Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




FIRMAN ITU TELAH MENJADI MANUSIA – KHOTBAH NATAL

(THE WORD MADE FLESH – A CHRISTMAS SERMON)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Pagi 16 Desember 2007

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:14).


Tempat kediaman Ratu Inggris di musim dingin adalah Balmoral Castle di Scotlandia. Ketika Ratu Victoria ada di sana ia kadang-kadang berjalan-jalan di luar benteng kastil/istana dengan mengenakan pakaian usang. Pengawalnya John Brown mengikutinya. Ketika ia turun ke jalan ia menghampiri sekawanan domba gembalaan yang digembalakan oleh seorang anak laki-laki. Ia meneriaki dia, “Menyingkirlah, kamu wanita tua yang dungu.” Sang Ratu tersenyum, dan tidak mengatakan suatu apapun. Beberapa saat kemudian pengawalnya menghampiri anak laki-laki itu dan membentaknya, “Diam, itu adalah sang Ratu.” “Ya,” kata anak laki-kali itu, “wanita berpakaian seperti itu adalah seorang ratu!”

Itulah cara Yesus merendahkan diri.

“Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya” (Yohanes 1:10).

“Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya” (Yohanes 1:11).

“Dunia [pada umumnya] tidak mengenal-Nya.” Bahkan lebih lagi, umat milik-Nya sendiri “tidak menerima-Nya.”

Pada Natal pertama, Raja Herodes mencari “Anak itu untuk membunuh Dia” (Matius 2:13). Sama sekali tidak ada bedanya dengan hari ini. Setiap tahun pada hari Natal, orang-orang di dunia ini menolak Dia. Bagi mereka Natal hanyalah suatu “hari libur” belaka, hanya suatu waktu untuk liburan atau tamasya belaka, seperti untuk nonton film yang tidak layak, pergi ke Las Vegas, atau mabuk-mabukan. Namun bagi orang-orang yang menerima Kristus, itu adalah waktunya untuk berada di gereja di Minggu Natal, dan mengingat bahwa

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:14).

Itu adalah salah satu ayat yang paling dalam di dalam seluruh Alkitab. Dan ayat ini memberikan satu dari pernyataan-pernyataan yang paling jelas tentang inkarnasi Yesus Kristus. Saya tidak dapat menjelaskan keseluruhan dari ayat ini dalam satu khotbah. Namun saya akan memberikan tiga pemikiran utama kepada Anda dari ayat ini.

I. Pertama, Kristus adalah Firman Allah yang kekal.

Ayat ini mulai dengan kata “Firman.” “Firman” dalam bahasa aslinya, yaitu Yunani adalah “Logos.” Menurut Dr. Ryrie, kata itu berarti “perkataan, pikiran, konsep, dan ungkapan,” (The Ryrie Study Bible, Moody Press, 1978, note on John 1:1). Para filsuf Yunani menggunakan kata “Logos,” namun ide mereka tentang “firman” ini jauh berbeda dengan apa yang dimaksudkan Yohanes melalui ayat ini. Dr. Criswell berkata,

Pada dasarnya, kata ini mengacu kepada suatu komunikasi yang unik. Yohanes menyatakan bahwa ketika Allah mengkomunikasikan diri-Nya sendiri kepada manusia, Ia melakukan ini dalam tubuh manusia (ayat 14) melalui Logos… Yohanes mengumumkan bahwa dari permulaan Logos itu sudah ada. Ia tidak lain adalah Allah itu sendiri. Bukan hanya membawa Firman itu, namun bersamanya di dalam pribadi-Nya sendiri, hidup dan keberadaan-Nya sendiri. Lagi pula, Logos ini yang “bersama-sama” dengan Allah mengindikasikan pembedaan di antara pribadi-pribadi Ke-Allahan (Trinitas). Akhirnya Logos itu adalah Allah yang kekal. Tidak pernah ada waktu di mana Logos itu tidak sepenuhnya Allah. Sebagai konsekwensinya, seseorang boleh mengobservasi bahwa ini adalah inti dari keseluruhan Injil Yohanes di mana ia menyatakan thesisnya, yaitu bahwa Yesus adalah Allah yang kekal yang datang menjadi manusia. Itu juga adalah tes final orthodoksi. Orang tidak dapat mempertahankan Kristologi [palsu] [pandangan palsu tentang Kristus] dan pada saat yang sama dibenarkan dalam elemen-elemen teologi krusial lainnya. [Pandangan tentang Kristus yang seseorang pertahankan] adalah tes final orthodoksi [tes final dari apakah kepercayaan Anda benar menurut Kitab Suci]. Seseorang tidak dapat mempertahankan [pandangan palsu tentang Kristus] dan pada saat yang sama dibenarkan berhubungan dengan poin-poin lain dari [iman Kristennya]. (W. A. Criswell, Ph.D., The Criswell Study Bible, Thomas Nelson Publications, 1979, note on John 1:1).

