CHINA – MEREKA AKAN DATANG DARI TIMUR!

(HINA – THEY SHALL COME FROM THE EAST!)

Oleh R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 10 Augustus 2008

“Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah” (Lukas 13:29).


Dalam perikop paralel, dalam Matius 8:5-13, Kristus menyembuhkan seorang hamba dari perwira Romawi yang adalah orang non Yahudi. Pada kesempatan itu Kristus memberikan kata-kata dari ayat ini, sebagaimana itu diulang kembali dalam Lukas 13:29, berhubungan dengan pertobatan dari banyak orang non Yahudi di seluruh belahan dunia ini.

“Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah” (Lukas 13:29).

Dr. John Gill (1697-1771) berbicara tentang ayat ini,

“Dan mereka akan datang…” dari seluruh belahan bumi ini, dari setiap bangsa di bawah kolong langit ini, yang dimaksud dengan orang-orang Yunani… ini “akan datang dari timur dan barat”: dari terbitnya matahari, sampai terbenamnya (Yesaya 45:6; Maleakhi 1:11; Matius 8:11) “dan dari utara dan selatan”: dari jauh dan dari ujung-ujung bumi; lihat Yesaya 43:5-6. Allah memiliki orang-orang pilihannya… di seluruh belahan bumi, untuk dikumpulkan, yang akan dilakukan pada hari-hari yang akan datang (John Gill, D.D., An Exposition of the New Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, vol. I, p. 628; note on Luke 13:29).

Sejak Olympiade dimulai pada hari Jum’at, 8 Agustus 2008. perhatian seluruh dunia mengarah ke China. Dan kata-kata Yesus masuk ke dalam pikiran, “Dan orang akan datang dari Timur” (Lukas 13:29). Berikut ini adalah sketsa singkat tentang sejarah Kekristenan di China.

Bukti-bukti arkeologi belakangan ini menyatakan bahwa Kekristenan pertama kali masuk ke China pada 86 M, pada masa kehidupan Rasul Yohanes. Injil ditolak oleh orang-orang China pada saat itu. Orang-orang Kristen Nestorian membawa Injil untuk yang kedua kalinya ke China pada tahun 635 M, di bawah pemberitaan Alopen dan lain-lain. Kekristenan memperoleh tempat dan terus berkembang kira-kira selama seratus enam puluh lima tahun. Pada abad sembilan orang-orang Kristen Nestorian di China dianiaya dan dihentikan keberadaannya sebagai suatu gerakan, walaupun beberapa bangunan gereja mereka masih berdiri sampai hari ini.

Kemudian pada tahun 1807 Kekristenan dipernalkan di China untuk yang ketiga kalinya, ketika seorang misionaris dari Inggris Robert Morrison menjangkau Macao dan menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa China. Ia membaptis satu orang China yang bertobat sebelum kematiannya pada tahun 1834. Delapan tahun kemudian Treaty of Nanjing of 1842 mengijinkan misionaris-misionaris asing masuk ke China dengan bebas. Pemberitaan Injil dari Alkitab bahasa China terjemahan Morrison, misionaris-misionaris mulai melihat banyak orang bertobat. Dua puluh tiga tahun kemudian, tahun 1865 seorang misionaris dari Inggris James Hudson Taylor mulai mendirikan station (atau missi) dari 205 khotbah pertamanya di kepulauan China. Karena pekerjaannya, banyak orang menjuluki Hudson Taylor dengan “Rasul untuk orang-orang China.” Sebelum 1928 sejumlah misionaris di China mencapai puncaknya dengan jumlahnya 8,325. Ribuan orang China bertobat kepada Kristus di bawah pelayanan pengorbanan mereka.

Kumunis berkuasa pada tahun 1949 dan mulai mengusir semua misionaris asing. Salah satu misionaris Inggris terakhir (mungkin satu-satunya yang terakhir) yang meninggalkan China adalah Miss Gladys Aylward, seorang misionaris Inggris yang mana kisah keberaniannya pernah dikisahkan dalam sebuah film yang berjudul “Inn of the Sixth Happiness.” Saya salut mendengar Miss Aylward berada di penjara selama tiga jam pada tahun 1962. Itu adalah kesaksian yang menggentarkan jiwa, dan saya hari ini mengingat banyak dari apa yang ia pernah katakan, lebih dari dari empat puluh tahun kemudian. Ia membuat kesan yang mendalam bagi saya sehingga saya menyerahkan hidup saya menjadi misionaris bagi orang-orang China setelah saya mendengar perkataannya, ketika saya masih berumur dua puluh satu tahun.

