DOSA ASAL – DIADAPTASI DARI KHOTBAH
PDT. JOHN WESLEY, M.A.

(ORIGINAL SIN – ADAPTED FROM A SERMON
BY THE REV. JOHN WESLEY, M.A.)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
di Kebaktian Minggu Malam, 11 Januari 2009


Saya sangat menghormati John Wesley. Bersama dengan George Whitefield ia adalah salah satu pengkhotbah terbesar di abad delapan belas. Ia dan George Whitefield telah dipakai Tuhan untuk membakar dunia dengan khotbah mereka. Begitu agung kebangunan rohani yang terjadi pada saat pelayanan kedua orang ini yang sekarang kita sebut dengan “Kebangunan Rohani Agung Pertama” (“First Great Awakening”). Saya tidak dapat menjelaskan secara detail tentang peristiwa yang luar biasa ini dalam sejarah. Cukuplah untuk mengatakan bahwa Whitefield dam Wesley telah mengguncang dunia dengan khotbah-khotbah mereka. Whitefield adalah seorang Calvinis. Sedangkan Wesley adalah seorang Armenian. Namun kedua orang ini berkhotbah dengan menyerukan perlunya pertobatan, dan ribuan orang diselamatkan di bawah pelayanan mereka. Sebelum Whitefield meninggal, ia meninggalkan pesan agar John Wesley yang mempimpin upacara penguburannya, yang kemudian benar-benar Wesley lakukan, memberi pujian yang luar biasa untuk penginjil ini.

Saya tidak pernah membaca sesuatu yang lebih jelas berhubungan dengan masalah kerusakan total (total depravity) lebih dari khotbah ini. Dan bahwa doktrin itu perlu ditekankan terus berulang kali di mimbar-mimbar kita pada saat ini. Bagaimanapun, saya takut bahwa banyak pengkhotbah hari ini akan menutup pintu gereja mereka bagi Wesley jika mereka berpikir bahwa ia akan mengkhotbahkan khotbah ini di gereja mereka. Itulah apa yang pernah terjadi di Inggris pada abad ke-18. Lagi dan lagi, Wesley menulis di dalam jurnalnya, “Saya tidak boleh lagi berkhotbah di sana,” ketika pendeta-pendeta begitu takut membiarkan khotbahnya disampaikan. Dan saya bertanya kepada para pendeta yang membaca khotbah ini di Internet, “Bagaimana dengan gereja Anda? Bolehkah Wesley mengkhotbahkan khotbah ini di sana?” Harus kita ingat bahwa khotbah-khotbah seperti ini pernah dipakai Tuhan untuk menyalakan kebangunan rohani terbesar sejak masa Reformasi, atau Pentakosta itu sendiri!

Sekarang saya menyampaikan khotbah dalam versi bahasa masa kini dari khotbah Pdt. John Wesley, M.A., Oxford:

“Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kejadian 6:5).

Gambaran tentang umat manusia ini jauh berbeda dari pandangan yang meninggikan natur manusia yang telah orang-orang pertahankan di sepanjang masa. Banyak penulis zaman dulu memberikan gambaran yang baik tentang martabat umat manusia. Beberapa dari mereka berbicara tentang manusia seperti memiliki kebahagiaan dan kebaikan di dalam dirinya, atau paling tidak dalam kekuatanya. Mereka berkata bahwa manusia dapat hidup dengan kekuatannya sendiri, dan bahwa manusia hanya lebih rendah sedikit dari Tuhan.

Para filsuf penyembah berhala ini tidak sendirian. Banyak orang yang menyebut dirinya adalah para pengkhotbah Kristen berbicara dengan tegas tentang kebaikan manusia, seakan-akan mansuia itu tanpa dosa dan sempurna. Khotbah-khotbah seperti ini pada umumnya disampaikan pada abad ini [abad ke-18], dan mungkin bukan hanya di seluruh wilayah Inggris namun di seluruh dunia. Ada banyak pengkhotbah di sini yang memberikan penjelasan terbaik mereka untuk menunjukkan apa yang mereka sebut, “Sisi baik dari natur manusia.” Jika mereka benar, maka manusia hanya “lebih rendah sedikit dari para malaikat,” atau, seperti perkataan yang jelas menyimpang, “sedikit lebih rendah dari Tuhan.”

