KHOTBAH YANG MEMPERTOBATKAN DR. CHAN

(KHOTBAH #5 TENTANG KHOTBAH PENGINJILAN)

THE SERMON THAT CONVERTED DR. CHAN
(SERMON #5 ON EVANGELISTIC PREACHING)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 22 Juni 2008

“Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati” (Lukas 16:31).


Pada Mei 1979 seorang muda dari gereja kami menginjil di kampus Los Angeles City College. Ia berjumpa dengan seorang mahasiswa Tionghua di sana yang sedang menempuh studi kedokteran di University of Southern California. Anak muda dari gereja kami mengundang mahasiswa kedokteran itu untuk datang dan mendengar saya berkhotbah. Mahasiswa Tionghua itu adalah Kreighton L. Chan. Pada waktu itu ia berumur dua puluh tahun. Ia sedang menyelesaikan kuliahnya di bidang kedokteran, seperti yang telah saya katakan di atas. Namun salah satu profesornya mengatakan kepadanya untuk mengambil kelas pidato pada semester itu di Los Angeles City College, karena professor itu merasa bahwa ia perlu dapat mengekspresikan dirinya sendiri lebih baik jika ia berharap untuk menjadi seorang dokter medis yang sukses. Ketika mengambil satu kelas itu di Los Angeles City College, Kreighton L. Chan berjumpa dengan anak muda kita dari gereja kami. Ia diundang untuk datang ke gereja kami, dan ia datang ke kebaktian itu. Seperti yang telah saya katakan di atas, Dr. Chan pada waktu itu baru berumur dua puluh tahun. Ia berasal dari latar belakang Katolik Roma, dan tidak pernah menghadiri kebaktian penginjilan dalam hidupnya.

Ketika Kreighton Chan menghadiri kebaktian di gereja kami malam itu, ia langsung merasakan bahwa ini secara total berbeda dari pengalamannya mengikuti Misa Katolik. Jemaat begitu ramah menyambutnya. Lagu-lagu dinyanyikan dengan nyaring dan merdu. Persembahan pujian solo sebelum khotbah begitu menyentuh. Kemudian saya melangkah menuju mimbar untuk berkhotbah.

Sebagaimana yang saya ingat, minggu sebelumnya saya telah bergumul untuk membuat khotbah. Saya tidak tahu apa yang harus saya khotbahkan. Akhirnya, dalam keputus-asaan, saya membuka buku tua karangan almarhum Dr. R. A. Torrey, yang berjudul, How to Work for Christ. Copy yang sama dari buku tua ini juga yang saya rujuk ketika saya mempersiapkan khotbah ini (R. A. Torrey, D.D., How to Work for Christ, Fleming H. Revell Company, n.d.). Khotbah yang saya pilih dari buku Dr. Torrey ini berjulul “God’s Blockade of the Road to Hell” (Blokade Tuhan pada Jalan Menuju Neraka) (ibid., hal. 452-453). Saya telah mengubah beberapa poin dalam khotbah Dr. Torrey untuk menyesuaikan dengan situasi anak-anak muda hari ini. Malam itu saya berdiri dan mengkhotbahkan ini sekuat tenaga saya, sampai keringat membasahi tubuh saya. Saya telah berdoa, kiranya banyak orang diberkati oleh Tuhan melalui khotbah ini dengan pertobatan. Harus ada urapan dari Tuhan ketika saya menyampaikan khotbah ini, karena banyak orang di gereja kami dapat mengingat dengan jelas bahwa khotbah ini pernah saya sampaikan dua puluh sembilan tahun yang lalu. Dr. Chan mengatakan kepada saya pada hari Kamis malam lalu, “Itu telah menerbangkanku.” Sungguh, khotbah itu telah “menerbangkan”-nya karena ia bertobat pada waktu itu juga ketika mendengarkannya. Dia tidak berlambat-lambat. Ia tidak mempertanyakannya setelah khotbah ini dikhotbahkan. Ia langsung masuk ke ruang pemeriksaan setelah khotbah itu dan menyerah kepada Yesus Kristus dan seketika itu juga bertobat – walaupun itu adalah khotbah penginjilan yang pertama kali ia dengar dalam hidupnya.