Bersama semua misionaris asing diusir dari China, Komunis kemudian melarang petahbisan orang-orang China mereka sendiri. Tidak lama sebelum pendeta saya, Dr. Timothy Lin, meninggalkan China untuk belajar teologi dan bahasa-basaha Semitic di Amerika Serikat. Saya telah belajar hal yang luar biasa berhubungan dengan apa yang terjadi di China, sebelum Komunis mengambil alih kekuasaan, langsung dari Dr. Lin, yang sekarang sudah berumur hampir 98 tahun. Sebelum menjadi gembala sidang di gereja Chinese kami di Los Angeles, Dr. Lin mengajar bahasa Ibrani di program pasca sarjana Bob Jones University selama beberapa tahun. Kemudian Dr. Lin menjadi gembala sidang di gereja Chinese kami di Los Angeles. Pelayanan Dr. Lin membuat kesan yang amat mendalam dalam hidup saya pada tahun 1960-an, yang mana untuk itu saya akan selalu mengucap syukur. Ia mengajar saya untuk memiliki iman yang sempurna di dalam Alkitab sebagai Firman Allah. Ayah Dr. Lin juga menjadi seorang pendeta, di China, sebelum revolusi 1911.

Komunis melarang orang-orang China ditahbiskan menjadi hamba Tuhan antara tahun 1955 dan 1985. Petahbisan dilakukan secara diam-diam di antara mereka yang bergabung dalam gerakan “gereja rumah” bawah tanah. Pada tahun 1995 Komunis melarang apa yang mereka sebut “bidat-bidat jahat” (“evil cults”) dalam gerakan gereja rumah. Mereka memberikan nama “bidat-bidat jahat” itu untuk orang-orang Kristen terbaik di Komunis China!

Jonathan Chao menulis sebuah artikel di Reformation Today (November-December 2000) yang mana ia berkata, “Di China, Gereja Protestan telah bertumbuh seratus kali lipat pada lima puluh tahun terkahir ini (1950-2000) di bawah keadaan yang kurang baik dan lingkungan yang memusuhinya. Lingkungan itu telah menjadi salah satu penganiayaan oleh Negara atheistic [Komunis]” (Reformation Today, Nov.-Dec. 2000, hal. 3).

Chao melanjutkan perkataannya, “Pada Januari 1950… ada 834,000 orang Protestan. Hari ini, ketika tidak ada survei yang dapat dipercaya, diperkirakan jumlah orang percaya mendekati 85 juta… 70 juta ditemukan dalam berbagai gereja rumah yang terserak di seluruh daratan itu” (ibid). [Gambaran ini lebih tinggi lagi hari ini, setelah sepuluh tahun kemudian.] Ia menyimpulkan perkataannya bahwa “Hari ini North and Northeast China melaporkan indikasi bahwa ada gereja di setiap desa” (ibid).

Chao menceritakan pertumbuhan fenomenal tentang gereja-gereja Chinese di bawah intensitas penganiayaan. Ia mengutip para pendeta yang setia seperti Wang Mingtao (1900-1991) yang dipenjarakan selama dua puluh tiga tahun karena memberitakan Injil; Yuan Xiancheng dari Beijing, yang dipenjarakan selama dua puluh tahun, dan telah menggembalakan gereja sejak tahun 1979; Xie Moshan dari Ahanghai, yang dipenjarakan selama dua puluh tahun; dan Samuel Lam dari Guangzhou, yang juga pernah menghabiskan hidupnya 20 tahun dalam penjara karena memberitakan Injil Kristus.

Pendeta-pendeta yang luar biasa ini, dan ribuan dari total jumlah orang-orang Kristen Chinese lainnya yang berdedikasi telah memimpin gereja-gereja Chinese ke dalam ledakan kebangunan rohani, kebangunan rohani terbesar di dunia ini pada tujuh puluh tahun terakhir ini.

Jonathan Chao berkata, “Sebagai seorang mahasiswa yang mempelajari tentang gereja Chinese, saya dapat mengatakan perluasan gereja yang terus menerus di China telah melewati titik kemampuan negara [Komunis] itu untuk mengontrolnya. Telah ada lebih banyak orang-orang Kristen dari pada anggota partai Komunis, beberapa dari mereka sedang berpaling kepada Kristus” (ibid.).