Apakah mengherankan jika khotbah seperti itu diterima oleh kebanyakkan orang? Bagi orang yang tidak mudah dipengaruhi berpikir bahwa ia adalah orang yang baik bukan? Sebagai hasilnya, para pengkhotbah dan para penulis seperti ini akan dihormati, dipuji, dan tulisan-tulisannya dibaca banyak orang. Sehingga banyak orang telah percaya khotbah mereka tentang kekuatan “berpikir positif” manusia, dan “berpikir mungkin,” seperti khotbah “positif” tentang umat manusia yang sekarang tidak lagi mengatakan apapun tentang keburukan natur manusia [catatan Dr. Hymers: pikiran-pikiran Mr. Wesley memiliki aplikasi terlalu dalam untuk zaman kita ini!]. Manusia sekarang dilihat seperti memiliki sedikit kelemahan saja, namun pada umumnya percaya sangat mulia, dan bijaksana, dan penuh kebaikan [Joel Osteen mengkhotbahkan cara ini setiap minggu di televisi. Demikian juga dengan yang lainnya].

Namun apa yang harus kita lakukan dengan Alkitab kita? Alkitab tidak pernah menyetujui ini! Khotbah-khotbah dan buku-buku seperti ini sepenuhnya bertentangan dengan Kitab Suci! Semua itu bukanlah apa yang Alkitab ajarkan tentang manusia. Kitab Suci berkata, “karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut,” dan bahwa “di dalam Adam semua orang mati,” mati secara rohani, kehilangan kehidupan dan gambar rupa Allah; kejatuhan itu, Adam yang penuh dosa kemudian menurunkan “anak seturut dengan rupanya,” oleh sebab itu tidak mungkin bagi dia menurunkan anak dalam bentuk yang lain! Karena “siapa yang membawa sesuatu yang suci keluar dari sesuatu yang tidak suci?” Sebagai hasilnya, semua orang secara natur “mati di dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa,” “tanpa pengharapan, tanpa Allah di dalam dunia ini,” dan oleh sebab itu menjadi “anak-anak yang patut dimurkai,” sehingga setiap orang dapat berkata, “Aku hidup dalam kejahatanku, dan di dalam dosa sejak aku dikandung oleh ibuku.” Oleh sebab itu kita semua berkata, “tidak adakah perbedaan,” bahwa “semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah,” dari kemuliaan gambar Allah yang pernah manusia miliki pada saat pertama kali diciptakan. Itulah sebabnya mengapa ketika “Tuhan melihat dari Sorga ke atas anak-anak manusia, Ia melihat bahwa mereka semua telah sesat, masing-masing mengikuti jalannya sendiri, mereka semua patut dimurkai, tidak ada seorangpun yang benar, seorangpun tidak.” Ini adalah ayat yang menjelaskan kepada kita bahwa tidak ada seorang pun yang benar dalam pandangan Allah.

Itulah sebabnya mengapa teks kita berkata,

“Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kejadian 6:5).

Ini adalah cara Allah melihat umat manusia. Dan saya akan menunjukkan tiga hal: Pertama, seperti apakah manusia sebelum zaman Air Bah; kedua, untuk bertanya apakah mereka sekarang masih sama; dan ketiga, untuk menambahkan beberapa implikasi, beberapa kesimpulan, dari observasi kita ini.

I. Pertama, saya akan menunjukkan seperti apakah umat manusia sebelum zaman Air Bah.

Kita dapat sepenuhnya percaya apa yang Allah katakan tentang umat manusia,

“Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kejadian 6:5).

Allah melihat “bahwa kejahatan manusia besar di bumi.” Itu semua manusia. Itu bukan hanya beberapa manusia saja. Itu bahkan bukan kebanyakan manusia yang dikatakan jahat di sini. Itu adalah manusia pada umumnya. Allah melihat bahwa manusia secara universal jahat. Setiap orang adalah jahat! Kejadian 6:5 menyimpulkan semua umat manusia! Ada jutaan dari mereka – dan mereka semua adalah jahat! Hanya Nuh, di antara semua orang yang begitu banyak jumlahnya itu, hanya “Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN” (Kejadian 6:8). Hanya Nuh, dan kemudian keluarganya, yang tidak diperhitungkan ke dalam kejahatan universal ini oleh karena kasih karunia, yang dalam tempo waktu yang singkat kejahatan itu mendatangkan pembinasaan universal. Mereka hanya diselamatkan oleh kasih karunia. Semua orang ditemukan bersalah dan dihukum karena dosa-dosa mereka.

