Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




KRISTUS TIDAK BERUBAH – KHOTBAH NATAL

(THE UNCHANGEABLE CHRIST – A CHRISTMAS SERMON)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Peter Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Pagi, 9 Desember 2007

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibrani 13:8).


Pada malam yang gelap itu malaikat Tuhan menampakkan diri kepada para gembala dan memberitakan kabar tentang kelahiran Kristus. Dunia mengalami kegelapan kembali hari ini. Tujuan berita Natal ini disampaikan kepada dunia yang ada dalam kegelapan.

Dr. Carl F. H. Henry adalah seorang teolog evangelikal yang terkenal pada abad dua puluh. Menjelang akhir hidupnya Dr. Henry menulis sebuah buku yang berjudul Twilight of a Great Civilization (Senjakala Peradaban Agung). Berikut ini adalah kutipan dari buku itu. Dr. Henry berkata,

Generasi kita sedang kehilangan kebenaran Allah… Karena kehilangan ini generasi ini menuju kepada paganisme… kebiadaban sedang datang. Seluruh generasi sedang bertumbuh dengan tidak adanya kesadaran akan regenerasi [kelahiran kembali]… Orang-orang biadab sedang menyebarkan debu peradaban yang merosot dan telah menyelinap dalam bayang-bayang gereja yang telah lumpuh (Carl F. H. Henry, Ph.D., Twilight of a Great Civilization, Crossway Books, 1988, hal. 15-17).

Suatu dekade setelah persaingan sengitnya sebagai nominasi calon Mahkamah Agung, Judge Robert Bork berkata,

Budaya kita sedang dalam kemunduran hampir pada setiap area, dari musik popular sampai kepada agama (Christianity Today, May 19, 1997, hal. 30).

Ia berkata bahwa kita sedang menjadi

…budaya yang brutal dan kacau… sedang tenggelam lebih mendalam lagi (Robert H. Bork, Slouching Toward Gomorrah: Modern Liberalism and American Decline, HarperCollins, 1996, hal. 140).

Billy Graham berkata, “Kita adalah suatu masyarakat yang sedang menuju kepada penghancuran diri sendiri” (Los Angeles Times, May 3, 1996, hal. A-10). Yesus berkata,

“Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang… Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru…. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin” (Matius 24:6-12).

Nubuatan Kristus nampaknya benar-benar sedang terjadi pada zaman kita ini. Setiap hari kita mendengar prediksi yang mengerikan tentang ancaman global, terorisme, perang, bencana aborsi, kelaparan dan berbagai penyakit baru. Kita melihat perubahan dan kerusakan di sekeliling kita. Dan kita mungkin bertanya, “Adakah sesuatu yang permanen? Adakah sesuatu yang tidak akan rusak dan membusuk? Alkitab mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak akan pernah berubah.

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibrani 13:8).

I. Pertama, Kristus adalah sama seperti yang kemarin.

Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa Ia adalah

“Anak Domba, yang telah disembelih sejak dasar bumi diletakkan” – cetak miring dalam KJV (Wahyu 13:8).

Dr. Gill berbicara tentang ayat ini,

[Kristus] telah ditetapkan, sebelum dasar bumi diletakkan, untuk menebus umat-Nya dengan darah-Nya (John Gill, D.D., An Exposition of the New Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, volume III, hal. 793).

“Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman” (II Timotius 1:9).

Alkitab mengajarkan bahwa Kristus adalah Anak yang kekal, diperanakkan bukan diciptakan, Pribadi Kedua yang kekal dari Trinitas Suci. Kita dapat mengatakan, bersama dengan Rasul Paulus, bahwa Allah

“menciptakan segala sesuatu melalui Yesus Kristus” – Cetak miring ada dalam KJV (Efesus 3:9).

“Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia ” (Kolose 1:16-17).

Dan kita dapat mengatakan bersama dengan Rasul Yohanes,

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Yohanes 1:1-3).

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibrani 13:8).

Dan itu adalah yang “kemarin,” di masa lalu, ketika Kristus turun dari Sorga dan hidup di bumi ini.

“Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat” (Galatia 4:4).

Itu adalah apa yang berhubungan dengan Natal – inkarnasi Allah Putra! Ia turun dari Sorga, mengenakan daging manusia, dan tinggal di antara kita! Dosa-dosa umat manusia ditimpakan atas Dia di Taman Getsemani,

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44).