Alasan kata “Christmas” (“Natal”) digantikan dengan “the holidays” (“hari libur”) adalah karena orang-orang tidak ingin memikirkan tentang kelahiran Kristus. Mereka dibuat marah oleh kata “Christmas” (“Natal”) karena itu mengingatkan mereka tentang “Firman” itu. Mereka menolak berpikir bahwa Yesus adalah Firman Allah, ekspresi eksklusif tentang Allah. Di atas semuanya, mereka menggonggong dan berjuang untuk melawan Kristus sebagai satu-satunya Firman Allah di dalam dunia yang telah jatuh ke dalam dosa ini. Karena di dalam ayat kita Yesus disebut “Firman.” Kristus sebagai “Firman itu” terlalu eksklusif dan picik bagi pikiran berdosa mereka untuk memahaminya, karena Ia adalah “Firman itu.” Ia menyingkirkan semua “firman-firman” lainnya. Jika Ia adalah “Firman itu,” Ia menyingkirkan pandangan para rabi zaman dulu bahwa Ia adalah seorang penipu. Jika Ia adalah “Firman itu,” Ia menyingkirkan ide Muslim bahwa ia hanyalah seorang nabi. Jika Ia adalah “Firman itu,” Ia menyingkirkan pandangan Saksi Yehova tentang Dia bahwa Ia hanyalah pribadi yang diciptakan. Jika Ia adalah “Firman itu,” Ia menyingkirkan pandangan liberal tentang Dia bahwa Ia hanyalah teladan yang agung. Jika Ia adalah “Firman itu,” Ia menyingkirkan pandangan bahwa Ia adalah “Roh-Kristus” dari kebanyakan orang Pentakosta dan Karismatik. Karena, seperti yang dikatakan oleh Dr. Criswell, “Pada dasarnya, kata ini mengacu kepada suatu komunikasi yang unik” – dan itu adalah suatu komunikasi yang unik kepada manusia, itu adalah Yesus Kristus, Firman Allah yang kekal! Semua yang perlu kita tahu tentang Allah dan manusia dikatakan kepada kita dalam Kitab Suci oleh Yesus – Firman Allah.

Dan “Firman itu” kekal. Tidak pernah ada waktu di mana Kristus sang Logos itu tidak ada. Alkitab berkata,

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yohanes 1:1).

Firman itu bukan “suatu” allah, seperti yang Saksi Yehova menyalah-terjemahkan Yohanes 1:1, untuk membinasakan diri mereka sendiri. Konstruksi Yunani hanya dapat dengan jujur seperti yang diterjemahkan dalam King James Bible, “and the Word was God” [“dan Firman itu adalah Allah”] (Yohanes 1:1). Ia bukanlah “pribadi” yang sama sebagai Bapa atau Roh Kudus, namun walaupun memiliki “esensi” yang sama dengan mereka, Ia sendiri adalah Logos illahi – Firman yang kekal – Pribadi Kedua dari Trinitas Kudus.

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yohanes 1:1).

Jadi, satu-satunya posisi Alkitabiah yang benar adalah bahwa Yesus adalah Firman yang kekal, komunikasi pertama dan final tentang Allah kepada manusia yang penuh dosa. Ia adalah Logos yang kekal, Firman yang kekal, yang berbicara kepada dunia ke dalam eksistensi. Dan Yesus terus kekal selamanya sebagai Pribadi Kedua dari Trinitas. Pada akhir zaman ini, dalam Kitab Wahyu, Alkitab menyebut Dia, “Firman Allah” (Wahyu 19:13). Dari kekekalan masa lalu sampai kekekalan masa depan Yesus adalah Firman Allah!

