajarkan kritik terhadap Alkitab. Kritikism Alkitab Jerman, dikawinkan dengan ”decisionisme” menghasilkan kekacauan besar dalam gereja-gereja. Dan pada masa Finney, dan tidak lama kemudian, sekte-sekte aneh dan ide-ide palsu bermunculan – seperti misalnya Campbellisme, Mormonisme, Adventisme Hari Ketujuh, Saksi Yehova dan lain-lain. Ini diikuti oleh suatu periode pada akhir abad ke-20, ketika gagasan-gagasan agama Timur membanjir, dan mistikisme “zaman baru” menjadi bagian permanen dari peradaban Barat. Saya percaya itu memberikan kita lingkup historis dan eskatologis dari teks kita ini,

“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka”
       (I Timotius 4:1-2).

Sekarang saya akan focus, pada separuh terakhir dari khotbah ini, pada subyek demonisme dan penyesatan doktrinal – atau, jika Anda berkenan, tentang ajaran setan-setan. Berbicara tentang teks kita ini, Dr. Unger berkata, “‘Roh-roh penggoda’ itu adalah tipu daya ‘setan-setan,’ yang tak henti-hentinya dengan tekun memutarbalikkan kebenaran dan memimpin… orang-orang menyimpang dari doktrin yang benar” (Unger, ibid., hal. 166). Lagi, Dr. Unger berkata,

Walaupun bentuk yang persis dari ajaran-ajaran sesat diambil dari “ajaran setan-setan” dalam contoh ini [I Timotius 4:3] tampaknya... terbatas pada beberapa bidat lokal yang… mengancam… kemurnian gereja pada waktu itu, namun ini tidak harus disangka bahwa tipu daya setan itu hanya terbatas pada… asketikisme, melarang orang kawin, dan melarang orang makan jenis-jenis makanan tertentu. [Bermacam-macam] bentuk dan macamnya hampir tak berujung, yang mana “ajaran setan-setan” bisa diasumsikan, diilustrasikan dengan [banyak] penyimpangan dari Kekristenan sejati… dan khususnya oleh pesona Bebel dari bidat-bidat dan sekte-sekte yang menyerang Kekristenan modern (Unger, ibid., hal. 168).

Rasul Yohanes menjelaskan kepada kita bahwa demonisme adalah kuasa di balik ajaran-ajaran sesat. Mari kita membuka I Yohanes 4:1-3, dan membacanya dengan lantang.

“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia” (I Yohanes 4:1-3).

Kita diminta untuk menguji “setiap roh” di balik nabi-nabi palsu. Kita kemudian diberikan alat untuk menguji. Jika pengajaran itu mengaku bahwa Yesus Kristus “telah datang sebagai manusia” pengajaran itu berasal dari Allah. Dr. Norman L. Geisler berkata frase “telah datang” (eluluthota dalam bahasa Yunani) adalah dalam “Bentuk tensis perfect, yang berarti, Yesus telah datang dalam daging di masa lalu dan masih di dalam daging sekarang ini” (Norman L. Geisler, Ph.D., The Battle for the Resurrection, Wipf & Stock Publishers, 1992 edition, hal. 164). Namun jika pengajaran itu mengatakan bahwa Yesus adalah suatu roh, atau sekarang adalah suatu roh (bukan Kristus yang telah berinkarnasi) maka pengajaran ini berasal dari roh setan. Dr. Unger berkata,

Pengujian yang tidak akan pernah gagal membedakan pengajaran palsu dari yang benar adalah kebenaran dasar tentang inkarnasi Yesus Kristus... orang fasik dan roh penyesat dari Setan menyembunyikan, menyesatkan dan mengingkari kebenaran mulia ini, yaitu karya penebusan sempurna dari Kristus (Unger, ibid., hal. 172).

Dr. Unger mendaftar “humanisme, Mormonisme, atheisme, agnostikisme, Saksi Yehova” sebagai “tingkatan jenis dari tipu daya setan” (Unger, ibid., hal. 178). Unger juga mendaftar “Unitarian-modernisme, dan yang lainnya [sebagai yang menampilkan] karakter demonik esensial mereka” (Unger, ibid., hal. 178).

