UNSUR YANG HILANG DALAM PENGINJILAN ?
KASIH DALAM JEMAAT LOKAL!

(THE MISSING ELEMENT IN EVANGELISM ? LOVE IN THE LOCAL CHURCH!)

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Malam, 8 Oktober 2006
di Baptist Tabernacle of Los Angeles

?Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi? (Yohanes 13:34-35).


Makan Paskah telah berakhir. Namun Yesus berhenti sejenak sebelum menetapkan Perjamuan Malam. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Ia membasuh dan menyeka kaki mereka semua, termasuk kaki Yudas, salah satu dari antara mereka yang akan mengkhianati Dia. Kemudian ia berkata,

?Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu? (Yohanes 13:15).

Apakah yang Ia maksud? Ini adalah tindakan simbolik yang ditunjukkan, sebagai suatu gambaran, arti dari teks atau ayat kita ini,

?Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi? (Yohanes 13:34-35).

Kristus berkata, ?Aku memberikan perintah baru kepada mereka, yaitu supaya mereka saling mengasihi.? Apanya yang baru dari perintah-Nya ini? Perjanjian Lama, dalam Imamat 19:18, dikatakan, ?Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.?Lalu, bagaimana dengan perintah baru ini? Perintah lama berkata untuk mengasihi sesamamu manusia ?seperti dirimu sendiri.? Perintah baru adalah ?yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu.? Spurgeon berkata, ?Itu [perintah lama] adalah kasih dari kebajikan [kebaikan], namun ini [perintah baru] adalah kasih dari keintiman [hubungan] dan persekutuan yang erat? (C. H. Spurgeon, ?Christ?s New Commandment,? The Metropolitan Tabernacle Pulpit, number 2,936, volume 51, p. 242). Lagi pula perintah ?baru? Kristus tidak mengacu kepada suatu keramahan atau kebaikan kepada orang lain pada umumnya, namun ?supaya kamu saling mengasihi satu dengan yang lain.?

Bagaimanapun, bukankah 12 murid ini merupakan jantung dari jemaat Perjanjian Baru yang pertama? Tentu benar demikian! Dan, oleh sebab itu, perintah ?baru? Kristus memerintahkan kepada semua orang Kristen di dalam jemaat lokal ?supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu.? Saudara dan saudari di dalam jemaat lokal diperintahkan oleh Kristus untuk saling mengasihi satu dengan yang lain dalam cara yang sama seperti Ia telah mengasihi murid-murid-Nya. Kasih-Nya kepada mereka bukan hanya sebatas emosi. Namun kasih itu riil. Ia berbagi diri-Nya sendiri dengan mereka. Ia peduli kepada mereka. Bahkan Ia mau membasuh kaki mereka. Ia memberikan hidup-Nya untuk mereka. Dan Ia berkata bahwa kita harus ?saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu.?

Kita harus berusaha dan berdoa agar jemaat lokal kita mentaati perintah baru Kristus ini. Kita harus mencoba dan berusaha dengan segenap hati kita untuk berbagi diri kita sendiri dengan orang lain, saling mempedulikan satu dengan lain, dan saling melayani satu dengan yang lainnya.

Bagi anak-anak muda yang baru datang dan beroleh selamat, kita harus menyambutnya sebagai saudara. Mereka harus dihargai, dipedulikan, dan dikasihi dengan sepenuh hati.

Kita memiliki jemaat yang sudah sangat tua di gereja ini. Kita baru merayakan ulang tahunnya yang ke-95, minggu ini. Semalam kita telah mengikuti pesta yang meriah untuk merayakan ulang tahunnya, memberikan banyak hadiah kepadanya, membuat kue ulang tahun dan merayakannya dengan meriah. Seseorang mungkin bertanya, ?Mengapa membuat semua orang repot untuk dia, bukankah ia sudah tua, dan ia tidak dapat melakukan banyak hal?? Mengapa? Karena ia adalah saudara kita di dalam Kristus yang telah melayani Tuhan dengan luar biasa di dalam jemaat ini selama bertahun-tahun. Sudah sepatutnyalah ia harus dihargai dan dipedulikan, serta dikasihi dengan sepenuh hati kita ? dan bahwa kita harus menunjukkan kasih kita kepadanya.