Perhatikan apa yang dikatakan sang Rasul, dalam Kitab Ibrani, bahwa Allah,

“pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya… Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta” (Ibrani 1:2).

Oleh sebab itu, kita mengumumkan dengan kepastian mutlak bahwa Yesus adalah “Firman itu,” Logos yang kekal, dan bahwa tidak ada manusia, atau agama lain atau pemimpin politik atau filsuf di sepanjang sejarah, dapat membuat klaim sebagai “Firman” Allah yang hidup seperti itu, Pribadi Kedua dari Trinitas Kudus. Dari kekekalan masa lalu sampai kekekalan masa depan hanya ada satu Firman yang kekal – dan nama-Nya adalah Yesus!

II. Kedua, Kristus adalah Firman Allah yang berinkarnasi.

Mari kita kembali memperhatikan ayat kita, kita lihat, bahwa Ia bukan hanya Firman yang kekal, namun Ia juga menjadi Firman yang berinkarnasi. Firman yang “berinkarnasi” artinya “yang menjelma menjadi manusia. Benar, bahwa kata “inkarnasi” tidak nampak dalam Alkitab, namun deskripsi tentang inkarnasi ini berulangkali terlihat dalam Kitab Suci. Kata “inkarnasi” digunakan oleh para sarjana Alkitab untuk menjelaskan maksud dari ayat kita ini, yang mengatakan,

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita”
      (Yohanes 1:14).

Firman Allah, yang telah ada bersama dengan Bapa dan Roh Kudus sejak “pada mulanya” (ay. 1) turun dari tahtanya di sebelah kanan Allah dan hidup di antara kita dalam wujud manusia. Itu dengan jelas dikatakan oleh ayat kita ini,

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita”
      (Yohanes 1:14).

Arthur W. Pink berkata,

Yang tidak terbatas menjadi terbatas. Yang tidak kelihatan menjadi kelihatan, Yang transenden menjadi imanen. Yang jauh menjadi [dekat]. Yang melampaui pencapaian pikiran manusia menjadi dapat [dilihat]… “Firman itu telah menjadi manusia.” Ia menjadi apa yang sebelumnya bukan. Ia tidak kehilangan esensinya sebagai Allah, namun Ia menjadi manusia (Arthur W. Pink, Exposition of the Gospel of John, Zondervan, 1971, hal. 32).

Dalam kesatuan hipostatik Allah dan manusia, dalam rahim seorang perawan, Yesus menjadi Allah-manusia! Ia sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia dalam inkarnasi itu, ketika Ia lahir dari seorang perawan suatu malam di kota kecil Betlehem. Malam itu keberadaan yang baru muncul di bumi ini, yang tidak pernah disaksikan oleh manusia sebelumnya. Malam itu Yesus, Allah-manusia, dilahirkan di sebuah kandang dan dibalut dengan kain lampin, dan dibaringkan di sebuah palungan, karena tidak ada kamar yang kosong di penginapan. Di tempat yang sangat sederhana itu, Firman Allah menjadi manusia, dan memulai kehidupan-Nya di antara kita sebagai satu-satunya Allah-manusia yang pernah hidup di dunia ini!

“Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat” (Galatia 4:4).

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:14).

Itulah apa yang Charles Wesley maksudkan,

Kristus, junjungan sorga;
   Ia Tuhan s’lamanya!
Lama Dia dinanti,
   Kini lahir di bumi:
Yesus, Allah dan insan;
   Layaklah dinobatkan,
Tinggal serta manusia,
   Imanuel nama-Nya
(“Hark, the Herald Angels Sing” by Charles Wesley, 1707-1788/
      Terjemahan Nyanyian Pujian No. 49).

Namun ada satu pikiran yang lain yang ingin saya sampaikan kepada Anda dengan melihat ayat kita ini.

III. Ketiga, Kristus adalah Firman Allah yang dapat dilihat.

Kembali ke ayat kita, dalam Yohanes 1:14. Mari kita berdiri dan membaca ayat ini dengan lantang.

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:14).