Kesuksesan kebangunan rohani yang agung ini sedang mengejutkan, khususnya ketika Anda menyadari penderitaan yang luar biasa yang dialami banyak orang Kristen China yang harus tetap bertahan. Website religiousfreedomforchina.org/English (November 24, 2002) memberikan laporan ini yang mengilustrasikan apa yang terjadi pada ribuan orang lainnya di China:

• Di pos polisi lokal, polisi menginterograsi dan menyiksa mereka. Dengan Alkitab di tangan yang ia temukan dari Yuxi Wei, Yang Zhang membentak Wei, “Dari mana kamu memperoleh ini? Siapa pemimpinmu?” Sebelum Wei sempat menjawab, Zhang menampar wajahnya beberapa kali, dan kemudian menggunakan pentungan listrik polisi dan menyentuhkannya ke telinga Wei. Nampak Wei mengerang kesakitan, dan Zhang membentak, “Kami harus bertindak keras kepada kamu karena kamu percaya Tuhan.” Kemudian ia memerintahkan polisi lain, “Pergi dan tengok bagaimana dengan Xiang. Pukuli dia sampai mati bila ia menolak untuk mengaku!”

Christian Persecution Magazine (http://www.christianpersecution.info/) memberikan daftar penganiayaan tahun ini (2008) di China. Penganiayaan-penganiayaan terhadap orang-orang Kristen ini terjadi pada bulan-bulan dan minggu-minggu sebelum Olympiade dimulai di Beijing.

• China: Pihak Berwenang Membuang seorang Pendeta dari Beijing Sebelum Perlombaan

Ketika Presiden Amerika Serikat George W. Bush menghadiri Olympiade do Beijing minggu ini dan kebaktian minggu berikutnya, pihak berwenang China membuang seorang pendeta dari gereja rumah yang bernama Zhang Mingxuan dari kota sepanjang pertandingan berlangsung. Beberapa orang Kristen lainnya yang masih tinggal ada dalam penahanan atau menghadapi cobaan terus menerus.
Added: Aug 6th, 2008 3:46 AM

• Keadaan Shi Weihan seorang pemilik Toko buku Kristen di Beijing memburuk dalam penjara
Pemilik toko buku di Beijing dan pemimpin Gereja Rumah Mr. Shi Weihan, telah menderita dan kesehatannya makin memburuk dalam pemenjaraannya empat bulan yang lalu.
Added: Aug 1st, 2008 4:06 AM

• Pemimpin Gereja Rumah China menjadi “Gelandangan” Setelah Menjumpai Delegasi Kongres Amerika Serikat

Salah satu pemimpin gereja rumah China yang paling dihormati menjadi gelandangan Minggu, 20 Juli, bersama dengan istrinya setelah pihak berwenang mengusir mereka dari rumah mereka di ibu kota China Beijing karena menjumpai delegasi Kongres Amerika, kata para pejabat pembela hak asasi.
Added: Jul 21st, 2008 4:14 AM

• China Menghukum Pemimpin Injili untuk Kerja Paksa selama Dua Tahun
Pendeta injili yang melatih para misionaris Kristen dan menginjil di China Utara dan Tibet telah dihukum selama dua tahun untuk kerja paksa karena aktivias Kristennya, kata para investigator/penyidik.
Added: Jul 10th, 2008 3:31 AM

• China Menangkap Misionaris Gereja Rumah dan Para Pembantunya
Anggota kunci dan misionaris ‘gereja rumah’ yang dilarang di Provinsi Heilongjiang, China menghadapi kesulitan pada hari Minggu, 7 Juli, untuk beribadah bersama dengan orang percaya yang dipimpinnya setelah pasukan keamanan China menangkapnya bersama dengan dua orang pengerjanya, kata juru bicara.
Added: Jul 8th, 2008 2:38 AM

• Pasukan Keamanan China Menggrebek Gereja Rumah di Tambang Batu Bara
Pasukan keamanan China menggrebek gereja rumah di tambang batu bara di Provinsi Gansu, China dan menangkap beberapa orang Kristen sebagai bagian dari pembambilan tindakan keras atas penyelenggaraan ibadah yang tidak memperoleh ijin di negara Komunis itu, kata kelompok pembela hak-hak orang Kristen pada hari Senin, 30 Juni.
Added: Jul 1st, 2008 1:32 AM

