Print Sermon

Tujuan dari situs ini adalah untuk menyediakan manuskrip dan video khotbah gratis kepada para pendeta dan misionaris di seluruh dunia, terutama Dunia Ketiga, di mana hanya ada sedikit sekolah seminari teologi atau sekolah Alkitab.

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 46 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net. .




MENGAPA ORANG KRISTEN BERIBADAH PADA HARI
MINGGU (HARI TUHAN) BUKAN HARI SABTU (SABAT)

(WHY CHRISTIANS WORSHIP ON SUNDAY (THE LORD’S DAY)
AND NOT ON SATURDAY (THE SABBATH))

oleh Dr. Timothy Lin
dengan tambahan komentar oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Malam, 18 Oktober 2009

        Dr. Lin adalah gembala Dr. Hymers selama bertahun-tahun. Ia yang telah membaptis Dr. Hymers pada musim dingin 1961. Ia yang mentahbiskan Dr. Hymers menjadi hamba Tuhan pada tanggal 2 Juli 1972. Dr. Hymers sering berkata, “Semua hal penting yang saya telah pelajari, saya belajar dari Dr. Timothy Lin.” Dr. Lin sering berkhotbah di gereja Dr. Hymers. Pada bulan April 2009 yang lalu beliau berkhotbah di sini. Beliau sudah dijadwalkan untuk berkhotbah kembali di sini pada musim dingin 2009, namun beliau meninggal dunia beberapa hari yang lalu sebelum berkhotbah kembali di sini.
        Dr. Timothy Lin adalah pendeta Baptis kelahiran China dan seorang sarjana Alkitab, yang menerima gelar B.D. dan S.T.M.-nya dari Faith Theological Seminary. Ia menerima gelar Ph.D. dari Dropsie University (sekarang merger dengan University of Pennsylvania dan dikenal sebagai Center for Advanced Judaic Studies). Ketika menjabat menjadi professor di sekolah pascasarjana Bob Jones University, ia mengajar Teologi Sistematika, bahasa Ibrani, Bahasa Aramik Alkitab, Bahasa Arab klasik dan bahasa Syria Peshitta. Ia juga pernah mengajar di Talbot School of Theology dan di Trinity Evangelical Seminary, Deerfield, Illinois. Ia pernah menjadi gembala Dr. Hymers di First Chinese Baptist Church of Los Angeles pada tahun 1960-an dan 1970-an, ketika itu gereja ini mengalami kebangunan rohani dan bertumbuh dari sekitar 80 anggota menjadi lebih dari 2,000 yang menghadiri ibadah Minggu. Mulai tahun 1980 ia menggantikan Dr. James Hudson Taylor III sebagai Rektor China Evangelical Seminary di Taipei, Taiwan. Ia dipanggil Tuhan pada tanggal 11 Oktober 2009 yang lalu, di Monterey Park, California tiga bulan sebelum hari ulang tahunnya yang ke-99.

Keluaran 20:11; Ulangan 5:15; Mazmur 118:22-24; Yohanes 20:19; Wahyu 1:10


Asal-usul banyaknya isme dan banyak kesalahan dalam memahami Kitab Suci mungkin akan menunjukkan kegagalan memahami secara komprehensif konsep tentang sifat organis dan progresivitas dari pewahyuan. Misalnya saja, orang-orang Advent Hari Ketujuh, demikian juga orang-orang Baptis Hari Ketujuh, telah gagal memahami kebenaran berhubungan dengan pewahyuan progresif dari Sabat dalam Kitab Suci. Tujuan dari peringatan Sabat telah diubah bahkan dalam Perjanjian Lama bila kita memahami tentang masa penciptaan (Kel. 20:11) sampai pada masa Keluaran (Ul. 5:15). Mazmur 118:22-24 mengacu kepada hari kebangkitan Kristus dan mungkin harus difahami sebagai catatan nubuatan untuk perubahan Sabat pada hari “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru” – hari kebangkitan Tuhan kita.