Dan “ketika dilihat TUHAN... bahwa segala kecenderungan hatinya [manusia] selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kejadian 6:5). “Segala kecenderungan hatinya...” Tidaklah mungkin menemukan kata yang lebih penting dari ini. Kata-kata ini memasukkan setiap afeksi, setiap nafsu, setiap keinginan, setiap motif, setiap pikiran. Segala sesuatu tentang manusia “selalu membuahkan kejahatan semata-mata.”

Allah melihat bahwa semua manusia jahat, melawan natur Allah. Allah melihat semua manusia melawan Dia! Hati semua manusia melawan Allah!

Namun tidak adakah beberapa campuran yang baik dengan yang jahat? Tidak, sama sekali tidak ada. Ayat kita berkata, bahwa hati manusia “selalu membuahkan kejahatan semata-mata.” Kita tidak dapat mengingkari bahwa Roh Kudus tinggal bersama manusia (band. Kejadian 6:3). Selama 120 tahun, ketika bahtera mulai dibuat, Roh Kudus memanggil semua orang untuk bertobat. Namun mereka menolak semua pikiran yang baik yang Roh Kudus tanamkan di dalam hati mereka. Mereka menolak pekerjaan Roh Kudus dan terus hidup dalam keadaan mereka yang penuh dosa.

Namun, kita mungkin bertanya, “Tidak adakah intermisi kejahatan ini? Tidak adakah waktu dimana sesuatu yang baik ditemukan dalam hati seseorang?” Tidak, kita tidak memiliki alasan untuk mempercayai bahwa ada waktu di mana hati mereka baik. Karena Allah melihat “bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,” setiap tahun, setiap hari, setiap jam, setiap kesempatan. Manusia tidak pernah baik. Ia tidak pernah menyimpang dari kejahatan.

II. Kedua, saya akan bertanya apakah manusia masih sama sekarang.

Ini adalah pasti: Kitab Suci tidak memberikan alasan kepada kita untuk berpikir bahwa umat manusia sekarang ini berbeda. Lebih dari seribu tahun kemudian setelah itu Allah berkata kepada Daud, “Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak” (Mazmur 14:3). Dan semua nabi berkata tentang hal yang sama, dari satu generasi ke generasi lainnya. Yesaya berkata, “Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu. Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat: bengkak dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak” (Yesaya 1:5-6). Pandangan yang sama tentang umat manusia diberikan oleh para Rasul Perjanjian Baru. Misalnya, Rasul Paulus menulis, “Baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah” (Roma 3:9-10). Dari Perjanjian Lama dan Baru kita belajar bahwa manusia dalam keadaannya yang belum bertobat sama terhilangnya dan rusaknya hari ini seperti orang-orang pada hari sebelum Air Bah. “Bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kejadian 6:5).

Pandangan tentang rendahnya umat manusia ini dibuktikan oleh pengalaman kita sehari-hari. Itu bukanlah hal yang mengherankan. Manusia yang dilahirkan buta akan terus menerus menjadi buta! Ia tidak akan menyadari kebutaannya karena ia telah menjadi terbiasa dengan keadaannya yang buta. Dalam cara yang sama, seseorang yang tidak bertobat selalu menjadi buta secara rohani, dan oleh sebab itu ia terbiasa dalam kebuataannya, dan tidak melihat kebutuhannya untuk merubah keadaannya. Namun ketika Allah mencelikkan mata rohaninya orang yang terhilang itu, ia diyakinkan bahwa setiap orang yang hidup, khususnya dirinya sendiri, semuanya jahat dan terhilang. Ketika Anda dibangunkan, Anda akan melihat bahwa setiap orang termasuk Anda sendiri, penuh dengan ketidak-percayaan, dosa dan kejahatan.

Ketika Allah membuka mata Anda, Anda akan melihat bahwa Anda telah hidup “tanpa Allah di dalam dunia” (Efesus 2:12). Dalam bahasa Yunaninya, “tanpa Allah di dalam dunia” secara literal berarti “para atheis di dunia ini.” Karena natur Anda, Anda tidak memiliki pengetahuan akan Allah, tidak memiliki pengenalan akan Dia. Benarlah bahwa Anda mungkin percaya bahwa Allah ada, namun keberadaan Allah hanya sebagai suatu teori bagi Anda sebelum Anda dipertobatkan – sama halnya Anda percaya bahwa ada seorang Pemimpin Partai Komunis di China, walaupun Anda belum pernah bertemu dengan dia [Mr. Wesley berbicara tentang Kaisar China, yang terakhir dipecat pada tahun 1911]. Jadi, dalam cara yang sama, Anda mengetahui bahwa Allah ada, namun Anda tidak mengenal Dia secara pribadi. Anda tidak dapat mengenal Allah secara pribadi tanpa dipertobatkan. Seperti yang Alkitab katakan kepada kita, “Tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya” (Matius 11:27).