Sejak malam itu, pada tanggal 27 Mei 1979, Kreighton Chan lulus dari UCLA dan mulai prakter medis. Namun ia tidak pernah menjadikan karirnya sebagai yang utama. Dari momen ketika ia bertobat, karirnya menjadi yang kedua dalam hidupnya. Karirnya hanya sebuah pekerjaan. Tujuan riil dalam hidupnya selalu melayani Kristus di gereja lokal ini. Kami melihat begitu banyak yang lainnya keluar jalur setelah mereka tamat dari perguruan tinggi dan mengejar kemajuan karir. Namun tidak demikian halnya dengan Dr. Chan! Yesus dan gereja lokal selalu menjadi yang pertama dan utama dalam hidupnya, seperti halnya semua itu bagi Rasul Paulus yang berkata, “Karena bagiku hidup adalah Kristus” (Filipi 1:21). Dan itu seharusnya menjadi standard di gereja kami! Ia menikah dengan seorang wanita saleh di gereja kami, dan sekarang ia memiliki tiga orang putra, yang mana salah satu dari mereka telah menjadi orang Kristen terkemuka dan menjadi seorang penginjil. Namun lebih dari itu, Dr. Chan juga menjadi pengabar Injil yang tekun, yang telah membawa banyak jiwa ke dalam gereja ini, seperti Dr. Judith Cagan, Mrs. Melissa Sanders, istrinya sendiri, Winnie, dan banyak yang lainnya. Ia tidak pernah tidak hadir dalam kebaktian yang diadakan di gereja kami. Ia berada di sini di gereja ini setiap Rabu dan setiap Kamis malam, melakukan penginjilan via telpon, untuk membawa orang-orang terhilang untuk mendengar Injil pada kebaktian Minggu pagi dan malam. Ia ada di gereja setiap Sabtu malam, memberitakan Injil melalui telpon, mengatur penjemputan, dan melaksanakan banyak tugas lainnya. Ia sekarang menjadi diaken di gereja kami. Malam lalu gereja kami merayakan pesta ulang tahunnya yang ke-50 dengan meriah lebih dari tiga jam, dengan video tentang kehidupannya, banyak kesaksian dari orang-orang yang pernah ia tolong, dan banyak hadiah yang diberikan oleh orang-orang yang mengasihi dia dan menghormati dia.

Namun semua itu bermula pada tanggal 27 Mei 1979, ketika Kreighton Chan dibawa ke gereja kami untuk mendengarkan khotbah yang kembali akan saya khotbahkan pada pagi ini. Kami berharap dan berdoa kiranya banyak orang “diterbangkan” oleh khotbah ini, seperti yang dialami oleh Dr. Chan malam itu ketika ia masih menjadi mahasiswa di perguruan tinggi dan masih berumur dua puluh tahun. Yang mana kita kembali mendasarkan khotbah ini pada ayat ini,

“Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati” (Lukas 16:31).

Perikop Kitab Suci dari mana ayat kita ini diambil, memberikan kepada kita catatan kisah tentang orang kaya yang mati dan masuk ke Neraka.

“Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas” (Lukas 16:23).

Ya, kami percaya ini adalah api Neraka dalam arti harfiah! Ya, kami percaya bahwa Anda sedang berjalan menuju Neraka!

Tuhan Yesus Kristus berkata tentang Neraka lebih dari sekali dalam Alkitab. Kristus berkata,

“Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal”
      (Matius 25:46).

“Di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam” (Markus 9:44).

“Takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka” (Matius 10:28).

“Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi” (Matius 13:42).

“Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?” (Matius 23:33).

Jonathan Edwards berkata,

Tubuh anda akan dilemparkan ke dalam dapur api, dan di sana tidak akan mati dan mengalami siksaan untuk selama-lamanya… Ketika Anda melihat dapur api dan melihat batu bara yang panas atau melemparkan seekor cacing atau laba-laba ke dalamnya, Anda mungkin sadar bahwa itu secara harfiah akan Anda alami. Tubuh Anda akan dilemparkan ke dalam api yang seperti serangga itu, hanya dengan perbedaan ini: [meskipun serangga itu segera mati dalam nyala api itu] namun Anda akan hidup untuk menderita selamanya, dan api yang membakar Anda itu akan menjadi dapur api yang sangat mengerikan (Jonathan Edwards, The Torments of Hell, edited by William C. Nichols, International Outreach, Inc., 2006 reprint, hal. 33).

Namun Tuhan tidak menghendaki Anda pergi ke Neraka,

“Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa” (II Petrus 3:9).