Istri saya dan saya sendiri menerima banyak ucapan dan hadiah yang canti-cantik dan penghormatan dari Anda semua dua minggu yang lalu, pada acara ulang tahun pernikahan kami. Kami bahagia karena Anda menunjukkan kasih Anda kepada saya dan istri saya pada malam itu di gereja ini. Maka juga sepatutnyalah saya harus menyediakan dua hari penuh untuk menulis surat ucapan terimakasih kepada setiap orang yang telah menunjukkan kasih mereka kepada kami. Sudah sepatutnyalah saya menceritakan kepada setiap Anda betapa Anda sangat berarti bagi saya dan istri saya, bahkan itu tidak sebanding dengan saya menyediakan dua hari untuk menulis surat-surat ucapan terimakasih itu.

Kita telah memiliki tiga orang dari anggota keluarga jemaat kita yang meninggal. Sudah sepatutnyalah kita mengirimkan kepada sanak saudaranya kartu ucapan belasungkawa dan karangan bunga, dan menelpon mereka serta mendukung mereka dalam doa untuk menguatkan mereka, serta menunjukkan simpatik kita.

Itu juga lahir dari ketaatan terhadap perintah baru Kristus, bahwa sebagian dari saudara dan saudari kita sedang berjuang untuk membantu para mahasiswa perguruan tinggi yang tinggal di rumah mereka, dan memperlakukan mereka seperti anak-anak mereka sendiri, membantu mereka untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam pendidikan mereka.

Semua ekspresi kasih Kristen ini memenuhi perintah baru Kristus, ?Supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu

Ekspresi kasih orang Kristen dalam jemaat lokal ini memiliki efek yang sangat mendalam bagi orang-orang yang masih terhilang. Di sini ada tiga efek kasih dalam jemaat lokal atas orang-orang yang belum percaya, orang-orang yang belum bertobat yang telah dibawa masuk ke tengah-tengah kita melalui penginjilan.

I. Pertama, kasih orang Kristen dalam jemaat lokal adalah tanda yang dilihat oleh orang dunia yang belum percaya bahwa kita adalah murid-murid Kristus.

Lihat ayat 35 dari teks kita ini. Mari kita berdiri dan membaca ayat ini dengan suara keras.

?Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi?
      (Yohanes 13:35).

Silahkan duduk kembali. Ketika kita saling mengasihi satu dengan yang lain, ini akan menjadi tanda teragung bagi dunia yang melihat bahwa kita adalah murid dan para pengikut Yesus Kristus.

Kita dapat mengkhotbahkan khotbah-khotbah doktrinal, khotbah-khotbah yang secara sempurna menyuarakan iman orthodok dan doktrin yang benar, dan khotbah penginjilan yang kuat, namun jika orang-orang terhilang yang datang ke dalam acara kebaktian kita tidak melihat curahan kasih orang Kristen yang mendalam di dalam jemaat kita ini, mereka tidak akan memandang kita sebagaimana seharusnya, mereka tidak akan berpikir bahwa ada sesuatu yang sangat penting atau khusus di sini. Namun ketika mereka kembali menghadiri ibadah atau persekutuan beberapa kali dan mereka benar-benar melihat kita saling mengasihi satu dengan yang lain ? maka mereka tidak bisa tidak akan berkata, ?Inilah umat Allah. Inilah orang-orang yang mengenal Yesus dan mengikuti Dia.?

?Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi?
      (Yohanes 13:35).

Spurgeon berkata, ?Ijinkan saya mengatakan kepada Anda suatu kejadian yang luar biasa ini. Dalam Kekristenan mula-mula, sesuatu yang mengerikan [penyakit sampar] melanda Alexandria. Sangatlah berbahaya dekat-dekat dengan orang yang terjangkit penyakit itu, dan menyentuh orang yang sudah dipastikan hampir mati itu. Ketika itu [penyakit sampar] terjadi secara tiba-tiba, para penyembah berhala di Alexandria mengeluarkan setiap orang yang kemungkinannya tipis untuk disembuhkan dari rumah mereka, dan membiarkan mereka kelaparan, dan bahkan tidak akan ada orang yang akan menguburkan mayat mereka karena takut tertular. Namun orang-orang Kristen saling mengunjungi satu dengan yang lainnya ketika mereka terkena penyakit [sampar] yang menular itu, dan tidak ada orang Kristen yang dibiarkan mati [sendirian]. Mereka saling mengunjungi dan saling peduli satu dengan yang lainnya, walaupun mereka tahu bahwa mereka mungkin saja bisa tertular oleh penyakit itu; dan di antara mayat yang berada di luar tembok Alexandria itu tidak ada satu pun mayat orang Kristen [yang tidak dikuburkan]? dan para penyembah berhala itu berkata, ?Apakah maksud semua ini?? Dan jawabannya terdengar di seluruh tanah Mesir, ?Ini adalah agama yang berasal dari Yesus dari Nazareth, karena orang-orang Kristen ini saling mengasihi satu dengan yang lain.? Bukan khotbah yang dapat [didengar dengan baik] oleh dunia sebagai manifestasi dari kasih Kristus; dan ketika Allah memulihkan jemaat-Nya yang murni, yang memiliki kemurahan hati, kasih yang tulus ? maka seluruh dunia akan menjadi lebih terkesan dengan Injil dari pada khotbah yang disampaikan? (ibid., pp. 249-250).