Kita membaca tentang raja pada zaman dulu yang ingin mengetahui apakah bahasa asali manusia. Sebagai percobaan, ia memerintahkan untuk mengambil dua bayi, segera setelah mereka dilahirkan, untuk dibawa ke tempat yang terisolasi dan membawanya ke sana tanpa mereka boleh mendengar suara manusia. Apakah hasilnya? Ketika mereka dibawa keluar dari tempat isolasi mereka, mereka tidak berbicara dalam bahasa apapun; mereka hanya bersuara, seperti suara beberapa binatang.

Jika dua bayi itu tumbuh seperti itu tanpa pengajaran tentang agama hasilnya akan sama juga. Mereka tidak akan memiliki agama apapun. Mereka tidak akan lebih mengenal Allah dari pada binatang dari hutan. Agama natural seperti ini, terlepas dari pengaruh Roh Allah!

Dan jika tidak memiliki pengenalan akan Allah, kita tidak dapat memiliki kasih kepada Allah. Kita tidak dapat mengasihi seseorang yang tidak kita kenal. Banyak orang berbicara tentang mengasihi Allah, dan mungkin berpikir bahwa mereka mengasihi Dia. Namun kenyataannya terlalu jelas untuk menyangkal: Tidak seorangpun secara alami mengasihi Allah, lebih dari mengasihi batu dan bumi yang di atasnya ia berjalan. Namun tak seorangpun yang secara alami mengasihi Allah. Dalam keadaan yang belum bertobat Anda bahkan tidak dapat memahami bagaimana seseorang dapat mengasihi Allah. Anda tidak menyukai Dia sama sekali. Anda bahkan tidak pernah berpikir tentang Dia. Mengasihi Tuhan! Itu jauh melampaui pikiran Anda. Anda tidak dapat mencapai tempat dari mengasihi Allah itu.

Juga, orang yang belum bertobat tidak takut akan Allah. Saya akui bahwa beberapa orang membangun ketakutan tahyul dan tidak logis. Namun bahkan itu dipelajari, melalui percakapan atau contoh. Secara natur, “Allah tidak ada dalam pikiran kita semua.” Orang yang belum bertobat tidak takut kepada Allah sama seperti mereka tidak mengasihi Allah. Mereka juga tidak berpikir tentang Allah di kebanyakan waktunya. Dan ketika mereka berpikir tentang Dia, Ia nampak samar dan tidak nyata, dan jauh sekali dari mereka.

Jadi semua orang sesungguhnya “para atheis di dunia ini,” tanpa Allah di dunia ini. Dalam keadaan yang belum bertobat, setiap orang tidak mengenal Allah. Secara natur Anda adalah penyembah berhala. Anda menyembah diri Anda sendiri dari pada Allah. Itulah sebabnya mengapa Anda sering lalai datang ke gereja pada hari Minggu. Anda menyembah dan melayani diri Anda sendiri dari pada Allah – sama seperti para penyembah berhala.

Segala kesombongan adalah berhala. Lebih memikirkan diri kita sendiri dari pada Allah. Karena kesombongan Anda berkata, “Itu bukan apa yang saya pikirkan. Itu bukan apa yang saya percaya.” Apakah ini? Ini adalah kesombongan.

Namun kesombongan bukan hanya bentuk pemberhalaan yang menunjukkan bahwa Anda bersalah. Seperti Lucifer, Anda berkata, “Saya akan melakukan apa yang saya mau.” Anda melakukan apa yang Anda suka. Jika seseorang bertanya kepada Anda mengapa Anda melakukan hal tertentu, Anda berkata, “Karena saya ingin melakukan itu.” Anda tidak memiliki pikiran tentang apa yang Allah ingin Anda lakukan! Kehendak diri Anda sendiri sama jahatnya dengan kehendak Lucifer.

Selanjutnya, Anda mengasihi dunia ini dan segala hal yang ada di dalamnya. Saya ragu bila Anda sedikit lebih baik dari kambing. Tidak, saya pikir kambing lebih baik dari Anda! Hal-hal kotor yang Anda pikirkan setiap saat menunjukkan bahwa imajinasi Anda telah rusak. Keinginan Anda akan hal-hal kotor terus menerus, dan bertumbuh makin kuat setiap hari. “Segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kejadian 6:5).