Mereka menangkap Dia dan menyesah Dia dengan cambuk. Mereka memakukan Dia di kayu salib, di mana di sana Ia mati “mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci” (I Korintus 15:3). Namun “Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci” (I Korintus 15:4). Ketika Ia bangkit dari antara orang mati, Ia berkata,

“Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku” (Lukas 24:39).

“Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga” (Lukas 24:51).

Semua itu terjadi di masa lalu. Namun ayat kita selanjutnya mengatakan lagi, yang memimpin kita ke poin berikutnya.

II. Kedua, Kristus masih sama hari ini.

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini …”
       (Ibrani 13:8).

Nabi Yesaya berkata bahwa Allah

“umurnya akan lanjut” (Yesaya 53:10).

Berbicara tentang ayat ini, Spurgeon yang agung berkata,

“Umurnya akan lanjut.” Ya, diberkatilah nama-Nya, ketika Ia mati Ia tidak berakhir hidupnya. Ia tidak dapat terlalu lama menjadi narapidana dalam kubur. Pada hari ketiga, sang Penakluk itu, bangkit,…mematahkan rantai kematian, dan keluar dari kubur, tidak dapat lagi mati. Ia menunggu hari-Nya sampai empat puluh hari, dan kemudian dalam sorak nyanyian suci, Ia “naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan.” “Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya; dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah,” tidak dapat lagi mati.

Sekarang Ia duduk di sisih Bapa-Nya,
   Dan di sana memerintah dengan kejayaan,

Sang penakluk atas kematian dan neraka (C. H. Spurgeon, “The Death of Christ,” The New Park Street Pulpit, Pilgrim Publications, 1981 reprint, volume III, hal. 72).

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini …”
       (Ibrani 13:8).

Allah telah memperpanjang hari-hari-Nya, dan Kristus masih hidup pada hari ini juga sama seperti pada masa lalu – ketika Ia mati di kayu Salib dan bangkit secara jasmani dari antara orang mati. Para rasul pada pelayanan mula-mula mereka dengan tegas mengkhotbahkan kepada semua orang “Dia hidup!” Dia hidup!” Misalnya, pada hari Pentakosta, Petrus “dengan suara nyaring” (Kisah Rasul 2:14) berkata,

“Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini”
       (Kisah Rasul 2:32-33).

Dan di sana di sebelah kanan Allah di Sorga, Kristus yang telah bangkit itu,

“Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara [kita]”
       (Ibrani 7:25).

Seseorang sedang berdoa agar Anda bertobat. Banyak dari antara Anda memiliki ibu atau pun ayah Kristen yang sedang berdoa setiap hari untuk keselamatan Anda. Namun ada beberapa anak muda yang patut dikasihani di sini pada pagi ini yang mungkin menundukkan kepala mereka dan bertanya, “Tidak adakah seorang pun yang berdoa untuk ku agar diselamatkan?” Mengapa bertanya demikian, ya, tentu ada! Seseorang yang paling agung dari semua yang pernah dilahirkan sedang mendoakan Anda! Dan namanya adalah Yesus dari Nazareth. Ia selalu hidup untuk berdoa demi keselamatan Anda di Sorga! Yesus sedang berdoa untuk Anda! Dan segera doa-doa-Nya akan terjawab. Segera Anda akan masuk ke dalam konviksi/keinsafan, melihat kebutuhan Anda akan Dia, dan segera masuk ke dalam pelukan Dia yang sedang menunggu Anda, karena Ia

“Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara [kita]”
       (Ibrani 7:25).

Yesus yang sama yang berdoa untuk keselamatan jiwa Anda, adalah Yesus yang persis sama, yang pernah berjalan di jalan-jalan Yerusalem, dan telah mati di kayu Salib bagi dosa-dosa Anda. Yesus yang sama itu akan terus berdoa untuk Anda sampai Anda benar-benar bertobat. Dan saya percaya bahwa doa-Nya untuk Anda akan menerima jawaban yang membahagiakan, seperti doa kita untuk seorang gadis di gereja ini yang hampir meninggal beberapa minggu yang lalu. Ia membangkitkan dia dari kematian jasmani, dan Ia akan membangkitkan Anda dari kematian “karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu” (Efesus 2:1), karena

“Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara [kita]”
       (Ibrani 7:25).