Jika Anda pergi ke Neraka itu karena kesalahan Anda sendiri. Tuhan telah melakukan segala sesuatu untuk menyelamatkan Anda dari Neraka. Tuhan telah membuat blockade, barikade pada jalan menuju Neraka. Jika Anda pergi ke sana itu karena Anda dengan kehendak Anda sendiri melanggar tanda larangan masuk itu, dan barikade itu, dan telah menolak Kristus sampai semuanya telah menjadi sangat terlambat. Ijinkan saya menjelaskan kepada Anda bagaimana Tuhan telah meletakkan barikade dan blockade di jalan menuju Neraka.

I. Pertama, Alkitab adalah blockade jalan menuju Neraka.

Penghalang besar pertama yang Tuhan letakkan pada jalan menuju Neraka adalah Alkitab. Dengan peringatannya dan undangannya dan janji-janjinya, Alkitab secara konstan memanggil Anda untuk datang kepada Kristus dan diselamatkan.

“Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya”
      (Yohanes 3:36).

“Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” (Markus 16:16).

Tuhan telah mengutus hamba-hamba-Nya untuk memanggil Anda datang ke gereja lokal ini, memanggil Anda untuk datang kepada Kristus,

“tetapi orang-orang itu tidak mau datang” (Matius 22:3).

Jika Anda menolak panggilan dan undangan Alkitab, Anda akan mendorong diri Anda sendiri melanggar barikade Kitab Suci itu, dan itu akan menjadi kesalahan Anda sendiri yang akhirnya membawa Anda masuk ke dalam Neraka selama-lamanya. Alkitab berkata,

“Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak” (Amsal 12:15).

Alkitab berkata,

“Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi”
      (Amsal 29:1).

Abraham berkata kepada orang kaya itu di Neraka,

“Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati” (Lukas 16:31).

Jika Anda tidak mau mendengar Alkitab, berarti Anda tidak mau diselamatkan.

II. Kedua, khotbah yang Anda dengar adalah blockade pada jalan ke Neraka.

Rasul Paulus berkata,

“Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia? Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?”
      (Roma 10:14).

Saya tidak tahu apakah Anda menyadari betapa berharga dan pentingnya khotbah penginjilan itu. Namun Tuhan melihatnya sangat penting, karena melalui khotbahlah, bukan pengajaran, Tuhan mempertobatkan orang-orang berdosa, yang kemudian memuliakan Tuhan Yesus Kristus. Tuhan “memberikan… pemberita-pemberita Injil” (Efesus 4:11) untuk membangun gereja-gereja (Efesus 4:12-13).

Timotius, dalam Perjanjian Baru, memulai pelayanannya sebagai penginjil. Namun ia nampaknya menjadi gembala jemaat lokal ketika Rasul Paulus mengatakan kepadanya, “lakukanlah pekerjaan pemberita Injil” (II Timotius 4:5). Itu menunjukkan pentingnya bagi gembala-gembala untuk “melakukan pekerjaan pemberita Injil.”

Di zaman penyesatan ini, tugas penginjil dan gembala yang harus “melakukan pekerjaan pemberitaan Injil” telah diturunkan di gereja-gereja mereka sendiri. Tidak heran bila Southern Baptist Convention melaporkan bahwa penambahan gereja-gereja baru makin berkurang sejak tahun 1987. Thomas S. Reiner, pejabat Southern Baptist, berkata, “Tidak ada tempat untuk menghindar dari fakta bahwa Southern Baptist tidak menjangkau banyak orang bagi Kristus sebanyak yang pernah mereka lakukan” (“SBC, California Baptism Statistics Show Decline,” by Rob Philips, The California Southern Baptist, June 2008, hal. 3).

Saya diyakinkan bahwa turunnya jumlah pertobat di Southern Baptist (dan gereja-gereja Independent Baptist) sebagian besar karena mereka gagal untuk “melakukan pekerjaan pemberitaan Injil.” Mereka terhenti dalam begitu banyak aktivitas gereja sehingga mereka gagal untuk menempatkan pemberitaan Injil di tempat utamanya dalam gereja-gereja kita. Tanpa penekanan penginjilan yang konstan, dan khotbah penginjilan, lambat laun gereja-gereja kita akan mati, seperti yang kita lihat sedang terjadi di begitu banyak kasus hari ini.

“Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?” (Roma 10:14).

“Lakukanlah pekerjaan pemberitaan Injil” (II Timotius 4:5).

Di sini di jemaat lokal ini kami menjadikan pemberitaan Injil sebagai yang paling utama. Jemaat kami membawa banyak anak muda yang masih terhilang untuk menghadiri kebaktian kami. Ketika mereka sampai di sini, saya berkhotbah dengan khotbah penginjilan yang keras namun tulus kepada mereka. Semboyan saya seperti yang diberikan oleh Rasul Paulus,

“Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” (I Korintus 2:2).