Gejala ketiga dari penyakit yang fatal ini adalah “kesombongan hidup,” keinginan untuk dihormati dan “diterima” oleh orang lain. Bahkan banyak pengkhotbah berpikir bahwa yang benar adalah mencari persetujuan banyak orang. Ini membuat Anda heran bila orang-orang ini pernah mendengar tentang Kristus atau para Rasul. Ini membuat Anda heran apakah mereka pernah membaca perkataan-perkataan Kristus, “Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?” (Yohanes 5:44). Jika ini benar, jika tidaklah mungkin percaya selama kita mencari kehormatan atau pujian dari orang lain, dan tidak mencari kehormatan yang datang dari Allah, kemudian berpikir tentang kondisi mengerikan yang ada di dalam diri manusia! Seseorang yang selalu takut kehilangan teman-teman dan relasi-relasi mereka yang masih terhilang dari pada Allah akan mencari kehormatan dari manusia dari pada dari Allah. Kristus berkata, “Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?” Karena setiap orang ingin diterima oleh orang lain, dari pada oleh Allah, ini menunjukkan betapa mengerikannya kondisi manusia.

“Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kejadian 6:5).

III. Ketiga, saya akan menarik beberapa kesimpulan dari apa yang dibicarakan di sini.

Pertama, kita melihat perbedaan besar antara Kekristenan Alkitabiah dan semua agama lainnya. Para filsuf penyembah berhala pada masa lalu berbicara tentang dosa-dosa tertentu, misalnya ketamakan, kekejaman, keserakahan, atau pemborosan. Beberapa orang bahkan berani berkata “tidak ada orang yang dilahirkan tanpa satu atau banyak sifat buruk,” Namun tak satupun dari mereka yang melihat realitas tentang fakta bahwa semua manusia telah mengalami kerusakan total, sepenuhnya bobrok, dan dipenuhi dengan berbagai macam kejahatan. Oleh sebab itu, perbedaan besar pertama antara Kekristenan sejati dan semua agama lain adalah pandangan tentang kerusakan dan kebobrokan total manusia. Ide bahwa manusia memiliki warisan kejahatan alami adalah keunikan bagi Kekristenan Alkitabiah. Hanya Alkitab yang mengajarkan bahwa “segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata.”

Kedua, semua orang yang mengingkari dosa asal adalah orang-orang yang masih terhilang. Mereka masih menjadi penyembah berhala. Saya bertanya, apakah Anda percaya bahwa umat manusia adalah jahat secara natur? Apakah manusia sepenuhnya telah jatuh dan runtuh? Atau, kembali ke teks kita, apakah “segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata”? Jika Anda setuju, Anda setuju dengan Kekristenan. Jika Anda menyangkalnya, Anda adalah orang yang masih terhilang. Jika Anda menolak pengajaran ini berarti Anda bukanlah orang Kristen, tidak peduli apapun yang Anda mungkin katakan, Anda masih menjadi penyembah berhala.

Ketiga, kita dapat belajar dari kerusakan total (dosa asal) yang diajarkan oleh agama sejati Yesus Kristus. Itu adalah therapeia psuches, metode Allah dalam menyembuhkan jiwa, jiwa yang telah dirusak oleh natur dosa. Dalam therapeia psuches Yesus Kristus, tabib yang agung bagi jiwa-jiwa menerapkan pengobatan dengan menyembuhkan penyakit yang mematikan ini, memperbaharui natur manusia, yang secara keseluruhan telah rusak total. Kristus menyembuhkan atheisme kita dengan pengenalan akan Diri-Nya dengan memberikan iman kepada kita, suatu bukti illahi tentang Allah yang benar, dan segala hal tentang Allah. Berbicara tentang kebenaran ini, dikatakan, “Kristus mengasihi saya, dan telah menyerahkan diri-Nya bagi saya.” Melalui pertobatan dan kerendahan hati, penyakit yang mematikan dari kesombongan disembuhkan. Kehendak diri sendiri disembuhkan melalui ketundukan kepada Kristus, penyerahan dan kerendahan hati pada kehendak Dia. Dari mengasihi dunia, menjadi mengasihi Allah adalah penebusan yang berdasarkan kedaulatan Allah. Pertobatan mengubah seluruh kondisi batiniah mau pun lahiriah manusia untuk berkenan kepada Allah, dan kepada Firman Allah. Mengapa Kristus harus mati di kayu salib jika manusia tidak terhilang dalam dosa kerusakan dan tanpa pengharapan? Yohanes 3:16 tidak ada artinya bila manusia tidak mengalami kerusakan yang tanpa harapan. Mengapa kita memerlukan Darah Kristus jika kita bukanlah manusia terhilang yang tidak memiliki harapan tanpanya?