Ia adalah,

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini …”
       (Ibrani 13:8).

Ia hari ini sama seperti Ia yang kemarin. Dan saya percaya doa-doa-Nya bagi Anda akan segera terjawab. Betapa bahagianya kita semua, ketika Anda datang kepada Dia yang mengasihi Anda, dan diselamatkan – sebagai jawaban dari doa-doa-Nya! Namun ada satu lagi pikiran dalam ayat kita ini, yang membawa kita kepada poin terakhir dari ayat ini.

III. Ketiga, Kristus akan tetap sama untuk selama-lamanya.

Mari kita berdiri dan membaca ayat kita, Ibrani 13:8, dengan lantang. Bacalah ayat ini dengan baik dan lantang, penekanannya ada pada tiga kata terakhir.

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibrani 13:8).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Walaupun saya percaya bahwa Billy Graham salah tentang keselamatan “decisionist”nya, dengan segenap hati saya setuju dengan dia ketika ia berkata,

Alkitab mengajarkan bahwa esok Kristus akan menjadi Raja di atas segara Raja dan Tuhan di atas segala Tuhan. Ada suatu waktu dalam waktu Allah bahwa Kristus akan kembali ke dunia ini. Alkitab dengan jelas mengumumkan bahwa Kristus akan… datang kembali. Allah [tidak pernah] melupakan dunia ini, dan dari api yang membakar peradaban ini, Allah mendirikan [Kerajaan] yang mana Kristus akan menjadi Rajanya… Jadi Kristus akan mengambil haknya untuk memerintah atas bumi ini (Billy Graham, D.D., “The King is Born,” Decision Magazine, December 2007, hal. 5).

Ketika hari itu datang Yesus akan kembali dari Sorga, dan Ia akan memiliki nama yang tertulis pada jubah-Nya yang mengatakan “RAJA SEGALA RAJA DAN TUAN DI ATAS SEGALA TUAN” (Wahyu 19:16). Betapa mulianya hari itu ketika,

“Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya” (Wahyu 11:15).

Kemudian arti penuh dari ayat kita ini akan menjadi jelas bagi seluruh umat manusia untuk melihat,

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibrani 13:8).

Seperti lagu yang dinyanyikan Mr. Griffith beberapa saat yang lalu,

Ia akan datang lagi; Ia akan datang lagi,
Yesus yang sama, yang ditolak manusia;
Ia akan datang lagi, Ia akan datang lagi,
Dengan penuh kuasa dan kemuliaan, Ia akan datang lagi
   (“He Is Coming Again” by Mabel Johnston Camp, 1871-1937).

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibrani 13:8).

Dan satu lagi kata. Kristus yang tak berubah ada tersedia bagi Anda pagi ini. Datanglah kepada Dia. Percayalah kepada Dia, dan Dia akan menghapus catatan Allah atas setiap dosa yang Anda pernah lakukan, atau akan lakukan! Dan Ia akan menyelamatkan jiwa Anda untuk selama-lamanya dan selama-lamanya, sampai kekekalan. Maukah Anda datang kepada Yesus segera! Di dalam nama-Nya, Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Yohanes 1:1-4, 14.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“He Is Coming Again” (by Mabel Johnston Camp, 1871-1937).


GARIS BESAR KHOTBAH

KRISTUS TIDAK BERUBAH – KHOTBAH NATAL

(THE UNCHANGEABLE CHRIST – A CHRISTMAS SERMON)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Peter Purwanto

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibrani 13:8).

(Matius 24:6-12)

I.   Pertama, Kristus adalah sama seperti yang kemarin, Wahyu
13:8; II Timotius 1:9; Efesus 3:9; Kolose1:16-17; Yohanes
1:1-3; Galatia 4:4; Lukas 22:44; I Korintus 15:3, 4; Lukas
24:39, 51.

II.  Kedua, Kristus masih sama hari ini, Yesaya 53:10; Kisah
Rasul 2:14, 32-33; Ibrani 7:25; Efesus 2:1.

III. Ketiga, Kristus akan tetap sama untuk selama-lamanya,
Wahyu 19:16; 11:15.