Anda dipersilahkan duduk kembali. Ada banyak hal di akhir ayat ini yang dapat saya komentari, namun saya lebih suka kita memikirkan tentang satu hal dari apa yang Yohanes katakan di sini. Ia masih anak muda ketika Kristus ada di bumi, namun ia dapat membuat pernyataan yang luar biasa bahwa “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya” (Yohanes 1:14). Yohanes menjelaskan kepada kita bahwa ia hidup bersama dengan Kristus dan secara pribadi melihat kemuliaan-Nya. Yohanes tidak menulis tentang teori filsafat. Ia ada di sana! Ia hidup bersama dengan Kristus! Ia melihat sendiri kemuliaan Kristus itu! Ia mengenal Kristus adalah Firman yang kekal yang telah menjadi manusia karena ia telah melihat Kristus, karena ia telah melihat sendiri kemuliaan Kristus.

Kemudian, dalam Suratnya yang pertama, Yohanes berkata,

“Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu (I Yohanes 1:1).

Di sana, lagi, Yohanes menyebut Yesus “Firman” – “Firman hidup.” Ini menunjukkan kepada kita bahwa Yesus dapat dihampiri atau dilihat. Ia bukanlah Logos misteriusnya Philo atau para filsuf Yunani – suatu “firman” rohani yang kita tidak pernah benar-benar ketahui. Sungguh, kita dapat mengenal Yesus seperti Yohanes. Ia membuat itu jelas dalam I Yohanes 1:3.

“Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus” (I Yohanes 1:3).

Yohanes sedang berkata kepada Anda bahwa Anda juga dapat memiliki persekutuan “dengan kami” dan “dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.”

Namun untuk memiliki persekutuan dengan Yesus ini, Anda harus dipertobatkan. Anda harus diinsafkan dari hitamnya dosa Anda. Anda harus melihat jahatnya hati Anda yang telah rusak. Anda harus menjadi jijik dengan diri Anda sendiri karena diri Anda yang penuh dengan dosa. Anda harus datang kepada Yesus dan percaya kepada Dia. Maka dosa-dosa Anda akan disucikan oleh Darah-Nya, yang tercurah di kayu Salib. Kemudian Anda juga akan berkata, “Ia diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.” Itulah sebabnya mengapa kami meminta Anda untuk berpaling dari “holidays” orang-orang Amerika yang penuh dosa dan sia-sia dan datang kepada Kristus, dan dipertobatkan. Itulah sebabnya mengapa kami meminta Anda untuk mencari Kristus dengan segenap hati Anda sampai Anda menemukan Dia. Karena Ia berkata melalui nabi Yeremia,

“Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati”
      (Yeremia 29:13).

Carilah Dia sampai Anda menemukan-Nya!

Itulah sebabnya mengapa kami mengatakan kepada Anda bahwa seharusnya Anda ada di sini di gereja ini pada perayaan Natal yang meriah pada Minggu malam, 23 Desember, pukul 6:00 PM. Bersama dengan umat Tuhan pada Natal Minggu malam. Itu akan menjadi berkat bagi Anda ketika Anda mencari Yesus. Jangan biarkan apapun menghentikan Anda untuk ada di sini untuk mendengarkan khotbah, bernyanyi, dan menyembah Firman Allah yang kekal, Tuhan Yesus Kristus! Seperti apa yang tertuang dalam lagu Natal ini,

Allah menjadi manusia sejati;
Mari memuji Dia, Mari memuji Dia,
Mari memuji Dia, Almahasih
   (“O Come, All Ye Faithful,” translated by Frederick Oakeley, 1802-1880/
      Terjemahan Nyanyian Pujian No. 55).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Click on “Sermon Manuscripts.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Yohanes 1:1-14.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Hark, the Herald Angels Sing” (by Charles Wesley, 1707-1788)/
“O Come, All Ye Faithful” (translated by Frederick Oakeley, 1802-1880).


GARIS BESAR KHOTBAH

FIRMAN ITU TELAH MENJADI MANUSIA – KHOTBAH NATAL

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:14).

(Yohanes 1:10, 11; Matius 2:13)

I.   Pertama, Kristus adalah Firman Allah yang kekal, Yohanes
1:14a, 1; Wahyu 19:13; Ibranu 1:2.

II.  Kedua, Kristus adalah Firman Allah yang berinkarnasi,
Yohanes 1:14b; 1; Galatia 4:4.

III. Ketiga, Kristus adalah Firman Allah yang dapat dilihat, Yohanes
1:14c; Yohanes 1:1, 3; Yeremia 29:13.