Setiap khotbah yang saya khotbahkan adalah khotbah penginjilan, dan khotbah yang seperti itulah yang telah membuat gereja kami dipenuhi orang-orang yang sangat berdedikasi seperti Dr. Kreighton Chan. Ibu saya dulu berkata, “tanda bukti kue pudding adalah pada saat makan.” Yang ia maksudkan adalah bahwa bukti bahwa sesuatu kita lakukan adalah hasil dari pekerjaan kita ketika kita mengerjakannya. Dan saya dapat mengatakan kepada Anda tanpa melebih-lebihkan bahwa khotbah penginjilan adalah pusat dari semua yang harus kita lakukan – dan semua yang kita pernah harapkan untuk dilakukan. Seseorang pernah berkata bahwa gereja yang tidak menempatkan pemberitaan Injil sebagai pusatnya adalah gereja yang sedang sekarat. Catatan statistik tentang kemunduran Southern Baptist membuktikan poin saya, dan membuktikan itu benar!

Sekarang, Anda telah datang ke sini pada pagi ini dan Anda sedang mendengarkan khotbah penginjilan tempo dulu. Ini adalah khotbah yang sama yang pernah mempertobatkan diaken kita, Dr. Chan. Ini adalah khotbah yang sama yang ia katakan “telah menerbangkannya.” Itu adalah persis seperti apa khotbah penginjilan yang riil diharapkan untuk dilakukan! Itu diharapkan untuk menunjukkan kepada Anda bahwa Anda memiliki kehidupan yang salah, bahwa Anda adalah orang berdosa yang masih terhilang. Itu diharapkan untuk menjelaskan kepada Anda, dalam terminologi yang bukan tidak pasti, bahwa tak seorangpun dapat menyelamatkan Anda selain Kristus. Itu adalah apa yang khotbah penginjilan akan lakukan kepada Anda ketika Anda mendengarkannya, jika itu menggerakkan hati Anda.

Khotbah seperti ini adalah salah satu blockade yang Tuhan letakkan di depan Anda untuk menghalangi Anda pergi ke Neraka. Jika Anda memperhatikannya dan memikirkannya dengan mendalam tentang khotbah ini, Anda mungkin dapat terhindar dari nyala api Neraka. Namun jika Anda memperlakukan khotbah seperti ini sama dengan yang lainnya, dan membiarkan itu berlalu begitu saja dari pikiran dan hati Anda tanpa mempengaruhi cara berpikir dan perasaan Anda, itu tidak akan menolong Anda sama sekali. Jika Anda keluar dari gereja ini hari ini, tanpa khotbah ini mengubah cara Anda berpikir dan merasa tentang Kristus, dan merasakan tentang dosa Anda, Anda tidak akan menjadi lebih dekat untuk menjadi orang Kristen sejati dari pada ketika Anda pertama memasuki pintu itu.

Orang-orang Puritan zaman dulu menyebut khotbah Injil sebagai “maksud anugerah.” Jika Anda mendengar khotbah ini dan menerimanya, itu akan menjadi maksud Tuhan untuk menggunakannya guna mempertobatkan Anda. Jika Anda menutup telinga Anda, dan tidak begitu memperhatikannya, itu tidak akan menolong Anda sama sekali. Sesungguhnya mungkin itu justru akan semakin mengeraskan hati Anda dan membuat Anda semakin sulit untuk dipertobatkan kepada Kristus di masa yang akan datang.

“Bagi yang terakhir [dalam khotbah] kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan” (II Korintus 2:16).

Dengan kata lain khotbah ini mungkin membangkitkan Anda sehingga Anda menemukan kehidupan di dalam Kristus – atau khotbah ini mungkin justru mengeraskan hati Anda sehingga Anda semakin menolak untuk diselamatkan jika Anda menolaknya, dan segera melupakannya ketika Anda meninggalkan kebaktian ini. Itulah sebabnya mengapa banyak dari Anda yang hadir dalam kebaktian kami pagi ini tidak akan pernah kembali lagi untuk mendengar khotbah penginjilan yang menyelamatkan dan menghidupkan!