Wahyu Allah tidak sebatas kata-kata saja. Dalam wahyu natural-Nya Ia menggunakan “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya” (Maz. 19:1), dan dalam wahyu supranatural-Nya Ia menyatakan pentingnya iman melalui kehidupan Abraham dan menyingkapkan penebusan bagi orang-orang non Yahudi melalui Paulus. Dengan kata lain, wahyu Allah ditemukan dalam kata-kata dan juga dalam alam dan tindakan-tindakan. Perintah secara eksplisit untuk mengubah Sabat menjadi Hari Tuhan tidak dicatat di dalam Perjanjian Baru, namun perubahan yang sangat jelas dapat dilihat dengan memandang progresivitas dalam Perjanjian Baru. Ini mulai dengan pernyataan Kristus bahwa Ia adalah Tuhan dari hari Sabat (Mat. 12:8). Ia memiliki hak dan otoritas untuk menafsirkannya dan melakukan apa yang Ia mau lakukan demi kebaikan manusia. Dalam Perjanjian Baru ini adalah embrio wahyu tentang Hari Tuhan, yang mengantisipasi perkembangan berikutnya. Pentingnya hari itu bukanlah hari terakhir atau hari pertama dari minggu, namun bahwa hari itu adalah hari yang dipilih Tuhan untuk “hari” yang telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Sejak Tuhan bangkit dan menampakkan diri kepada para murid-Nya pada hari pertama minggu itu (Yoh. 20:1, 19), dan menampakkan diri kembali kepada para rasul itu pada hari pertama minggu berikutnya (Yoh. 20:26), tidak diragukan lagi bahwa hari pertama dari minggu dimeteraikan sebagai “hari itu.” Dalam sepanjang sejarah apakah ada peristiwa yang pernah terjadi yang lebih besar dari peristiwa kebangkitan Tuhan, yang secara berulang-ulang terus dikuatkan dengan penampakan-Nya berulang kali? Jadi hari ini adalah yang paling besar dari semua peristiwa yang pernah terjadi adalah satu hal yang sangat penting!

Lebih lanjut, ketika Paulus dan rekan-rekan seperjalanannya tiba di Troas selama tujuh hari, suatu Sabat dilewati, namun tidak ada isyarat satupun yang menunjukkan bahwa mereka beribadah pada hari Sabat. Sebaliknya, ketika hari pertama dari minggu itu tiba, para murid berkumpul untuk memecah roti bersama, dan Paulus yang berkhotbah [Kisah Rasul 20:6-7]. Mengapa mereka harus menunggu hari pertama minggu itu? Tentu saja periode waktu ini [hari pertama dari minggu] telah menjadi hari resmi bagi orang-orang Kristen untuk berkumpul dan beribadah. Di sini, di samping pentingnya hati itu, lebih lanjut di sini Tuhan menyingkapkan program ibadah yang harus memasukkan di dalamnya berkumpul bersama, memecahkan roti, dan khotbah. Beberapa tahun yang lebih awal Tuhan telah menyingkapkan program lain berhubungan dengan persembahan orang-orang percaya yang harus dikumpulkan pada hari yang sama [hari pertama dari minggu itu – hari Minggu] (1 Kor. 16:1, 2). Jadi, otoritas, pentingnya, dan program ibadah [pada hari pertama] semuanya telah disingkapkan secara progresif; namun tidak ada nama hari, yang disingkapkan sebelum kitab terakhir dari Kitab Suci.

Ketika Yohanes berada di Patmos menantikan wahyu Tuhan, hari pertama dari minggu itu tiba-tiba Tuhan menampakkan diri-Nya, dan dalam inspirasi-Nya Yohanes menyebut hari pertama itu sebagai Hari Tuhan, yang berarti milik Tuhan (Wahyu 1:10). Kristus telah melakukan banyak hal untuk dunia ini, apakah Ia tidak menetapkan hari yang khusus bagi diri-Nya sendiri? Setelah semua yang telah Ia lakukan, Ia harus “lebih utama dalam segala sesuatu” (Kol. 1:18)!

Catatan: Orang-orang Kristen yang menekankan Hari Tuhan dalam tulisan-tulisannya pada zaman Sejarah Gereja mula-mula adalah:


• Epistle of Barnabas 15:9 (100 M)

• Epistle of Ignatius to the Magnesians 9:1 (107 M)

• First Apology of Justin, Chap. LXVII (145 M)


Ini adalah akhir dari pelajaran tentang hari Tuhan yang menggantikan Sabat yang diajarkan oleh Dr. Timothy Lin. Bahan ini diperoleh dari website Biblical Studies Ministries International, Inc., 820 Bennett Court, Carmel, IN 46032 di www.bsmi.org/lin.htm.

Sekarang kita akan menganalisa ayat-ayat yang digunakan oleh Dr. Lin yang menunjukkan pewahyuan progresif dalam Alkitab dari Sabat menjadi Hari Tuhan.


1.Pertama, Keluaran 20:11.

“Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya” (Keluaran 20:11).