Modernisme (liberalisme) yang telah meresap ke dalam denominasi-denominasi besar Protestan dan Baptis datang dari penolakan demonik dari II Timotius 3:16. Salah satu dari “ajaran setan-setan” adalah mengingkari ketanpa-salahan Alkitab, dan “melengkapi” Alkitab dengan tulisan-tulisan tambahan seperti buku-buku Tekstual Kritikisme, Kitab Mormon, literatur Saksi Yehova, dll. Saya percaya bahwa dua ajaran setan, di atas semua yang lain, telah merusak gereja-gereja kita – ajaran itu adalah (1) Kritik Tinggi Alkitab (lihat The Battle for the Bible oleh Dr. Harold Lindsell, Zondervan, 1976), dan (2) Decisionisme – yang menggantikan pertobatan sejati dengan tindakan manusia yang dangkal (lihat Today’s Apostasy oleh R. L. Hymers, Jr. and C. L. Cagan. Klik di sini untuk membacanya secara online). Mari membuka II Timotius 3:16 dan membaca ayat ini dengan lantang.

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”
       (II Timotius 3:16).

Sebagai konsekuensi dari denominasi-denominasi besar Protestan dan Baptis yang menyangkal inspirasi kata per kata dari Alkitab, “Hasilnya adalah Gereja yang lemah dan duniawi, tidak berdaya untuk memberikan daya tarik, dan tidak mampu menjawab tangisan sedih dari manusia yang penuh dosa untuk realitas rohani. Penghancur roh-roh penyesat, hanya sapuan kebangunan rohani dari Roh Allah yang dapat menjaga gereja agar tidak tergelincir lebih dalam lagi ke dalam… keadaan, yang mana Tuhan kita mengancam bahwa Ia akan ‘memuntahkan’ orang-orang Kristen tanpa pertobatan di Laodikia dari mulut-Nya, Wahyu 3:16” (Unger, ibid., hal. 179).

Jadi kita telah melihat dua cara yang Alkitab berikan kepada kita untuk menguji atau membedakan ajaran setan-setan (I Timotius 4:1). Pengujian pertama kita lihat dalam I Yohanes 4:1-3. apakah mereka mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah dan masih adalah Allah yang berinkarnasi yang “telah datang dalam daging” (tensis perfect)? Pengujian kedua kita lihat dalam II Timotius 3:16. Apakah mereka mengikuti ajaran Kitab Suci tanpa menambahi dengan tulisan-tulisan lain atau menyimpangkan Kitab Suci atau mengkritiknya?

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”
       (II Timotius 3:16).

Dr. Unger berkata,

Di tengah penyesatan bidat-bidat modern... Alkitab, Firman kebenaran Allah yang hidup, adalah satu-satunya perlindungan pasti orang Kristen melawan ajaran-ajaran sesat… Setan dan para pengikutnya dapat melintasi pikiran-pikiran manusia dan interpretasi-interpretasi manusia, namun semua itu tidak dapat menembus pertahanan Firman Suci Allah yang tidak dapat ditembus! (Unger, ibid., hal. 179-180).

Dr. J. Vernon McGee berkata,

Satu-satunya jalan keselamatan adalah melalui kematian Kristus, dan dengan kebenaran ini kita dapat menguji ajaran setan-setan (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983, volume V, hal. 447; catatan untuk I Timotius 4:1).

Kami berulangkali meminta Anda untuk membaca Alkitab dan mendengarkan pemberitaan Firman Allah. Kami berulangkali meminta Anda untuk datang kepada Yesus Kristus yang telah disalibkan dan Juruselamat kita yang telah bangkit. Dengarkanlah Firman Allah. Datanglah kepada Kristus. Ia telah menebus dosa Anda di kayu Salib. Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Datanglah kepada Kristus dan Ia akan menyelamatkan Anda “dari angkatan yang jahat ini” (Kisah Rasul 2:40). Yesus berkata,

“Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (Yohanes 8:12).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik “Sermon Manuscripts.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah olej Dr. Kreighton L. Chan: II Timotius 4:2-5.
Pujian Solo Sebelum Khotbah Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“I Know the Bible is True” (by B. B. McKinney, 1886-1952).