• China Menunda Sidang untuk Mendengar Kesaksian dari Pemimpin Gereja Rumah yang Sakit
Pemimpin gereja rumah China terkemuka dan pemilik toko buku Kristen yang lemah [sakit-sakitan] yang telah ditangkap tiga bulan sebelumnya dan telah mendekam dipenjara China Minggu, 22 Juni, setelah sidang mendengarkan kesaksian secara tak terduga sidang ditunda, kata orang-orang Kristen China.
Added: Jun 23rd, 2008 2:49 AM

• China: Pemilik Toko Buku tiba di Persidangan
Seorang pemilik buku Kristen Shi Weihan, yang telah ditangkap dan ditahan dalam penjara China tanpa perawatan medis atas diabetesnya, tiba di persidangan Kamis (19 Juni) untuk menghadapi tuntutan yang belum ditentukan [berhubungan dengan penjualan Alkitab dan buku-buku Kristen].
Added: Jun 19th, 2008 3:34 AM

• China Menangkap Pemimpin Gereja Pada Perjalanan Menemui Pejabat Uni Eropa
Presiden Chinese House Church Alliance, payung utama dari kelompok gereja-gereja bawah tanah, telah ditangkap bersama dengan penerjemahnya pada perjalannya menjumpai pejabat Uni Eropa senior, kata para pembantu pelayanannya.
Added: Jun 19th, 2008 3:33 AM

• China Terus Mengambil Tindakan tegas atas Gereja-Gereja Rumah Ketika Bangsa itu sedang Mengalami Musibah karena Gempa
Ketika China berkabung pada Senin, 19 Mei, 34,000 orang terbunuh dalam peristiwa gempa bumi yang dahsyat, pasukan keamanan China, luput dari perhatian media internasional, terus mengambil tindakan tegas atas gereja-gereja bawah tanah, kata orang-orang Kristen.
Added: May 20th, 2008 3:15 AM

• Pemilik Toko Buku Kristen Beijing Ditangkap di China
Pemiliki toko buku di Beijing masih berada di penjara Sabtu, 19 April, satu bulan setelah ia ditangkap karena menerbitkan Alkitab dan literatur-literatur Kristen, kata istrinya.
Added: Apr 22nd, 2008 11:11 AM

• China Menangkap Banyak orang Kristen di Xinjiang
Pasukan keamanan China menangkap banyak orang Kristen dari Gereja Rumah di Wilayah Otonomi Xinjiang, memaksa mereka untuk menunjukkan kesetiaan mereka terhadap pemerintah [Komunis] sebagai bagian tindakan tegas yang dilakukan terhadap kampanye melawan para biarawan Budha di dekat Tibet, kata para pengamat kebebasan hak asasi Kamis, 17 April.
Added: Apr 18th, 2008 10:04 AM

• China Menangkap Para Pemimpin Gereja Rumah Karena Menjalankan “Bidat Jahat”
Para pemimpin gereja rumah dan orang-orang Kristen lainnya ditangkap Minggu, 6 April, di Provinsi Sichuan China, karena dituduh menjalankan “bidat jahat” [sebutan Komunis untuk gereja-gereja rumah injili] setelah pasukan keamanan menggrebek rumah mereka dan Sekolah Minggu, kata orang-orang Kristen pengikutnya.
Added: Apr 8th, 2008 7:37 AM

• “Gelombang Penganiayaan di China”; Kelompok yang Menyelundupkan Jutaan Alkitab
Pemerintah memulai serangan di China terhadap orang-orang Kristen dan gereja-gereja mereka menjadi “tahun-tahun yang buruk” dengan “gelombang penganiayaan” dilaporkan ke seluruh bangsa Komunis itu, sebagaimana diungkapkan oleh kelompok yang patut dipercaya Selasa, 1 April.

Added: Apr 2nd, 2008 10:39 AM

• Penginjil Kristen China Dianiaya di Penjara Muslim
Orang Kristen China yang dihukum untuk 18 bulan dalam penjara pada Nopember lalu karena menyebarkan selebaran Kristen di antara orang Muslim dianiaya dalam penjara Muslim, dilaporkan oleh agensi berita Kristen Selasa, 18 Maret.
Added: Mar 20th, 2008 10:21 AM

• Pada pukul 7:00 pagi berikutnya, di sana datang Xian Li, Ketua partai dari Divisi Perlindungan Politik dari Departemen Kemanan Publik daerah itu. Li menggunakan sabuk kulit untuk menebas saudara Cai sampai memar dan darah menutupi seluruh wajahnya dan bagian-bagian tubuh lainnya. Kemudian mereka mengikatnya pada sebuah bangku, dan menyiksanya dengan sengatan listrik. Saudara Cai tidak tahan dengan sengatan listrik itu, dan ia menjerit dan meraung-raung. Kemudian Li menendang dia ke tanah, dan menekan wajahnya ke tanah, sambil membentaknya, “Saya akan memotong [organ] kamu jika kami tidak [menolak] Allah” (.religiousfreedomforchina.org/English, Nov. 24, 2002).