Jika manusia tidak jatuh dan runtuh, tidak akan ada kebutuhan akan Darah Krisus. Tidak akan ada kebutuhan untuk karya pertobatan di dalam hati manusia, dan perubahan dan pembaharuan pikiran kita. Karena agama lahiriah, tanpa pekerjaan Roh Allah dalam hati, akan menjadi cukup. Agama lahiriah adalah cukup bagi orang yang mengingkari natur manusia yang telah rusak. Mereka benar jika manusia tidak sepenuhnya rusak dan jahat – semua itu dibutuhkan penyucian kehidupan lahiriah. Pembaharuan cara Anda hidup adalah yang Anda butuhkan jika pandangan mereka itu benar. Sesungguhnya, pembaharuan kehidupan lahiriah adalah satu hal yang Anda harus lakukan – jika mereka benar dan Anda tidak sepenuhnya rusak total, orang berdosa yang tiada pengharapan.

Namun kita tidak menemukan ini dalam pembelajaran kita dari Alkitab. Anda tahu bahwa Allah melihat apa yang ada di dalam hati manusia, dan Ia memiliki opini yang jauh berbeda baik tentang pertobatan, mau pun kondisi kerusakan kita, dan bagaimana memulihkannya. Anda tahu bahwa alasan terbesar bagi Kekristenan adalah memperbaharui hati ke dalam gambaran Allah melalui pertobatan, memperbaiki dan menyembuhkan kita yang sepenuhnya telah kehilangan kebenaran dan kekudusan sejati yang kita warisi dari orang tua pertama kita. Anda tahu bahwa semua yang disebut Kekristenan yang tidak memperbaharui hati di dalam pertobatan sejati gagal untuk menyelamatkan seseorang dari Neraka. Semua agama yang berhenti untuk mempertobatkan jiwa dan menyatakan kembali ke keadaan asalnya sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, tidak lain selain lelucon murahan, dan merupakan penghinaan terhadap Tuhan.

Oh waspadailah semua tipu muslihat para guru dan pengkhotbah palsu, yang akan memberikan agama lahiriah kepada Anda, namun bukan pertobatan yang sejati. Jangan percaya kepada para pengkhotbah seperti itu, walaupun mereka datang kepada Anda dengan kata-kata penghiburan palsu.

Dari pada mendengarkan para pengkhotbah palsu itu, lebih baik percayalah pada iman lama, “yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yudas 3), dan sekarang disampaikan ke dalam hati Anda oleh Roh Allah.

Anda telah dilahirkan dalam dosa: Oleh sebab itu “kamu harus dilahirkan kembali” (Yohanes 3:7). Anda harus dilahirkan dari Allah, oleh Allah, melalui Allah. Hanya Allah yang dapat menyembuhkan natur dosa Anda dan memberikan kehidupan baru kepada Anda! Karena Adam semua orang telah mati. Oleh Kristus, Anda akan dihidupkan kembali, Anda yang “dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu” – Ia akan menghidupkan Anda kembali (Efesus 2:1). Ia telah memberikan kehidupan yang cukup kepada Anda untuk mendengarkan khotbah ini. Sekarang “teruslah hidup dari iman kepada iman” sampai keseluruhan penyakit mematikan Anda disembuhkan oleh Kristus!

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Doa Sebelum Khotbah dipimpin oleh Dr. Kreighton L. Chan: Roman 3:9-19.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Not What These Hands Have Done” (by Horatius Bonar, 1808-1889).


GARIS BESAR KHOTBAH

DOSA ASAL – DIADAPTASI DARI KHOTBAH
PDT. JOHN WESLEY, M.A.

(ORIGINAL SIN – ADAPTED FROM A SERMON
BY THE REV. JOHN WESLEY, M.A.)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kejadian 6:5).

I.   Pertama, saya akan menunjukkan seperti apakah umat manusia sebelum zaman Air Bah, Kejadian 6:5, 8, 3.

II.  Kedua, saya akan bertanya apakah manusia masih sama sekarang, Mazmur 14:3; Yesaya 1:5-6; Roma 3:9-10; Efesus 2:12; Matius 11:27; Yohanes 5:44.

III. Ketiga, saya akan menarik beberapa kesimpulan dari apa yang dibicarakan di sini, Yudas 3, Yohanes 3:7; Efesus 2:1;
I Yohanes 1:7.