Marilah kita menjadikan goal kita sebagai jemaat atau gereja yang begitu besarnya sikap saling mengasihi antara satu dengan yang lain,

?Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi?
      (Yohanes 13:35).

John Peter Lange, seorang teolog terkenal dari Jerman, menegaskan bahwa dalam Kekristenan mula-mula, ?Para penyembah berhala sering mengeluarkan suatu pengakuan yang mengejutkan: ?Lihatlah bagaimana orang-orang Kristen ini saling mengasihi antara satu dengan yang lainnya, dan bagaimana mereka siap mati untuk saudaranya.?? Dan Lucian [seorang penulis yang adalah seorang penyembah berhala] memberikan sindiran demikian, ?Pemberi hukum mereka [Kristus] telah mempengaruhi mereka bahwa mereka semua adalah satu [saudara-saudari]? (Lange?s Commentary on the Holy Scriptures, John, p. 427).

Bahkan pada hari ini, di Negara-negara Dunia Ketiga, seperti di China, Asia Tenggara, India, Afrika, dan Amerika Latin, kita melihat kasih orang-orang Kristen ini di mana mereka saling mengasihi antara satu dengan yang lainnya di berbagai kesempatan ? dengan cara yang begitu luar biasa -- terutama dalam masa-masa yang sangat sulit. Ini seharusnya membuat orang-orang Kristen Barat menjadi sangat malu. Kiranya Tuhan menolong jemaat kita untuk menjadi seperti jemaat atau Kekristenan mula-mula dan orang-orang Kristen di Dunia Ketiga. Marilah kita mengingat kembali perkataan Kristus,

?Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi?
      (Yohanes 13:35).

Kasih orang Kristen satu dengan yang lain dalam jemaat lokal adalah suatu tanda yang penuh kuasa bagi orang-orang dunia yang belum percaya bahwa kita adalah para pengikut Yesus Kristus yang sejati!

II. Kedua, kasih dan persatuan orang Kristen dan jemaat lokal adalah bukti teragung dari dunia yang belum percaya bahwa iman kita adalah riil.

Mari kita membuka Yohanes 17:21. Mari kita berdiri dan membaca ayat ini dengan suara keras.

?Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku? (Yohanes 17:21).

Silahkan duduk kembali.

Ini membawa kita selangkah lebih maju. Dalam Yohanes 13:35 Yesus berkata bahwa dunia akan mengenal kita sebagai murid-murid Kristus bila kita ?saling mengasihi satu dengan yang lain.? Namun di sini, di dalam Yohanes 17:21, Yesus melangkah lebih dalam lagi. Ia melakukan sesuatu yang melampaui kesan dunia oleh karena adanya saling mengasihi di antara kita. Ketika ia meninggalkan ruang atas dan pergi ke Getsemani, Ia berdoa kepada Bapa, ?agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku? (Yohanes 17:21).

Hari ini ayat ini secara salah diaplikasikan oleh banyak orang dalam ?gerakan ekumene.? Tidaklah benar menerapkan ayat ini untuk ekumenisme, dan berkata bahwa ini berarti bahwa semua denominasi, walaupun kebanyakan dari mereka dipenuhi oleh anggota yang menganut ajaran sesat dan belum diselamatkan, harus dipersatukan. Yesus tidak berkata tentang hal itu! Ia berkata, ?Agar mereka semua menjadi satu.? Siapakah yang sedang Ia doakan? Ia sedang berdoa untuk inti dari jemaat lokal pertama! Ketika suatu jemaat lokal memiliki kesatuan, dan dipenuhi dengan kasih dan kesatuan, maka dunia akan ?percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.?

Namun Kristus melangkah lebih lanjut dalam ayat 23. Mari kita berdiri dan membaca ayat ini dengan suara keras.

?Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku? (Yohanes 17:23).

Silahkan duduk kembali.