Khotbah yang Anda dengar dan terima adalah blockade pada jalan menuju Neraka. Namun jika Anda tidak menyimpannya dalam hati Anda apa yang dikhotbahkan, Anda tidak akan pernah “diterbangkan” oleh khotbah ini, Anda tidak akan mengalami keinsafan akan dosa, Anda tidak akan mencari Yesus sampai Anda menemukan Dia, dan Anda akan menghabiskan kekekalan Anda dalam api Neraka. Perhatikanlah bahwa dalam ayat ini Abraham mendorong untuk mendengarkan khotbah.

“Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati” (Lukas 16:31).

Jika Anda tidak “mendengarkan” khotbah ini tidak akan mempertobatkan Anda – dan Anda akan pergi ke Neraka seperti orang kaya dalam Lukas 16.

III. Ketiga, Yesus Kristus Sendiri adalah blockade yang paling agung pada jalan menuju Neraka.

Penghalang terbesar yang Tuhan tempatkan di jalan menuju Neraka, untuk menjaga agar kita tidak masuk ke dalam tempat yang sangat mengerikan itu adalah Kristus – yang disalibkan di kayu Salib untuk membayar penghukuman atas dosa-dosa kita! Dalam khotbah yang saya sampaikan pada tanggal 27 Mei 1979, saya mengucapkan kata-kata yang menyentuh yaitu bahwa

“Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa” (I Timotius 1:15).

Yesus datang untuk mati di kayu Salib untuk membayar penghukuman atas semua dosa kita. Ia adalah penanggung dosa. Jika Anda datang kepada Kristus, maka semua dosa Anda akan dihapuskan, karena Ia telah mati di kayu Salib untuk membayar semua dosa itu. Semua dosa Anda akan disucikan dengan darah-Nya yang mahal, yang Ia curahkan dengan sukarela untuk menutupi dosa-dosa Anda dalam pemandangan Bapa, dan menyucikan dosa-dosa Anda dengan darah-Nya yang mahal untuk selama-lamanya. Dan Kristus telah bangkit dari antara orang mati. Ayat kita berkata,

“Mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati” (Lukas 16:31).

Akankah Anda diyakinkan? Akankah Anda datang kepada Kristus yang telah bangkit dan diselamatkan?

Apa yang Anda akan lakukan dengan Yesus? Anda tidak dapat bersikap netral berhubungan dengan Dia. Sesungguhnya bila Anda bersikap netral itu berarti Anda telah menolak Dia dan klaim-Nya bagi hidup Anda, dan menolak keselamatan yang Ia bawa.

Bangunlah! Jangan menunggu lebih lama lagi. Jangan langgar blockade yang Tuhan tempatkan antara Anda dan Neraka. Datanglah segera kepada Yesus dan Anda akan diselamatkan, sekarang dan selama-lamanya – sepanjang masa. Amin.

Selanjutnya kepada seseorang yang tentangnya saya berkhotbah ini, Dr. Kreighton L. Chan, silahkan Anda maju ke dapan dan menyampaikan kata-kata penutup.

Dr. Chan:

      Gembala kita telah mengkhotbahkan Injil Kristus kembali pada pagi ini. Jika Anda memperhatikannya dan mau datang kepada Kristus Anda akan diselamatkan. Jika Anda menolak apa yang ia khotbahkan Anda akan terhilang untuk selama-lamanya.
       Saya berdoa kiranya Anda bereaksi terhadap khotbah gembala kita ini dan mau datang kepada Yesus Kristus, dan memberi diri untuk disucikan dari dosa dengan darah-Nya yang mahal.

(END OF SERMON)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Lukas 16:19-31
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
      “Beulah Land, I’m Longing For You” (by Squire E. Parsons, Jr., 1979).


GARIS BESAR KHOTBAH

KHOTBAH YANG MEMPERTOBATKAN DR. CHAN

(KHOTBAH #5 TENTANG KHOTBAH PENGINJILAN)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati” (Lukas 16:31).

(Filipi 1:21; Lukas 16:23; Matius 25:46; Markus 9:44;
Matius 10:28; 13:42; 23:33; II Petrus 3:9)

I.   Pertama, Alkitab adalah blockade jalan menuju Neraka, Yohanes 3:36;
Markus 16:16; Matius 22:3; Amsal 12:15; 29:1.

II.  Kedua, khotbah yang Anda dengar adalah blockade pada jalan ke Neraka,
Roma 10:14; Efesus 4:11, 12, 13; II Timotius 4:5; I Korintus 2:2;
II Korintus 2:16.

III. Ketiga, Yesus Kristus Sendiri adalah blockade yang paling agung pada
jalan menuju Neraka, I Timotius 1:15.