Tujuan Sabat, dalam Sepuluh Perintah, diberikan di bawah Kovenan Musa, adalah untuk menunjukkaan tindakan penciptaan Allah sepanjang enam hari ketika Ia menciptakan langit dan bumi. “Oleh sebab itu,” karena Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, “Tuhan memberkati hari sabat, dan menguduskannya.” Dr. Ryrie berkata bahwa Sabat ini adalah untuk memperingati “Allah beristirahat setelah menyelesaikan karya penciptaan” (Charles C. Ryrie, Ph.D., The Ryrie Study Bible, Moody Press, 1978; tafsiran untuk Keluaran 20:11).


2. Kedua, Ulangan 5:15.

“Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat” (Ulangan 5:15).

Menurut Dr. Lin, dalam ayat ini adalah suatu progres dalam pewahyuan berhubungan dengan tujuan dari Sabat. Perhatikan kata “sebab” yang mendahului seluruh ayat ini. Di sini Sabat bukan hanya untuk memperingati Tuhan beristirahat setelah penciptaan, namun kemudian dipelihara dalam ingatan dari masa Keluaran orang-orang Ibrani dari perbudakan di Mesir. Ini menunjukkan pewahyuan progresif berhubungan dengan Sabat.


3. Ketiga, Mazmur 118:22-24.

“Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!”
       (Mazmur 118:22-24).

Ayat 22-23 mengacu pada kebangkitan Kristus dari antara orang mati, seperti yang ditekankan oleh Petrus ketika ia mengutip ayat 22 untuk Sanhedrin dalam Kisah Rasul 4:10-11. Jadi ayat 24 mengacu kepada nubuatan untuk hari ketika Kristus bangkit dari antara orang mati.

“Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!” (Mazmur 118:24).

Matthew Henry berkata ini menjadi “pemahaman tentang Sabat Kristen [Minggu] yang kita kuduskan dalam mengingat kebangkitan Kristus” (Matthew Henry’s Commentary on the Whole Bible, Hendrickson Publishers, 1996 reprint, vol. 3; catatan untuk Mazmur 118:24). Dr. Gill juga berkata bahwa ini mengacu kepada “Hari Tuhan, dilakukan sebagai peringatan akan… hari kebangkitan-Nya” (John Gill, D.D., An Exposition of the Old Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, vol. IV, hal. 207; catatan untuk Mazmur 118:24).
        Jadi Mazmur 118:24 mengacu kepada nubuatan untuk Hari Tuhan, hari ketika Kristus akan bangkit dari antara orang mati. Jadi, pentingnya perikop Mesianik ini dalam Mazmur 118 berbicara nubuatan tentang “hari yang menjadi milik Tuhan,” hari kebangkitan Kristus, hari pertama dari minggu, “Hari Tuhan” dari Perjanjian Baru.
        Melalui nubuatan, ini adalah langkah ketiga dalam pewahyuan progresif Alkitab antara Sabat dan “Hari Tuhan” atau hari Minggu.


4. Keempat, Yohanes 20:19.

“Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: ‘Damai sejahtera bagi kamu!’” (Yohanes 20:19).

Yesus bangkit dari antara orang mati pada hari pertama minggu (Matius 28:1) yaitu hari Minggu dalam kalender Romawi, dan bahkan dalam kalender modern kita, yang masih mengikuti kalender Romawi.
         Malam berikutnya, “hari yang sama pada malamnya” (Yohanes 20:19) Yesus menampakkan diri kepada para Murid untuk pertama kalinya sejak Ia bangkit dari antara orang mati. Itu adalah hari Minggu, “hari pertama dari minggu” (Matius 28:1). Seperti Dr. Lin berkata, “Itu adalah hari yang Tuhan pilih sebagai “hari” yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama.”
         Lagi, pada “hari pertama” (Minggu) berikutnya Yesus kembali menampakkan diri kepada para Murid, menurut Yohanes 20:26. Sehingga dua pertemuan pertama Yesus yang telah bangkit dengan para Murid-Nya terjadi pada hari Minggu, “hari pertama dari minggu.” Dr. Lin berkata, “Dalam sepanjang sejarah apakah ada peristiwa yang pernah terjadi yang lebih besar dari peristiwa kebangkitan Tuhan…? Jadi hari ini adalah yang paling besar dari semua peristiwa yang pernah terjadi adalah satu hal yang sangat penting!” Pada fakta kebangkitan Kristus hari Minggu adalah hari yang sangat penting bagi orang Kristen, sejak I Korintus 15:17 berkata,

“Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu”
       (I Korintus 15:17).