Dalam Yohanes 13:35 Yesus berkata bahwa dunia akan mengenal kita sebagai pengikut-Nya ?jika kita saling mengasihi satu dengan yang lainnya.? Dalam Yohanes 17:21, Ia berkata bahwa kesatuan dan kasih kita akan membuat dunia percaya bahwa Allah telah mengutus Dia untuk mati bagi dosa-dosa mereka dan bangkit dari antara orang mati untuk memberikan kehidupan kepada mereka. Kesatuan dan kasih orang-orang Kristen dalam jemaat lokal akan membuat orang-orang yang belum percaya menjadi percaya akan doktrin-doktrin ini.

Namun doktrin itu sendiri tidak menyelamatkan. Dan sekali lagi, dalam Yohanes 17:23, Kristus berbicara lagi tentang kesatuan dan kasih dalam jemaat lokal, agar jemaat ini menjadi alat untuk memberi kesaksian kepada dunia yang terhilang agar mengenal Injil untuk mereka sendiri. Perhatikan ini kembali dengan seksama,

?Supaya mereka [orang-orang Kristen] sempurna [lengkap] menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka?.? (Yohanes 17:23).

Kita dapat berkhotbah sampai wajah kita membiru. Kita dapat bersaksi sampai sepatu kita rusak. Namun jika orang terhilang itu tidak melihat kasih dan kesatuan orang Kristen ketika mereka masuk ke dalam jemaat lokal kita, mereka tidak akan ?tahu? bahwa Injil itu benar. Mereka tidak akan tahu bahwa Kristus ?telah mengasihi mereka.?

Namun, di sisi lain, bila orang terhilang itu datang ke gereja kita dan melihat kesatuan dan kasih kita antara satu dengan yang lainnya, mereka akan ?tahu bahwa Engkau yang telah mengutus Aku, dan bahwa Engkau mengasihi mereka?? (Yohanes 17:23).

Saya tidak biasanya memperhatikan tulisan-tulisan John R.W. Stott. Namun saya telah terusik oleh sesuatu yang ia tulis minggu lalu, yang mana saya percaya bahwa pernyataannya sangat tepat dan benar-benar Alkitabiah. Stott berkata,

Allah yang sama yang tidak terlihat yang pernah menjadikan diri-Nya sendiri dapat dilihat di dalam Yesus sekarang membuat diri-Nya sendiri dapat dilihat di dalam diri orang Kristen [jemaat], jika kita saling mengasihi antara satu dengan yang lainnya. Dan semua pemberitaan Injil dengan kata-kata tidak begitu bernilai kecuali itu dibarengi dengan [jemaat yang penuh dengan kasih]. Saya percaya bahwa penginjilan khususnya melalui jemaat lokal, melalui komunitasnya, lebih baik dari pada melalui individu [sendirian]. Gereja harus menjadi masyarakat pengubah, tanda yang kelihatan dari kerajaan [Allah] (Dr. John R. W. Stott, Christianity Today, October 2006, pp. 97-98).

Orang-orang yang masih terhilang, kata Stott, tidak dapat melihat Allah. Mereka tidak tahu kalau ada Allah. Namun ketika orang-orang Kristen di dalam ?jemaat lokal? [katanya] saling mengasihi antara satu dengan yang lain dengan sungguh-sungguh itu akan menjadikan mereka sebagai ?masyarakat pengubah,? dan orang-orang yang masih terhilang akan ingin menjadi bagian dari masyarakat itu ? dan mereka akan merasakan kasih dan realitas Allah di dalam dan melalui jemaat lokal. Ia adalah seorang Anglikan ? namun ia sungguh menyuarakan kebenaran seperti orang-orang Baptis masa lalu berhubungan dengan masalah ini ? dan saya pikir bahwa pernyataannya ini sungguh benar!

Dan itu lah sebabnya mengapa kita harus membawa orang-orang yang masih terhilang ke dalam kehangatan dan persekutuan dalam gereja kita ini untuk mendengar Injil dan mengalami kasih Kristus di dalam dan melalui persekutuan jemaat lokal kita ini. Itu lah asalannya mengapa kami berkata, ?Mengapa Anda sendirian? Pulanglah ? ke gereja! Mengapa Anda masih terhilang? Pulanglah ? kepada Yesus Kristus, Anak Allah!?