Pendeta Richard Wurmbrand menghabiskan empat belas tahun penyiksaan dan penderitaan di penjara Komunis Rumania, di mana ia pernah menyaksikan keberanian dan komitmen banyak orang-orang Kristen yang teraniaya. Saya sangat menghormati dan mengenal Pendeta Wurmbrand dengan baik. Ia pernah berkhotbah di gereja kami beberapa kali, dan saya dan istri saya pernah makan malam bersama dengan dia dan Mrs. Wurmbrand di rumuah mereka beberapa tahun yang lalu. Dalam bukunya, Tortured for Christ, Pendeta Wurmbrand berkata,

Harus dipahami bahwa tidak ada orang-orang Kristen nominal [KTP], setengah hati, suam-suam kuku… di China. Harga yang harus dibayar oleh orang-orang Kristen ini sangat-sangat besar. Poin berikutnya mengingatkan bahwa penganiayaan selalu menghasilkan orang Kristen yang lebih baik – orang-orang Kristen yang semangat bersaksi, orang-orang Kristen pemenang jiwa. Penganiayaan Komunis menghasilkan orang-orang Kristen berdedikasi yang jarang terlihat di negara bebas [seperti Amerika]. Orang-orang ini tidak dapat memahami betapa banyak orang dapat menjadi orang Kristen dan tidak ingin menenangkan jiwa yang mereka jumpai [bagi Kristus] (Rev. Richard Wurmbrand, Tortured for Christ, Diane Books, 1976, hal. 105).

Inilah doa saya agar Anda mau menjadi seperti orang-orang Kristen berdedikasi di China, tidak seperti kebanyakan orang Injili yang setengah hati di Amerika Serikat! Untuk menjadi seperti orang-orang Kristen berdedikasi di China, Anda harus dipertobatkan. Anda harus berpaling dengan sepenuh hati kepada Yesus Kristus, dan percaya hanya kepada Dia saja. Ia telah mati di atas kayu salib untuk membayar dosa-dosa Anda. Ia telah mencurahkan darah-Nya agar dosa-dosa Anda disucikan. Ia bangkit secara fisikal dari antara orang mati, dan sekarang Ia hidup – duduk di sebelah kanan Allah Bapa – di Sorga. Datanglah kepada Kristus. Percayalah kepadanya. Dan kemudian, hidupilah kehidupan Kristen Anda dengan dedikasi yang sama dengan orang-orang yang ada di China. Hadirlah di gereja ini setiap Minggu baik dalam kebaktian pagi maupun malam, seperti yang mereka lakukan. Pergilah memberitakan Injil, seperti yang mereka lakukan. Hadirilah kebaktian doa, seperti yang mereka lakukan. Hidupilah hidup Anda bagi Yesus Kristus – seperti yang mereka lakukan!

Lebih dari seratus tahun yang lalu, Horatius Bonar menulis lagu pujian yang mengekspresikan dedikasi orang-orang Kristen China hari ini. Marilah kita menyanyikan lagu pujian yang menginspirasi Anda untuk menghidupi kehidupan Anda bagi Kristus seperti yang mereka lakukan di China!

Pergi, bekerjalah; habiskanlah waktumu,
   Sukacita-Nya melakukan kehendak Bapa
Itulah bagaimana Tuhan kita bekerja
   Bukankah tak semestinya hambanya santai-santai saja?

Pergilah, ketika hari masih siang:
   Kegelapan malam dunia ini kan segera datang;
Cepatlah, selesaikan pekerjaanmu, buanglah kemalasan;
   Tidak maukah engkau jutaan jiwa dimenangkan.

Bekerjalah, janganlah jemu, berjaga-jaga dan berdoalah,
   Menangkanlah jiwa;
Pergilah ke jalan-jalan raya,
   Paksalah mereka untuk masuk.
(“Go, Labor On; Spend, and Be Spent” by Horatius Bonar, 1808-1889).

Dan kiranya Allah membantu Anda untuk melakukannya! Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Click on “Sermon Manuscripts.”

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @ www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Matius 8:5-13.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Go, Labor On; Spend, and Be Spent” (by Horatius Bonar, 1808-1889).