5. Kelima, Kisah Rasul 20:7.

“Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam” (Kisah Rasul 20:7).

Paulus pernah ada di Troas selama tujuh hari, setelah sabat lewat. Dr. Lin berkata, “namun tidak ada isyarat satupun yang menunjukkan bahwa mereka beribadah pada hari Sabat. Sebaliknya, ketika hari pertama dari minggu itu tiba, para murid berkumpul untuk memecah roti bersama, dan Paulus yang berkhotbah. Mengapa mereka harus menunggu hari pertama minggu itu?” Karena itu adalah hari ketika Yesus bangkit dari antara orang mati! “Tentu saja periode waktu ini [hari pertama dari minggu] telah menjadi hari resmi bagi orang-orang Kristen untuk berkumpul dan beribadah. Di sini, di samping pentingnya hati itu, lebih lanjut di sini Tuhan menyingkapkan program ibadah yang harus memasukkan di dalamnya berkumpul bersama, memecahkan roti, dan khotbah.” Alkitab juga menunjukkan bahwa persembahan harus diedarkan pada “hari pertama dari minggu” (I Korintus 16:2) Dr. Lin said, “Jadi, otoritas, pentingnya, dan program ibadah [pada hari pertama] semuanya telah disingkapkan secara progresif; namun tidak ada nama hari, yang disingkapkan sebelum kitab terakhir dari Kitab Suci.”


6. Keenam, Wahyu 1:10.

“Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala (Wahyu 1:10).

Dr. J. Vernon McGee berkata, “Hari Tuhan mengacu kepada apa yang kita sebut hari Minggu” (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983, volume V, hal. 893; komentar untuk Wahyu 1:10). The Applied New Testament Commentary mengatakan, “[Sebelum] waktu Yohanes menulis kitab Wahyu ini, orang-orang Kristen telah mulai mengkhususkan… hari Minggu… Mereka menyebutnya sebagai Hari Tuhan, karena pada hari Minggu lah Yesus bangkit dari antara orang mati” (The Applied New Testament Commentary, Kingsway Publications, 1997, hal. 1014; komentar untuk Wahyu 1:10). Sebagaimana Dr. Lin menekankan, istilah “Hari Tuhan” digunakan untuk ibadah orang Kristen yang dilakukan pada hari pertama dari minggu, hari kebangkitan Kristus. Istilah “Hari Tuhan” muncul dalam tulisan-tulisan orang Kristen mula-mula, seperti dalam Epistle of Barnabas, 15:9 (yang ditulis pada tahun 100 M), Epistle of Ignatius to the Magnesians, 9:1 (yang ditulis tahun 107 M), dan First Apology of Justin, chapter LXVII (yang ditulis pada tahun 145 M).


Dr. Lin meletakkan penekanan yang besar dalam memelihara kekudusan Hari Tuhan. Ia mengajar kami

…untuk mengkhususkan sepanjang hari Tuhan sebagaimana benar-benar hari milik Tuhan. Mulai dengan menyembah Allah sang Pencipta di pagi hari untuk menyembah Allah sebagai Bapa Sorgawi pada kebaktian malam… meletakkan Allah sebagai yang terutama pada hari-Nya (The Testimony of a Shepherd: A Tribute to Dr. Timothy Lin, First Chinese Baptist Church, 1994).

Di bawah penggembalaan Dr. Lin,

Para penyembah belajar untuk menunjukkan kekaguman batiniah mereka kepada Allah secara lahiriah melalui mengenakan pakaian terbaik mereka pada setiap hari Minggu dan menjaga kesucian dan menaikan pujian dalam ibadah (The Testimony of a Shepherd, ibid., hal. 4).

Kiranya ini juga adalah sikap gereja kita, sebagaimana kami mengikuti pengajaran Dr. Lin. Marilah kita selalu ada di gereja baik pada ibadah pagi maupun malam. Marilah kita datang kepada Allah dengan pakaian yang sopan. Marilah kita berdoa sebelum kebaktian mulai dan memohon kiranya Allah hadir dalam ibadah dan pemberitaan firman.

Dan di atas semuanya, marilah kita terus memberitakan Kristus yang telah disalibkan dan telah bangkit! Ia mati di kayu Salib untuk membayar dosa-dosa Anda. Ia bangkit dari antara orang mati untuk memberikan hidup kepada Anda. Datanglah kepada Yesus dan berilah diri Anda disucikan oleh darah-Nya yang mahal! Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Doa Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Alive Again” (by Paul Rader, 1878-1938).