Oleh sebab itu, marilah kita melakukan semua yang dapat kita lakukan untuk saling mengasihi antara satu dengan yang lainnya ? saling mendoakan dan saling menolong satu dengan yang lain. Maka, ketika seseorang dibawa masuk ke dalam gereja kita ini, mereka akan berkata, ?Inilah para pengikut Kristus! Allah harus mengutus Yesus atau orang-orang ini tidak akan begitu saling mengasihi satu dengan yang lain!? Dan setelah mendengar saya berkhotbah, dan keberadaan kasih kita yang memenuhi jemaat ini, mereka paling tidak akan berkata, ?Saya tahu bahwa Allah telah mengutus Yesus. Saya tahu bahwa Yesus mengasihi saya.? Sebenarnya sesederhana itu!

III. Ketiga, namun tanpa adanya kasih orang Kristen di dalam jemaat lokal tidak akan menghalangi orang pilihan datang kepada Kristus.

Mari kita membuka Yohanes 13:27. Lihatlah apa yang dikatakan di sini tentang Yudas.

?Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera? (Yohanes 13:27).

Mari kita lompat ke Yohanes 13:30. Mari kita berdiri dan membaca ayat ini dengan suara keras.

?Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam? (Yohanes 13:30).

Silahkan duduk kembali.

Ini adalah asal-usul dari keretakan gereja. Ini terjadi tepat setelah Kristus membasuh kaki mereka dan melayani mereka dalam Perjamuan Malam. Apakah itu menghentikan para murid untuk saling mengasihi satu dengan yang lain? Ya, tetapi itu hanya untuk waktu yang sementara saja, dan bukan untuk waktu yang lama. Mereka segera menyadari bahwa Yudas sebenarnya adalah orang jahat yang belum diselamatkan yang ada di antara mereka. Setelah Yudas pergi, mereka langsung kembali saling mengasihi antara satu dengan yang lain, dan membawa orang-orang yang terhilang ke dalam kehangatan dan persekutuan dari jemaat lokal itu.

Selanjutnya, saya mengakhiri khotbah ini dengan mengingatkan anak-anak muda yang bertumbuh dalam jemaat ini. Anda telah melihat orang-orang seperti Yudas menyebabkan perpecahan atau masalah. Anda telah melihat mereka meninggalkan gereja ini. Anda telah melihat mereka mengkhianati Kristus. Namun jangan biarkan itu menghentikan Anda menjadi orang Kristen! Karena pengkhianat seperti Yudas selalu ada di antara orang-orang Kristen yang setia di dalam jemaat lokal, dan jemaat harus tetap berada dalam persekutuan kasih tanpa Yudas! Jangan biarkan masalah yang ditimbulkan oleh Yudas menghalangi hidup Anda terlalu lama untuk menjadi orang Kristen. Pastikan Anda bukan seperti itu. Pastikan Anda tidak akan menolak ketika diminta untuk datang kepada Kristus. Yudas melakukan itu ? dan ia adalah contoh yang buruk. Jangan seperti Yudas. Lihatlah sekelilingmu orang-orang Kristen yang luar biasa dalam gereja kita ini. Rasakan kasih mereka kepada Allah ? dan juga kepada Anda. Dengarkanlah doa dan dorongan semangat yang mereka berikan untuk Anda. Datanglah segera kepada Kristus. Jangan menunda-nunda terlalu lama. Datanglah kepada Kristus segera. Dan datang dan bantulah kami untuk menjadikan gereja atau jemaat ini seperti apa yang Dr. Stott sebut sebagai ?masyarakat pengubah,? gereja yang dipenuhi dengan kasih di tengah kota yang sedang sekarat ini, mercusuar yang berdiri di atas bukit di tengah disintegrasi peradapan kita ini! Tuhan memberkati Anda! Amin!

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Yohanes 17:20-23
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith: ?The Love of God?
(by Frederick M. Lehman, 1868-1953).


GARIS BESAR KHOTBAH

UNSUR YANG HILANG DALAM PENGINJILAN ?
KASIH DALAM JEMAAT LOKAL!

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.


?Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi? (Yohanes 13:34-35).

(Yohanes 13:15; Imamat 19:18)

I.   Pertama, kasih orang Kristen dalam jemaat lokal adalah tanda yang
dilihat oleh orang dunia yang belum percaya bahwa kita adalah
murid-murid Kristus, Yohanes 13:35.

II.  Kedua, kasih dan persatuan orang Kristen dan jemaat lokal adalah
bukti teragung dari dunia yang belum percaya bahwa iman kita
adalah riil, Yohanes 17:21, 23.

III. Ketiga, namun tanpa adanya kasih orang Kristen di dalam jemaat
local tidak akan menghalangi orang pilihan datang kepada Kristus,
Yohanes 13:27, 30.